Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Malam Yang Romantis


__ADS_3

AZALEA mengangguk sembari menangis terharu karena bahagia, Arkana pun langsung memeluk istrinya dengan sayang dan mencium seluruh mukanya tanpa terkecuali, ia sangat bersyukur bisa membahagiakan istri nya yang sangat ia cintai ini.


Arkana pun memegang tangan Azalea dan membawanya untuk duduk di tempat duduk yang sudah disediakan khusus untuk mereka. Mereka pun dinner bersama dengan suasana yang begitu romantis, Arkana tiada henti-hentinya memuji Azalea, dan mengucapkan syukur serta ucapan terimakasih yang tak terhingga untuk Azalea.


"sayang, terimakasih sudah menjadi istri yang penyabar, terimakasih untuk selalu bertahan di samping mas, terimakasih sayangku" ucap Arkana mengucapkan terimakasih kepada Azalea.


"apa yang Aza lakukan adalah sudah sepantasnya mas untuk Aza lakukan, Aza istri mas, Aza hanya menginginkan mas lah yang menjadi suami seumur hidup Aza dan insyaallah akan sampai ke jannah Allah, apapun yang terjadi di dalam rumah tangga kita entah itu yang lalu atau di masa yang akan datang, Aza akan selalu berusaha untuk terus berada di samping mas, ini janji Aza untuk hubungan kita kedepannya" ucap Azalea sambil memegang tangan Arkana.


Seketika air mata haru bahagia Arkana mengalir, ia sangat bersyukur memiliki istri yang berhati lembut seperti Azalea. Setelah selesai melakukan dinner romantis itu, Arkana mengajak Azalea masuk ke dalam villa, namun Azalea mengingatkan bahwa mereka belum melaksanakan sholad Isya, mereka pun memutuskan untuk sholad isya terlebih dahulu di ruangan kosong yang ada dalam villa tersebut.


Setelah selesai melaksanakan sholad isya, Arkana langsung menggendong Azalea ke dalam kamar khusus yang sudah di persiapkan oleh orang-orang suruhan Arkana di dalam villa tersebut, Azalea hanya menurut dan mengalungkan tangannya di leher Arkana. Arkana pun membawa Azalea masuk ke dalam kamar tersebut, di dalam kamar itu sudah dihias sedemikian romantis nya oleh orang-orang suruhan Arkana tersebut, diatas springbed bersepreikan warna putih di hiasi dengan kelopak bunga mawar merah yang di bentuk menjadi 'love' serta banyak lilin-lilin berwarna warni di lantai yang mengelilingi springbed itu.


Azalea yang melihat itu langsung tersipu malu, dan langsng menyembunyikan mukanya di dada bidang Arkana. Arkana yang melihat tingkah istrinya itupun terkekeh pelan, ia menyadari bahwa istrinya sedang menahan malu.


Arkana pun pelan-pelan membaringkan tubuh Azalea diatas springbed itu, dan Azalea seketika itu juga jantungnya memacu dengan cepat, Arkana yang melihat tingkah istrinya pun hanya tersenyum menggoda, ia pun langsung berbaring di samping istrinya.

__ADS_1


"bagaimana sayang? apakah sudah siap?" tanya Arkana kepada azalea dengan senyum menggoda nya.


Pipi Azalea seketika bersemu merah, Arkana hanya tertawa kecil melihat istrinya yang sedang malu itu. Karena Azalea hanya terdiam, ia pun memberi kode menggunakan alisnya seolah-olah menanyakan kembali kesiapan Azalea untuk malam ini, Azalea pun mengangguk menandakan ia sudah siap. Arkana yang mendapat anggukan setuju dari Azalea pun langsung tersenyum bahagia, malam yang sangat ia nantikan akhirnya akan terwujud malam ini juga, setelah ia melakukan hal yang kasar pada Azalea waktu malam itu, ia masih belum tega untuk menyentuh Azalea, ia takut Azalea masih trauma akan hal itu, dan malam ini akan menjadi malam bersejarah untuk hubungan suami istri mereka.


Arkana pun mulai membuka hijab Azalea yang masih ia kenakan, karena sehabis sholad isya tadi, Azalea memakai kembali hijabnya. Azalea hanya membiarkan suami nya itu melakukan apa saja yang ia ingin lakukan pada tubuhnya, karena sudah seharusnya dan sepantasnya ia memberikan ini pada suaminya.


