
SETELAH Azalea membukakan pintu, terdengar ucapan salam dari tamu tersebut.
"Assalamualaikum sayang" ucap tamu itu yang ternyata adalah Bu Raisa mertua Azalea.
"eh mama, wa'alaikumsalam, Aaa rindu ma" ucap Azalea sembari memeluk Bu Raisa.
"ehh, kok cengeng sih anak mama ini" ucap Bu Raisa menggoda Azalea sembari membalas pelukan dari Azalea.
"hehehe, ayo ma kita masuk ke dalam" ucap Azalea sembari melepaskan pelukannya dari tubuh Bu Raisa dan mengajak nya masuk ke dalam apartemen.
Bu Raisa dan Azalea pun masuk ke dalam apartemen itu.
"ayo ma kita sarapan barengan yuk, Aza belum sarapan nih" ucap Azalea mengajak Bu Raisa sarapan bersama.
"iya sayang, mama juga belum sarapan, sengaja sih karena mau kesini, rindu memakan sarapan buatan Aza" ucap Bu Raisa menggoda Azalea lagi.
"hehehe mama bisa aja" jawab Azalea sambil terkekeh kecil.
Mereka pun berjalan menuju ruang makan dalam apartemen itu, dan Bu Raisa melihat sarapan yang sama sekali belum tersentuh, terlebih sarapan yang sebenarnya untuk Arkana, Bu Raisa hafal betul, kalau susu Almond dan roti panggang selai nanas itu sarapan kesukaan nya Arkana dan Azalea membuat kan sarapan itu untuk Arkana, namun seperti nya Arkana sama sekali tidak menyentuh sarapan yang dibuat Azalea.
"tadi Aza bikin nasi goreng seafood ma sama menu andalan sarapan mas Kana tiap pagi, mama mau sarapan apa? kalau emang mama nggak makan yang di meja ini nanti Aza bikinin yang lain" ucap Azalea.
"nggak sayang, mama mau makan nasi goreng dan minum susu almond ini" ucap Bu Raisa.
"susu almond nya sudah dingin ma, Aza bikin yang baru yah" ucap Azalea lagi.
"yasudah kalau begitu sayang" ucap Bu Raisa mengiyakan.
Azalea pun langsung bergegas ke dapur membuat susu almond yag baru untuk mertuanya. Tidak lama kemudian Azalea kembali ke meja makan sembari membawa nampan berisi segelas susu almond, dan menaruh nya di depan Bu Raisa.
Mereka pun akhirnya sarapan berdua. Sambil sarapan Bu Raisa menanyakan mengenai Arkana.
"tadi Kana ke kantor sarapan nggak?" tanya Bu Raisa kepada Azalea.
__ADS_1
"nggak sempat Bu, Mas Kana tadi buru-buru, lagi banyak kerjaan di kantor kata nya, dan ingin sarapan di kantor saja" ucap Azalea membuat alasan.
"owh gitu yah sayang, yaudah setelah ini kita pergi belanja bulanan di supermarket yah" ucap Bu Raisa kepada Azalea.
Bu Raisa tahu, sepertinya Arkana tidak pernah makan di apartemen nya ini, dan pastinya Arkana tidak pernah memberikan Azalea uang untuk belanja bulanan, ia merasa bahwa Arkana belum menerima Azalea.
"iya ma" jawab Azalea sambil tersenyum ke arah Bu Raisa.
Bu Raisa pun membalas dengan senyuman. Mereka pun selesai sarapan, Azalea membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor sisa sarapan mereka, kemudian ia masuk ke kamarnya dan bersiap-siap untuk pergi ke supermarket.
Ketika Bu Raisa melihat Azalea masuk ke dalam kamar yang sebenarnya di peruntukan untuk tamu ketika datang di apartemen ini dahinya mengernyit bingung, namun Bu Raisa tidak ingin menanyakan apapun kepada Azalea. Ketika Azalea sedang bersiap-siap, Bu Raisa mengambil kesempatan untuk melihat-lihat di kamar utama, karena tidak mungkin untuk mereka lebih memilih tidur di kamar yang sebenarnya untuk tamu ketimbang kamar utama yang sudah di siapkan memang untuk mereka.
