Aku Janda Kamu Duda

Aku Janda Kamu Duda
MAAF...


__ADS_3

Ting!


Pintu lift akhirnya terbuka dan Roberto langsung melangkah keluar, lalu menyusuri lorong panjang di hadapannya. Robert hampir sampai di ujung lorong, saat terlihat Liam dan Yumi yangvsedang rangkul-rangkulan di kursi tunggu.


Dasar bucin!


"Eheem!" Robert berdehem dan Liam langsung memasang wajah sinis.


"Sudah selesai menjadi tuan direktur, Tuan Muda?" Sindir Liam yang langsung berhadiah keplakan dari Yumi.


"Apa, sih, Yum!" Protes Liam bersungut.


"Kamar Angga yang mana, Yum?" Tanya Robert pada Yumi yang sudah melepasakn rangkulan lebay Liam.


"Ini!" Yumi menunjuk pada pintu di sampingnya.


"Masuk saja! Tadi Angga sedang tidur-" Yumi belum menyelesaikan kalimatnya, saat pinti kamar perawatan sudah dibuka dari dalam. Pak Alwi dan Bu Tutik keluar beriringan dari dalam kamar.


"Nak Robert!" Sapa Pak Alwi seraya tersenyum hangat pada Robert yang langsung mencium punggung tangan mertuanya tersebut. Robert juga mencium punggung tangan Bu Tutik.


"Bapak dan Ibu mau kemana?" Tanya Robert berbasa-basi.


"Mau pulang dulu! Angga sudah tidur, dan tidak rewel juga. Besok mungkin Angga sudah bisa pulang. Jadi kami akan pulang duluan," jelas Bu Tutik.


"Ah, kebetulan, Pak, Bu!"


"Kami juga mau pulang, jadi ayo bareng kami saja," ajak Liam ramah pada kedua orang tua Sita tersebut.


"Apa tidak merepotkan, Nak Liam?" Tanya Pak Alwi sungkan.


"Sama sekali tidak, Pak!" Jawab Liam santai.


"Ayo, Bu!" Yumi menggandeng tangan Bu Tutik dan membimbingnya ks arah lift.


"Kami pulang dulu, Robert!" Pamit Yumi pada Robert yang hanya melambaikan tangannya.


Sedangkan Liam tak berpamitan dan hanya menuding pada mantan asistennya tersebut.


"Aku akan ke kantor besok!" Janji Robert yang langsung membuat Liam menghentikan langkahnya.


"Urus saja Angga dulu dan tidak usah sok-sokan jadi orang penting!" Gertak Liam sebelum pria itu lanjut mengekori Yumi, Pak Alwi, dan Bu Tutik yang sudah hamlir mencapai lift. Robert menunggu hingga empat orang tadi masuk ke dalam lift, sebelum kemudian Robert masuk ke dalam kamar perawatan Angga.


Robert menutup pintu kamar perawatan dengan hati-hati, lalu berjalan mengendap ke arah Sita yang sedang terlelal di samping bed perawatan Angga. Dan Angga yang satu tangannya masih di perban juga terlelap di atas ned perawatan.

__ADS_1


Robert terlebih dahulu mendekati Sita, lalu mencium kening istrinya itu cukup lama sembari menghirup aroma tubuh Sita yang begitu Robert rindukan. Wanita itu langsung peka dan membuka kedua matanya.


"Robert," gumam Sita kaget karena Robert yang sudah berada di dalam kamar perawatan.


"Hai!" Sapa Robert seraya mengusap lembut wajah Sita dan sedikit merapikan rambut Sita.


"Kapan datang?" Tanya Sita tergagap.


"Baru saja," jawab Robert seraya menatap lekat wajah Sita.


"Maaf," ucap Sita tiba-tiba yang langsung membuat Robert mengerutkan kedua alisnya.


"Maaf karena sudah pergi tanpa pamit," ucap Sita lagi yang balas menatap pada Robert.


Robert menghela nafas sejenak lalu menangkup wajah Sita.


