Aku Janda Kamu Duda

Aku Janda Kamu Duda
SIAPA YANG SAKIT?


__ADS_3

Robert mengetuk sekali lagi pintu rumah Pak Alwi yang tumben terlihat sepi. Kemana perginya Pak Alwi dan Bu Tutik?


Mendadak perasaan Robert jadi tak enak. Apa terjadi sesuatu pada bapak mertua Robert itu?


Karena pintu tak kunjung dibuka dan sepertinya juga tak ada orang di rumah, Robert akhirnya memutuskan untuk pergi. Robert akan ke rumah Teresa saja karena sahabat Sita itu pasti tahu sesuatu.


Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit, Robert akhirnya tiba di rumah Teresa. Namun seperti halnya di rumah Sita tadi, rumah Teresa juga sama-sama lengang dan sepertinya tidak ada orang. Kemana perginya semua orang? Kenapa semua kompak tak ada di rumah?


Robert menyugar rambutnya dan merasa bingung harus mencari Sita kemana sekarang. Pria itu kembali masuk ke dalam mobilnya, lalu menyalakan ponsel yang sejak ia keluar dari bandara tadi masih mati. Ponsel baru menyala dan dereran pesan dari Liam langsung masuk ke ponsel Robert.


[Hei, Tuan Muda! Angkat teleponku dan jangan jadi pengecut!] -Liam-


[Hei, Pria pengecut! Apa kau sedang tertimbun berkas-berkas di kantor mewahmu sekarang hingga kau mengabaikan Angga yang baru saja dioperasi?] -Liam-


Sebuah foto turut dikirimkan Liam dimana terlihat Angga yang tengah terbaring di atas bed perawatan dengan satu tangannya diperban.


Apa?


Apa yang terjadi pada Angga?


****


"Sudah kubilang aku tidak hamil dan itu hanya masuk angin!" Omel Yumi pada Liam yang hanya cekikikan.


"Iya, kan aku hanya penasaran! Kau mual-mual terus dan katamu kah juga terlambat datang bulan."


"Jelas-jelas hasil testpack kemarin negatif!" Sungut Yumi sekali lagi pada sang suami.


"Kan kata Mom, harus USG biar jelas! Aku kan hanya menuruti kata Mom," ujar Liam mencari alasan.


"Terserah!" Yumi akhirnya mengakhiri perdebatannya dengan Liam saat mereka tak sengaja berpapasan dengan Sita yang berjalan tergesa bersama Teresa dan sepertinya hendak masuk ke dalam lift. Istri Robert itu sepertinya tak menyadari tentang keberadaan Liam dan Yumi.


"Liam! Itu Sita, kan?" Tanya Yumi seraya menunjuk ke arah Sita yang tengah menunggu pintu lift.


"Ya!"


"Siapa yang sakit?" Liam balik bertanya penasaran dan menarik tangan Yumi lalu mengajaknya menyusul Sita.


"Sita!" Seru Liam saat Sita dan Teresa sudah masuk ke dalam lift yang pintunya hampir tertutup.


"Tahan pintunya!" Perintah Liam, dan Sita segera menekan tombol agar pintu tetap terbuka. Liam dan Yumi sudah ngos-ngosan dan akhirnya berhasil masuk ke dalam lift.

__ADS_1


"Kalian mau kemana?" Tanya Sita berbasa-basi pada Liam dan Yumi yang masih berusaha mengatur nafas.


"Menghampirimu!" Jawab Liam masih terengah-engah.


"Siapa yang sakit?" Yumi akhirnya melontarkan pertanyaan, mewakili rasa penasaran Liam tadi.


"Angga," jawab Sita lirih.


"Angga sakit apa?" Gantian Liam yang bertanya.


"Tidak sengaja jatuh dari sepeda dan tangannya patah. Tapi sudah selesai dioperasi dan hanya tinggal tahap pemulihan," jelas Sita bersamaan dengan pintu lift yang sudah terbuka. Sita, Teresa, Liam, dan Yumi keluar dari lift dan langsung menuju ke kamar perawatan Angga.


"Itu Mama!" Ucap Bu Tutik saat Sita baru tiba dan membuka pintu.


"Ada apa?" Tanya Sita yang buru-buru menghampiri Angga yang merengut.


"Papa mana, Ma?" Tanya Angga yangbraut wajahnya terlihat sedih.


