Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
Chapter 45


__ADS_3

Tanpa berpikir panjang Abi pun langsung terjun menyelam ke dasar sungai untuk mencari Raisa yang sudah pasti tenggelam, karena dia tahu Raisa tidak bisa berenang .


deren dan mido pun mulai panik...


sampai akhirnya semua teman temannya pun datang ,tapi tidak tahu harus bagaimana karena hari juga sudah malam.


teman temannya hanya bisa menunggui mereka keluar dari sungai.


"Abi... Raisa...ayolah ...di mana kalian " teriak Deren yang sangat khawatir.


" sialan, miko harus bertanggung jawab, akan aku hajar dia..." ucap mido hendak berlari mencari miko tapi ditahan sama teman temannya.


" udah do, kita tunggu Abi selamatin Raisa, sekarang yang terpenting nyawa Raisa..." ucap salah satu temannya..yang membuat Mido terdiam.


kemudian Vea dan Cika datang dengan paniknya.


Vea , Cika dan Mita mulai menangis menghawatirkan keadaan Raisa.


Namun tiba tiba Abi yang jago berenang dan menyelam pun muncul dari dasar sungai dengan membawa Raisa yang sudah tak sadarkan diri.


Semua teman temannya pun berteriak memanggil manggil Raisa.


Abi membopong tubuh Raisa dan di letakkan di atas batu besar di samping sungai itu, semua teman temannya pun datang untuk menolongnya...


Abi yang panik segera menekan dada Raisa untuk memompa jantungnya, tapi Raisa belum juga sadar.


Abi tak bisa lagi berpikir panjang, dia buka mulut Raisa untuk memberinya nafas buatan.


Teman temannya yang berada di sana hanya terdiam... mereka sungguh mengagumi bagaimana cinta Abi kepada Raisa yang begitu besar.


Sampai beberapa kali Abi memberinya nafas buatan tapi Raisa belum juga sadar.


Abi semakin panik ..


Deren dan Mido mencoba menguatkan Abi dengan menepuk bahunnya..


" bi bi , sudah bi ..." ucap deren.


" tidak der, dia tidak boleh mati, tidak ... Rai bangun sayang...bangun lah ...sayang.. bangun..aku ada di sini.." ucap Abi dengan berlinang air mata.


Teman temannya pun ikut bersedih menyaksikan pemandangan ini.


"Abi, yang sabar ya..." ucap mido.


" tidak Mido, tidakkkk..." teriak Abi.


Abi pun kembali memberikan nafas buatan, tapi kali ini agak lama ,dengan lembut Abi berusaha memberikan nafasnya sebanyak banyaknya, sampai dia sendiri pucat dan hampir kehabisan nafas...


dengan tersengal sengal dan lemas Abi melepaskan Raisa.


Deren segera menangkap tubuh Abi dari belakangnya..


" huhuhhuhhhh....sayang bangunlah, Aku di sini ...ayo buka matamu...bangunlah Raisa..." gumam Abi lirih.


Tiba tiba jari jemari Raisa bergerak.


" uhuuuk uhuuk..." Raisa tersadar dan muntah air yang cukup banyak.


seketika semua orang lega.


Abi pun mulai tersenyum dan memeluk Raisa.


"apa yang terjadi..." tanya Raisa.


" hahh...bajuku..." Raisa yang panik karena basah branya terlihat jelas..tapi sahabat terbaiknya segera memberikan jaketnya untuk menutupi tubuh Raisa.. Vea, Cika dan mita adalah sahabat terbaik Raisa.


" sudah sayang, kamu diam saja dan jangan banyak bicara, kita ke tenda dulu baru nanti aku ceritakan semuanya..." ucap Abi sambil membopong tubuh kekasihnya itu.


semua teman temannya pun lega..


" lho... bi ,ini kan camp kamu bukannya..."


" iya ini camp kelompok ku, dan tidak ada lagi yang bisa memisahkan kita..kamu diam saja..." jawab Abi.

