Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Rencana Bulan Madu


__ADS_3

HARI ini keluarga Azalea akan pulang ke kampung halaman, Azalea pun mengantar ayah, ibu serta adiknya hingga ke depan gerbang rumah kediaman Pak Herlambang, begitu juga dengan Arkana, Pak Herlambang dan Bu Raisa.


Pak Azwar, bu Wina dan Azam pulang ke kampung di antar oleh Pak Iwan sopir pribadi keluarga Pak Herlambang.


"Bapak, Ibu, dek Azam hati-hati di jalan yah, Aza pasti akan sangat merindukan kalian" ucap Azalea dengan nada yang sedih.


"hemm sayang, udah punya suami loh, jangan kayak anak kecil gitu, malu diliatin suami" goda bu Wina kepada anak perempuan nya itu supaya tidak sedih.


Azalea yang mendengar ibunya itu menggodanya pun hanya mengerucut kan bibirnya, sementara orang-orang yang ada disitu hanya tertawa gemas melihat tingkah Azalea itu, terkecuali Arkana yang memaksakan diri untuk tersenyum.


"kalau Aza rindu sama Bapak dan Ibu di kampung kan bisa ajak Kana jalan-jalan kesana" ucap Bu Raisa.


"iyah sayang, mama mertua kamu benar, kalau rindu dan ingin pulang untuk sekedar berkunjung melihat kami yah nanti ajak suamimu kalau lagi nggak sibuk di kantor untuk sama-sama datang ke kampung" ucap Bu Wina menambahkan.


Azalea mengangguk mengerti.


"yasudah, kami berangkat sekarang" ucap Pak Azwar pamit kepada mereka semua yang ada disitu.


"iya Pak, Bu, Hati-hati di jalan" ucap Arkana sambil menyalami tangan kedua mertuanya itu.


"zam, jaga bapak dan ibu yah" ucap Arkana lagi ketika Azam menyalami tangannya.


"iya, siap kak" jawab Azam bersemangat. Semua orang tersenyum melihat tingkah Azam.


Begitu pun dengan Azalea, ia menyalami tangan kedua orang tua nya beserta adiknya itu.


Mereka semua pun saling bersalaman, setelah itu Pak Azwar, Bu Wina dan Azam masuk ke dalam mobil, dan Pak Iwan mulai melajukan mobilnya. Setelah mobil yang mengantar ke dua orangtua nya beserta adiknya itu menjauh dari pandangan matanya baru lah Azalea kembali masuk ke dalam rumah bersama dengan kedua mertuanya dan juga Arkana.


"Kana, kapan mau balik ke apartemen?" tanya Bu Raisa kepada Arkana.


"sebentar sore ajah Ma, kalau kana sudah pulang dari kantor" jawab Arkana.


"hemm, kapan kamu ambil cuti untuk berbulan madu bersama Azalea? jangan terlalu sibuk kana, kasihan istri mu itu" ucap Bu Raisa.


Arkana yang mendengar bahwa mamanya itu membahas mengenai bulan madu itu pun merasa tidak suka.


"apa-apaan sih mama, bahas bulan madu segala" batin nya dalam hati.


"Kana, kenapa diam? mama tanya sama kamu kapan kamu ambil cuti untuk berbulan madu bersama istrimu?" tanya Bu Raisa lagi.

__ADS_1


"owh bulan madu Ma, iya nanti Ma, lagi belum ada yang bisa handel kerjaan di kantor Ma" jawab Arkana beralasan.


"ya sudah, kalau sudah ada waktu mu , ajaklah istrimu berbulan madu, gak apa-apa kalau bulan madunya ke luar negeri" ucap Bu Raisa.


Arkana kaget mendengar mamanya menyarankan nya untuk berbulan madu ke luar negeri. Berbulan madu ke luar negeri adalah impian nya bersama Lani, dia tidak akan melakukan itu, menikah dengan perempuan lain saja sudah membuat nya terluka, apalagi dia harus mengajak Azalea untuk berbulan madu di luar negeri, sungguh tidak akan pernah ia lakukan.


Arkana pun masuk ke kamar nya tanpa mengatakan hal apapun lagi. Di dalam kamar ia melihat Azalea sedang sibuk merapikan kamar.


