
Dengan senyum smricknya Abi menatap ke arah Raisa yang sedang berbicara dengan pemuda tampan yaitu Verrel.
" Bi, lo gak mau samperin mereka" tanya Mido yang ditimpuk pundaknya oleh Deren.
" eh, lo apa apaan sih do, jangan kompor lo" ketus Deren.
Abi hanya tersenyum namun hatinya penuh kekecewaan.
" enggak biar mereka puasin " jawab Abi.
Raisa pun menoleh ke arah Abi, dan betapa terkejutnya saat itu.
Ke-dua insan itu saling menatap dengan kepedihan masing masing.
" Bi, Abi..." teriak Raisa namun Abi tak perduli dan menyalakan motornya lalu pergi.
" Abi..." Raisa berusaha mengejar tapi tidak bisa.
" ada apa Rai, ada masalah, dia temanmu atau pacarmu.." tanya Verrel.
Raisa berusaha menutupi luka hatinya.
" ehm...udah kak mereka bukan siapa-siapa, ya udah Raisa mau gabung sama mereka dulu.." ucap Raisa kemudian segera menuju ke tempat teman temannya.
sedangkan Verrel juga harus segera pulang.
β‘β‘β‘
keesokan harinya saat berada di kelas.
" Bi, gimana file kita benar benar sudah rusak ,kita tidak bisa membuat laporan penelitian kita, bisa habis kita, bisa bisa gak lulus bi.." ucap Deren dengan paniknya.
" tenang aja , kalian masih ingat kan apa yang kita teliti kemarin lusa " tanya Abi .
" iya " jawab Deren dan Mido.
" baiklah, sekarang keluar kan laptop kalian, kita mulai buat sekarang...kita bagi tugas, kita masih punya waktu 1 jam " ucap Abi.
" baik.." jawab keduanya bersamaan.
Dan tanpa pikir panjang mereka segera membuat laporan dan beberapa artikel untuk mendukung laporan penelitian mereka.
Raisa masuk ke dalam kelas, memang waktu pelajaran masih sekitar 30 menit lagi, karena satu jam pertama ini adalah jam kosong,guru pengajarnya lagi ada pertemuan mendadak dan hanya mengerjakan beberapa tugas.
Raisa memandangi Abi, Deren dan Mido yang sedang serius membuat laporan dengan laptopnya masing masing.
Raisa hanya melihat tak berani bertanya atau menyapa..
Raisa tau bagaima Abi kalau sedang marah.. walaupun begitu Raisa masih sangat mencintainya..
Sebenarnya dia ingin meminta maaf dan ingin menjelaskan masalah kejadian kemarin dengan Verrel tapi melihat situasinya ysng seperti ini , dia urungkan niatnya.
Raisa hanya memandangi Abi yang serius dengan laptopnya.
Tiba tiba Sarah datang dengan manjanya langsung merangkul dan bergelayut manja di pungung Abi.
__ADS_1
Abi pun tersentak dan ada sebagian teks yang terhapus..
Dengan muka merah padam Abi pun melotot kepada Sarah.
" pergi kau, atau aku hajar kau sekarang..pergi , pergi dan jangan kemari lagi..!!!!!" teriak Abi membuat semua teman temannya bergidik ngeri .
Suasana pun mencekam , semua hanya diam dan tak ada yang berani bersuara.
Sarah pun berlari keluar kelas dengan menangis .
Sebenarnya Raisa tidak tega tapi sebenarnya dia juga kesel dengan Sarah yang selalu menggoda Abi di depan matanya.
Abi tetap serius dengan laptopnya.
sementara Raisa hanya diam..
teman teman yang ada di kelas pun satu persatu keluar karena melihat suasana yang mencekam , hanya tinggal Abi, Deren, Mido, Vea,mita, Cika dan Raisa.
Vea bangkit dari kursinya dan menyeret Mita serta Cika.." Rai kita keluar dulu ya, "
Raisa pun mengangguk.
Sebenarnya Raisa ingin keluar tapi pasti Abi akan semakin marah.
Raisa hanya diam tertunduk di bangkunya.
Deren dan Mido masih sibuk dengan laptopnya, sedangkan Abi sesekali melirik kekasihnya itu.
Raisa semakin gak tahan dia bangkit dan mendekat ke Abi..dia pandangi terus tanpa berkedip tapi Abi masih sibuk dengan tugasnya.
" mau ngomong apa ngomong aja..aku masih bisa mendengar kok " ucap Abi tanpa menoleh.
