
Di rumah Wisnutama.
Bruakssss..
Raka yang sudah geram langsung mendobrak pintu depan dengan kakinya.
Semua yang ada di dalam pun heran melongo..
" Raka, kamu pulang nak.." ucap seorang wanita paruh baya ( bu Tama neneknya Raka)..
Bu Tama segera menghampiri cucunya itu dan hendak memeluknya.
Tapi Raka menghindar dan enggan melihat wajah nenek yang saat ini sangat dia benci.
semua orang pun hanya terdiam.
" di mana mamaku nek ???" tanya Raka dengan ketus..
Dan tak berapa lama, seorang wanita dengan seorang gadis cantik turun dari lantai atas.
mereka adalah Sandra dan Sarah.
Sandra hanya terdiam tak percaya melihat Raka yang sangat mirip dengan Bima..
Dengan berkaca kaca Sandra melangkah mendekati Raka..
" Anakku ...ini mama nak, aku mamamu...sini sayang peluk mama" ucap Sandra dengan buliran air mata yang mulai membasahi pipi mulusnya.
Namun Raka menangkisnya dan mundur untuk menghindari wanita itu.
" hhh.. setelah kau membuangnya, sekarang kau mau memungutnya kembali..jangan pernah berpikir aku bisa memaafkan kalian.." ketus Raka dengan emosi.
" kak, aku mohon kak maafkan mama..." rengek Sarah..
Raka menatap tajam ke arah Sarah.
" kau...!!! jangan panggil aku kakak, aku bukan kakakmu...!!!"
" tapi kak , kita sama sama lahir dari mama Sandra..." ucap Sarah yang tidak terima.
" kau yang lahir dari mama mu, tapi aku lahir dari seorang wanita kejam ...ya ...wanita yang tega membuang anaknya sendiri bahkan memberikannya kepada orang lewat yang ada di depan rumahnya...untung saja orang yang lewat adalah orang yang baik.... tidak ada wanita kejam di dunia ini selain dia..." Raka berteriak sambil menunjuk ke arah Sandra.
Sandra yang tidak merasa membuang anaknya pun hanya terdiam dan luruh terduduk di lantai..
" kak, kau tidak boleh berbicara seperti itu pada mama, kasihan mama..." Sarah pun mulai berbicara dengan nada tinggi.
Raka menyeringai dengan senyum miringnya yang mematikan.
" hhh...najis bagiku menerimamu sebagai adikku... karena adikku bukanlah orang yang jahat.. sekarang aku mau tanya apa yang telah kalian lakukan kepada Raisa..."..
deg deg
Sarah membuka mulutnya...
__ADS_1
"hahahhh bagaimana dia tahu apa telah kami lakukan...."
" jawab....!!!!!!!!! " teriak Raka membuat semua orang terdiam.
Sandra semakin menangis.." maafkan mama nak, mama tidak bermaksut melukaimu , mama hanya ingin memberikanmu pelajaran ...tidak ada yang lain..." jawab Sandra.
( karena waktu itu Sandra pernah menemui Raisa dan memaki makinya karena dia anak Bima dari wanita lain... dan Sandra meminta untuk tidak menganggap Raka sebagai kakaknya Karena tidak pantas dan tidak level, ibunya hanya wanita murahan dan wanita pelarian..)
" apa kau bilang, memberikan pelajaran dengan cara melukai Raisa adikku..hebat...sungguh picik kalian...kelakuan kalian lebih rendah dari binatang..cihhh..."
" Raka....jaga bicaramu..dia ibumu yang telah mengandung dan melahirkanmu..setidaknya jangan melukai perasaannya..." ucap neneknya.
" hhh...ibu ...ibuku adalah seorang wanita nek...mana mungkin seorang wanita tega menghancurkan masa depan seorang gadis belia yang tidak berdosa dan tidak ada hubungannya...o...aku tahu sekarang... kalian ingin menjodohkan anak itu dengan Abimana kan , seorang putra konglomerat pemilik perusahaan besar Moiden group yang tersebar di Asia dan Eropa....hhh...jangan mimpi kalian, Abi memiliki hati dan perasaaan tidak pantas bersanding dengan kalian yang hanya mementingkan ego dan seperti binatang...hhh..." jawab Raka yang membuat mereka semua terdiam..
Sandra terdiam dan menatap Raka dengan heran...
" hhh... gadis, aku menghancurkan masa depan seorang gadis apa maksutnya..." Sandra menatap ke arah Sarah yang tertunduk dan mamanya ( nyonya Tama) yang kelicutan.
"Sarah... jelaskan sama mama apa yang terjadi sebenarnya..katakan...!"
" a..a..aku aku aku..."
Sandra bangkit dan menatap ke arah Sarah tajam...
" katakan atau mama tidak segan segan mengkasarimu..." gertak sandra.
