
* suasana di rumah pak Rahmat *
Pak Rahmat duduk termenung begitu juga dengan Reno , mereka hanya diam.
sedangkan Andre , Raihan panik menghubungi semua teman teman sekelasnya gak ada yang tahu di mana Raisa.
Bu Siti hanya menangis sesenggukan, Reno yang dari tadi berada di samping ibunya sesekali mengelus pundaknya dan memeluk ibunya itu.
Sedang Raka sudah naik pitam dan marah marah gak jelas .
Bruak bruks
suara Raka menyepak kursi dan meja.
" Raka, diam kamu apa apaan sih kayak anak kecil aja, daripada marah marah gak jelas begitu lebih baik kau cari Raisa di jalan siapa tau dia tersesat di jalan .." ucap Raihan geram dengan tingkah sang adik.
" huahhhh... dasar, awas aja kalau pulang gua akan hajar , udah berani beraninya bikin kita panik, sekolah bikin ulah saja kerjaan nya..sial.." ucap Raka yang memang emosian.
cringggh...
ponsel Andre berbunyi..
Mata Andre terbelalak , terlihat nama Raisa yang memanggil .
" Raisa ..! " ucap Andre..membuat semua mata memandangnya penasaran, terutama sang ibu yang sudah lemas menuggunya dari tadi .
" angkat Andre cepat " teriak Bu Siti.
" iya , Raisa kamu sekarang ada di mana sayang kami semuanya khawatir denganmu "
[ hallo kak Andre, ini Abi temannya Raisa, Rai Raisa ada di rumah sakit kak, rumah sakit Medika]
" hahhh apaaaaa rumah sakit, ok ok kami segera ke sana, sekarang kamu jaga adek gue di sana "
[ iya kak]
Semua orang pun panik dan segera bergegas ke rumah sakit.
__ADS_1
plok plok
suara sepatu berlarian mencari cari kamar Raisa di rawat.
ceklekkkk..
Andre membuka pintu kamar perawatan Raisa dan tampak semuanya terharu dan langsung menghampiri Raisa yang terbaring dengan selang infus di punggung tangan nya.
Raisa sudah tidak terlalu pucat, dan tersenyum dengan kedatangan semua kakak kakak nya serta ibu dan ayah tercinta.
Abi duduk di samping Raisa, mereka kelihatannya baru saja bercanda.
Bu Siti tak kuasa menahan air matanya dia langsung memeluk putri kesayangan nya.
" sayang, kamu kenapa sih..pulang sampai malam, kami semua sudah panik mencarimu .." tanya Bu Siti sambil mengelus rambut Raisa.
" ceritanya panjang bu " ucap Raisa yang mulai menceritakan semua kejadian sesuai yang dia ingat .
" Abi, terimakasih ya sudah nolongin adek gue, kok bisa sampai di sini ceritanya gimana sih.." ucap Andre sambil menepuk pundak Abi.
bruks bruks
Raka memukul wajah Abi hingga memar karena gak tahan menahan emosi..
" lo apain adek gue , jawab !!!! " gertak Raka dengan mata melotot.
" Raka ...!!!! lepaskan Abi , Kakak bilang lepasin " teriak Raihan sambil menyeret lengannya.
" kamu punya otak gak sih...dia udah jelas jelas yang nolongin Raisa kenapa lo malah memukulnya .
Abi yang tersungkur hanya diam sambil meringis menahan perih di sudut bibirnya.
kemudian Reno berjalan dan menolong Abi.
" udah bangun kamu Bi " ucap Reno lembut.
" kakak apa apaan sih, Raisa gak apa apa kak, untungnya Abi segera menolong Rai dan membawa Rai ke sini , terimakasih ya Bi..." ucap Raisa sambil tersenyum kepada Abi.
__ADS_1
Abi pun terdiam dan tak bisa menjawab apa apa dia pun membalas tersenyum kepada Raisa.
