
SEKETIKA di tempat mereka menjadi hening, Lani terdiam untuk waktu yang lama setelah mendengar apa yang di ucapkan oleh Arkana. Dia sadar memang selama ini dia tidak mencintai Arkana dia hanya memanfaatkan Arkana, dia hanya mau memporoti uang Arkana, tetapi di saat dia mendengar bahwa Arkana akan menikah dengan orang lain karena di jodohkan oleh orang tuanya, dia merasa kecewa, dan itu artinya dia tidak akan secara leluasa lagi menikmati uang Arkana, ini tidak bisa dibiarkan batinnya dalam hati.
Arkana yang melihat Lani hanya terdiam pun merasa bahwa saat ini Lani sedang terluka, Lani sedang sakit hati mendengar ucapannya, dia pun langsung membujuk Lani.
"sayang, aku minta maaf telah membuat mu kecewa bahkan sakit hati, tapi aku tidak bisa menolak keinginan orang tua ku" ucap Arkana membujuk Lani.
"tidak sayang, aku tidak terima dan aku tidak akan setuju kalau kamu menikah dengan wanita lain" jawab Lani dengan nada dibuat kecewa.
"tapi sayang ini kemauan orang tua ku, aku nggak tau harus bagaimana, aku mohon kamu percayalah sama aku, meskipun aku menikah dengan wanita lain tetapi tetap kamu wanita yang aku cintai dan aku sayangi, aku sama sekali tidak mencintai nya sayang, ini hanya perjodohan" ucap Arkana berusaha membujuk Lani.
"hikss...tidak sayang, aku tetap tidak bisa menerimanya" jawab Lani dengan berpura-pura menangis.
"sayang, kamu jangan menangis, aku minta maaf tapi aku tetap tidak bisa menolak perjodohan itu" ucap Arkana lagi sambil meraih tubuh Lani dan membawanya ke dalam dekapannya.
"kenapa kamu tidak bisa menolak perjodohan itu? kan kamu nggak mencintai wanita itu, apa jangan-jangan kamu membohongi ku dan yang sebenarnya kamu memang mencintai wanita itu?" tanya Lani curiga sambil mengangkat kepalanya menatap Arkan dengan tatapan menyelidik.
"tidak sayang, yang ada dipikirkan mu itu sama sekali tidak benar, aku terpaksa menerima perjodohan itu karena mama sama papa mengancam ku" jawab Arkana lagi.
"mama sama papa kamu mengancam kamu?" tanya Lani memastikan.
"iya sayang, mereka mengancamku akan menarik semua isi ATM ku dan memberhentikan aku dari tempat kerja ku sekarang, aku tidak punya pilihan lain selain menerima perjodohan itu" jawab Arkana menceritakan yang sesungguhnya yang terjadi.
__ADS_1
Lani langsung terdiam sejenak mendengar cerita dari Arkana. Seistimewa apakah sosok perempuan itu? sehingga Bu Raisa yang galak dan Pak Herlambang yang judes itu berani mengancam anak satu-satunya ini kalau menolak perjodohan itu, dan kalau Arkana menolak perjodohan itu berarti Arkana tidak akan memiliki uang lagi dan kebutuhan nya tidak akan lagi terpenuhi, Lani pun akhirnya menyetujui pernikahan Arkana dengan wanita itu, daripada dia kehilangan harta, lagian dia juga tidak mencintai Arkana, jadi biarkan saja dia menikah dengan wanita lain tetapi dia tetap terus membiayai hidup nya, batin Lani dalam hatinya.
"kenapa kamu terdiam sayang?" tanya Arkana yang membuyarkan lamunan Lani.
"ehh maaf sayang, aku hanya berfikir kalau aku tetap egois untuk melarang kamu menerima perjodohan itu berarti kamu harus kehilangan uang hasil kerja keras kamu selama ini dan bukan cuma uang pekerjaan mu juga, aku nggak mau kamu kehilangan segalanya hanya gara-gara keegoisan ku" ucap Lani berpura-pura.
"terimakasih sayang kamu sudah mau mengerti kondisi ku saat ini" jawab Arkana sambil mengecup kening Lani.
"sama-sama sayang, tapi ada syaratnya" ucap Lani sambil meminta syarat.
"apa syarat nya?" tanya Arkana.