Setelah sampai di depan kamar utama, Bu Raisa membuka pintu kamar tersebut yang ternyata memang tidak di kunci, setelah kamar itu terbuka Bu Raisa melihat jelas bahwa yang tertata rapi di dalam kamar itu hanya lah barang-barang Arkana. Dugaan nya betul, Arkana menyuruh Azalea tidur di kamar lain.
Ini sungguh mengejutkan, Bu Raisa tidak tahu harus mengatakan apa.
"ya allah, sepertinya karena ku Azalea tersiksa" ucap Bu Raisa, tak terasa air matanya sedikit keluar membasahi pipinya yang sudah terdapat kerutan wajah.
Tidak lama kemudian Azalea keluar dari dalam kamarnya dan menuju ruang tamu ke tempat Bu Raisa berada.
"ma, Aza sudah siap" ucap Azalea sembari tersenyum.
"ayo sayang kita jalan, kebetulan Pak Iwan juga sudah sampai" ucap Bu Raisa sambil meraih tangan Azalea dan mereka pun keluar apartemen. Sebelum itu Azalea mengunci apartemen nya terlebih dahulu dan berjalan masuk ke dalam mobil yang sudah Pak Iwan parkir di depan apartemen itu.
Pak Iwan pun mulai menjalankan mobilnya menuju supermarket terdekat. Setelah 10 menit, akhirnya mereka sampe di sebuah supermarket. Bu Raisa dan Azalea pun masuk ke dalam supermarket dan membeli semua keperluan yang di butuhkan. Setelah membeli semua barang yang di butuhkan dan membayarnya pada kasir, mereka pun pulang kembali ke apartemen.
"aza sayang, mama langsung ke butiq yah" ucap bu Raisa pamit kepada Azalea untuk pergi ke butiq nya.
"hemm iyah ma" ucap Azalea.
"yasudah, mama pergi ya sayang" ucap bu Raisa dan di balas anggukan oleh Azalea seraya menyalami mencium tangan Bu Raisa.
Setelah Bu Raisa pergi ke butiq, Azalea mulai merapikan belanjaannya di dapur.
__ADS_1
......................
Di kantor Arkana, ia kedatangan seorang sahabatnya yang sudah lama di luar negeri.
"hey Rayhan" ucap Arkana yang langsung berdiri dari kursi kebesarannya dan memeluk Rayhan.
"Kana" ucap Rayhan sembari membalas pelukan dari Arkana.
Setelah itu mereka pun saling melepaskan pelukannya.
"kok loe nggak kabarin sih kalau mau balik ke sini?" tanya Arkana kepada Rayhan.
"hahaha gue sengaja, ini surprise pernikahan loe" jawab Rayhan sembari tertawa kecil.
Arkana hanya membalas dengan kekehan kecil.
"loe bersyukur Kan, udah nikah, makan ada yang siapin, tidur ada yang temenin" ucap Rayhan menggoda Arkana.
"hahaha, Ray... sebenarnya gue belum Cinta sama istri gue, dan gue memperlakukan nya seperti orang lain, gue tetap menganggap bahwa dia yang menjadi penghalang hubungan gue dengan Lani Ray, gue benci banget sama dia" ucap Arkana yang menceritakan mengenai masalah hubungan nya dengan Azalea.
Rayhan dan Arkana bersahabatan sangat dekat, bahkan orangtua Arkana sudah menganggap Rayhan seperti anaknya sendiri. Makanya Arkana tidak segan-segan menceritakan masalah pribadinya kepada Rayhan.
"Kana... kamu salah menganggap istri kamu penghalang jodohmu, hidup kita ini di kendalikan oleh Allah Kan, oleh takdir Allah, loe nggak akan bisa nikah sama istri loe yang sekarang kalau memang takdir loe bersama dia emang nggak berjodoh" ucap Rayhan menasehati Arkana.
Arkana hanya diam mendengar ucapan sahabatnya itu. Karena Rayhan melihat Arkana hanya diam, ia pun melanjutkan bicara nya.
"loe benci sama istri loe karena emang dalam hati loe menolak untuk jatuh Cinta sama dia, loe hanya menanamkan rasa benci itu, akhirnya yang ada hanya rasa benci loe padanya" ucap Rayhan lagi.
HAY HAY, JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU.
LIKE NYA, KOMEN NYA, HADIAH NYA, VOTE NYA, FAVORIT NYA DAN SHARE.
LOVE.
__ADS_1