Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Papa..


__ADS_3

hari sudah menjelang pagi, jam menunjukan pukul 3 dini hari.


Abi membuka matanya, tangannya yang hangat masih menggenggam tangan Raisa.


Raisa yang polos dengan rambut acak acakan membuat Abi tersenyum , dia kaget setengah mati , ternyata Raka sudah duduk menatap ke arahnya dengan tatapan tajam dan tangan bersedekap.


" kak Raka..." ucap Abi.


" Abi, ikut aku, kita bicara di luar.." ucap Raka kemudian berjalan ke arah pintu.


Abi melepaskan genggamannya perlahan.


Abi dan Raka berjalan ke luar ruangan dan duduk di kursi tunggu.


" Abi, kamu gak capek seharian di sini " tanya Raka membuka obrolan.


Abi sedikit terkejut dengan pertanyaan Raka, yang dia pikir mau mengajaknya berantem, eh ternyata pertanyaan yang tidak terduga.


" enggak kak, dari siang Raisa menggenngam tanganku , aku gak bisa melepaskannya kak... sampai kapan pun Abi gak akan bisa melepaskannya..maaf kan Abi.." jawab abi menunduk.


" gue gak minta lo buat melepaskan adek gue , tapi justru gue minta lo jaga dia seperti kami menjaganya..sedikit saja lo lukai dia atau buat dia lecet , lo berhadapan dengan kami berempat..tapi karena kalian masih sekolah cobalah untuk tidak macam macam atau menyentuhnya..nanti setelah lulus sekolah biarkan dia menyelesaikan kuliahnya dulu baru kau bisa menyuntingnya.." ucap Raka yang dijawab anggukan oleh Abi.


" Raisa adalah adek kesayangan kami, dia satu satunya saudara perempuan kami, dan dia adalah adik kandungku dari papa Bima dengan ibu yang berbeda...dia terlahir dari hubungan terlarang...jadi dia adalah gadis yang tak bernasab, nasabnya kelak ada di ibunya.. jadi mulai sekarang kamu bisa memikirkan.. bagaimana kau dan keluarga mu bisa menerima atau tidak .. karena sebelum ini berlanjut terlalu dalam kalau memang kamu gak bisa menerimanya, lebih baik kau meninggalkannya sekarang.." ucap Raka


Abi pun terdiam...


" iya kak , aku gak akan memikirkan hal itu, aku bisa menerima semuanya apa adanya...orang tua ku pasti juga bisa menerimanya..." ucap Abi.


" baiklah , kalau begitu aku gak masalah kalau kalian saling mencintai.." ucap Raka sambil menepuk pundak Abi.


Di dalam kamar perawatan.


Raihan perlahan membuka matanya, dia lihat Raisa masih tertidur pulas, begitu juga dengan Reno..


Tapi ada yang kurang Raihan mencoba mengumpulkan ingatan nya dia mencoba berpikir ...


" o... Raka tak ada Abi juga..jangan jangan mereka berantem.. Ren, Reno bangunlah kita cari Raka dan Abi gak ada mereka berantem, ayo , bangun, cepetan..!!!" kata Raihan sambil menggoyang goyangkan tubuh Reno.


"ada apa sih kak , Reno masih ngantuk.."


" Raka dan Abi berantem, ayo buruan.."


" hahhhh...masassih.."


Raihan dan Reno beranjak dan buru buru keluar untuk mencari ke luar ruangan dan betapa terkejutnya mereka ternyata Raka dan Abi sedang duduk berdua di ruang tunggu.


Reno dan Raihan pun mendengus..


" ach... kakak...tuh mereka..siapa yang bilang beranten..orang lagi tidur malah dibangunin...ya udah gua mau lanjut tidur lagi.." Reno pun berbalik dan berjalan menuju kamar Raisa untuk tidur kembali..


Raihan hanya menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.." ya maaf ..."

__ADS_1


Raihan pun kembali ke kamar perawatan Raisa.


Di dalam kamar. Raisa juga sudah bangun,dia melihat ke sekeliling kok gak ada siapa siapa.


ceklekkkk


Reno muncul dari balik pintu disusul Raihan.


mereka memasang senyumnya Karena melihat adiknya sudah bangun dengan rambut acak acakan.


" kak, kalian dari mana...ayah dan ibu kok gak kemari kak..apa mereka sudah berangkat.." tanya Raisa.


Reno dan Raihan saling menatap dan mengangguk sambil berjalan mendekati Raisa.


" iya ayah dan ibu berangkat tadi sore, kami sengaja tidak memberitahu mereka kalau kamu sakit biar mereka gak khawatir sama kamu, lagi pula kan ada kami di sini, kami berempat yang akan jaga kamu, di tambah Abi yang sangat menyayangimu.." ucap Raihan sambil mengelus kepala Raisa.


Raisa pun mengangguk.


