
Bima berjalan dengan setelan jaz warna Hitam.
Tiara bersama sang mama berjalan dengan kebaya warna putih..
Hari ini adalah hari pernikahan Bima dan Maira.
Setelah sekian lama akhirnya cinta mereka bisa bersatu.
Ijab qobul pun dimulai ,rasa gugup menyelimuti kedua pengantin yang tidak lagi muda ..
Bima mengucapkan ijab qobul dengan lancar.
Semua pun bahagia.
Raka terlihat tampan bersama Raisa dan Abi di sampingnya.
" kak Raka, aku sangat bahagia melihat mereka bahagia..kak Raka gimana, apakah kak Raka juga bahagia..." tanya Raisa.
"kakak juga sangat bahagia Rai, meskipun terkadang aku iri sama kamu Rai, kamy bisa melihat dan merasakan kasih sayang mama dan papa tapi aku belum pernah sekalipun aku melihat mamaku.." jawab Raka.
Abi yang berdiri di samping Raka pun menepuk pundaknya dengan lembut.
" kak , suati hari nanti kakak pasti bertemu dengan mama kak Raka " ucap Abi.
" iya kak, lagi pula mamaku juga mama kak Raka juga , mama sama sama menyayangi kita.." ucap Raisa dengan senyum manisnya.
Raka hanya mengangguk dan tersenyum getir.
" Raka, Raisa sini sayang peluk mama.." teriak Maira kepada kedua anaknya.
Raka dan Raisa pun mendekat dan bersamaan memeluk mamanya.
Abi yang menyaksikan semuanya menjadi terharu dan merindukan mamanya juga yang berada di Singapura untuk menjalani pengobatan.
Rangkaian demi rangkaian sudah berjalan dengan lancar.
Raisa menatap ke arah ke empat kakaknya yang sedang berbicara.
" kak, kakak kakakku semua sedang ngobrolin apa??" tanya Raisa.
ke empat kakaknya pun menoleh .
" o.. Raisa, sini ikut gabung sama kakak.." ajak Raka.
" kenapa kak ? " tanya Raisa.
" setelah ini apa rencanamu Rai? " tanya Reno.
" entahlah kak.." jawab Raisa.
"aku ingin tetap tinggal bersam kalian tapi aku kasihan sama mama ku " jawab Raisa menunduk.
__ADS_1
" terserah kamu Rai, menurut kak Raihan kamu dan Raka lebih baik tinggal di sini bersama mama dan papa kalian..kalau kalian rindu dengan kami datanglah kapan pun kalian mau.." ucap Raihan.
" iya Raihan bener , kalian di sini saja jaga mama dan papa kalian.." Andre menambahkan.
Abi pun datang mendekat menghampiri ke lima saudara yang sedang berduskusi.
" Abi, sini ikut gabung bersama kami" ucap Reno.
" ngomongin apaan sih kak.." tanya Abi.
" ngomongin masa depan hahahaaaa...masa lalu ma dibuat pelajaran tak perlu di bahas iya gak..hahaaaaa..." ucap Raihan sambil bercanda.
Abi pun ikut tertawa, dan begitulah keseruan mereka.
Bima dan Maira tampak tersenyum melihat ke lima anak anaknya bahagia.
💞💞💞
Beberapa hari kemudian**
Semua sudah berada pada aktifitasnya masing masing.
Seperti biasa Raisa berangkat sekolah barengan sama Raka pergi ke kampus.
" kak, nanti pulangnya kakak jemput ya.." ucap Raisa kepada Raka.
" gak usah lah Rai, pasti Abi nanti yang antar kamu..kakak mau ada urusan .." ucap Raka sambil merapikan rambutnya dengan ke-dua tangannya.
" cie...pasti mau jalan sama kak Kanaya iya kan...???" goda Raisa.
"aduhhh kak, sakit tau kak..iya iya aku gak akan tertawain..nanti aku kasih tau tapi lepasin dulu dong..ih...." rengek Raisa.
" oke oke..buruan.." ucap Raka sambil melepaskan cengkeramannya.
" begini ya , biasanya cewek itu luluh dengan mawar merah atau coklat atau boneka ..." jawab Raisa.
" emang kalau kamu ngambek , Abi kasih semua itu ke kamu.." tanya Raka.
" enggak..."
" terus.."
" biasanya kalau aku ngambek, dia mendekatiku terus mengelus kepalaku kemudian memelukku hangat, dan menenangkanku dalam dekapannya..cup cup sayang sudah dong nangisnya... cantiknya nanti berkurang lo kalau nangis terus.. tu lihat pipinya mulai keriput kalau marah marsh terus...eh iya apa bener...trus dia mendekatiku dan mencium..."
" heh..stop.. kamu ya awas aja berani macam macam...ingat ya mulai hari ini gak ada lagi peluk pelukan, cium ciuman, dekap dekapan atau gak ada lagi pacaran..!!!!! " gertak Raka dengan tatapannya yang tajam.
" ih ... emang ya kak Raka itu payah...ngerayu cewek aja gak bisa.."
Raka mennjitak kepala Raisa sambil menggerutu kesal.
" aduhhh kak , kalau aku jadi bodoh siapa yang mau denganku...aduhhh...." gerutu Raisa.
__ADS_1
" ya kalau bukan Abi siapa lagi..dasar... dah sana ..nyesel aku minta saran sama bocil kayak kamu..."
" ye...dah tau bocil , yang dah tua aja gak ngerti pacaran apa lagi adeknya.."
" emang nya aku dah kelihatan tua"
" ya ngaca aja sendiri.." jawab Raisa gak mau kalah.
" awas ya nanti kalau pulang sampai rumah aku aduin sama papa.." tambah Raisa.
" ehhhh mau ngaduin apa kamu" Raka semakin meninggikan volume suaraya.
" aku bilang kak Raka marahin aku di sekolah, gak mau jemput, dan gak kuliah malah pacaran sama kak Kanaya.." jawab Raisa.
" emang papa akan Percaya "
" aku akan rayu papa agar papa percaya sama aku "
Abi muncul dan mengacak rambut Raisa.
" pagi pagi kok dah ribut sih..." tanya Abi dengan senyum manisnya.
Raka mendengus kesal dan merapikan jaketnya.
"dah sana bawa cewek lo masuk Bi, lama lama bikin gue emosi pagi pagi " ucap Raka sambil menaiki motornya.
"hhh... kakak durjana " ketus Raisa.
" ets... Rai, gak boleh gitu, dah ayo masuk " ajak Abi sambil menggenggam tangan Raisa.
Raisa memang cewek smart yang ceria dan membuat semua teman menyukainya.
Makanya tak heran Raisa pun banyak memiliki teman dekat.
Abi tersenyum bahagia melihat gadis yang dicintainya sekarang tambah ceria dan menggemaskan.
" hei , Abi lepaskan dong genggaman tangannya nanti dilihat guru BK bisa bisa kena hukum lagi lo.." ucap Raisa dengan senyum menggemas kan.
" oke oke...tapi hanya untuk kali ini, nanti setelah pulang sekolah aku lanjutin ya , rasanya gak akan puas aku menggenggam tangannmu, dan selamanya tak akan ku lepaskan.." jawab Abi yang mengecup punggung tangan Raisa sebelum melepaskan nya.
" ih...dasar "
mereka pun berjalan beriringan memasuki kelas.
visual Abimana oscar Moiden.
visual Raisa
__ADS_1
ðŸ¤ðŸ¤ðŸ’žðŸ˜„😄
** mohon dukungannya ya para sahabat author , jangan lupa tinggalkan jejak, like, coment, subscribe dan vote 😉😘😘