"Aku juga minta maaf," ucap Robert yang ganti meminta maaf.


"Kenapa minta maaf?" Tanya Sita bingung.


"Karena aku sudah melukai perasaanmu dan menjadi suami yang tak peka. Hingga akhirnya kau memutuskan untuk pergi." Robert menggeleng-gelengkan kepalanya.


Sita menggenggam tangan Robert yang masih menangkup wajahnya.


"Tapi aku berjanji kalau aku akan memperbaiki semua ini," ucap Sita menatap bersungguh-sungguh pada Robert .


"Kita akan memperbaiki semuanya bersama-sama," Robert mengoreksi kalimat Sita dan langsung meraup istrinya tersebut ke dalam pelukan.


"Ma!" Racauan Angga langsung membuat Sita buru-buru melepaskan pelukan Robert.


"Papa udah datang, Ma?" Tanya Angga lagi yang kedua matanya masih terpejam. Robert segera menghampiri Angga fan mengusap lembut kepala bocah enam tahun tersebut.


"Hai, Jagoan! Tanganmu kenapa?" Tanya Robert yang langsung membuat Angga membuka kedua matanya.


"Papa!" Seru Angga penuh binar kebahagiaan. Bocah itu hendak bangun dan memeluk Robert namun sedikit kesulitan. Jadi Robert dan Sita kompak membantu.


"Papa!" Angga yang akhirnya sudah bus bangun, langsung memeluk Robert dengan erat.


"Papa kenapa lama datangnya?" Tanya Angga lagi yang kini sudah ganti merengut.


"Papa minta maaf, oke!" Robert sudah ganti mengusap lembut kepala Angga dan putra sambung Robert itu langsung mengangguk.


"Ini tangan Angga kenapa?" Tanya Robert selanjutnya.

__ADS_1


"Jatuh di rumah Timmy."


"Sakit!" Rengek Angga manja.


"Papa tiup langsung sembuh!" Robert meniup tangan Angga yang terbalut perban dengan sedikit lebay, dan putra Sita itu sudah langsung bisa tergelak.


"Angga makan dulu, ya!" Bujuk Sita karena sejak tadi Angga memang menolak untuk makan.


"Disuapi Papa!" Jawab Angga manja.


"Dengan senang hati!" Robert mengambil piring yang dianjurkan Sita dan segera menyuapi Angga dengan telaten.


"Pa,"


"Iya!"


"Papa bisa benerin genteng bocor, nggak? Kemarin kan Angga tidur di rumah Kakek, tapi pas hujan angin gentengnya bocor," lapor Angga pada Robert.


"Masa?" Robert menanggapi dengan antusias dan pura-pura serius.


"Besok papa benerin genteng di rumah Kakek, ya! Kan kasihan kalau bocor," celetuk Angga lagi yang langsung membuat Robert mengangguk.


"Siap!"


Sebenarnya Robert sendiri memang berencana mengajak Pak Alwi dan Bu Tutik untuk pindah ke rumah yang lebih layak. Namun kedua orang tua angkat Sita itu sepertinya keberatan dan tetap ingin tinggal di rumah penuh kenangan tersebut. Mungkin Robert akan merenovasi beberapa bagiannya saja agar lebih layak huni. Dan sementara rumah direnovasi, Robert akan mengajak Pak Alwi serta Bu Tutik ke rumahnya sekalian bersilaturahmi dengan Mami Indri dan Papi Guntur.


"Hanya bocor sedikit, jadi tak perlu dipikirkan omongan Angga," bisik Sita pada Robert yang langsung mengulas senyum.


"Nanti direnov saja," ujar Robert balik berbisik.


"Tapi tidak perlu--"


"Kita harus membuat bapak dan ibu merasa nyaman, Sita!" Robert menyela kalimat Sita dan mengungkapkan sebuah alasan yang membuat Sita tak bisa menolak lagi.


"Baiklah, terserah kau saja."


.


.


.


Terima kasih yang sudah mampir.

__ADS_1


Jangan lupa like biar othornya bahagia.


__ADS_2