
Di sekolah**
Raisa duduk termenung di bangkunya..
Abi pun mendekat dan mengacak rambut Raisa.. kemudian duduk di sebelahnya.
" Raisa, ada apa sih..." tanya Abi dengan senyum manisnya.
" ish...kenapa sih..." jawab Raisa ketus dengan lirikan mematikan.
" sayang, dari tadi pagi aku perhatikan kamu seperti menyimpan sesuatu, ada masalah di rumah, atau dengan kakak kakak kamu yang menyebalkan itu.." ucap Abi .
" iya Bi, aku bertemu dengan ayah kandungku.." jawab Raisa lemas.
" ya bagus dong.." jawab Abi.
Kemudian Raisa menceritakan semuanya, rasa sakit hatinya dan luka yang selama ini dia rasakan..
" ya , kamu harus berbesar hati Rai, maaf kan ayah kamu.." ucap Abi, dan membuat Raisa melotot tajam.
" hhh...memaafkan orang yang sudah merusak masa depan ibuku, wanita tidak berdosa yang menjadi pelampiasannya..ehm..heran gua, pasti otak laki laki semua sama ..mungkin kau juga sama saja.." jawab Raisa dengan nada tinggi karena sudah emosi.
" aduhhh salah lagi.. Rai, Rai bukan itu maksutku .." ucap Abi ingin menenangkan Raisa.
" diam..aku gak mau denger apa apa lagi , kamu, kamu dan kamu pasti juga pikirannya sama...sama sama hanya memanfaatkan wanita yang lemah..." ketus Raisa dengan emosi .. Deren dan Mido yang gak sengaja masuk pun jadi sasaran kemarahan Raisa.
Raisa berlari ke toilet dan membasuh mukanya untuk menghilangkan stress di pikirannya.
Abi menepuk pundak Deren dan meminta maaf atas nama Raisa..
" maafin Raisa dia sedang kalut jadi sensitif banget perasaannya.." ucap Abi kepada Deren dan Mido.. keduanya pun membalas dengan anggukan.
kemudian Abi berlari mengejar Raisa ke toilet.
Abi menunggunya di luar.
Dan tak lama kemudian, Raisa pun keluar dari toilet dengan muka lebih segar.
" ehm...udah mendingan ya, ayo makan dulu pasti lapar setelah marah marah dari tadi .." ucap Abi dengan senyumnya.
Raisa mengeryitkan keningnya.
" eh..baby cantikku jangan marah marah lagi dong, nanti berkurang lo cantiknya..tuh ..mulai ada kerutan di bawah matanya.." ucap Abi.
" ih...masasih " jawab Raisa kaget dan mencoba mencari ponselnya untuk mengaca.
" eh... gak usah ngaca , sini aku yang lihat.." ucap Abi sambil mendekatkan matanya ke wajah cantik Raisa.
Raisa diam dan menuruti Abi dengan menggenggam tangan Abi.
Abi pun semakin mendekat..
Sejenak mereka diam dan saling menatap dengan sendu dan semakin dalam..
Abi memegang pipi mulus raisa dan mengusapnya dengan lembut.
__ADS_1
Raisa tetap diam dan memejamkan matanya agar bisa terlihat kalau ada kerutan di bawah matanya..
Abi mengusap lembut pipi dan mata Raisa, tentunya dengan jantung yang sama sama berdebar dan tak beraturan.
Abi mendekatkan bibirnya dan mencium lembut kening Raisa.
Raisa membuka matanya dan kembali menatap Abi .
" Raisa tetaplah tegar dengan semua masalah yang sedang kau hadapi, ada aku di sisimu aku akan selalu bersamamu. Kamu gadis yang kuat dan cerdas , berpikirlah sebelum mengambil keputusan...hilangkan egomu dan dengarkan kata hatimu..." ucap Abi dengan lembut.
Raisa mengangguk dan tersenyum.
" terimakasih Abi, kau telah memberiku kekuatan .. terimakasih..." jawab Raisa.
" ehm...dengan satu kecupan di kening sudah menbuatmu menjadi lebih tenang, mungkin lain kali aku akan menciummu di tempat lain ,pastinya akan memberimu kekuatan yang lebih besar.." ucap Abi dengan senyum smricknya.
Raisa melotot.
" kenapa, aku salah lagi " tanya Abi dengan begitu bodohnya.
" pikir saja sendiri.." jawab Raisa kemudian melangkah pergi meninggalkan Abi dengan sewot.
Abi menggaruk nggaruk kepalanya..
" di mana salah ku, bukannya aku benar, dengan ciuman di kening saja sudah memberi nya kekuatan dan bisa membuatnya tenang, nah kalau aku cium dia di tempat lain, misalnya di bibir atau di pipi kan malah akan memberikan kekeuatan yang jauh lebih besar.. terus di mana salahku.." ucap Abi sambil mendengus kesal.
Memang benar ya cinta bisa membuat orang kehilangan akal , hhh...
Raisa mengambil tempat duduk di samping vea ,mita dan Cika..
