Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Resepsi Pernikahan


__ADS_3

TIBALAH pada hari H acara resepsi akan di laksanakan, semua persiapan untuk acara resepsi sudah 100% selesai. Sementara itu untuk keluarga Pak Herlambang dan Pak Azwar mereka sudah menginap di hotel tempat di ada kan nya acara resepsi itu dari H-1 acara resepsi. Kebetulan hotel itu adalah milik keluarga Herlambang sehingga untuk biaya kamar bermalam keluarga Pak Azwar di gratiskan, bahkan jika hotel tersebut bukan milik Pak Herlambang, Pak Herlambang lah yang akan tetap membayar sewa hotel tersebut.


Di Kamar hotel kelas VIP Azalea di make up oleh seorang MUA yang sangat terkenal. Azalea dirias dengan begitu cantik dengan tipe make up ala korean look senada dengan warna gaun pengantin nya yang berwarna earthy tone, di baluti dengan hijab menutup dada dan mahkota kecil di atas kepalanya menambah kemewahan yang nampak sederhana nan elegant.


Diposisi Arkana, ia juga sedang memakai pakaian resepsi nya yang warna nya senada dengan warna gaun Azalea. Ia di temani oleh Pak Herlambang, Pak Azwar dan juga adik iparnya Azam.


"hari ini semua orang akan tahu kalau aku sudah menikah dengan wanita itu" batinnya dalam hati.


Acara resepsi akan di adakan pukul 19:00, para tamu undangan sudah berdatangan memenuhi meja tempat duduk yang disediakan. Tiba waktunya Azalea dan Arkana memasuki tempat resepsi. Semua mata tamu undangan menatap takjub ke arah Azalea yang begitu cantik. Banyak tatapan-tatapan memuji ketika melihat Azalea.


"cantik sekali yah menantu keluarga Herlambang ini" ucap tamu undangan A memuji Azalea.


"iya, sepertinya dia gadis yang baik dan sholeh, lihatlah dari gaun pengantin nya yang ia kenakana, ia menggunakan hijab yang menutup dada dan gaun yang tidak terlalu membentuk lekukan tubuhnya" ucap tamu undangan B memuji Azalea.


"iya yah, masyaallah" ucap tamu undangan yang lainnya.


Arkana yang menyadari bahwa hampir semua tamu undangan itu memuji kecantikan Azalea pun menampilkan perasaan yang sulit di artikan, ada perasaan tidak suka, perasaan bangga dan lainnya. Apalagi ketika ia melihat teman-teman nya menatap Azalea dengan tatapan kagum.


"si*lan Arkana, cantik benar istrinya, wahh Lani kalah jauh ni" Ucap Aldy teman Arkana memuji Azalea.


"iya cantik dan anggun" ucap Rian menimpali.


"sepertinya istrinya wanita yang baik, coba perhatikan dari model gaunnya, dia mengenakan hijab yang menutup dada men, disamping itu gaunnya juga tidak membentuk bodynya" ucap Faris kepada Aldy dan Rian.

__ADS_1


"iyah sih, wanita begini nih yang jadi istri idaman, Lani kalah jauh banget nih" ucap Rian lagi.


Tiba-tiba datang seorang teman mereka lagi yang bernama Arif dan bergabung bersama mereka.


"hei kalian, daritadi gue nyariin" ucap Arif kepada ketiga orang itu.


"hei Rif, elo sih yang lama makanya kita duluan" ucap Aldy.


"hehehe iya, loe-loe pada lagi apa sih, sepertinya serius sekali tadi" tanya Arif kepada ketiga temannya itu.


"hehehe kita lagi memuji istrinya si Arkana itu, cantik banget Rif" jawab Rian.


"iya cantik, Arkana beruntung banget, tapi yang gue dengar bahwa pernikahan mereka karena perjodohan dan Arkana terpaksa menerima nya, sampai sekarang Arkana tidak pernah menyentuh nya bahkan tidak memperlakukan nya dengan baik, dan ada yang lebih parah Arkana berhubungan dengan Lani secara terang-terangan di depan istrinya itu" ucap Arif menceritakan yang sebenarnya mengenai hubungan nya Arkana dan istri nya Azalea.