" ish ... Raisa begitu manis dan cantik, sial apa gua benar benar sudah jatuh cinta kepadanya , eh no no no gak boleh , gadis menyebalkan itu , tujuan gue mendekatinya adalah untuk membalas dendam karena dia sering membuat gue malu di depan umum.." gumam Abi di dalam hati.
Raka yang sudah mulai mereda kemarahan kemudian mendekati Raisa yan terbaring..
" Raisa kamu gak kenapa kenapa kan, coba kakak lihat " ucap Raka memeriksa denyut nadi dan mata Raisa, karena biarpun dia bar bar begitu dia termasuk pemuda cerdas calon dokter.
" oh...menurut kakak kamu gak kenapa kenapa kamu hanya kelelahan dan kekurangan oksigen, kalau saja tadi ada yang memberimu nafas buatan mungkin kamu tidak akan sampai pingsan seperti ini, mangkanya lain kali makan yang bener banyakin minum air putih..kita tunggu hasil lab nya saja" ucap Raka sambil mengusap dan mengelus pucuk kepala Raisa.
Raisa pun melotot dan menatap ke arah Abi , Abi pun sama mereka saling menatap.
Reno seperti nya memahami situasi ini, diam diam dia melirik keduanya ,yang saling menatap dengan tatapan yang penuh arti.
Reno menepuk bahu Abi..
" Abi, sekarang udah malem sebaiknya Lo pulang kasihan orang tua lo pasti nungguin di rumah " ucap Reno sambil tersenyum.
Abi pun tersentak,begitu juga dengan Raisa, mereka segera melepaskan tatapan mata yang seakan akan tak ingin saling meninggalkan.
" baik lah kak Abi pulang dulu, permisi" ucap Abi kemudian melangkah ke luar, namun sebelum ke luar dan menutup pintu Abi kembali menatap ke arah Raisa, begitu juga dengan Raisa yang tersenyum dan mengangguk..
deg deg
" duhhhh beneran nih jantung gue gak aman kalau terus berada di sini, gua pulang dulu ya Rai..jaga diri lo baik baik ,besok gua akan ke sini lagi " gumam Abi kemudian dia melangkah ke luar menuju halaman rumah sakit, untungnya pak satpam masih menunggunya di depan .
"ayo mas Abi, bapak antar kan pulang ke rumah, malam malam begini pasti di daerah komplek gak ada angkot " ucap pak satpam.
Abi pun tersenyum dan langsung menaiki motor pak satpam.
" pak, terimakasih ya sudah menolong kami dan segera membawa kami ke sini.." ucap Abi.
" iya mas Abi sama sama, oiya yang bapak heran kamu kenapa sama Raisa bisa terjebak di sekolah dan pulang terlambat, kalian gak habis aneh aneh kan, soalnya saya melihat kondisi Raisa yang lemas dan acak acakan " ucap pak satpam.
" ish...pak pak , ya gak lah pak, tadi itu Raisa kelelahan karena dia dari pagi gak makan dan terlalu banyak pikiran, sehingga dia pingsan di toilet gak tahu berapa lama, kemudian aku mencarinya dan menemukan dia dalam kondisi itu, aku bawa dia keluar aku pun panik untuk menyadarkan nya tapi saat dia sadar aku pun kaget ternyata sudah jam pulang sekolah, dan semua sepi sama sekali gak ada keributan." ucap Abi yang membuat pak satpam mengangguk dan tersenyum.
" wah ,kalau begitu kamu hebat mas Abi, kalau pemuda lain pasti sudah memakan Raisa, mana keadaan sepi lagi gak ada yang tau, tapi kamu hebat kamu bisa menjaga dan menguasai hawa nafsu kamu, memang seperti itu lah cinta tulus yang sejati, tidak akan pernah menyakiti pasangan nya walaupun sedikit saja tapi justru akan menjaganya mati matian hanya demi sebuah senyuman." ucap pak satpam yang membuat Abi tersenyum senyum sendirian.
__ADS_1