Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
sama sama bucin


__ADS_3

Pagi hari semua anak anak pak Rahmat dan bu Siti sudah bersiap siap untuk kuliah dan sekolah.


Lagi lagi Andre duduk di samping ayahnya dan memintanya untuk berhenti bekerja.


Andre tidak tega melihat kedua orang tuanya yang begitu baik masih harus banting tulang di usia senjanya.


Kalau untuk menghidupi keluarga dan ke 4 adiknya gaji Andre sebagai dosen pastilah cukup, apalagi ketiga adiknya juga punya pekerjaan sampingan.


Hanya Raisa yang masih harus sekolah yang belum bekerja dan itu adalah tanggung jawab Andre sebagai putra sulung keluarga ini.


" ayolah yah, Andre mohon ,ayah berhenti jualan gado gado .." rengek Andre sambil menggenggam kedua tangan ayahnya.


pak Rahmat jadi bingung harus bagaimana, di satu sisi dia kasihan dengan anak anaknya yang selalu menghawatirkan nya dan di satu sisi dia kasihan dengan semua langganannya.


" tapi nak "


Gak ada tapi yah !


seru Raihan dan Raka dari dalam rumah.


Ayah ayolah , kita sayang sama ayah ..ucap Reno menambahkan.


" o iya kakak kakakku tercinta bagaimana kalau kita cari kan orang orang di sekitar rumah kita untuk membantu ayah, jadi biarkan mereka yang jualan ,ayah dan ibu yang masak di rumah... Raisa tahu karena hati ayah terlalu baik, ayah bukan memikirkan uang dan pendapatan dari berjualan gado gado tapi ayah memikirkan bagaimana semua langganannya, iya kan yah..." ucap Raisa sambil bersimpuh di depan ayahnya dan meletakkan janggutnya di pangkuan ayahnya.


kemudian pak Rahmat berdiri dan menarik lengan Raisa, mengelus rambut indahnya dan memeluknya.


keempat kakaknya pun tersenyum dan memeluknya bersamaan.


Duh , betapa bahagianya keluarga mereka...


walaupun bukan sedarah tapi ikatan batin mereka begitu erat .


Bu Siti yang menyaksikannya dari dapur, hanya bisa menangis dan bersyukur.


" Ya Alloh , alhamdulillah...Engkau selalu mendengar doa doaku walaupun mereka semuanya tidak ada yang lahir dari rahimku tapi mereka menayayangi kami lebih dari apa yang kami bayangkan, terimakasih semoga mereka menjadi orang orang yang sukses di dunia dan di akhirat..." doa yang begitu tulus dari seorang ibu.


pak Rahmat pun duduk kembali di kursi nya sambil menyeruput kopi hitam buatan Raisa, putri tercinta.


" Reno, kamu urus semua, masalah uang serahkan padaku " ucap Andre.


" ok kak siap laksanakan"


mereka pun tertawa bahagia.


dan pak Rahmat kali ini menurut saja, kasihan juga anak anaknya selalu menghawatirkan nya setiap dia pergi jualan.


akhirnya mereka semua berangkat.


Kali ini Raka yang antar Raisa ke sekolah.

__ADS_1


Tentu saja kakak satu ini over protektif terhadap satu satunya adik perempuan nya.


" hei hei , nyeloyor saja, cium tangan dulu dong , gimana sih masa lupa..awas ya jangan main main terus , jangan pacaran aja, jangan banyak bicara, dengar pelajaran, ingat ya kakak mau kau menjadi orang sukses dengan prestasi bukan sensasi ..dan satu lagi jangan bikin masalah..awas lo..." ancam Raka dan Raisa hanya memonyongkan bibirnya untuk mencibir kakaknya itu.


" eh eh eh..berani ya sama kakak begitu..sini.."


" ih... ogah..." jawab Raisa sambil berlari setelah mencium tangan Raka dan mendengar nasehatnya panjang lebar pahan pun tidak...


Raka hanya gelengkan kepala dan tersenyum melihat ulah adiknya itu.


Raka dan Raisa begitu mirip maka tak heran kalau dikiranya saudara kandung seayah dan seibu..wajah putih bersih hidung mancung dan alis tebal, sama Raisa juga begitu, cuma Raka cowok jadi dia memiliki sisi maskulin yang cool


sedangkan Raisa cewek ya walaupun tomboi tapi dia memiliki sisi feminim yang lembut dan senyum manis.


