
Raisa langsung dibawa ke ruang operasi untuk mengeluarkan peluru yang menembus perutnya.
Raka dan Bima sangatlah cemas..
Bima lemas dengan tertunduk dan derai air mata yang membanjiri, tak ada lagi kesan Presdir yang cool dan berwibawa...yang terlihat kini adalah seorang ayah yang rapuh dan hancur menyaksikan putri tercinta yang berjuang di antara hidup dan mati.
Tak beda jauh dengan Raka yang sangat menyayangi adiknya..
Sandra mencoba menguatkan putranya, dia usap punggung Raka yang hancur menahan sesak seperti bongkahan es di dalam dadanya .
" sayang, kuatkan hatimu ya..kita doakan Raisa...semoga dia mampu melewati semua ini..." ucap Sandra sambil memeluk hangat putranya.
Raka pun tak menolak , tak dipungkiri dia juga butuh sandaran. di dalam dekapan hangat ibunya Raka menangis sejadi jadinya.
Sarah pun tak tega menyaksikan semua ini , dia menghubungi Abi untuk memberitahu apa yang terjadi.
Dan tak butuh waktu lama Abi datang di susul ke 3 kakak kakaknya.
Abi yang panik langsung menuju ke ruang operasi, tapi operasi masih belum selesai.
" kak, apa yang terjadi ...katakan kak.. katakan... kenapa dengan Raisa katakan kak..." tanya Abi dengan paniknya.
" kenapa semua diammm..!!!.. katakan apa yang terjadi dengan Raisa ku..katakan...!!! " teriak Abi dengan kesal dan amarah karena gadis yang sangat dicintainya tak berdaya di ruang operasi.
" Abi... sudah bi, tenanglah..." ucap Sarah sambil memegang lengan Abi.
Abi pun menoleh dengan tajam, menatap ke arah Sarah yang sudah ketakutan.
" pasti ini karena kamu...kalau sampai terjadi apa apa dengan Raisa kau akan aku lenyapkan...!!!! " gertak Abi penuh emosi.
"Abi ..cukup nak...tenanglah kita tunggu dokter yang nangani Raisa.." ucap Bima menenangkan Abi.
__ADS_1
Raka pun tertunduk dan memeluk Abi..
" maafkan aku Bi, aku gak bisa menjaga Raisa...maaf ...aku pun sangat menyesal dengan kejadian ini..." ucap Raka.
Abi terpuruk, hatinya benar benar hancur dan remuk... baru saja dia antar Raisa ke rumahnya , tiba tiba sekarang dia sudah berada di ruang operasi..kenapa kejadian nya secepat ini.
Tak beda jauh dengan Abi dan Raka, Andre, Raihan dan Reno pun sama bersedihnya dan terpukul atas kejadian ini.
Dan yang ditunggu tunggu pun akhirnya selesai, dokter keluar dengan senyum yang menandakan membawa berita baik.
ceklekkkk
" dok, gimana putriku " tanya Bima antusias.
" kami berhasil mengeluarkan peluru dari dalam tubuh putri bapak, dan kondisinya baik , tapi dia masih dalam pengaruh obat bius jadi belum sadar..." ucap Dokter ganteng sambil tersenyum.
" terimakasih Dok" ucap Bima dan semua pun lega.
" tapi kenapa Dok " tanya Abi.
" ada kemungkinan mbak Raisa mengalami koma, untuk waktu yang tidak bisa ditentukan ..kalau masih ada yang perlu ditanyakan silahkan ke ruangan saya.." ucap dokter kemudian pergi bersama beberapa asistennya.
jleegggggg...
Abi tersungkur dan luruh bersama derai air mata yang membasahi wajahnya ..
" koma... tidak Raisa, tidak.....kau harus segera sadar, bagaimana denganku Rai....hiks hiks..." Abi menangis seperti anak kecil.. Andre segera menyambar bahu Abi dan mendekapnya untuk menenangkannya...
semua orang pun terharu menyaksikan betapa besar cinta seorang Abimana anak pengusaha sukses lintas negara kepada Raisa yang seorang gadis biasa yang smart.. seorang anak yang tadinya tak diharapkan, namun juga putri seorang pengusaha sukses.
Abi sangatlah hancur , muka lusuh dan berantakan, ditambah mata sembab ... benar benar tak seperti Abi yang cool, keren, tampan dan sedikit playboy , sekali lirik gak ada cewek yang bisa menolaknya.
__ADS_1
Hampir semua cewek cantik di sekolah bisa ditaklukkan nya, kecuali Raisa yang yang waktu itu gak perduli dengan pesona Abi..dan itu yang membuat Abi semakin tertarik dengan Raisa.
Sampai akhirnya Raisa pun mengaku kalah dan jatuh dalam pelukan Abi.. sejak saat itu mereka menjadi viral dan kisah mereka trending di sekolah..
Tapi kini, Abi menjadi sering murung dan tak bersemangat...ke sekolah pun enggan.. padahal sudah mau ujian nasional untuk kelulusan...tapi abi tidak perduli.
hhh...anak orang kaya, sekolah maupun gak sekolah tetap aja bapaknya kaya...itulah sedikit kata kata yang sering dilontarkan dari teman teman disekolahnya.
setiap pagi Abi datang menemui Raisa yang masih terbaring tak sadarkan diri..
hari itu Maira dan Bima yang berada di rumah sakit untuk menjaga Raisa.
Abi datang dengan penuh pengharapan mudah mudahan hari ini Raisa sadar kembali.
Abi duduk di samping sambil nenggenggam lembut tangan Raisa.
" sayang, bangunlah ...aku ada di sini..kau bilang nanti kita akan lulus bersama dan kuliah bersama..aku mau ke Belanda katanya kau mau ikut ke Belanda..kita akan bersama-sama kuliah di sana... selesai kuliah kita akan menikah... tapi sekarang bangunlah aku merindukanmu..dan tinggal dua bulan lagi kita ujian kelulusan, kalau kamu gak bangun aku juga gak akan ikut ujian..kita udah janji akan selalu bersama..." ucap Abi dengan penuh pengharapan.
Maira memegang pundak Abi.
" Abi, kau harus ikut ujian nak, demi masa depanmu... Raisa..jangan kau pikir kan...entah bagaimana nanti kau harus lulus dan mengejar mimpimu.." ucap Maira.
" tapi mimpi Abi hanyalah Raisa tante..." jawab Abi dengan berkaca kaca.
Maira semakin terpukul dan menangis dengan tersedu-sedu...
Bima mendekap tubuh istrinya dengan lembut untuk menenangkannya.
Raisa masih terlihat damai dengan tidurnya...
Abi tak henti hentinya menatapnya, mengelus pipi mulusnya dan mencium hangat keningnya...
__ADS_1