
HARI sudah menjelang sore, Azalea masih saja tertidur di atas sofa di depan televisi. Arkana yang baru pulang dari kantor pun tak sengaja melihat Azalea tertidur tanpa menggunakan hijab nya. Azalea terlihat begitu cantik, kulit putih mulusnya, dengan postur tubuhnya yang ramping, ditambah rambut hitam lurusnya yang panjang tergerai menjutai sedikit hampir mengenai lantai. Arkana memandang Azalea lama, ia begitu terpesona dengan kecantikan Azalea yang alami, tidak lama kemudian arkana mengernyit heran, terdapat tiga garis di dahinya.
"sepertinya dia habis menangis cukup lama, apakah dia menangis sedari tadi pagi gara-gara makanan sarapan buatannya yang tidak aku makan?" tanyanya pada dirinya sendiri.
Azalea yang dalam tidur nyenyak nya pun merasa tidak nyaman, ia merasa bahwa ada yang sedang memperhatikan nya, ia pun berusaha membuka matanya, ketika ia membuka matanya yang ia lihat adalah sosok seorang laki-laki tampan sedang memperhatikan nya, ia berusaha mengerjap-ngerjapkan matanya berusaha memastikan bahwa yang ia lihat adalah betul suaminya Arkana secara nyata, bukan mimpi. Ketika ia sadar ternyata itu adalah Arkana ia langsung tersenyum bahagia, namun seketika senyuman nya itu luntur ketika ia menyadari bahwa sekarang ia hanya sedang memakai daster yang panjangnya hanya sebatas betisnya dan tidak mengenakan hijab.
Ia cepat-cepat bangun dari posisi tidurnya, dan langsung terduduk di sofa sambil menyilangkan tangannya di dadanya dan menunduk.
"astagfirullah, Mas Kana, kenapa sih nggak ketuk-ketuk dulu pintunya" ucap Azalea.
Arkana yang sedari tadi hanya diam dengan pikirannya sendiri pun akhirnya tersadar ketika mendengar suara Azalea.
"kamu terlalu nyenyak tidur sampai-sampai tidak mendengar aku mengetuk pintu hingga tiga kali" jawab Arkana.
"maaf Mas, sekarang Mas kembali lah ke kamar Mas, Aza juga mau kembali ke kamar, Aza belum sholad ashar" ucap Azalea menyuruh Arkana pergi, ia tidak ingin Arkana masi disini dan memperhatikan tubuhnya, apalagi di saat ia sedang berjalan menuju kamarnya nanti.
Setelah mendengar ucapan Azalea itu, Arkana langsung pergi menuju kamarnya tanpa mengucapkan sepatah katapun lagi. Sedangkan Azalea ketika melihat Arkana sudah berlalu pergi menuju kamarnya, ia pun buru-buru bangun dari sofa itu dan berlari kecil menuju kamarnya, tanpa ia sadari Arkana memperhatikan nya di balik pintu kamarnya, sambil terkekeh kecil melihat tingkah nya.
Setelah Azalea masuk ke dalam kamarnya, ada sedikit penyesalan di hati nya, ia terlalu ceroboh hari ini sehingga Arkana melihat auratnya pada hari ini, padahal ia sudah berjanji, bahwa ia akan memarkan aurat nya kepada suaminya itu ketika suaminya sudah mencintai nya, ia tidak ingin suaminya mencintai nya karena fisik.
Hampir 5 menit dengan pemikiran nya sendiri, Azalea buru-buru mengalihkan pemikiran itu, dan bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan sholad Ashar, berhubung waktunya kurang 10 menit sudah menujukkan jam 5 sore.
__ADS_1
Sedangkan Arkana di dalam kamarnya, ia terus mencerna dengan baik setiap perkataan Rayhan kepada nya tadi siang sewaktu di kantornya dan di restaurant.
"apa aku harus berusaha menerima ini yah?" tanya nya pada dirinya sendiri.
"tapi aku mencintai Lani, arghh" teriak Arkana pelan frustasi.
setelah sekian lama bergelut dengan pikiran nya sendiri, Arkana tiba-tiba saja tertidur di kamar nya. Sampai tiba bunyi suara Azan Maghrib, Arkana langsung terbangun dari tidurnya.
