
BU RAISA pun pulang dari kantor Arkana menuju apartemen mereka untuk bertemu dengan Azalea menantu kesayangan nya. Di perjalanan Bu Raisa singgah membelikan Azalea buah-buahan segar.
Sesampainya di apartemen.
"Assalamualaikum sayang" salam bu Raisa sambil membuka pintu apartemen karena kebetulan pintunya tidak di kunci melainkan hanya di tutup rapat.
"Waalaikumsalam, mama" jawab Azalea sambil kegirangan melihat mertuanya itu datang.
Mereka langsung berpelukan bersama.
"mama kenapa nggak telepon Aza dulu untuk beritahu, kalo mendadak begini kan Aza nggak punya persiapan untuk memasak makan siang" ucap Aza dengan memasang wajah cemberut.
"surprise sayang, ini ada buah mama beliin buat kamu" ucap bu Raisa sambil terkekeh pelan.
"makasih ma" ucap Azalea.
"mama nggak lama-lama disini sayang, mama cuman mau ketemu Aza aja, mama rindu loh sama menantu cantik mama ini" ucap bu Raisa.
"mama bisa aja, maa... sebentar malam ajak papa untuk makan malam bersama disini yah, nanti Aza masak, Aza juga rindu sama papa, sudah lama nggak ketemu sama papa" ucap Azalea.
"owh iya sayang, nanti mama ajak papa mu sebentar untuk makan malam disini" jawab Bu Raisa.
"alhamdulillah makasih yah ma" ucap Azalea.
"iya sayang, sama-sama... yasudah mama pamit ke butiq dulu yah" pamit bu Raisa kepada Azalea.
"iya ma, hati-hati di jalan yah" ucap Azalea.
"iya sayang" ucap bu Raisa seraya tersenyum kepada Azalea.
Setelah bu Raisa pergi, Azalea sibuk membaca buku resep makanan, ia harus memilih-milih memang menu apa yang akan ia masak untuk makan malam nya bersama mertua dan suaminya sebentar malam.
"semoga sebentar mas Kana mau makan malam bersama" gumamnya.
......................
Di kediaman Rayhan...
Rayhan tengah sibuk untuk mencari tahu wanita yang dulu tidak sengaja ia temui itu. Ia sudah sangat tidak sabar untuk segera bertemu dan meminang nya untuk menjadi istrinya. Setiap sholad nya ia selalu menyelipkan do'a untuk wanita itu, berharap mereka memang berjodoh dan segera di pertemukan.
__ADS_1
"sayang, bagaimana dengan wanita itu? apakah kamu sudah mendapatkan jejaknya?" tanya bu Rahma.
"belum ma, tapi Ray nggak akan menyerah" ucap Rayhan.
"bagaimana jika wanita itu sudah menikah sayang? kamu nggak akan sakit hati?" tanya bu Rahma lagi.
"yah berarti bukan jodoh ku ma, insyaallah Ray ikhlas kok ma" jawab Rayhan, namun di dalam hati nya merasa sakit.
"alhamdulillah kalau begitu sayang, anak mama memang yang terbaik" ucap bu Rahma seraya mengelus kepala anaknya itu.
"makasih ma, yasudah Ray pergi dulu yah ma, ada urusan" ucap Rayhan sambil meraih tangan bu Rahma dan mencium nya.
"iya sayang hati-hati di jalan yah" ucap bu Rahma.
"iya ma, assalamu'alaikum" ucap Rayhan.
"wa'alaikumsalam sayang" jawab bu Rahma.
......................
Di Kantor Arkana selalu saja tidak fokus, ia terus memikirkan perkataan mamanya mengenai Lani dan Azalea, kenapa orang tua nya menolak Lani menjadi menantu nya, dan menjodohkan nya dengan Azalea? Ia tahu selama ini ia berhubungan dengan Lani, Lani selalu meminta uang pada nya, meminta di belikan barang-barang mahal, namun yang ada di pikiran nya ialah Lani seperti itu karena memang menganggap nya adalah kekasih nya, di samping itu Lani memang membutuhkan kasih sayang, karena dilihat dari hidup nya yang seorang anak broken home, dan berjuang sendiri untuk hidupnya. Arkana tahu kehidupan Lani lumayan keras, makanya sedari awal ia bersama Lani, ia berjanji akan terus membahagiakan nya.