Akhirnya malam yang panjang dengan adegan yang romantis nan panas terjadi. (tidak bisa author jelaskan secara detail adegan ranjang nya, karena author juga masih jomblo alias belum menikah๐Ÿคญ๐Ÿ˜…, kalian membayangkan saja sendiri tapi bagi yang sudah menikah yah, anggap saja lagi bersama suami tercinta... ๐Ÿ˜๐Ÿ™).


Setelah malam yang panjang itu di lalui, paginya Azalea dan Arkana agak kesiangan bangun untuk melaksanakan sholad subuh, terpaksa mereka dengan cepat mandi membersihkan diri dan melaksanakan sholad subuh yang kebetulan waktu sudah menunjukkan pukul 5.30 pagi, ketika Azalea berusaha untuk menggerakkan kakinya, bagian p*hanya terasa sangat sakit, ia betul-betul merasa kelelahan, ia tidak menyangka efek dari adegan panas mereka tadi malam berdampak pada tubuhnya, ia betul-betul kelelahan.


Arkana yang menyadari istrinya dalam keadaan tidak baik-baik saja pun merasa tidak enak hati.


Azalea hanya mengangguk mengerti, ia pun memaksakan dirinya untuk melaksanakan sholad subuh karena waktu yang sudah sangat mepet. Setelah selesai sholad Arkana membaringkan Azalea diatas spring bed, dan keluar memanggil pelayan untuk menyediakan sarapan.


Selang beberapa menit menunggu, seorang pelayan wanita datang memgetuk pintu kamar yang Arkana dan azalea tempati untuk membawa sarapan, Arkana langsung membuka kan pintu kamar dan mengambil alih nampan berisi makanan sarapan untuk dirinya dan istrinya itu. Pelayan wanita itu pun langsung pamit untuk kembali melanjutkan pekerjaan nya yang lain.

__ADS_1


Arkana membawa nampan berisi bubur ayam hangat, dan roti panggang selai nanas beserta susu almond ke arah azalea, ia pun menyuapi Azalea bubur ayam tersebut, sambil menyuapi Azalea ia terus membelai rambut hitam panjang azalea, sesekali ia mencium aroma rambut istrinya, Azalea sangat bahagia di perlakukan bak Ratu oleh suaminya sendiri, ia berharap kedepannya rumah tangganya selalu harmonis, dan bahagia hingga kematian yang memisahkan, bahkan ia berharap akan terus bersama suaminya sampai di syurga nya Allah.


Selesai Arkana menyuapi azalea, dan memberikan nya susu almond hangat untuk di minum, Arkana pun memulai sarapannya dengan memakan roti panggang selai nanas kesukaan nya, ia begitu menikmati sarapan nya, hati nya terus berbunga-bunga membayangkan kejadian tadi malam bersama Azalea, ia tidak sabar ingin secepatnya diberikan kepercayaan oleh Allah untuk menjadi seorang ayah dan Azalea menjadi seorang ibu, membayangkan itu membuat Arkana senyum-senyum sendiri, sedangkan azalea ia melihat ekspresi suaminya yang senyum-senyum sendiri seperti itu pun merasa kebingungan.


"mas... mas mikirin apa? kok senyum-senyum sendiri?" tanya Azalea kepada suaminya.


"mas lagi membayangkan kalau nanti kita punya anak sayang, mas nggak sabar untuk itu" jawab Arkana sambil mengelus-elus perut Azalea.


Azalea langsung merasa malu melihat tingkah Arkana yang menurutnya sangat berlebihan.


"mas, bagaimana kalau Allah belum kasih kita anak dalam waktu dekat? apakah mas akan kecewa sama Aza?" tanya Azalea kepada Arkana.


Arkana yang mendengar pertanyaan seperti itu dari istrinya pun tiba-tiba murung, apalagi disaat ia melihat wajah istrinya yang tiba-tiba berubah sendu, ia langsung berfikir, apakah ia terlalu berlebihan, bagaimana jika Allah belum memberikan rezeki itu sekarang, kalau ia bersikap seperti ini, pasti Azalea tertekan, pikirnya.


HAY HAY, SEPERTI BIASA, JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR BAGI YANG BELUM FOLLOW YAH.

__ADS_1


LIKE, KOMEM, VOTE, GIFT ATAUPUN HADIAH-HADIAH LAINNYA JUGA JANGAN DI LUPA YAH.


LOVE.


__ADS_2