" Raka, mama memang yang meminta anak buahku untuk membawamu ke sini dan bukan bermaksut menculik mu nak...tapi masalah Raisa aku tidak tahu, siapa Raisa mama gak ngerti..." ucap Sandra.
" sarah ... jelaskan sama Mama...!!!"
plaakkkk
plaaakkkk
dua tamparan mendarat di wajah Sarah..
" mama tidak menyangka kalian tega melakukan hal serendah itu.."
" ma...maafkan aku.. hiks hiks..." ucap Sarah sambil menangis.
" diam kau...aku bukan mamamu..aku sangat menyesal pernah melahirkan gadis yang tidak punya perasaan sepertimu... " ucap Sandra dengan tatapan tajam yang penuh kekecewaan.
" nak , jangan begitu bagaimana pun juga dia putrimu..." sanggah nyonya Tama.
Sandra menatap ke arah mamanya..
" sungguh aku gak menyangka ma..kau seorang ibu, seorang wanita..tega teganya melakukan hal serendah itu... apa sebenarnya maumu ma...dulu kau menolak Bima dan membuang anakku , sekarang kau hancurkan gadis yang tidak berdosa..terbuat dari apakah hatimu ma..."
nyonya Tama terdiam...dan mulai menatap Sandra dengan tajam..
" kau ingin tau kenapa...ya aku memang wanita yang kejam dan jahat.. Karena aku tidak ingin jatuh miskin lagi , dulu hidupku susah, setelah aku menikah dengan Wisnu hidupku berubah...tapi Bima yang miskin tidak sesuai dengan kriteria calon menantuku..aku ingin keluarga kita tetap menjadi orang kaya..dengan menjodohkanmu dengan pengusaha batu bara itu..."
" walaupun dia sering menyiksaku ma, kau sungguh tega..." hiks hiks... Sandra pun terasa lemas dan tak kuat lagi menghadapi keegoisan mamanya itu.
__ADS_1
Raka terdiam dan mulai simpatik dengan mamanya yang ternyata tidak tau apa apa...
Tiba tiba datang mobil polisi bersama Bima dan Raisa.
" kakak..." Raisa datang dan langsung memeluk Raka..
Raka pun menyambut pelukan hangat dari adiknya itu yang membuat Sarah meradang.
" Sandra..." panggil Bima.
" Bima...." jawab Sandra.
" hentikan dramanya..tangkap mereka pak, mereka yang bersengkongkol menghancurkan putriku bahkan nyaris membuatnya kehilangan nyawa.." gertak Bima dengan dingin.
" tunggu pa, mama tidak bersalah..." ucap Raka yang membuat Bima dan Raisa terkejut..
"kak, apa maksutmu..." tanya Raisa heran.
" dialah dalangnya, wanita kejam yang tidak memiliki perasaan ..entah apa yang dia mau..." ucap Raka sambil menunjuk kepada neneknya.
Dan tiba tiba karena merasa terdesak nyonya Tama mengambil pistol yang berada di pinggang pak polisi dan mengarahkannya kepada Bima yang selama ini sangat dia benci...
" kau Bima, semua ini gara gara kamu, kalau kamu tidak mendekati putriku dan tidak membuatnya hamil anak sialan seperti dia, putriku tidak akan menderita dan suaminya tidak akan menyiksanya setiap hari ..kau yang bersalah, kau harus lenyap sekarang juga.." teriak nyonya Tama.
dan..
dorrr...
satu tembakan melesat..
"papa..." Raisa berteriak dan menghadang peluru yang hendak melukai papanya, sehingga Raisa lah yang tersungkur bersimbah darah.
Semua orang histeris...
Raka langsung mrnyambar tubuh adiknya yang telah lemas , karena satu peluru menembus perutnya...
mulut Raisa pun mengeluarkan darah..
" kak...jaga mama"
" Raisa....!!!.. bangun lah Rai, bangun Raisa,bangunlah ....."
" Rai...apa yang kamu lakukan...bangun Raisa...bangun..." Bima pun hancur melihat putrinya yang luruh bersimbar darah..
polisi langsung membekuk nyonya Tama..
Tapi dia seperti tidak bersalah dan malah tertawa ...
" hahahaaa...setidaknya aku sudah melenyapkan satu benalu dalam keluargaku..." ucap Tama dengan tentawa.
Raka pun geram " kau juga harus lenyap di tanganku, wanita sialan , sungguh aku malu memiliki darah kotor seperti mu..." teriak Raka dengan frustasi...
Namun polisi menghalanginya.." sudah mas, biarkan kami yang mengurusnya ..jangan kamu kotori tanganmu mas.." ucap salah satu polisi tersebut.
__ADS_1
Dan ambulan segera datang untuk menyelamatkan nyawa Raisa.
Raka dan Bima segera membawanya ke rumah sakit..diikuti Sandra dan Sarah...