Aku Dan 4 Kakakku

Aku Dan 4 Kakakku
haduhhhh perasaan apa ini , kok gini amat


__ADS_3

Raisa berjalan sendirian menuju kantin, dari tadi yang ada di pikiran nya hanya Abi, abi ,abi dan abi..


Raisa mendengus kesal, begini amat rasanya jatuh cinta .


Raisa memesan segelas jus jeruk kesukaannya.


hari ini dia ingin menyendiri ,padahal teman temannya berada di pojokan , Mita, Cika, dan Vea.


Entah sengaja atau gak sadar kalau di situ ada teman temannya juga, Raisa tetap saja menikmati jus jeruknya di sudut berlawanan dengan mereka.


Raisa duduk sendiri tiba tiba seseorang ikut duduk di sampingnya.


" eh kamu rupanya, kagetin aja ..." ucap Raisa.


" iya, kok duduk di sini sendiri, kenapa gak ikut gabung sama teman teman mu , nungguin aku ya, gak usah ditunggu pun aku selalu datang hanya ke kamu." ucap Abi sambil tersenyum.


Raisa langsung tersedak minumannya..


" hati hati dong sayang " ucap Abi sambil memijit punggungnya Raisa.


deg deg deg


" duh, mulai deh jantungku gak karuan, aliran darahku terasa panas lagi.." gumam Raisa dalam hati.


" ish...udah dong bi, jangan gitu malu tau dilihat tuh sama teman teman semua , malu kan." bisik Raisa.


Abi pun segera melepas pijitannya.


"maaf kan aku Rai, aku lupa kalau masih di sekolah.. kamu tahu Rai, aku sudah gila, aku benar benar gila karena kamu Rai..


dari dulu semenjak aku di belanda sudah berada cewek yang aku pacari tapi tidak sepertimu, kamu berbeda, kamu sungguh spesial, aku mendapatkan mu penuh perjuangan...


sekarang kamu mau kan jadi pacar aku.." ucap Abi sambil menatap lekat mata indah Raisa.


" Abi, kamu sudah tahu jawabannya, bukan hanya kamu yang sudah gila, aku pun sudah gila , karena di setiap pelupuk mataku hanya ada dirimu.. " ucap Raisa.


Abi pun tersenyum " terimakasih sayang , aku akan menjaga cinta ini "


" ini pertama bagiku bi, baru pertama aku mengenal cinta, ternyata begini ya rasanya " ucap Raisa. Dan mereka bencanda sampai bel masuk kelas berbunyi.


** sesampainya di kelas**


" Bi, boleh gak aku duduk tidak denganmu, rasanya aku gak akan bisa menerima pelajaran dengan baik kalau ada di dekatmu.." ucap Raisa.


Abi melotot dan mendengus .." kamu kira cuma kamu aja yang merasakan itu, aku pun sama tau...ok , kamu duduk sama Vea aja , aku duduk sama Deren di pojok sana ...biar kita bisa profesional, dengan materi .."


Raisa pun tersenyum, ternyata Abi juga sangat pengertian...


🌼🌼


Saat pulang sekolah pun tiba.


Raisa berjalan bersama Mita, Cika dan Vea.


sedangkan tak jauh di belakang mereka berjalan , ada Abi , Mido, Deren dan Miko, segerombolan pemuda ganteng dan populer di sekolah.

__ADS_1


Di depan tampak segerombolan cewek pouler sedang menghadang Raisa, Vea, Mita dan Cika.


Mereka pun kaget .


" Bi ,lihat geng Amara menghadang cewek lo.." ucap Deren sambil menunjuk ke arah Mara yang berkacak pinggang menghadang Raisa.


" udah biarin kita lihat dulu apa yang akan dilakukan cewek gue , dia gadis pemberani kalau dia butuh bantuan baru kita tolongin mereka..udah kita ambil motor kita dulu.." ucap Abi .


mereka pun segera mengambil motor gedenya yang terparkir rapi di parkiran sekolah.


🌼🌼


Di depan gerbang sekolah.


" Heh..lo .. Raisa, sudah gue peringatkan bukan dari kemarin kemarin kalau lo jauhi cowok gue...jangan pernah dekatin dia.." gertak Mara dengan melotot dan tangan menunjuk ke arah Raisa.


" Rai, lo tenang , jangan kepancing emosi, ntar jadi masalah " bisik Vea.


"ehemm"


Amara semakin emosi dia dan 5 orang temannya berjalan mengitari Raisa dan ketiga temannya.


" kenapa kamu diam, lo paham kan maksut gue ...Abi hanya milik gue, gak ada yang bisa deketin dia, apalagi lo gadis murahan yang suka gonta ganti cowok, dasar gadis mu rah han " ketus Mara yang bikin Raisa naik pitam.


" jaga ya mulut lo , lo boleh marah ke gue karena gue jalan sama Abi tapi gue gak terima lo bilang gue cewek murahan.." jawab Raisa.


" kenapa emang bener kan "


" o...jadi lo mau lawan gue, sekarang gue tanya , emang lo udah jadian sama Abi...Abi udah bilang cintanya ke elo ..kapan hh " ucap Raisa .


" Bi, emang lo pernah nembak Mara ? " tanya Mido .


" wah parah lo Bi "


" enak aja ,ya enggak lah, dari dulu gue tu gak pernah nembak cewek, kalian semua lihat kan gak perlu ditempak pun mereka yang rebutan deketin gue..cuma Raisa satu satunya cewek yang susah gue dapetin " jawab Abi.


