Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Maaf yang bersyarat


__ADS_3

suasana sedih dan sunyi menyelimuti kediaman pak Rahmat.


Bu Siti tampak memasak di dapur tanpa suara dan pak Rahmat pun menyiapkan dagangan untuk anak buahnya juga tanpa sekecap pun dan membuat para anak buahnya yang bersiap siap menjadi heran.


Andre membantu ibunya menyiapkan sarapan bersama Reno, sedangkan Raihan membersihkan lantai dan halaman rumah.


Raisa duduk melamun di kamarnya, begitu juga dengan Raka..


" kak, Raisa sama kak Raka ke mana ?"


tanya Reno.


"mereka masih di kamarnya, coba deh kamu lihat , kamu ajak mereka sarapan, Raisa juga harus sekolah, Raka juga harus kuliah.." ucap Andre.


" baik kak" jawab Reno kemudian bergegas ke kamar Raka.


Reno melihat Raka yang duduk dengan termenung di sudut dipannya.


" kak, ayo kita sarapan..." ucap Reno.


" kakak gak lapar "


" kak, sudah dong kak, jangan sedih terus...semua punya masa lalu, semua punya kesalahan, cobalah kakak berbesar hati terima kenyataan kak, kita ada di sini kita bersama kakak.." ucap Reno dengan menggenggam tangan kakaknya.


Raka menatap Reno dalam , Reno pun mengangguk dan memeluk kakaknya.


" kak Raka ,cobalah kakak lihat matanya begitu dalam dan begitu menginginkan pelukan mu kak, dia sangat menyayangimu .. tidak ada orang tua di dunia ini yang tak merindukan anak anaknya...terlepas dari semua kesalahannya cobalah menerima semuanya kak, kita semua punya salah kita pernah mekakukan dosa..lalu apa bedanya dengan pak Bima, selama hampir 20 tahun dia tetap sendiri karena merasa bersalah dan berdosa...maafkan dia kak, berikan dia kesempatan, dan jangan pula kakak sia siakan kesempatan yang diberikan Alloh untuk kakak berbakti kepada orang tua kakak.. bisik Reno.


Raka berdiri dan berpikir sejenak.


" semalam rasanya belum cukup untukku berpikir , apa yang harus aku lakukan, akankah aku memaafkannya, dan siapa yang benar di antara nenekku atau Bima " ucap Raka.


" kak , cobalah dengarkan hati nurani kakak"


Raka hanya mendengus dan menghembuskan nafas panjang.


" terimakasih kasih ya kamu sudah menguatkan kakak, sekarang kakak mau mandi dan bersiap untuk kuliah..." ucap Raka sambil mengacak rambut Reno.


satu misi selesai sekarang giliran adik bontotnya yang masih ngambek di sudut kamar nya.


" sayang , kakak masuk ya.." ucap Reno.


Raisa tak menjawab, hanya menoleh..


" hai, adik kakak kok masih belum mandi sih..udah siang lo, emang gak sekolah, gak pengen ketemu Abi..kakak gak akan larang kok adik kakak ini punya pacar tapi harus lukus sekolah dulu...hahaha..." ucap Reno yang membuat Raisa tersenyum lalu memeluknya hangat.


" kak, kakak selalu ada buat Raisa, kakak gak pernah ninggalin Raisa..kak Reno sayang ya sama Raisa.." tanya Raisa manja.


" kok masih nanya sih, tentu saja dong sayang, kak Reno sayang sekali sama Raisa..kak Andre,kak Raihan dan kak Raka


semua sayang sama Raisa..kakak akan selalu ada buat Raisa.." jawab Reno dengan mempererat dekapannya.

__ADS_1


" tapi kenapa kalian menginginkan Raisa pergi dari sini kalian sayang sama Raisa, kalian mau kan Raisa pergi ke rumah Papaku dan meninggalkam kalian di sini..." ucap Raisa sesenggukan.


Reno tercengang ternyata tidak sesulit membujuk Raka.


" hai sayang, itu berarti kamu sudah memaafkan pak Bima " tanya Reno dengan senyum hangatnya.


Raisa mengangguk.


" aku akan memaafkanya asalkan ibuku bisa memaafkannya dan bisa menyembuhkan sakit mental yang diderita ibuku, aku gak menuntut apapun ,aku hanya ingin tinggal bersama ibuku bu Maira..aku sudah berpikir kak, gak sepantasnya aku menyimpan dendam, pembalasan hanya milik Alloh, rasanya aku malu jika melampaui kehendak dari sang Maha pemilik kehendak..semua ini sudah takdir , kalau aku tidak dilahirkan dalam keadaaan seperti ini, mungkin aku gak akan memiliki kakak kakak seperti kalian yang menyayangiku dengan tulus dan sepenuh hati.." ucap Raisa yang membuat Reno ikut terharu.