"kalau kamu sudah menikah nanti dengan wanita itu, kamu nggak boleh mencintai nya, dan kamu tetap akan memperlakukan aku sama seperti sekarang ini ketika kamu sudah menikah nanti, intinya kamu jangan pernah berubah" jawab Lani, bukan apa Lani takut kalau Arkana jatuh Cinta dengan wanita itu, Arkana pasti tidak akan memperdulikan nya lagi, da Lani tidak ingin semua itu terjadi.
Mereka pun akhirnya bercerita bersenda gurau bersama, dan setelah itu memutuskan untuk pulang, Lani di antar pulang oleh Arkana kembali ke apartemen mewahnya, setelah itu Arkana memutar balik mobilnya untuk kembali ke rumahnya, dia sangat lelah hari ini dengan pekerjaan kantornya yang sangat banyak. Sesampainya dirumah Arkana disapa oleh Bu Raisa.
"Kana, dari mana saja kamu? mama tadi habis kekantor kamu untuk mengajak kamu pergi memesan beberapa pernak-pernik untuk akad nikah mu beserta pakaian akad mu dan Azalea nanti, tapi kamu tidak ada di kantor, jangan bilang kalau kamu habis keluar untuk pergi menemui wanita itu?" tanya Bu Raisa yang langsung to the point pada intinya.
"maaf Ma... aku keluar tadi untuk bertemu klien Ma" jawab Arkana bohong.
"kamu jangan membohongi mama Arkana, mama yang ngelahirin kamu, yang membesarkan dan merawat kamu, 29 tahun mama hidup bersama kamu dan mama sangat tahu betul watak kamu yang sesungguhnya, kamu betul-betul sudah menjadi anak mama yang pembangkang gara-gara wanita itu" ucap Bu Raisa dengan emosi.
__ADS_1
"Ma... mama kenapa sangat membenci Lani, Lani wanita yang baik, berpendidikan dan pintar, daripada wanita pilihan mama itu, dia hanya wanita sok polos yang ingin menguasai harta kita nanti nya" Ucap Arkana yang berusaha membela Lani dan menjatuhkan Azalea.
"Arkana, Arkana... ternyata memang benar yah... usia tidak menjamin kedewasaan seseorang, pemikiran mu masih seperti seorang anak kecil meskipun umur mu sudah di penghujung kepala dua" jawab Bu Raisa.
tiba-tiba Pak Herlambang datang melerai keributan antara istrinya dan anaknya itu.
"ada apa ini Ma? kenapa sudah menjelang magrib begini kok masih ribut-ribut?" tanya Pak Herlambang kepada Bu Raisa.
"itu anak mu Pa, dia sebentar lagi mau menikah tapi masih saja berhubungan dengan si Lani wanita ma*re itu" jawab Bu Raisa.
"apakah itu benar Arkana? Kana... tolong lah bertingkah dewasa, berpikir dewasa sesuai umurmu yang sekarang ini, kamu itu anak satu-satunya kami, apa pun yang kami lakukan untuk kamu itu adalah yang terbaik untuk kamu, dan kamu harus tau itu Kana" nasehat Pak Herlambang kepada Arkana.
"tapi Pa.... " belum selesai Arkana bicara Pak Herlambang memotong pembicaraan nya.
"tidak ada tapi-tapian, selama ini kami selalu menuruti apapun kemauan mu, sekarang ikutilah kemauan kami. kamu anak satu-satunya Papa sama Mama, terimalah keputusan kami, dan insya Allah apa yang kami putuskan untuk mu adalah memang yang terbaik untuk mu" (ucap Pak Herlambang) sedangkan Arkana hanya diam mendengar ucapan Pak Herlambang.
"ayo Ma... sudah waktunya sholat Maghrib" ajak Pak Herlambang kepada Bu Raisa.
"iya Pa... Dan kamu Kana pergilah bersihkan dirimu dan melaksanakan sholad, biar hati dan perasaan mu enakan sehingga bisa menilai mana yang pantas dan yang tidak pantas" ucap Bu Raisa kepada Arkana.
Arkana memang malas melakukan ibadah selama ini, Bu Raisa tidak tau harus dengan cara apa dia mendidik Arkana biar bisa menjadi anak yang sholeh, pilihan terakhir nya adalah menikah kan Arkana dengan Azalea wanita sholehah yang dia berharap suatu saat nanti Arkana bisa berubah berkat kesholehan Azalea.
__ADS_1
HAY READERS, SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA, LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN BAGIKAN NOVEL INI KE TEMAN-TEMAN YANG LAINNYA YAH, BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA.
LOVE