" oke aku akan ngomong, kamu kenapa sih..o iya dah selesai tugasnya , nanti aja selesaikan dulu...!!!"ketus Raisa.
Abi pun mendongak dan menatap Raisa dengan tatapan tajam..
" Bi ..." tanya Deren.
Abi berdiri dan memberikan flashdisk kepada Deren.
" selesai kan punya kalian copy jadi satu dan serahkan kepada Bu Dina..." ucap abi tanpa menoleh ke Deren .
Raisa semakin gemetaran dengan jantung yang berdegup kencang..
" Rai , kemarilah..." Abi menunjuk ke Raisa dan merentangkan tangannya.
Deren dan Mido masih serius dengan filenya yang tinggal meng-copy.
" kemarilah kau merindukanku kan , lupakan ketegangan kita selama ini " ucap Abi .
Raisa semakin bingung dia menoleh ke sana kemari..
" udah ,anggap aja kita nyamuk " gumam Deren sambil senyum senyum sendiri tapi tetap fokus dengan laptopnya.
__ADS_1
Raisa pun melangkah maju mendekati Abi dan berhambur memeluknya.
Abi pun tersenyum.
" udah Bi, lepaskan ini di kelas takut Ketahuan guru .." bisik Raisa.
Abi pun segera melapaskan dekapannya.
Dengan senyum yang mengembang Abi membelai lembut rambut Raisa.
" aku kira kamu semakin marah padaku setelah kejadian kemarin, dia itu kak Verrel kakaknya Vea, dan gak sengaja menolongku saat mau jatuh kesandung batu.." ucap Raisa.
"awalnya aku memang marah dan kecewa tapi melawannya dan mencoba percaya padamu, kamu gak mungkin semudah itu berpaling dariku mengingat semua perjuanganku mendapatkanmu saja yang tidak mudah..dan mengenai file itu aku menemukan petunjuk baru.. ada yang berkhianat di kelas kita.." ucap Abi.
" hahhh...siapa.. Bi ???" tanya Raisa.
Abi pun menceritakan semuanya dan petunjuk itu mengarah ke Miko dan Sarah.
" Karena sempat beberapa kali aku, Deren dan Mido memergoki mereka ngobrol serius dengan membawa sebuah flashdisk yang sama persis punya kelompokku..sedang yang tau sandi laptop ku selain kamu adalah deren , Mido dan Miko..kalau Deren dan Mido gak mungkin lah..dan kamu juga gak mungkin, aku tahu hatimu bahkan sampai yang terdalam pun aku tau..." jawab Abi sambil menatap intens mata Raisa dengan lekat dan cinta yang begitu dalam.
Raisa hanya mengangguk.
kemudian Deren dan mido bangkit dan menyerahkan flashdisk ke Abi..
Mereka pun tersenyum puas..
" karya ini adalah kompetisi jadi kita harus menang " ucap Mido.
" semoga saja ..menang atau tidak aku tetap salut sama kalian, bisa menyelesaikan laporan ini hanya dalam 1 jam sedangkan kami saja sampai berhari hari...hebat kalian.." ucap Raisa sambil tersenyum.
" iya Rai, otak kami rasanya sampai bergeser nih... dan sepertinya tubuhku butuh nutrisi karena sudah terkuras abis dan mataku berkunang kunang , pusing aku..." ucap Deren yang ditertawakan oleh Mido dan Raisa..
Abi hanya tersenyum dan mereka pun melangkah meninggalkan ruangan menuju kantin...
" bi , laptop kamu gak takut dibajak lagi..nanti filenya.." ucap Raisa.
" udah tenang aja sudah dikirimkan ke Bu Dina, khusus kelompok Abi , Bu Dina mencetak sendiri..." ucap Abi membuat Raisa mengeryitkan keningnya.
akhirnya mereka pun baikan dan melangkah bersama ke kantin diikuti Deren dan Mido.
para sahabatnya pun senang melihatnya.
πΊπΊπΊ
Sementara Verrel di rumah, senyum senyum sendiri mengingat kejadian waktu dia gak sengaja memeluk Raisa...
Verrel jadi kurang konsentrasi dalam bermusik membuat teman teman bandnya bingung dengan keadaannya..
" Rel , lo kenapa sih " ucap Atta teman bandnya sekaligus teman kampus Verrel.
" emang cewek mana sih Rel yang ganggu pukiran lo" tanya Dimas yang juga teman bandnya...
Verrel tak menjawab dan hanya tersenyum.
πππ
__ADS_1
mohon dukungannya ya para author , mohon kritik dan saran ππΉπΉπΉ