
AZALEA dan Arkana pun melakukan pemasangan cincin kawin, azalea terlihat sangat deg-degan dengan pipi merah merona, ia tidak menyangka bahwa hari ini di usianya yang baru menginjak 22 tahun ia sudah menjadi seorang istri dari pria bersifat dingin dan cuek yang bernama Arkana Ahmad Herlambang. Azalea sadar mulai detik ini juga kehidupan nya akan berubah, entah bahagia atau sedih ia tidak bisa memastikannya, ia hanya berharap apa yang menjadi keputusan nya ini adalah semoga menjadi yang terbaik, dan ia berharap semoga apa yang ia lakukan selama perjalan hidupnya nanti kedepan Allah selalu meridhoi nya.
Tiba waktunya kedua mempelai melakukan sungkeman kepada kedua orang tua baik dari pihak Arkana maupun dari pihak Azalea. Azalea menangis terharu disaat berada dalam pelukan ibu nya, dan ibu nya menasehatinya banyak hal sebagai seorang istri nanti hal-hal apa saja yang ia harus lakukan agar rumah tangganya menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah dan warahmah, begitupun ketika Azalea sungkeman kepada Ayahnya Pak Azwar, Pak Azwar pun terharu, hari ini terlepas sudah tanggung jawabnya untuk anak perempuan nya ini, dia berharap semoga Arkana mampu menjaga anak gadis satu-satunya ini dengan baik dan tidak melukai nya suatu saat nanti. Pak Azwar memang belum tahu mengenai alasan perjodohan ini, Azalea dan Bu Wina sengaja merahasiakan nya, karena jika Pak Azwar tahu yang sebenarnya sudah di pastikan ia tidak akan mau merestui pernikahan ini.
Sedangkan di posisi Arkana ia sedang sungkeman dengan kedua orang tua nya, Pak Azwar menasehati anak laki-laki satu-satunya itu karena sekarang Arkana sudah sah menjadi seorang suami.
"ingat Kana, sekarang kamu sudah menjadi seorang suami, jadikan lah rumah tanggamu menjadi rumah tangga yang sakinah mawaddah dan Warahmah, jangan sakiti hati istri mu, dia wanita yang baik, dan jangan lupa cepat memberikan kami cucu yang cantik seperti menantu ku Azalea dan ganteng seperti dirimu." nasehat Pak Herlambang dengan kekehan kecil membuat arkana memerah mukanya.
"iya Pa." jawab Arkana singkat dan beralih kepada mamanya untuk sungkeman.
"selamat sayang, kamu sudah menjadi seorang suami dari wanita cantik nan sholehah bernama Azalea Anggraini, lindungilah istrimu, jaga dia, dan jangan kamu sakiti hatinya, dia wanita yang mudah rapuh hatinya namun memiliki hati yang tulus" nasehat Bu Raisa kepada Arkana.
"iya Ma" jawab Arkana dengan singkat tanpa ucapan kata-kata lain.
Sekarang gantian Azalea sungkeman kepada kedua mertuanya yaitu Pak Herlambang dan Bu Raisa, Azalea memeluk Bu Raisa terharu sama hal nya dengan Bu Raisa ia memeluk Azalea dengan rasa terharu dan bahagia, tak lupa juga ia menasehati Azalea untuk selalu menjadi istri yang sabar dalam menghadapi tingkah laku Arkana nantinya.
"kamu jangan takut sayang, ada mama sama papa yang akan selalu mendukung mu, taklukan hati Arkana dengan ketulusan hatimu, mama yakin cepat atau lambat Arkana akan mencintai mu sepenuhnya" ucap Bu Raisa menasehati Azalea.
"iya Ma, insyaallah Ma" jawab Azalea.
Mereka pun akhirnya melakukan sesi foto bersama, terlihat raut wajah kebahagiaan dari dua keluarga yang baru saja menjadi satu itu terkecuali Arkana yang raut wajahnya biasa-biasa saja, Arkana saat ini tengah memikirkan Lani.
"Lan, maafin aku yah sayang" batinnya dalam hati.