" Rai, sini kak reno rapikan rambut kamu, dah acak acakan gitu kayak mak lampir tau.." ucap Reno sambil mengambil sisir untuk merapikan rambut adiknya..


Tiara hanya tersenyum dan ikut saja perintah kakaknya itu.


Tak lama kemudian Abi dan Raka muncul dari balik pintu dan membuat Raisa terkejut.


" Rai, kamu sudah bangun ??"


tanya Abi yang masih mengenakan seragam putih abu abu tapi sudah lusuh dan berantakan.


" kamu kok masih di sini aku kira tadi sudah pulang, kok sama kak Raka... jangan jangan kalian berantem ya ." tanya Raisa curiga.


" enak aja , siapa juga yang berantem.. kamu cuma ngobrol di luar.." jawab Raka.


Abi menatap mereka yang bercanda, sungguh pemandangan yang hangat.. mereka yang tak memiliki hubungan darah kecuali Raka dan Raisa tapi ikatan persaudaraan mereka sangatlah erat..


" Raisa kamu sungguh beruntung memiliki mereka yang sangat menyayangimu.. mereka tak membiarkan mu menangis walau sesaat.. mereka selalu ada untuk mu Rai..." gumam Abi yang terdiam di depan Raisa.


Raisa yang menyadari Abi menatapnya pun terdiam dan membalas tatapan nya yang hangat dan teduh.


mereka saling menatap hingga dalam , dalam dan semakin dalam.


tok tok tokkkk


suara ketukan pintu membuyarkan tatapan mereka.


ceklekkkk


tampak seorang nenek, wanita cantik yang bergandengan tangan dengan laki laki gagah dan belum terlalu tua.


"ini masih jam 5 tapi kok mereka sudah datang " gumam Reno sambil melihat jam dipergelangan tangannya.


"assalamualaikum"

__ADS_1


"waalaikumsalam"


" pak, Bima,nenek, ibu...ibu Maira.." ucap Raihan sambil menjabat dan mencium tangan mereka.


mereka bertiga pun tersenyum.


" Raihan, Reno, Raka.. terimakasih sudah menjaga adik kalian..." ucap Bima dengan tersenyum.


" sayang kamu kenapa..." ucap nenek kemudian mendekat dan mengelus kepala Raisa dengan manja laly menciumi keningnya.


" Raisa gak apa apa nek, cuma kecapekan dan asam lambung Raisa naik.." jawab Raisa.


Nenek tersenyum senang Raisa sudah mau memanggilnya nenek, kata kata yang sudah lama dirindukan oleh seorang wanita tua yang sudah berambut putih semua itu.


" Raisa.." panggil wanita cantik yang dari tadi berdiri di samping Bima ..


Raisa pun menatap nya dengan tajam dan sedikit heran.


" ma..ma..kau kah itu ma..mama sudah ingat semua ma " ucap Raisa terbata bata.


Maira pun mengangguk dan menghampiri Raisa kemudian memeluknya dengan hangat.


" terimakasih tuhan telah mengembalika mamaku, aku rindu ma, aku merindukan mama..ma..mama sudah bertemu papa?" tanya Raisa.


" iya sayang, mama sudah memaafkan kesalahannya, mama ingin kembali ke kehidupan normal mama, di mana mama bisa menjaga anak anak mama dan merawat mereka dengan baik.." ucap Maira sambil menatap ke arah Raka yang sejak tadi diam.


" papa akan segera menikahi mama " tambah Maira yang membuat Raisa tersenyum bahagia.


Raka mundur dan melangkah tapi Maira lebih cepat menyambar tangan Raka.


Semua yang ada di sana pun tercengang dan menatap Maira heran.


" Raka, kamu mau ke mana nak..kamu adalah putraku , kamu juga adalah anakku , jangan kamu pergi ..kita akan menjadi keluarga yang utuh...kemarilah peluk mama..mama rindu dengan kalian berdua.." kata Maira lembut yang membuat Raka tersentuh dan kembali menatap Maira kemudian menghambur memeluknya dengan hangat.


Bima pun senang dan mengusap kepala Raka.


" mama papa maafin ,Raka selama ini kurang ajar sama kalian.." ucap Raka.


Bima mangangguk.


" papa " ucap Raisa yang membuat semua orang tersenyum.


Bima pun mendekat dan memeluk hangat putri yang sangat dirindukan selama ini.


kemudian Abi melangkah ke arah pintu karena merasa mengganngu kebahagiaan keluarga ini.


" Abi , kamu mau ke mana " teriak Raisa yang membuat Abi berhenti.


" sini Bi aku kenalin sama mama dan papa aku.." ucap Raisa yang membuat Abi berhenti dan kembali menatap mereka.


dan mereka pun menerima Abi dengan baik..mereka bercanda dan tertawa bersama.

__ADS_1


__ADS_2