" heh , diam kalian semua , dengarkan apa yang mereka katakan.." bisik Miko.


Di depan gerbang ketegangan mulai terjadi , Mara dan Raisa saling melempar umpatan dan kata kata pedas.


" terus kalau Abi gak pernah nembak lo darimana lo bisa simpulin kalau Abi milik lo, sadar dong Mara , jadi cewek yang punya harga diri dong, lebih baik lo berhenti kejar kejar lelaki yang gak pernah mencintai lo sana sekali, malu dong, tolong hargai diri li sendiri.." ucap Raisa.


" heh jaga ya mulut lo , gue gak akan nyerah buat dapetin Abi " ketus Mara


" silahkan saja terus kejar dia, dan semakin lo kejar lo semakin gak punya harga diri " ucap Raisa dengan senyum miring.


" o iya , masa sih ,secara masih cantiksn gue dibanding elo Rai, lo gak bisa pakai make up, gak bisa dandan , juga gak pernah perawatan...ya lo emang smart , pintar, tapi..hello ...cowok sekarang mana ada yang lihat cewek gak dari fisik nya " ucap Mara sambil tersenyum penuh kemenangan.


ya memanglah kalau dilihat Mata Amara lebih cantik , dan modis , secara dia ketua chers di sekolah dan termasuk dalam cewek paling populer di sekolah dengan tubuh **** yang berisi.


Raisa menatap dengan penuh keyakinan dan percaya diri.


" Ada !!! "


" hah...masa...siapa Abi, gak mungkinlah cowok keren sekelas Abi lebih memilih cewek kayak lo dari pada gue yang jauh lebih di atas lo " jawab Mara penuh percaya diri.

__ADS_1


" lo ..gak percaya , gue udah jadian sama Abi, sekarang status Abi adalah pacar Raisa , dengarkan baik baik , jadi kalau ada yang dekatin Abi , gue yang akan labrak kalian.." ketus Raisa dengan mata merah karena emosi.


" hahhh apa lo bilang , beneran , jangan halu kamu..." ledek Mara.


" CIK, telp Abi suruh dia ke sini ...gue akan buktikan , apa dia berani mengakui gue di depan umum , kalau dia berani akui itu di depan kalian jangan pernah ganggu kami lagi, dan satu lagi gue akan cium dia di depan kalian.."


jedarrrrrr


semua pun kaget , termasuk Abi dan teman temannya di belakang gerbang.


mereka semua melongo.


" hah, apa sih yang gue katakan, mati gue, menang dong Abi aduhhh " gumam Raisa yang menyesali kata katanya barusan.


" Bi, lo hebat bi, cepatan sono ke depan, cewek smart seperti Raisa saja sudah lo buat takluk..hebat lo , pemandangan bagus nihhh.." ledek Mido sambil menepuk pundak Abi.


Abi tersenyum sendiri dan segera turun dari motornya serta merapikan bajunya dan melepaskan jaketnya.


" ayo lo semua ikut gue , dampingi cewek cewek itu jangan sampai ada satupun dari mereka yang merekam pakai ponsel, pastikan , kalau sampai ada yang memviralkan , akan gue hajar.." ucap Abi sambil berjalan dengan gaya smart maskulinnya.


mereka semua mengiyakan dan berjalan di belakang abi kemudian mencari posisi yang tepat sesuai rencana.


" gak perlu lo telp CIK, gue udah di sini " ucap Abi sambil melirik ke arah Raisa dengan senyum smricknya.


" ihhh , sialan kena jebak gue " gumam Raisa.


Amara dan teman temannya hanya melongo tak percaya.


Abi mencengkram lengan Raisa dan membuat mereka saling berhadapan, sejenak mata mereka saling beradu dengan begitu dalam.


" duhhh bener kan jantung gue bergetar kalau Abi di dekat gue , gila gue " gumam Raisa dalam hati.


Tak berbeda dengan Abi.." duhhh jantung selalu saja seperti mau lepas kalau gadis ini di dekat gue, apalagi tatapannya.."


" sayang , dengar apa yang aku katakan.. aku cinta kamu...harus berapa kali katakan itu, kamu satu satunya gadisku yang sudah membuatku gila, bahkan satu senyumanmu bisa melumpuhkan semua sendi sendiku.." ucap Abi seraya membelai rambut indah Raisa kemudian mencium keningnya.


semua mata terbelalak dan melongo dibuatnya.


" gila .." gumam Cika.


Amara mendengus kesal seperti terkena mental.


"cihh...benar benar sialan.." ucap Mara dengan marahnya.


Namun dari teman temannya belum ada yang beranjak karena masih menunggu adegan yang lebih romantis lagi , yaitu sesuai apa yang dikatakan Raisa kalau dia akan berciuman di depan mereka.


"Abi.. dengar kan , aku juga sangat mencintaimu .." ucap Raisa seraya tersenyum dan memegang kedua tangan Abi.


Abi menunduk agar memudahkan Raisa menciumnya..


sekarang Abi dan Raisa begitu dekat cuma berjarak beberapa cm , hidung mereka sudah nyaris bertabrakan, bibir mereka begitu dekat , Abi memejamkan matanya dan Raisa langsung mencium pipi Abi ,cup...


" yahhhhh...." mereka semua berteriak kecewa.


mata Abi terbelalak kecewa dikiranya Raisa akan mencium bibirnya, ternyata salah total...hahaha...

__ADS_1


Raisa tersenyum,sedangkan Abi menggaruk garuk kepalanya.


__ADS_2