Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Alhamdulillah Hamil


__ADS_3

SETELAH cukup lama berpelukan dengan sang mama, Arkana akhirnya tersadar bahwa ia tidak melihat istri tercintanya ada di sekitaran mereka, ia pun langsung melepas pelukan bu Raisa.


"ma, istri Kana mana?" tanya Arkana dengan wajah yang bingung.


"Aza lagi menunggu kamu di kamar sayang, pergi cepat temui dia, dia lagi kurang sehat" jawab bu Raisa.


Arkana pun mengangguk dan langsung berlari pelan menuju tangga rumah nya untuk pergi ke kamarnya, ia sangat khawatir dengan keadaan istrinya itu, ia ingat betul bahwa beberapa hari yang lalu ketika ia melakukan video call ia melihat wajah istrinya sedikit pucat, perasaan nya pun menjadi tidak enak, setelah sampai di depan pintu kamar mereka, tanpa mengetuk atau mengucapkan salam Arkana langsung membuka pintu kamar tersebut, Azalea yang sedang duduk setengah berbaring di dalam kamar itu pun kaget dengan kelakuan suaminya itu.


"sayang, istriku, kenapa? ada apa? apa yang sakit?" tanya Arkana secara beruntun dan tiba-tiba itu, seraya langsung memeluk istri tercintanya.


Azalea yang mendengar semua pertanyaan beruntun dari suaminya itu hanya tersenyum dan membalas pelukannya. Setelah lama berpelukan melepas rindu, Arkana langsung mengajak istrinya untuk ke dokter.


"sekarang kita ke dokter yah sayang" ajak Arkana dan di balas anggukan oleh Azalea.


Arkana pun langsung menggendong istrinya keluar dari kamar mereka da menuruni anak tangga rumah kediaman Herlambang menuju mobilnya yang ada di parkiran, tidak lupa juga bu Raisa ikut dengan mereka, ia juga sangat mengkhawatirkan keadaan menantunya itu. Setelah mereka semua berada di dalam mobil, Arkana pun langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju klinik dokter kepercayaan keluarga mereka.


Setelah sampainya mereka di klinik tersebut, tidak menunggu waktu lama, Azalea langsung di periksa oleh dokter yang bernama Ayu, dokter kepercayaan keluarga Herlambang. Dari awal dokter Ayu melihat Azalea ia sudah tersenyum hangat, seolah-olah pasien nya kali ini bukan lah pasien karena sakit berbahaya atau yang lainnya.


"rupanya sebentar lagi keluarga Herlambang akan memiliki anggota keluarga baru" gumamnya dalam hati seraya tersenyum ke arah Azalea dan Arkana.


Setelah dokter Ayu memeriksa keadaan azalea ia langsung tersenyum kegirangan.


"sepertinya bukan satu anggota keluarga yang bertambah, tapi dua" batinnya.


Arkana yang melihat ekspresi dokternya itu pun mengernyit bingung.

__ADS_1


"ada apa dok? kenapa senyum? istri saya kenapa?" tanya Arkana bingung.


"seharusnya Pak Arkana, kalau melihat ekspresi ku seperti ini berarti istri kamu tidak apa-apa" jawab dokter Ayu yang masih menyembunyikan kebenaran mengenai kondisi Azalea.


"kalau memang tidak apa-apa, lalu kenapa kondisi istri saya seperti ini dok?" tanya Arkana lagi, ia masih bingung dengan apa yang di katakan oleh dokter Ayu.


Setelah mendapati pertanyaan seperti itu dari Arkana, dokter Ayu langsung tersenyum kemudian menarik napasnya dalam-dalam sebelum mengatakan penyebab dari Azalea yang sering pusing, lemas dan pucat.


"istri Pak Arkana Hamil" jawab dokter Ayu secara singkat dan jelas.


Arkana yang mendengar jawaban dari dokter Ayu itu pun seketika membantu, lama terdiam akhirnya ia langsung bersujud syukur kepada Allah, selesai melakukan sujud syukur ia langsung memeluk istrinya dengan erat dan menangis haru.


"sayang, terimakasih" ucapnya sembari mengelus perut Azalea yang masih rata dan mengecup pipi kiri kanannya serta keningnya.


Azalea pun sangat bahagia, akhirnya Allah mengabulkan setiap do'a nya.


