
Raisa yang sudah terlihat fres tampak sedang asik membaca novel online kesukaan nya..
Raka yang duduk di samping dipan Raisa juga sedang mengotak atik ponselnya, namun sesekali melirik adik kesayangannya itu.
" kak, kak Raka ..." ucap Raisa.
" ada apa Rai " tanya Raka tanpa menoleh dan tetap melanjutkan memainkan ponselnya.
" kok kakak gak pulang sih, nanti kakak kecapekan lo, sudah kakak pulang saja, biar aku di sini sendirian juga gak apa apa " bisik Raisa.
" ish...emang kenapa, kamu mau janjian lagi ya , awas aja, kalau janjian sama pemuda itu lagi" gertak Raka.
" ih..kok kakak gitu sih, emang kenapa, kak Raka juga pacaran ,kak Raihan, kak Andre, kak Reno, kok aku gk boleh sih...ihhh menyebalkan , Kak Raka gak asik..sebel aku sama kakak..dah sana pergi...!!!!!," ketus Raisa yang kesal.
" ya bukan begitu Rai, itu karena kami sangat menyayangi dan menjagamu, kami gak mau kamu terjerumus pergaulan yang gak bener, nanti kalau dah tiba saatnya , jodoh akan datang sendiri, gak harus pacaran tapi langsung nikah nanti kami pasti merestuinya.." ucap Raka sambil mengusap kepala Raisa dan mencium keningnya dengan lembut.
" ish.... sono pergi..!!!
sebel ...!!! kak Raka nyebelin.....!!!! "
dengus Raisa sambil membuang muka gak mau dicium kakaknya.
Raka pun menatap tajam dan memegang kedua pipi Raisa,
"anak kecil , awas kalau ngelawan, gua gak segan segan hajar tu anak.."
" Raisa akan bilang ke kak Andre dan kak Raihan, kalau kak Raka dah pukulin Raisa.."
" ish..." Raka menjitak kepala Raisa sambil tersenyum miring...
tok tok
Raisa dan Raka saling menatap.
ceklekkkk..
" hai, selamat pagi kak Raka, Raisa..." ucap Abi dengan senyum manis sambil membawa sebuah buket bunga dan beberapa buah buahan di dalam keranjang tangan.
Raisa memegangi jidatnya sedangkan Raka menatapnya tajam.
Abi tersenyum dan meletakkan buket bunga dan buah buahan di atas meja.
Raka tak mengatakan apa apa dia hanya terus menatap tajam ke Abi seakan benar benar ingin memukulinya.
Raisa mendengus kesal dengan perlakuan sang kakak.
" hai Rai, kamu sudah baikan " tanya Abi.
__ADS_1
Raisa tersenyum dan mengangguk.
Raka tak beranjak malah duduk di sisi ranjang samping Raisa.
" kak, ngapain sih di sini ,sana duduk di kursi napa, sempit tau...!! " gertak Raisa yang terlihat kesal.
" eh...bocah , kamu mau macam macam ya sama kakak, ingat , kamu mau teman kamu ini aku patahin tulang tulangnya di sini sekarang juga, lagian ngapain juga dia ke sini, bawa bawa bunga segala..awas ya kalau berani pacaran di sekolah.." bisik Raka.
" ih...kakkkk.. siapa juga yang pacaran, dia cuma teman" jawab Raisa.
" Rai aku gak sendiri kok ada sahabat sahabat kamu juga yang ke sini bentar lagi juga nyampai.." ucap Abi.
dan benar saja tak lama kemudian mereka semua datang , ada Vea, Mita, Cika, Dito, Deren ,Mido dan Miko.
Suasana jadi tambah rame membuat Raka risih,dengan dingin dia beranjak dari samping Raisa dan memilih keluar duduk di kursi depan sambil bermain game online.
Raisa pun senang dikunjungi oleh teman temannya.
mereka bercanda tawa ,karena dalam satu ruangan hanya ada satu pasien jadi mereka bebas untuk bercanda.
" cepat sembuh dong Rai, di kelas sepi tau gak ada kamu, apa lagi Abi juga jadi pendiam sekarang.." ucap Vea sambil melirik Abi.
" loh kok gua sih " jawab Abi.
" biasanya kan dia tuh godain cewek cewek cantik dan ngegombalin mereka" ucap Vea.
" tapi suka kan digodain " bisik Abi yang membuat semua orang melotot terutama Raisa yang langsung merah karena malu.
" ehm....kalian berdua sudah jadian ya....??? " tanya Vea.
" stttt....jangan bicarakan itu nanti kakak gue denger bisa bisa dihajar gue sama dia, dia galak banget tau, di antara semua kakak gue dia yang paling galak dan kejam.." ucap Raisa.