" baiklah sayang, kakak hanya berharap kamu dan Raka bisa memberikan maaf untuk ayah kandung kalian, dan tidak ada yang memaksa kalian untuk pergi dari sini, semua adalah hak kalian..kalau adik kakak yang cantik ini mau tetap tinggal di sini ya gak apa apa, ini tetap rumah kalian rumah kita, dan kakak tetap kakak kamu...ok cantik... sekarang pergi mandi , kak andre udah siapin sarapan untuk kita..." ucap Reno sambil mengusap lembut rambut adik kesayangannya.


Raisa tersenyum dan mengangguk.


kemudian Reno beranjak dan berjalan menuju ruang makan, di sana sudah terlihat ayah, ibu, Andre, Raihan, Raka tinggal menunggu Raisa.


Reno tersenyum, membuat semua senang..


" gimana Ren " bisik Andre.


" beres kak, sekarang raisa lagi mandi " jawab Reno.


" ok "


Tak lama kemudian Raisa pun muncul dengan seragam abu abu putih dan tas ransel di pundaknya.


" wah, cantik bener adik kakak.." ucap Andre dengan senyum hangatnya.


pak Rahmat dan bu Siti pun senang akhirnya kegembiraan di rumah ini telah kembali.


mereka pun dengan lahap menghabiskan sarapannya .


tok tok tok..


" biar Reno yang buka ya " pinta Reno kemudian beranjak dari duduknya dan berjalan menuju pintu depan.


" assalamualaikum nak"


"waalaikumsalam pak Bima, nenek, mari silahkan masuk.." ucap Reno dengan senyum sopan.


Dan tak lama kemudian semua keluar dari ruang makan.


Pak Rahmat dan bu siti menyambutnya dengan senyum dan bersalaman.


Bima terus menunduk tak berani menatap anak anaknya.


Andre, Raihan, hanya terdiam..Sedangkan Reno menggenggam erat tangan Raisa untuk memberinya kekuatan.


Raka pun melangkah ke luar ..


" Raka, gak pamit dulu sayang kalau mau berangkat ke kampus.." ucap Bu Siti yang membuat langkah Raka terhenti dan diam mematung.

__ADS_1


semua terdiam.


" Ayah, ibu...pa..pa, nenek , Raka pamit mau ke kampus ... assalamualaikum.." tanpa menoleh Raka berpamitan kemudian pergi berlari menuju motor gedenya untuk berangkat ke kampus.


"waalaikumsalam"


deg ..


Jantung Bima berdegup kencang, dia tertunduk dengan derai air mata...


" terimakasih nak sudah memanggilku papa..."


Nenek mengelus punggung Bima dengan lembut.


Kemudian ibu menatap ke arah Raisa.


Raisa berjalan ke arah Bima..


Dengan perasaan bercampur aduk Raisa menguatkan diri untuk memanggil ayah kandungnya yang duduk tertunduk di samping nenek..


" papa "


membuat Bima mendongak dan berdiri tepat di hadapan Raisa.


" sayang kamu memangilku papa, ter.."


Bima tersenyum hendak memeluk putri nya tapi Raisa mundur dengan sorot mata tajam yang menakutkan...


membuat semua heran.


" aku akan memanggil mu papa apabila ibuku memberikan maaf kepada anda, dan anda bisa membuat ibuku pulih seperti sedia kala..karena aku tidak merasa anda menyakitiku tapi ibuku lah yang paling banyak menderita karena anda..apabila ibuku tidak bersedia memaafkan kejahatan anda jangan harap aku bersedia memanggilmu papa.. melihatmu saja aku gak akan mau... permisi assalamualaikum " ucap Raisa yang begitu menyakitkan..


Dengan deraian air mata Raisa melangkah meninggalkan rumahnya menuju sekolah.. Reno pun berlari mengejar Raisa untuk menenangkannya.


Reno menyambar tangan Raisa, dengan senyum hangatnya selalu bisa membuat Raisa tenang dan melupakan emosinya.


" Rai, kak Reno antar ya..." ucap Reno.


Raisa tersenyum dan mengangguk..


Andre mendekat ke Bima dan memeluknya..


" pak Bima maafkan Raisa ya dia masih kecil jadi masih labil pikirannya..berikan dia waktu , dia pasti bisa memaafkan anda.." ucap Andre.


" terimakasih nak Andre..." jawab Bima.


Raihan menepuk pundan Andre dan mengajaknya berangkat ke kampus..


Begitulah ketegangan di rumah pak Rahmat.


tanpa berpikir panjang mereka segera bergegas ke panti asuhan Permata untuk menemui Maira dan meminta maaf padanya.

__ADS_1


__ADS_2