
SETELAH mengakhiri telepon nya bersama Arif, Arkana melanjutkan pekerjaan nya yang sedikit tertunda akibat pikiran nya yang sedang tidak fokus dan telepon dari dua orang tersebut.
Ketika sedang asyik mengerjakan pekerjaan kantornya, Adzan sholad Ashar pun ber kumandang. Ia pun menghentikan pekerjaan nya dan bergegas untuk pulang ke apartemen, kali ini ia tidak ingin di marahi lagi oleh mama nya.
Dalam perjalan menuju apartemen Arkana terus memikirkan ucapan mamanya mengenai sifat asli Lani, entah kenapa dia pun mulai ragu terhadap Lani, selain itu teman-teman nya memang tidak ada yang menyukai wanita itu sedari dulu bahkan sebelum ia menikah dengan Azalea, hanya mereka tidak memberitahu kepada nya, nanti setelah ia menikah bersama Azalea barulah mereka memberitahu yang sebenarnya bahwa selama ini memang mereka tidak menyukai Lani karena sifatnya yang arogan dan terkesan matre.
"sepertinya aku harus mencaritahu nya sendiri" gumamnya pada diri sendiri.
Setelah menempuh waktu kurang lebih 15 menit perjalanan, Arkana pun sampai ke apartemen. Sedangkan Azalea yang baru mau bergegas untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholad ashar pun mendengar suara mobil dari luar apartemen, ia memutuskan untuk melihat siapa yang datang terlebih dahulu baru lah ia melaksanakan sholad, takutnya ketika ia sedang sholad, ada yang mengtuk pintu, akhirnya sholad nya pun menjadi tidak khusyuk.
"mas Kana, tumben pulang nya cepat, lagi nggak banyak kerjaan yah di kantor?" ucap Azalea sedikit kaget melihat Arkana yang hari ini pulangnya lebih awal.
"kenapa emang?" tanya Arkana balik dengan nada bicara yang dingin.
"nggak kenapa-napa mas, Aza cuman kaget ajah, tapi alhamdulillah mas Kana pulang cepat hari ini" jawab Azalea.
"hem" respon Arkana hanya dengan deheman.
"mas Kana sudah sholad Ashar? kalau belum kita sholad bareng yuk" ajak Azalea kepada Arkana untuk melaksanakan sholad Ashar bersama-sama.
"nggak usah, saya sholad sendiri" jawab Arkana dengan nada yang ketus.
"ohh iya mas nggak apa-apa, yang penting mas Kana sholad" ucap Azalea.
"hem" jawab Arkana.
"yasudah kalau begitu mas, Aza ke kamar untuk sholad Ashar dulu yah, mas juga pergilah bersihkan diri terlebih dahulu dan laksanakan sholad Ashar" ucap Azalea sembari pamit ke kamarnya untuk melaksanakan sholad.
Tanpa merespon ucapan Azalea, Arkana berjalan menuju kamarnya, sedangkan Azalea pun begitu, ia masuk ke kamarnya dan berwudhu, setelah itu melaksanakan sholad Ashar sendirian di kamarnya.
......................
Waktu sudah menunjukkan pukul setengah 5 sore, Azalea bergegas ke dapur untuk mulai memasak untuk makan malam bersama mertua dan suaminya.
__ADS_1
Ia memasak banyak menu makanan sore ini, ada cumi-cumi goreng krispi, kepiting saus merah, dan sup seafood kuah bening serta beberapa olahan ikan. Keluarga Herlambang lebih menyukai makanan dari olahan seafood ketimbang olahan daging-daging seperti sapi, ayam dan lain sebagainya.
Ketika ia tengah sibuk memasak, Pak Herlambang dan Bu Raisa sudah sampai di apartemen mereka. Azalea pun menyambut kedua mertuanya itu dan mengantar mereka ke ruang keluarga.
"Aza bikinin teh yah?" ucap Azalea menawarkan teh kepada kedua mertuanya.
"boleh juga nak" ucap Pak Herlambang.
"kalau begitu Aza tinggal ke dapur yah" ucap Azalea pamit.
"iya sayang, tapi mana suami kamu?" tanya Bu Raisa.
"sepertinya ada di kamar bu, Aza panggilin yah" ucap Azalea.
"iyah sayang" jawab Bu Raisa.
Azalea pun terlebih dahulu menuju kebkamar Arkana untuk memanggil nya.