__ADS_1
Acara akad nikah pun selesai, semua keluarga kembali ke rumah Azalea untuk melaksanakan perjamuan kecil-kecilan. masyarakat di kampung azalea banyak yang turut hadir di acara perjamuan itu, banyak dari mereka yang memuji azalea karena di nikahi oleh laki-laki ganteng yang berasal keluarga yang sangat kaya di kota.
"si Aza beruntung banget yah di nikahin sama anak orang kaya, tampan lagi" begitulah kira-kira omongan warga.
Acara perjamuan selesai sore harinya menjelang maghrib, Bu Raisa dan Pak Herlambang pamit pulang ke penginapan, sementara Arkana di tinggal di rumah Azalea, karena malam ini adalah malam pengantin pertama.
"Pak Azwar Bu Wina, saya sekeluarga Pamit pulang ke penginapan dulu yah" pamit Pak Herlamban.
"iya Pak, hati-hati di jalan" ucap Pak Azwar.
"Kana, Aza sayang, mama sama papa pamit kembali ke penginapan dulu yah" pamit Bu Raisa kepada Arkana dan Azalea.
"iyah Ma, hati-hati di jalan, kabarin Aza kalau sudah sampai" ucap azalea.
Azan Maghrib berkumandang di masjid, Pak Azwar dan Azam langsung mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat Maghrib berjamaah di masjid.
"Nak Kana, mau ikut bapak sholad berjamaah di masjid atau sholad dirumah saja bareng Azalea?" tanya Pak Azwar kepada menantunya itu.
"Biar saya ikut bapak saja sholad berjamaah di masjid" jawab Arkana langsung bergegas mengambil air wudhu.
Mereka bertiga pun berangkat bersama-sama ke masjid untuk melaksanakan sholad maghrib berjamaah.
Sedangkan dirumah Azalea dan Bu Wina juga sibuk mengambil wudhu untuk melaksanakan sholad maghrib sendiri-sendiri di kamar mereka masing-masing.
__ADS_1
Selesai melaksanakan sholad maghrib dan berdoa, Azalea pun membaca Al-qur'an, di saat sedang membaca Al-qur'an, Arkana datang dan hendak mengetuk pintu kamar namun dia terhenti setelah mendengar lantunan ayat suci Al-qur'an dari Azalea, ia terpana dan hati nya terasa tenang mendengar Azalea yang melantunkan ayat suci Al-qur'an dengan sangat fasih, namun kemudian pikiran itu segera ia singkirkan, dan kembali memutuskan untuk mengetuk pintu kamar dan langsung masuk ke dalam kamar karena memang Azalea tidak menguncinya, karena melihat ada yang masuk di dalam kamar Azalea pun menjeda baca Al-qur'an nya dan melihat siapa yang masuk ke dalam kamar.
"Mas Kana, maaf mas Aza tidak menyadari kalau Mas kana masuk ke kamar" ucap Azalea dan langsung berdiri untuk menyalami tangan Arkana namun buru-buru Arkana menepisnya.
"jangan menyentuhku" ucap Arkana dengan sedikit berbisik karena tidak ingin di dengar oleh orang tua Azalea.
"mm.. ma.. maaf Mas" jawab Azalea gugup bercampur takut dan sakit di hati.
"hem" jawab Arkana singkat.
Azalea dan Arkana pun terdiam cukup lama, dalam hati Azalea merasa begitu sakit.
"Ya Allah ini baru hari pertama pernikahan ku, tapi aku sudah merasakan sakit sekali di hatiku, apakah aku sanggup nantinya ya Allah, bantu aku" ucap Azalea dalam hatinya sambil memohon pertolongan Allah.
Sedangkan disisi Arkana, dia betul-betul merasa emosi dan merasa bahwa ini baru awal dari sakit hati yang akan di terima Azalea, kedepannya akan ada sakit hati yang lebih menyakitkan lagi dari ini sampai dia tidak akan mampu bertahan untuk menjadi istri seorang Arkana Herlambang.
"Dasar wanita Sok pol*s" batinnya dalam hati.
HAY READERS KU TERSAYANG, HARI INI AUTHOR UP LAGI NIH, DAN CERITA INI MAKIN SERU LOH.
JANGAN LUPA KLIK FAVORIT BIAR NGGAK KETINGGALAN. DAN DUKUNG AUTHOR TERUS YAH DENGAN CARA LIKE DAN KOMEN.
LOVE
__ADS_1