"astagaaa, kenapa bisa sih aku tidur di jam begini" gumamnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Ketika kesadaran nya sehabis bangun tidur telah fokus kembali, ia mendengar bunyi iqamah di masjid dekat apartemen nya, hati nya tiba-tiba tergerak untuk melaksanakan sholad magrib di dalam kamarnya sendiri. Arkana pun bangkit dari spring bed nya dan menuju kamar mandi yang ada dalam kamarnya untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, setelah itu ia mulai mengambil air wudhu dan melaksanakan sholad maghrib di dalam kamarnya.
Sedangkan Arkana yang sudah selesai melaksanakan sholad maghrib, ia pun merasa ketenangan tersendiri dalam hatinya, baru kali ini ia melaksanakan sholad atas dasar kemauan nya sendiri, ia merasa sensasi yang sangat tenang di dalam hati nya. Arkana pun memutuskan untuk pergi ke ruangan keluarga untuk menonton televisi, ia sengaja berjalan melewati kamar Azalea, ia mendengar Azalea mengaji dengan lantunan suara yang merdu dan juga penyebutan bacaan al-qur'an nya yang sangat fasih, tanpa ia sadari ia memuji Azalea.
Arkana pun langsung berjalan ke arah ruang keluarga dan menyalakan televisi. Azalea yang sedang membaca al-qur'an, seketika mendengar suara televisi pun akhirnya menyudahi bacaan al-qur'an nya, dan merapikan kembali alat sholat nya, setelah itu ia meraih hijab dan mengenakan nya, kemudia keluar dari dalam kamar menuju ruang keluarga.
"mas Kana mau nonton sambil ngeteh?" tanya Azalea.
Arkana yang mendengar pertanyaan dari Azalea pun sejenak berfikir, dan hanya menjawab dengan berupa deheman saja. Sedangkan Azalea yang mendengar bahwa Arkana mau untuk dibikin kan teh oleh nya, langsung tersenyum bahagia, dan mengucapkan alhamdulillah di dalam hati nya.
"baik mas, mas tunggu sebentar yah, Aza siapin dulu sekalian dengan cemilannya" ucap Azalea sembari tersenyum bahagia.
__ADS_1
Arkana hanya mengangguk tanpa mengucapkan apapun lagi. Azalea pun langsung berlalu menuju dapur dan memanaskan air untuk membuat teh, sambil menunggu air nya mendidih, Azalea menyiapkan memang cangkirnya dan mengisinya dengan setengah sendok gula, karena menurut dari yang dia dengar dari bik Ina bahwa Arkana tidak terlalu menyukai makanan ataupun minuman yang terlalu manis, kecuali susu almond. Setelah semuanya siap, Azalea membawa teh dan cemilan itu ke ruangan keluarga dimana Arkana sedang duduk menonton televisi disitu.
Azalea pun menyajikan secangkir teh dengan cemilannya di atas meja.
"ini teh dan cemilannya mas" ucap Azalea.
"hem" jawab Arkana.
"mas Kana mau makan malam? Aza bikinin mas Kana makanan untuk makan malam?" tanya Azalea.
"nggak usah, aku masi kenyang habis makan di restaurant tadi" jawab Arkana dingin.
Azalea yang mendengar ucapan Arkana mengenai ia masih sangat kenyang setelah makan di restaurant tadi pun merasa sakit lagi di hati nya.
"yasudah kalau begitu mas, Aza kembali ke kamar yah, mas lanjutin saja nontonnya, jangn lupa diminum tehnya dan makan cemilannya" ucap Azalea pamit, dan langsung berjalan menuju kamarnya, ia takut kalau ia lama-lama disitu air matanya akan kembali tumpah, ia tidak ingin Arkana mengetahui kalau ia menangis, ia tidak ingin terlihat cengeng dan lemah di hadapan Arkana.
HAY HAY READERS. TETAP AUTHOR INGATKAN JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU. LIKE, KOMEN, FAVORIT, HADIAH, DAN VOTE SERTA DI SHARE YAH KE YANG LAIN.
HARGAI KARYA AUTHOR.
LOVE.
__ADS_1