Setelah ritual peluk berpelukan serta menangis terharu mulai reda, dokter Ayu kembali memberitahu sesuatu hal yang dapat menambah kebahagiaan pasangan suami istri itu.


"kemungkinan bayi di dalam kandungan nyonya Azalea kembar" ucap dokter Ayu memberitahu.


Lagi-lagi Arkana bersujud syukur atas karunia yang Allah berikan di dalam rumah tangganya ini, ia kembali memeluk Azalea dan menciumi semua wajah Azalea tanpa terkecuali.


"jangan senang dulu Pak Arkana" ucap dokter Ayu menghentikan aktivitas romantis Arkana kepada istri nya.


"ada apa dok? apa yang terjadi?" tanya Arkana sedikit khawatir.

__ADS_1


"kandungan nya sedikit lemah, dan kamu punya PR untuk ini" ucap dokter Ayu.


"apa itu dok? aku akan melakukan apa saja yang terbaik untuk istriku dan calon anak-anak ku" jawab Arkana.


"karena kandungan nyonya Azalea sedikit lemah, dia tidak boleh stress, tidak boleh capek, dan harus makan makanan yang bergizi yang memang cocok untuk ibu hamil, setiap bulan kalian wajib mengecek kondisi kehamilannya, ingat pak Arkana, istri anda tidak boleh stress karena itu sangat rentan terhadap pertumbuhan janin yang ada di perutnya, apalagi istrimu mengandung bukan cuma satu janin saja tetapi terdapat dua janin, jadi kamu harus bisa menjadi seorang suami yang selalu siaga" ucap dokter ayu menjelaskan panjang lebar kepada Arkana.


Arkana pun mendengar semua ucapan dokter Ayu dengan seksama tanpa memotong pembicaraan nya sedikitpun, sedangkan bu Raisa yang sedari tadi menunggu di luar ruangan pun mulai gelisah.


"kenapa mereka begitu lama di dalam? bagaimana keadaannya menantuku? apakah dia baik-baik saja?" gumamnya dengan banyak pertanyaan di kepalanya.


Karena terlalu lama menunggu ia memutuskan untuk masuk ke dalam ruangan dimana menantu nya sedang di periksa oleh dokter kepercayaan keluarganya, ia betul-betul sudah sangat tidak sabar ingin segera mengetahui apa yang sedang terjadi pada kesehatan tubuh menantu satu-satunya itu, ketika ia hendak membuka pintu ruangan itu, tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya dan muncullah dua sosok orang yang sedari tadi ia tunggu dengan perasaan cemas bercampur khawatir.


"Aza sayang, apa kamu baik-baik saja nak?" tanya bu Raisa khawatir.


"alhamdulillah ma, Aza baik-baik saja" ucap Azalea sembari tersenyum kepada mama mertua nya itu.


"alhamdulillah sayang, terus mengenai kondisi kamu yang akhir-akhir ini melemah, apakah tidak ada penyakit yang serius?" tanya bu Raisa lagi masih dengan perasaan penasaran serta cemasnya.


"alhamdulillah ma, Aza nggak kenapa-napa, tapi Aza sama mas Kana punya surprise untuk mama dan papa sebentar dirumah, betulkan mas?" ucap Azalea membuat penasaran mertuanya.


"apa itu nak?" tanya bu Raisa penasaran.


"surprise ma, dan belum saatnya mama tau sekarang, sebentar aja dirumah kalau ada papa, sekarang kita pulang dulu kerumah, karena Aza harus banyak-banyak istirahat dan nggak boleh capek" ucap Arkana.


Bu Raisa pun mengangguk mengerti, dan akhirnya mereka pun pulang ke rumah kediaman keluarga besar Herlambang.

__ADS_1


Pukul 19:45, setelah selesai melaksanakan sholad isya berjamaah, Arkana dan Azalea memutuskan untuk memberitahu yang sebenarnya mengenai kondisi Azalea kepada pak Herlambang dan bu Raisa.


"ma, pa, jangan beranjak dulu dari musholla ini, ada yang mau Kana sama Aza perlihatkan untuk mama dan papa" ucap Arkana menghentikan pak Herlambang yang sudah bersiap untuk keluar dari ruangan musholla keluarga itu.


__ADS_2