Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Lupakan Isteriku


__ADS_3

ARKANA yang mendengar ucapan istrinya pun merasa sangat terpukau dengan jawaban yang diberikan oleh istrinya itu.


"masyaallah dia begitu mempercayai ku ya allah, semoga di masa depan aku tidak akan merusak kepercayaan nya" batin Arkana dalam hati.


"hemm, mas mau ketemu sahabat mas, Rayhan namanya" jawab Arkana jujur kepada Azalea, ia tidak ingin menyembunyikan apapun dari istrinya tersebut, ia takut akan membuat nya kecewa meskipun hanya kebohongan kecil yang akan ia lakukan, sebisa nya akan ia hindari yang namanya kebohongan demi keutuhan dan kebahagiaan keluarga kecilnya.


"owh yang malam itu kita makan malam bersama di restoran kan? yang pernah Aza bertemu sekali di jalan waktu itu, yaudah... mas pergilah, hati-hati di jalan yah, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya" ucap Azalea yang mengingat tentang Rayhan dan memperingati suaminya untuk berhati-hati dalam mengendarai mobil.


"iya sayang, mas pergi dulu yah" ucapnya sembari mengecup puncak kepala Azalea.


Azalea hanya membalas dengan senyuman dan menyalami tangan suaminya.


Arkana pun pergi untuk menemui Rayhan, mereka bertemu di warung kopi favorit mereka berdua, setibanya Arkana di warung kopi tersebut, ia melihat Rayhan yang sudah berada duluan disitu sambil menunggunya tiba, Rayhan memainkan ponselnya untuk menghilangkan kejenuhan.


"hey Ray, loe udah lama yah menunggu?" ucap Arkana menyapa Rayhan.


"hey Kan, nggak kok, baru 10 menitan" jawabnya sembari tersenyum memamerkan gigi putih dan rapi nya.


"hehehe sorry bro, maklum harus izin sama istri dulu" ucap Arkana memberi alasan kepada Rayhan.


Air muka Rayhan tiba-tiba berubah sendu ketika mendengar Arkana mengucapkan kata 'istri', ia tahu yang Arkana maksud adalah istrinya Azalea, wanita yang sangat ia cintai. Sedangkan Arkana yang menyadari perubahan ekspresi Rayhan pun segera menegurnya.

__ADS_1


"Ray, loe nggak apa-apa kan?" tanya Arkana pada Rayhan.


"eh Kan, nggak kok, nggak apa-apa" jawabnya sambil memamerkan senyum yang lebar kepada Arkana.


Arkana pun hanya mengangguk, dan mengambil posisi duduk nya. Karena Rayhan sudah duluan memesan minuman beserta cemilan nya, sekarang giliran Arkana yang memesan minuman nya. Seorang pelayan laki-laki pun datang menemui Arkana dengan membawa daftar menu minuman dan makanan yang tersedia di warkop tersebut, Arkana pun memesan minuman cappucino hot, ia lagi tidak ingin mengemil jadi tidak memesan makanan yang ada di menu makanan tersebut.


Sambil menunggu pesanan nya datang, Arkana mengajak Rayhan mengobrol sekedar basa-basi sebelum masuk ke pembahasan inti. Selang beberapa menit kemudian, pelayan datang membawa kan pesanan minuman Arkana. Arkana pun langsung meminum minuman nya seteguk, dan mulai membicarakan masalah mengapa ia mengajak Rayhan bertemu di warkop ini.


"Ray... " panggil Arkana kepada Rayhan.


"hem... " jawab Rayhan hanya berupa deheman.


"Ray... sebelumnya gue minta maaf sama loe" ucap Arkana membuka pembicaraan inti mereka.


"ada apa Kan? ada masalah yang serius?" tanya Arkana berpura-pura tidak tahu dan tidak mengerti.


"gue tahu Ray, loe tahu apa maksut gua ngundang loe ke warkop ini, wanita yang loe cintai, yang loe cari-cari selama ini, yang loe ingin sekali dia menjadi istri loe itu adalah Azalea istri gue kan?" ucap Arkana langsung pada intinya.