"Papa masih sibuk, Sayang! Nanti kalau pekerjaannya selesai, Papa pasti menyusul kemari," jawab Sita yang lagi-lagi harus kembali memberikan pengertian pada Angga. Sita juga tidak tahu apa Robert akan menjemputnya atau tidak. Sita yang bersalah disini karena sudah pergi tanpa pamit. Seharusnya Sita pulang sendiri, tapi sekarang kondisi tidak memungkinkan karena Angga baru selesai dioperasi.


"Jadi, kalian ke kota ini tidak bersama Robert?" Tanya Liam penuh selidik.


"Robert sedang banyak pekerjaan dan Angga seeang rindu 0ada Kakekdan Neneknya," jawab Sita sekenanya, sebelum kemudian wanita itu berusaha menenangkan Angga yang kembali merengek karena tangannya terasa sakit lagi.


"Aku pulang duluan, ya!" Ujar Teresa lagi berpamitan pada Sita, serta Pak Alwi dan Bu Tutik.


"Iya, Tere! Terima kasih banyak atas semua batuanmu," ucap Sita tulus. Teresa hanya mengangguk, lalu lanjut berbasa-basi pada Liam dan Yumi, sebelum akhirnya ibu dua anak itu meninggalkan kamar perawatan Angga.


"Kau tidak menghubungi Robert dan memberitahu kalau Angga sedang sakit?" Tanya Liam lagi pada Sita.


"Robert masih sibuk dan aku tidak membawa ponsel," jelas Sita sekali lagi. Angga yang tadi merengek kini mulai memejamkan mata karena sudah mengantuk.


Liam memilih untuk keluar dari kamar perawatan dan pria itu akan memarahi Robert.


"Kemana tuan muda menyebalkan itu?" Gerutu Liam saat berulang kali mencoba menelepon Robert, namun nomornya malah tak aktif.


"Bagaimana? Kau bisa menghubungi Robert?" Tanya Yumi yang sudah menyusul Liam keluar.


"Nomornya tidak aktif!" Jawab Liam kesal.


"Liam ganti mengetikkan pesan panjang lebar pada Robert. Tak lupa Liam turut mengirimkan foto Angga agar Robert tak hanya berkutat dengan pekerjaannya dan memperhatikan istri serta anak sambungnya.

__ADS_1


Liam juga tuan direktur, tapi Liam selalu ada waktu untuk Yumi, Fairel, dan Faranisa. Tidak seperti Robert menyebalkan itu!


"Aku sudah mengiriminya pesan. Kita tunggu sampai sore, kalau dia masih tidak datang, aku sendiri yang akan menjemput dia ke kota sebelah!"


"Memangnya, mentang-mentang dia adalah tuan muda sekarang aku tak berani mengomelinya?" Liam tak berhenti bercerocos dan pria itu tetap bersungut-sungut.


"Baiklah! Kendalikan emosimu itu atah kau bisa terkena hipertensi nanti!" Yumi ganti mengomeli Liam yang tak berhenti bercerocos.


"Kenapa malah mendoakan aku jelek begitu?" Protes Liam seraya mendekatkan wajahnya ke arah Yumi yang sudah paham ini nanti akan mengarah kemana.


"Kita sedang di rumah sakit, Liam!" Yumi menahan bibir Liam yang hampir mendarat di atas bibirnya dan sedikit mendorong suaminya itu agar mundur dan menjaga jarak.


"Baiklah nanti kita lanjutkan di rumah setelah Robert mengesalkan itu datang!" Ujar Liam yang langsung mendaratkan bokongnya ke atas kursi yang berada di luar kamar perawatan Angga.


"Kau tidak kembali ke kantor?" Tanya Yumi yang sudah ikut duduk bersama Liam.


"Nanti saja! Aku masih ingin disini bersamamu," jawab Liam seraya merangkul Yumi bersamaan dengan onsel pria itu yang berdering. Ada nama Robert yang sejak tadi Liam maki-maki dan kini sedang terpampang di layar ponsel Liam.


"Kau kemana sa-"


"Angga dirawat di rumah sakit mana?"


Liam bahkan belum selesai mengomel saat Robert sudah menyela dengan cepat.


Kebiasaan!


"Di rumah sakit Mitra Keluarga! Kau kemana saja tadi-"


Tuut tuut!


Telepon ditutup sepuhak oleh Robert tanpa pamit tanpa ucapan terima kasih.


Dasar menyebalkan!


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2