"arghh, apa memang aku harus mencari tahu nya sendiri?" gumamnya pelan.
"halo ma" ucap Arkana ketika telepon itu sudah tersambung.
"halo, Assalamualaikum Kana" ucap Bu Raisa.
"iya ma, wa'alaikumsalam" jawab Arkana.
"per biasakan diri mu mengucapkan salam Kana, kamu kayak orang yang nggak mengerti agama aja" tegur bu Raisa kepada Arkana.
"iya ma, maaf" ucap Arkana meminta maaf.
"mama menelepon kamu untuk mengatakan, kalau hari ini kamu pulang lebih cepat dan jangan makan diluar, karena Aza mengadakan makan bersama di apartemen kalian, kasian isterimu itu sendirian terus" ucap bu Raisa menyampaikan maksud nya menelpon Arkana.
"hem iya ma" jawab Arkana.
"jangan hem hem aja, sekarang sudah jam 2 siang, selesai Adzan Ashar nanti pulang yah" ucap bu Raisa lagi.
__ADS_1
"loh ma kenpa cepat sekali, biasanya Kana pulang setengah 5 sore, masih banyak kerjaan di kantor ma" ucap Arkana menolak permintaan bu Raisa untuk pulang lebih awal.
"kamu yah, kalau untuk wanita itu selalu aja ada waktu mu, giliran sama istrimu banyak alasan, mama nggak mau tahu, pokoknya kamu pulang selesai Adzan Ashar, titik!" ucap bu Raisa mempertegas ucapan nya.
"hem iya ma" jawab Arkana pasrah.
"yasudah, mama tutup teleponnya, Assalamualaikum" ucap bu Raisa.
"wa'alaikumsalam" jawab Arkana dan panggilan telepon pun berakhir.
"arghh mama apa-apaan sih pake disuruh pulang cepat segala, mana kerjaan menumpuk" gumam Arkana sedikit frustasi.
Tidak lama kemudian handphone Arkana berdering lagi, ada panggilan dari temannya yang bernama Arif. Arkana pun mengangkat telepon dari temannya itu.
"halo Rif, ada apa?" tanya Arkana.
"loe sibuk nggak Kan sebentar?" tanya Arif kepa Arkana.
"emang nya ada apa sih?" tanya Arkana balik.
"dasar kamu Kan, ditanya malah tanya balik" ucap Arif.
"hahaha, ada apaan sih sebentar?" tanya Arkana.
"loe lupa yah? hari ini ulang tahunnya si Rian, kita mau adain party kecil-kecilan di apartemen nya" ucap Arif memberitahu.
"astagaa iya yah, aduh gimana ni Rif gue nggak bisa, sudah ada janjian sama bokap dan nyokap nih untuk makan bersama" ucap Arkana menolak ajakan Arif.
"hallah loe bo'ong kan, pasti janjian makan malamnya bukan sama bokap dan nyokap loe, tapi sama Lani kekasih loe itu, hemm Kana Kana Kana, sampai kapan sih loe mau bertahan sama Lani di saat sekarang yang status loe udah jadi suami sah nya orang" ucap Arif.
"hemm, gue nggak bo'ong Rif, beneran gue ada janji makan bersama nyokap dan bokap gue di apartemen, dan itu atas permintaan si Azalea" ucap Arkana membenarkan perkataan nya.
"yaudah kalau memang yang loe ucapin benar, kita nggak akan maksa, malahan kita senang, semoga dengan cara itu loe bisa nerima istri loe" ucap Arif mempercayai ucapan Arkana.
"iya makasih yah Rif, gue titip salam aja deh sama Rian dan yang lain" ucap Arkana lagi.
"iya Kan, usahakan cepat-cepat yah jatuh Cinta sama istri kamu yang cantik itu, kalau nggak kita-kita yang lain siap menikung, hahaha" ucap Arif menggoda Arkana dan di akhiri dengan gelak tawa khas nya.
"hahaha si*lan loe semua" ucap Arkana sambil tertawa.
__ADS_1
HAY READERS KESAYANGAN. AUTHOR UP LAGI NIH. JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU YAH, LIKE, KOMEN, FAVORIT, HADIAH, VOTE, DAN YANG LAINNYA PUN JANGAN DILUPAKAN. ANGGAP HAL ITU SEBAGAI CARA KALIAN MENGHARGAI KARYA AUTHOR.
LOVE.