"iyah serius, Arkana sendiri yang cerita sama gue dan Rayhan waktu kita lagi video call lan" jawab Arif.


"wah, si*lan Arkana, masa wanita secantik, se sholehah istrinya itu dia sia-siakan demi seorang wanita seperti Lani itu" ucap Faris yang tidak suka dengan caranya Arkan memperlakukan istrinya.


"iya, bener-bener Arkana, kalau emang dia nggak mau ya udah kasih gue aja, gue mau kok, mau banget lagi" ucap Rian dengan kakehan kecilnya.


"lo kira itu barang mau di over-over" ucap mereka yang lain hampir bersamaan sambil memukul kepala Rian.


"ngomong-ngomong Rayhan masi diluar negeri yah?" tanya Aldy.

__ADS_1


"iya, bisnisnya lagi berkembang dengan pesat nggak bisa ditinggalin kata nya" jawab Arif.


Tibalah semua tamu undangan menaiki pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada kedua pengantin. Dan acara selanjutnya sesi foto bersama, semua teman-teman Arkana yang hadir pun ikut berfoto bersama kedua pengantin.


Acara resepsi berjalan dengan lancar hingga selesai. Semua tamu undangan pun kembali ke kediaman mereka masing-masing. Sedangkan Arkana dan Azalea juga kembali ke kamar yang sudah disediakan khusus oleh WO atas permintaan bu Raisa dan Pak Herlambang.


Kamar itu dihias seindah mungkin, di atas spring bed tempat tidur di hiasai oleh kelopak bunga Mawar yang di bentuk love di permukaan seprei berwarna putih itu. Lantai kamar hotel itu di penuhi dengan lilin yang menyala cantik, setiap sudut ruangan terdapat hiasan-hiasan cantik dengan nuansa romantis, seandainya dua sejoli itu saling mencintai dengan tulus, maka dekorasi kamar itu akan bertambah romantis oleh keduanya yang hendak memadu kasih di dalam kamar tersebut, tapi sayang apalah arti kamar nuansa romantis namun tidak di barengi dengan perbuatan yang romantis juga oleh kedua sejoli itu, semuanya hanya terlihat sia-sia saja.


Arkana yang melihat kamar pengantin yang dirias sedemikian romantis nya itu pun mencibir.


"bahkan kamar ini dihias bak kamar Raja dan Ratu yang tidak ada tandingan nya di dunia ini, saya bahkan tetap tidak akan sudi menciptakan nuansa romantis dengan wanita yang sama sekali tidk saya inginkan" ucap Arkana mencibir.


Azalea yang mendengar itupun langsung berubah suasana hatinya, yang awalnya ia merasa terpukau bahagia melihat hiasan kamar ini, kini merasa sesak dan sakit di dadanya. Sudah hampir sebulan ia menikah dengan Arkana, namun sama sekali Arkana belum berubah perasaan nya, bahkan hanya seujung kuku pun belum, namun ia akan tetap berusaha menjaga rumah tangganya ini, meskipun harus menguras rasa sabar. Yang ia inginkan semoga pernikahan nya ini menjadi pernikahan pertama dan terakhir kali, dan ia berharap suatu saat meskipun tidak di waktu cepat suaminya Arkana Ahmad Herlambang mencintai nya dengan tulus tanpa memikirkan bahkan menghadirkan wanita lain di dalam rumah tangga mereka.


Seperti biasa Arkana dan Azalea membagi lokasi tempat untuk tidur, Azalea tidur di spring bed sedangkan Arkana tidur di sofa. Mereka pun akhirnya memutuskan untuk tidur karena sudah sangat merasa lelah, apalagi Azalea yang tidak terbiasa tidur lewat dari jam 11 malam.


HAY READERS KESAYANGAN AUTHOR.


AUTHOR MAU MENYAMPAIKAN KEMBALI HARGAI KARYA AUTHOR YAH. JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN SHARE JUGA KE READER YANG LAIN.


BAGI YANG BELUM FOLLOW AUTHOR, AYOK DONG FOLLOW DULU.


LOVE.

__ADS_1


__ADS_2