__ADS_1


Abi menyodorkan kaos dan boxer milik abi untuk dipakai Raisa...


"tapi bi "


" udah pakai saja, atau aku yang pakaikan"


Raisa mendengus


" ok ok...kamu keluar dulu ya..."


" lo..kenapa aku sudah melihat semuanya, aku juga sudah menyentuhnya, dada kamu kecil..cuma segini..." goda Abi.


" hahhh...kurang ajar kamu...pergi sana...!!!" teriak Raisa.


Abi pun terkekeh dan keluar dari tenda.


setelah beberapa saat , Raisa sudah mulai tenang dan semua teman temannya berkumpul menjadi satu di camp Abi..


kecuali Miko dan guru pembimbing sialan itu.


" Bi, seperti nya ada konspirasi..." ucap Deren sambil menatap Abi.


" kamu benar Der, aku curiga ini ada hubungannya dengan keluarga ku..." jawab Abi.


semuanya menjadi bingung dan menatap ke arah Abi.


Abi mengeluarkan nafas panjang kemudian mulai bercerita...


Flashback on..


dua gadis berjalan di sebuah gang perumahan elit di kota Jakarta..


Mereka adalah kakak beradik yang bernama Niar dan Nura .


Niar gadis yang sangatlah cantik dan manis, dengan penampilan modern dan kekinian sedangkan Nura lebih memilih berdandan sederhana dan tak suka model kekinian.


Suatu hari Niar yang sudah lulus kuliah didekati oleh pemuda tampan anak dari relasi bisnis papanya bernama Oscar Moiden.


Mereka saling mencintai.


Akhirnya pernikahan pun terjadi dengan meriah, karena bukan hanya menyatukan dua keluarga tapi juga dua perusahaan besar yang tersebar di Eropa.


Niar dan Oscar bahagia dengan pernikahan mereka, tetapi berbeda dengan Nura yang justru malah patah hati melihat kakaknya bahagia.


hingga suatu hari , saat Niar melahirkan anak pertama yaitu Andriana ...Nura benar benar melewati batas dan menggoda Oscar hingga melupakan rasa malunya..


Nura mencoba menjebak Oscar dengan tubuh sexinya, tapi Oscar yang tulus mencintai Niar tidak pernah tergoda dengan siapapun sekalipun Nura melepaskan semua bajunya di hadapannya..


Niar sangat mempercayai suaminya..


Nura pun mengakui kesalahannya dan meminta maaf kepada seluruh keluarga.


Niar yang baik hati pun percaya dan memaafkannya tapi Oscar tidak percaya dan membawa keluarga kecilnya pindah ke Belanda.


flashback off..


" jadi bu Nur itu tante kamu Bi..? " tanya Raisa.


" iya sayang, dia adiknya mama..mama telah menceritakan semuanya kepadaku dan kepada kak Diandra, ya agar aku dan kakak tetap berhati hati dengan orang yang pernah menyakiti kami... ternyata dia hanya berpura pura baik..." jawab Abi.


semua teman temannya pun terkejut dan tak percaya rasanya dengan semua cerita Abi.


Bu nur, yang selama ini terkenal judes dan tegas ternyata busuk ...umpat beberapa temannya.


" ok bi, kita semua akan bantu lo...tenang aja kita berada di pihak lo..." ucap beberapa temannya.


" iya bi "


" iya kita semua akan bantu lo"


Abi pun tersenyum..


" terimakasih ya guys.. kalian memang teman teman yang baik... sebenarnya ini adalah masalah keluarga ku.." ucap Abi.

__ADS_1


" tapi bi, ini adalah tindakan kriminal gak bisa dibiarkan, bu nur dan miko harus menerima konsekuensinya.. mereka harus dipenjara.." ucap beberapa temanya lagi.


Abi hanya menunduk...


"sebenarnya rasa kekeluargaan jauh lebih besar daripada dendam tapi dia menyakiti orang yang sangat aku cintai dan ini tak bisa dibiarkan..." gumam Abi.