Karena tidak mendengar jawaban dari dalam kamar tersebut, Azalea pun kembali mengetuk pintu kamar Arkana.
"mas, mama sama papa sudah datang, mas keluar yuk untuk duduk bersama mereka" ucap Azalea lagi.
Mendengar ucapan Azalea kalau papa sama mama nya sudah ada, Arkana pun membukakan pintu kamarnya, tanpa merespon Azalea, ia langsung berjalan menuju tempat dimana orangtua nya berada, sedangkan Azalea ia sedikit kecewa dengan tingkah suaminya itu.
"mas Kana benar-benar nggak menganggap aku ada" ucapnya sedih.
Ia pun langsung berjalan menuju dapur dan menyiapkan teh untuk kedua mertua dan suaminya. Tak lupa juga ia menyajikan cake yang tadi siang habis ia buat.
"ini pa, ma, Mas Kana, teh nya dan ini ada cake yang baru Aza bikin tadi siang" ucap Azalea sembari menyajikan teh dan cake di atas meja ruang keluarga tersebut.
"iya sayang/nak, makasih yah" ucap Pak Herlambang dan Bu Raisa bersamaan.
"sama-sama, Aza kembali ke dapur yah untuk menyiapkan makan malam" pamit Azalea untuk ke dapur.
__ADS_1
Azalea pun selesai memasak semua menu makan malam, ia langsung menyajikan menu makanan itu di atas meja makan.
"wow aroma makanan masakan menantu kita menggugah selera yah Pa" ucap bu Raisa kepada pa Herlambang.
"iya ma, seperti nya papa sudah tidak sabar untuk memakan makanan ini" ucap Pak Herlambang.
"huss papa, kita sholad magrib dulu, kurang lebih 5 menit lagi Adzan magrib" ucap Bu Raisa menghalangi suaminya untuk tidak makan sebelum melaksanakan sholad maghrib.
"hehehe iya ma, papa cuman bercanda" ucap Pak Herlambang sambil terkekeh pelan.
Azalea hanya tertawa kecil melihat tingkah kedua mertuanya, di dalam hatinya ia sangat bersyukur mendapatkan mertua sebaik mereka, tiba-tiba ia merindukan bapak, ibu serta adiknya di kampung. Sedangkan Arkana, ia menyaksikan tingkah kedua orang tua nya pun tersenyum kecut.
"papa dan mama begitu bahagia karena Azalea" batinnya dalam hati.
Adzan maghrib berkumandang, mereka pun bergegas untuk mengambil wudhu dan melaksanakan sholat maghrib berjamaah di apartemen itu, karena di apartemen itu tidak memiliki ruangan khusus untuk sholad, akhirnya mereka melaksanakan sholad maghrib berjamaah di ruang keluarga dengan Arkana sebagai Imam sholad nya.
Selesai melaksanakan sholad maghrib, dan merapikan alat sholad yang habis di gunakan, mereka langsung menuju ke meja makan untuk makan malam bersama.
Aroma makanan begitu menggoda, Pak Herlambang tidak henti-hentinya memuji masakan menantunya itu. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk makan dengan tenang dan diam. Selesai makan mereka kembali berbincang-bincang di meja makan.
"jadi Kana kapan kita akan menimang cucu?" tanya Pak Herlambang kepada Arkana.
Arkana yang mendengar pernyataan dari papanya itu pun sontak kaget, sedangkan Azalea langsung menunduk. Sementara Bu Raisa yang melihat ekspresi dari Arkana dan Azalea pun hanya tersenyum.
"hemm Ya Allah Pa, bagaimana kita mau menimang cucu? mereka tidur saja nggak sekamar" batin Bu Raisa dalam hati nya.
Pak Herlambang memang belum mengetahui yang sebenarnya mengenai Azalea dan Arkana yang tidur terpisah kamar, Bu Raisa sengaja tidak memberi tahu kepada suaminya itu, biarlah nanti ia akan tahu dengan sendirinya, seperti itulah yang ada dalam benak Bu Raisa.
HAY HAY, JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, KARENA AUTHOR ADA RENCANA UNTUK BIKIN NOVEL BARU, BIAR KALIAN NGGAK KETINGGALAN.
BERIKAN DUKUNGAN KEPADA KARYA AUTHOR DENGAN CARA LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE, HADIAH ATAU GIFT APAPUN ITU YAH.
LOVE.
__ADS_1