"kamu keluar, aku mau mandi, mau ke kantor" ucap Arkana menyuruh Azalea keluar dari kamar itu.


"Mas Kana mau ngantor? Mas mau pake baju yang mana, nanti Aza siapin" ucap Azalea yang ingin membantu suami nya itu.


"nggak usah, Bik Ina sudah menyiapkan nya, sekarang kamu keluar, muka mu terlalu membosankan untuk terus di lihat" ucap Arkana, kembali mengusir Azalea.


"baik Mas, Aza keluar" ucap Azalea dan langsung berbalik untuk keluar dari kamar itu.


"ehh tunggu dulu" ucap Arkana menghentikan Azalea.


"ada apa Mas?" Azalea berhenti dan berbalik menghadap Arkana.


"sebentar sore kita akan kembali ke apartemen, persiapkan semua barang-barang yang mau di bawa pulang ke apartemen" ucap Arkana.


"baik Mas" jawab Azalea sambil berlalu pergi dari dalam kamar itu.


"Nak Aza mau makan apa? nanti bibi siapin dan bawa kesini" ucap Bik Ina menawarkan makanan pada Azalea.


"hemm Bibik, nanti Aza bikin sendiri" jawab Azalea sambil tersenyum ke arah Bik Ina.


"nggak apa-apa nak, bibik siapin yah, mau apa?" tawar Bik Ina lagi.


"hem yaudah deh Bik, Aza mau teh aja, biskuitnya sudah ada disini" jawab Azalea dengan memasang senyum tulusnya.


"baik, tunggu yah geulis" ucap bik Ina dan langsung pergi ke dapur menyiapkan teh untuk majikan muda nya itu.


Selang beberapa menit, bik Ina datang membawa teh untuk Azalea.


"ini teh nya nak" ucap bik Ina.


"iya bik, terimakasih yah" ucap Azalea.

__ADS_1


"sama-sama geulis" jawab bik Ina sambil tersenyum pada Azalea.


"Bik, Mama sama Papa kemana?" tanya Azalea mengenai mertuanya karena setelah dari mengantar orangtua nya, Azalea sudah tidak melihat mereka.


"owh Ibu sudah berangkat ke butiq di antar sama bapak tadi, sekalian kayak nya bapak ke kantor pusat juga" jawab bik Ina.


"ohh gitu yah" jawab Azalea sambil mengangguk mengerti.


"yasudah, bibik kembali ke dapur dulu yah nak" pamit Bik Ina kepada Azalea.


"iya bik" jawab Azalea.


Bik Ina pun tersenyum, dan pergi ke dapur.


Sedangkan di posisi Arkana, ia tengah sibuk mencari kunci mobilnya yang ia lupa habis simpan dimana.


"bik, bik Ina" panggil Arkana pada bik Ina.


"iya den, ada apa" saut bik Ina sambil berjalan ke arah Arkana.


"bibik lihat kunci mobil ku? tanya Arkana kepada bik Ina.


"bibik nggak tahu den, tapi bibik bantu cari yah" jawab bik Ina sembari menawarkan diri untuk membantu.


"iya" jawab Arkana singkat.


Azalea yang mendengar suara Arkana dan bik Ina itupun langsung mematikan TV dan pergi kearah mereka.


"ada apa mas?" tanya Azalea kepada Arkana.


"..." Arkana hanya diam, tidak menjawab pertanyaan Azalea.


"den Kana lupa dimana terakhir kalinya dia menyimpan kunci mobilnya" jawab bik Ina mewakili.


"owh gitu yah bik, yaudah Aza bantu cari yah" tawar Azalea dan hanya di balas anggukan oleh bik Ina, sedang kan Arkana hanya memasang muka dinginnya.


Setelah hampir 7 menit mencari akhirnya Arkana sendiri yang menemukan kunci mobilnya, yang ternyata masi ada bergantung di mobil, ia baru ingat kalau sepulangnya dari hotel itu, ia sangat merasa capek dan langsung keluar dari mobil dengan buru-buru hingga lupa untuk mengambil kunci mobilnya terlebih dahulu.


HAY READERS...

__ADS_1


JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR YAH. DAN DUKUNG KARYA AUTHOR TERUS. LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN SHARE JUGA YAH KE READERS YANG BELUM MAMPIR KE NOVEL INI.


LOVE.


__ADS_2