Raisa berlari menuju ruangannya dan tak sengaja dia menabrak sosok pria gagah.


bruaks


" Rai,kamu gak apa apa..." tanya Abi sambil membatu Raisa bangun dan berdiri.


cie cie yang lagi bucin ..


teriak Deren, Mido, dan miko.


Raisa dan Abi pun seketika memerah seperti kepiting rebus.


" udah Bi bucinnya lo gak lihat jiwa jomblo kami meronta ronta .." ledek Deren.


Abi dan Raisa menoleh ke arah Deren.


" apaan sih lo Der" gumam Raisa.


Abi tampak malu malu dan membiarkan Raisa masuk ke kelas lebih dulu kemudian duduk di sampingnya.


deg deg deg ..


" duh jantung gue berdetak di samping Abi, aduhhh gimana nih apa mungkin gue udah jatuh cinta sama ni cowok " gumam Raisa dalam hati.


Tak beda jauh dengan Abi yang merasakan jantungnya tak baik baik saja berdetak lebih cepat ketika disamping Raisa, apa lagi mengingat soal nafas buatan yang kemarin dia berikan kepada Raisa.


Bibirnya yang manis dan wajahnya yang sendu.


" aduhhhh gue benar benar sudah gila nih... aduhhh Raisa kamu satu satunya cewek yang bisa membuatku gila , mana bisa gue menerima pelajaran kalau kamu tetap di sisiku seperti ini... Abi Abi , tenang fokus fokus....tenang bi tenang bi .." gumam Abi untuk menenangkan dirinya sendiri saat di samping Raisa agar bisa konsentrasi menerima pelajaran sekolah.


" ada apa Bi "


" ah...enggak Rai, gak ada apa apa.." jawab abi sambil tersenyum.


tak lama kemudia bel pun berbunyi, dan seorang guru kimia datang masuk ke kelas.

__ADS_1


Guru perempuan kali ini sangat galak, sebelum pelajaran di mulai dia perhatikan muridnya satu persatu karena tidak mau ada masalah saat dia menyampaikan materinya.


" Abi , Raisa bagus kalian sudah bisa berdamai" ucap bu Salma .


Deren, Mido dan Miko tersenyum menahan tawa melihat kebucinan sahabatnya itu.


Karena gugup atau gimana mereka tak sadar kalau duduk mereka sangatlah berdekatan , memang tidak seperti biasanya yang saling berjauhan walaupun satu bangku.


Abi melirik ke arah Raisa, begitu juga Raisa.


sejenak mereka saling menatap, namun segera sadar karena ada bu guru di dalam kelas.


" benar nih , gue gak bisa menerima pelajaran karena Raisa di samping gue.." ucap Abi dalam hati.


Tak beda jauh dari Raisa.


Saat tangan abi berada di atas pahanya sendiri, seketika Raisa menggenggamnya erat dan hangat.


" aku tau kamu gemetar di sisiku, biarkan aku menenangkanmu Bi, kamu kira hanya kamu yang gemetaran, aku pun sama..orang bilang kalau kau genggam tangan orang yang kau cintai maka bisa menenangkannya.." bisik Raisa yang membuatnya terbang melayang.


akhirnya mereka bisa melalui satu materi kimia bersama sama.


" terimakasih ya Rai, kau benar benar membuatku tenang "


Raisa mengangguk dan tersenyum.


" o iya nanti pulangnya aku antar ya "


" nanti kakakku marah , kamu kan tahu sendiri bagaimana sifatnya yang temperamental..aku aja kadang kesel sama dia.." ketus Raisa dengan manja.


" o iya guys, kita ke kantin yuk...kita rayakan kesembuhan Raisa.." ucap Mido.


"ok , aku yang traktir " ucap Abi kemudian berdiri berjalan bersama teman temannya menuju kantin.


" aku duluan ya sayang "


bisik Abi membuat geli Raisa kemudian melotot menatap Abi yang ke luar kelas bersama teman temannya itu.


Mita, Cika dan Vea pun menghampiri Raisa.


" cie cie yang baru jadian, kan apa gue bilang , jangan pernah kau membenci seseorang karena antara benci dan cinta itu jaraknya tipis.. bener kan sekarang lo yang bucin ..


hahahahaaaa " ucap Mita.


Raisa mendengus kesal dengan ledekan teman temannya.


tapi sejenak dia berpikir apa yang mita katakan semua benar, kalau dia sendiri sekarang juga merasa bucin, saat ini saja dia merasa ingin selalu di dekat Abi.


" hah...gila perasaan apa ini ,enggak enggak ...kalau kak Raka tahu bisa mampus gue.

__ADS_1


__ADS_2