" masak sih Rai, tapi ganteng banget , kalau aku jadi pacarnya pasti gue akan setia dan gak akan pernah duain dia, galak gak apa apa pokoknya ganteng ..." ucap Cika dengan lebaynya.
" hah...lo punya saingan kayaknya , berat lagi " ucap Deren kepada Mido
Mido menggaruk kepalanya.
semuanya pun menatap ke arah Deren dan Mido.
begitu juga Cika.
" apa apa coba ulangi lagi, lo suka sama gue.." ketus Cika ke arah Mido yang nyengar nyengir.
" Mido, kalau lo mau saingan sama kakak gue berat , selain ganteng dia itu mahasiswa kedokteran yang pasti kecerdasannya di atas rata rata, sedangkan elo tugas kimia aja ngeluh pusingnya minta ampun..hahahaha..." ucap Raisa yang bikin semuanya tertawa.
" tunggu tunggu walaupun kak Raka saingan yang berat , tapi apa kak Raka mau sama cewek model kayak Cika hahaha...udah nyerah aja dan terima Mido apa adanya. iya gak bro...." ledek Deren sambil tertawa.
__ADS_1
" ih ..." Cika mendengus kesal.
" bener juga kata Deren hahahaha ..gak mungkin kan cowok seganteng kak Raka gak punya cewek ,yang pastinya mahasiswi kedokteran juga , udah CIK, terima Mido aja ...dia juga gak jelek jelek amat " ucap Mita sambil menyodok siku Cika.
" eh , kok kalian berdua jadi pendiam sih .." ucap Miko sambil menunjuk ke arah Cika dan Mido yang sama sama malu.
" pokoknya guys, kita tunggu aja traktirannya dalam waktu dekat , iya gakkk...." ucap Deren sambil menepuk pundak Mido.
semua yang ada di sana pun tertawa.
Begitu juga dengan Abi yang dari terdiam menatap gadis cantik yang Kemarin berjam jam dalam dekapannya, dalam gendongan nya serta,mengelus dan merapikan rambut indahnya, sekilas bayangan itu muncul dalam benak Abi yang membuatnya senyum senyum sendiri.
Raisa yang tak menyadarinya terus saja bercanda dan tertawa dengan teman temannya.
Abi terus menatapnya tanpa berkedip
" kamu benar benar sudah membuatku gila Raisa, kau sudah mencuri hatiku, hal aneh yang selalu aku rasakan ketika berada di dekatmu yang tak pernah aku rasakan ketika bersama gadis lain.. ketika aku bersamamu aku selalu ingin melindungimu, tapi ketika aku bersama gadis lain tak pernah sedikitpun ada perasaan itu selain hanya ingin bermain main.." gumam Abi dalam hati.
Deren yang melihat kelakuan Abi yang tak berkedip menatap Raisa pun menepuk pundaknya dan tersenyum, begitu juga Abi langsung menoleh ke Deren dan tersenyum lalu menunduk dan menyilangkan kedua tangannya di dada.
" Lo sudah menaklukkan gadis seperti Raisa, Lo tau Bi, dari awal masuk sekolah sudah berapa pemuda yang ditolak sama Raisa, tak ada yang bisa menaklukkannya, selain takut dengan kakak kakaknya ,dia juga gadis jutek yang sombong.." bisik Deren kepada Abi.
Abi hanya tersenyum, dan terus saja menatap Raisa yang kali ini Raisa pun menyadari dan membalas tatapan sendu dari Abi.
Mereka saling menatap dan teman temannya pun terdiam.
Raisa pun tersenyum, dan terasa tersambar petir dada Abi bergemuruh hebat menerima balasane senyum dari Raisa.
Abi tersenyum dan mengangguk lalu menoleh dan membuang muka karena gak kuat menahan gejolak dalam dadanya.
Dan begitu juga dengan Raisa.
" cie cie , ih....kalian bikin baper aja..." ucap Vea manja.
"hsssss, jangan kencang kencang Ve, didengar kak Raka bisa mampus kita ," bisik mita sambil membungkam mulut Vea dengan kedua tangannya.
" ihhhh..." Vea mendengus kesal.
" ok ok kita dah lama di sini bikin gaduh lagi, kita balik ya Rai, udah siang nih.." ucap Miko sambil menepuk bahu Abi.
" kalau lo masih mau di sini , kita balik aja dulu Bi " ucap Deren.
" emong kalian kira gue berani di sini sendirian yang ada gue habis sama kak Raka.." gumam Abi.
" iya kamu pulang aja Bi, besok pagi mungkin juga aku dah boleh pulang, capek tau di sini lama lama.." ucap Raisa dengan senyum manisnya.
sejenak Abi terhipnotis dengan senyum dan suara merdu Raisa.
__ADS_1
Dan Abi pun tersenyum lalu ikut melangkah keluar bersama teman temannya.