Tanpa bersuara Raisa menyeruput segelas juz jeruk kesukaannya.
ketiga temannya itu saling menatap dan saling bertanya tentang apa yang terjadi ..
Raisa tak perduli dengan Abi yang ikut duduk gabung dengan mereka..di susul Deren,mido dan miko.
Abi duduk tepat di hadapan Raisa.
Abi terus menatap Raisa yang asik meminum segelas jus jeruk kemudian melahap semangkuk bakso pesanannya dan beberapa gorengan.
bukan hanya Abi yang heran , ke enam temannya pun memandang heran dan mengelus perutnya..
" ya ampun Rai, melihatnya saja aku sudah kenyang" ucap Mido, kemudian dicubit sama Cika.." hust...udah diem "
Raisa tak perduli dan tetap melanjutkan makannya..
Abi udah gak tahan ..dia pegang tangan Raisa yang hendak menyuapkan gorengan terakhir ke mulutnya.
Abi melotot kemudian Raisa pun menatap mata Abi.
Abi mengambil tisu dan mengelap tangan Raisa dengan tisu kemudian mengelap bibir Raisa yang masih cemot dengan minyak karena gorengan.
Abi tetap menatap sambil memegangi erat tangan Raisa..setelah semua bersih, Abi bangkit dan menyeret Raisa ke belakang kelas dengan sorot mata tajam yang menakutkan.
Cika memegangi jidatnya.." aduh..kenapa lagi sih mereka..pusing gue"
__ADS_1
" ish, Lo kira cuma Lo aja yang pusing melihatnya, baru kemarin mesra mesraan , ih sekarang udah marah marahan ...kadang gue kesel melihatnya.." ketus Vea.
Deren terkekeh...
" ya begitulah cewek selalu menang sendiri, perasaan dari tadi Abi udah diam ngalah mulu , eh cewek emang gak tau diri ..apa sih maunya..semua salah.." ucap Deren yang membuat Vea melotot dan mencubit lengan Deren.
" aduhhh sakit tau.." teriak Deren.
" apa kamu bilang cewek gak tau diri..hehhh denger ya semua , cewek itu bukannya gak tau diri tapi cewek itu mandiri... kita kita bisa gak perduli sama kalian tapi kalian bisa gak pergi dari sini dan jangan ganggu kami lagi.." ketus Cika yang membuat semua cowok bengong.
bruaks ...(Vea menggebrak mejanya)
" ayo kalian segera pergi dari sini , dan jangan ganggu kami lagi " gertak Vea, ditambah Mita yang melotot.
" aduhhh..lo sih Der, pake bilang yang gak gak ... jadi keluar deh taringnya.." bisik Mido sambil menepuk pundak Deren.
ketiga cewek itu melotot dengan tatapan tajam mematikan.
Deren pun menghampiri Vea dengan lembut dan senyum manisnya.
" sayang maafin kami dong , iya iya kami yang salah , kami minta maaf ..tapi jangan marah marah lagi ya..nanti ilang lo cantiknya.." ucap Deren dengan gaya merayunya yang udah lihai.
" ehm...ok..kita maafin , asal dengan syarat..." ucap Vea.
" apa sayang " tanya Deren.
" kalian yang bayarin makanan kita, iya kan lady hahahahaaaaaa...." ucap Vea dengan tertawa lepas begitu juga dengan mita dan Cika mereka malah mengeluarkan yel yelnya yang membuat ketiga cowok itu merinding dan terpaksa membayari semua makanannya.
sementara di belakang kelas.
Abi mengunci Raisa di tembok dengan kedua lengan kekarnya.
sorot matanya tajam seperti singa yang lapar.
Raisa menolehkan wajahnya ke samping.
" tatap mataku Rai " ucap Abi.
Raisa tak menghiraukannya.
" tatap mataku Raisa " ucap Abi lebih keras.
"hhh...apa sih bi..!!! " jawab Raisa.
" kamu memang keras kepala, apa kamu gak mikir bagaimana menyelesaikan masalah dengan bijak , bukan menghindari masalah..pakai otak kamu.." ucap Abi dengan nada menekan.
Raisa mulai menangis..
Abi mendengus kesal
" mulai deh, memang cowok gak bisa melihat wanitanya menangis " gumam Abi kemudian mendekap kepala Raisa yang sesenggukan.
" sayang , kamu pikir dengan cara kamu makan seperti tadi itu apa hah... bukanya malah akan membuat perutmu sakit..." ucap Abi sambil mengelus kepala Raisa.
" udah udah...udah nangisnya..aku minta maaf sudah kasar dan membentakmu..ok.. sekarang kamu ke toilet dan basuh muka kamu kita sudah telat masuk nih...kamu masuk duluan biar aku belakangan..nanti Bu nur curiga lagi...kena hukum lagi mau..enggak kan..udah sana..." ucap Abi.
__ADS_1
Raisa pun berlari ke toilet kemudian masuk ke kelas lebih dulu.