" aku masih bingung..." ucap Raisa membuat semua teman temannya menatap kepadanya.


" kemarin aku duduk bersama miko, terus dia memberiku teh hangat... setelah aku meminumnya tubuhku jadi kepanasan dan aku ingin sent "


Abi membekap mulut Raisa dan membawanya masuk ke tenda...


Teman temannya pun penasaran dengan kelanjutannya.


" hoe.. Bi, biarkan Raisa bercerita..." teriak salah satu temannya.


" sekali lagi kalian bertanya kepada Raisa, aku hajar kalian semua..." jawab Abi dari dalam tenda.


teman temannya hanya mendengus kesal , dan kembali ke tenda nya masing-masing, kecuali Mita, Cika, Vea, Deren dan Mido yang masih duduk di depan tendanya Abi.


Di dalam tenda**


" ihhh...apa apaan sih bi, lepaskan..." teriak Raisa.


Abi duduk di depan Raisa yang mendengus kesal.


" kamu ini bodoh atau gimana sih..." gertak Abi sambil menimpuk kepala Raisa.


Raisa heran dan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


" emang kenapa???..." tanya Raisa.


Abi mengatur nafasnya, karena kesal masalah begini saja tidak tahu atau pura pura tidak tahu..


" kamu ini memang terlalu polos atau terlalu bodoh... heran aku...ok ok... bi sabar..


cewek lo emang culun dan lugu dia gadis baik baik jadi memang gak paham hal beginian.." gumam Abi .


Raisa hanya tersenyum.


" ok, Sayang...waktu itu kamu dikasih teh hangat oleh Miko, benar..." tanya Abi.


Raisa mengangguk.


" kemudian apa yang kamu rasakan??"


" aku merasa kepanasan dan menginginkan sentuhan sentuhan, tapi miko yang ada di depanku aku gak mau, tapi dia memaksaku untuk menyentuhku , dan mau menciumku... tapi aku sadar dia bukan kamu...aku gak mau...aku pukul dia..." jawab Raisa.


Abi heran dan melotot tajam..


" hahhhh... jadi kalau aku yang ada di depanmu waktu itu kamu mau aku menyentuhmu...otakmu sudah bergeser ya , atau gagar otak karena kebentur batu kali... biasanya sedikit saja aku menyentuhmu kamu mau membunuhku... sekarang kamu mau aku yang menyentuhmu....hahhh...apa jangan jangan efek obat perangsang itu masih bekerja..." Abi terperanjat dan berdiri.


Raisa pun heran dan terkejut...


" hahhh... obat perangsang...hahhhh...jadi aku hahhhh...aku... Jangan...jangan... tidak tidak...tapi aku sadar kok miko tidak menyentuhku, aku mendorongnya saat dia mendekat..."


Raisa kembali mengusap keringat nya , dan masih merasa kepanasan..


Raisa menatap dan berjalan mendekati Abi.


Abi terkejut...dan mundur .. perlahan..


" tidak... Rai, jangan mendekat, aku tidak akan kuat...menjauhlah dariku....aku tidak kuat Rai... aku mohon..." rengek Abi...


karena keributan di dalam , Deren dan keempat temannya pun langsung masuk ke dalam tenda.


Terlihat Raisa yang tertawa.. sedangkan Abi di sudut tenda yang gemetar.


" kenapa sih kalian..." tanya Deren.


"hahahaaaa....ternyata Abimana adalah pemuda baik baik dan takut berdosa saat aku menggodanya malah dia yang ketakutan...hahaaaa" ucap Raisa sambil terus tertawa.


" hhhh... rupanya rubah kecilku mau bermain main denganku ...apa belum tahu siapa sebenarnya Abimana Oscar Moiden... awas ya .." gumam Abi...

__ADS_1


Dan mereka pun kembali menyusun rencana untuk menjebak Nura dan Miko agar mengakui semua kejahatannya di depan kepala sekolah.


__ADS_2