Rayhan seketika terdiam dan menunduk dalam waktu yang lama, cepat atau lambat Arkana memang akan tahu hal ini, ia bingung harus mengikuti ego karena cintanya terhadap Azalea istri dari sahabatnya sendiri, atau memilih persahabatan bak saudara nya dengan Arkana. Ia tidak bisa membohongi perasaan nya sendiri, ia betul-betul mencintai Azalea istri dari sahabat nya itu. Tiba-tiba bulir-bulir air keluar dari mata nya.


"gue minta maaf Kan sama loe, gue nggak mau munafik, gue betul-betul mencintai Azalea, dia wanita yang mampu mengetuk hati gue untuk jatuh cinta" ucap Rayhan sembari mengangkat kepalanya dan memperlihatkan air mata ketulusan cinta nya untuk Azalea.

__ADS_1


Arkana yang melihat hal itu pun langsung terdiam, seumur hidupnya menjalin persahabatan dengan Rayhan, ia tidak pernah melihat Rayhan menangis sebesar apapun masalah yang sedang ia hadapi, tapi sekarang yang ia lihat adalah berbeda, Rayhan menangis hanya karena Azalea istrinya, Arkana betul-betul merasakan sesak di dadanya teramat besar, cinta Rayhan untuk istrinya betul-betul besar dan tulus.


"Ray... gue mohon, jangan pernah loe berniat untuk merebut Azalea dari genggaman gue, dia istri gue, istri sah secara agama dan negara, gue sangat mencintai nya Ray, dan gue nggak mau kehilangan dia, gue mohon loe lupain Aza, loe hilangin rasa cinta loe buat dia, gue yakin loe akan dapat perempuan yang lebih dari Aza, selama ini loe percayakan mengenai takdir Allah, dan kali ini loe juga harus percaya bahwa takdir loe emang bukan untuk bersama Aza, gua takdirnya Aza Ray" ucap Arkana kepada Rayhan, ia sangat berharap sahabatnya itu bisa melupakan rasa cintanya terhadap Azalea istrinya. Ia tidak ingin merusak persahabatan nya bersama Rayhan yang sudah bertahun-tahun lamanya di bangun.


Rayhan hanya diam menunduk mendengar ucapan Arkana, ia tidak tahu antara merelakan atau mengikuti perasaan nya. Ia memang selalu percaya akan takdir Allah, tapi mengapa kali ini takdirnya begitu menyakitkan? Azalea adalah wanita pertama yang ia cintai selain mamanya, dia wanita yang berhasil mengetuk pintu hatinya, namun kenapa takdirnya seperti ini? ini sangat berat untuk dilaluinya.


Sedangkan Arkana yang melihat Rayhan hanya diam tanpa merespon ucapan nya pun sedikit merasa bersalah.


"gue nggak tahu Ray, kalau ternyata selama ini wanita yang loe kagumi, yang loe inginkan sekali jadi istri loe adalah Azalea istri gue sendiri, gue mohon sama loe Ray, tolong loe hilangkan, loe lupain perasaan loe untuk istri gue, gue ingin hidup bahagia bersamanya Ray, gue mohon, demi persahabatan bak saudara kita ini tetap bertahan, loe harus lupain Azalea" ucap Arkana lagi.


Rayhan yang sedari tadi hanya menunduk pun mulai mengangkat kepalanya dan menatap Arkana.


"iya, gue akan usahain Kan untuk melupakan Aza, tapi loe harus janji sama gue, loe nggak akan pernah nyakitin perasaan nya, berani loe lakuin itu Kan, gue akan maju paling depan untuk mengambil dia dari hidup loe" ucap Rayhan memperingati Arkana.


Arkana yang mendengar ucapan Rayhan itu pun sedikit merasa lega, namun muncul juga rasa takut di dalam hatinya, ia takut suatu saat nanti tanpa sengaja ia melukai hati istrinya dan Rayhan akan mengambil kesempatan itu untuk merebut Azalea dari dirinya.


HAY HAY, AUTHOR UP LAGI NIH. JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR BAGI YANG BELUM FOLLOW YAH.


LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE, GIFT DAN HADIAH-HADIAH APAPUN ITU JANGAN DILUPA YAH.


LOVE.

__ADS_1


__ADS_2