
MAKAN malam telah dihidangkan di meja makan, aroma masakan menambah rasa lapar, akan tetapi dua keluarga itu lebih memutuskan untuk melaksanakan sholad magrib terlebih dahulu sebelum makan malam. Mereka pun sholad magrib berjama'ah di musholla keluarga pak Herlambang yang berada di salah satu ruangan di dalam rumah itu. Yang menjadi Imam pada sholad maghrib berjama'ah itu adalah Pak Azwar. Mereka pun sholad dengan khusyuk.
Setelah selesai melaksanakan sholad maghrib berjama'ah, mereka langsung menuju ke ruang makan untuk makan malam.
"aroma masakannya menggugah selera banget yah?" ucap Bu Raisa.
"iya dong Mah, siapa dulu yang masak...menantu kita" ucap Pak Herlambang menimpali.
Mereka semua yang ada disitu pun tertawa kecil mendengar Pak Herlambang memuji Azalea, kecuali Arkana yang datar-datar saja ekpresi wajahnya, sedangkan Azalea ia hanya tersenyum malu.
"Bik Ina yang masak Pah, Aza hanya membantu sebisanya Aza saja" ucap Azalea mengelak.
"intinya ada campur tanganmu dalam masakan enak ini" ucap Bu Raisa lagi dan semua orang terkekeh kecil.
Dua keluarga itu pun akhirnya makan malam dengan damai dan tenang. Selesai makan malam, mereka melanjutkan pembahasan inti mengenai acara resepsi pernikahan nanti. Bu Raisa menjelaskan konsep resepsinya kepada semua orang yang ada di situ.
Setelah selesai pembahasan mereka pun memutuskan untuk beristirahat. Keluarga Pak Azwar di antar masuk ke kamar tamu sedangkan Azalea dan Arkana ke kamar Arkana.
......................
Keesokkan harinya, keluarga Pak Herlambang dan Pak Azwar pergi ke tempat designer terkenal di kota itu untuk membuat seragam persatuan keluarga, sementara untuk baju resepsi Azalea dan Arkana sudah dari jauh hari jadi.
__ADS_1
Semua biaya itu di tanggung oleh pihak Pak Herlambang, dari biaya gedung, dekorasi, undangan bahkan pakaian dan make up semuanya di tanggung oleh Pak Herlambang dan Bu Raisa, mereka sudah sepakat untuk hal ini, karena memang dimana-mana kalau acara pernikahan yang mengeluarkan biayanya kebanyakan dari pihak mempelai laki-laki, ini sama sekali bukan merendahkan pihak perempuan tetapi sebagian dari adat dan budaya, tetapi terkadang tergantung juga dari pembicaraan antar keluarga.
Setelah selesai mengurus seragam persatuan untuk acara resepsi nanti, mereka beralih mengurus undangan untuk para tamu nantinya. Pak Herlambang teringat dengan seorang sahabat dekat Arkana yang sudah di anggap saudara sendiri oleh Arkana bahkan Bu Raisa dan Pak Herlambang sudah menganggap sahabat Arkana itu sebagai anak ke dua mereka.
"Kana dimana Rayhan sekarang? apakah dia akan menghadiri acara resepsi mu?" tanya Pak Herlambang kepada Arkana mengenai Rayhan sahabat Arkana.
"sepertinya dia tidak akan hadir Pa, dia masih berada di luar negeri, bisnisnya sedang berkembang pesat disana, dan tidak memungkinkan dia untuk datang dan meninggal kan bisnisnya itu" ucap Arkana menjawab pertanyaan Pak Herlambang.
"owh begitu yah, baiklah... padahal papa sudah sangat merindukan anak itu" ucap Pak Herlambang lagi.
Memang benar Pak Herlambang dan Bu Raisa sangat menyayangi Rayhan layaknya anak mereka sendiri, bukan berarti Rayhan seorang anak yatim piatu, Rayhan masi mempunyai orang tua yang lengkap, dan orangtua nya juga berkenalan baik dengan Pak Herlambang dan Bu Raisa, mereka menjadi partner bisnis yang saling menguntungkan.
Setelah semua urusan selesai mereka pun memutuskan untuk pulang dan beristirahat, mereka harus bisa menjaga kesehatan tubuh, karena akan kerepotan jika acara resepsi sudah tinggal beberapa hari lagi namun mereka semua akan jatuh sakit akibat kelelahan.
Ketika semua orang memilih beristirahat, Azalea memutuskan untuk membantu Bik Ina memasak. Namun kali ini Bik Ina betul-betul tidak mau mengizinkan Azalea untuk membantunya memasak karena ia tahu Azalea belum beristirahat sama sekali untuk hari ini, sementara dia adalah pemeran utama di resepsi pernikahan itu nanti, kalau dia sakit bisa-bisa acara resepsi yang sudah 95% jadi itu akan di batalkan.
"kali ini Bibik mohon maaf yang sebesar-besarnya sama nak Aza, buka Bibik nggak mau untuk nak Aza bantu, tapi sebaiknya nak Aza pergi beristirahat terlebih dahulu, jangan terlalu capek, nanti nak Aza drop, kan sayang acaranya harus di batalkan gara-gara nak Aza sakit" ucap Bik Ina menasehati Azalea.
"hemm, baiklah Bik kalau begitu, tapi Bibik gak apa-apa kan memasak sendiri untuk kita semua yang ada dalam rumah ini?" tanya Azalea kepada Bik Ina, karena sejujurnya ia tidak tega melihat Bik Ina yang hampir seumuran dengan Ibunya itu bekerja sendirian di dapur dan membersihkan rumah yang sebesar ini.
"Bibik tidak apa-apa geulis, Bibik sudah biasa, ini memang pekerjaan Bibik dari dulu, sekarang Nak Aza ke kamar dan istirahat" ucap Bik Ina meyakinkan Azalea.
__ADS_1
"baiklah Bik, Aza ke kamar yah" pamit Azalea.
"iyah geulis" jawab Bik Ina dan di balas anggukan oleh Azalea.
Azalea pun meninggalkan Bik Ina di dapur dan pergi menuju kamar Arkana. Ketika Azalea masuk ke dalam kamar itu, ia mendengar Arkana sedang menelpon dengan seseorang.
"maaf Ray, aku nggak kasihtau kamu mengenai pernikahan aku, karena memang sebenarnya aku sama sekali tidak menginginkan pernikahan ini ada, mama sama papa ku memaksa aku untuk menikah wanita sok polos itu" ucap Arkana kepada orang yang berada di seberang telepon.
Azalea yang mendengar itu pun hanya mengelus-elus dada dan beristighfar, memang benar Arkana menerima perjodohan ini karena paksaan bahkan mungkin ancaman dari papa dan mama nya. Azalea tahu itu makanya ia tidak terlalu kaget dan sakit akan hal itu.
Azalea pun memilih untuk membaringkan tubuhnya di atas sofa, ia betul-betul merasa sangat lelah hari ini, tetapi ia merasa sangat bersyukur juga karena hari ini persiapan resepsi nya sudah rampung sekitar 95% sisahnya adalah dekorasi, mungkin nanti ketika H-2 sampai H-1 baru akan rampung hingga 100%.
Arkana yang sudah selesai menelepon dengan orang tersebut pun memilih membaringkan tubuhnya di atas spring bed nya yang empuk, namun sebelum ia sempat membaringkan tubuhnya, matanya tidak sengaja melihat Azalea yang sudah tertidur dengan lelap di atas sofa, ia pun hanya menarik napas panjang dan bergumam.
"dasar wanita sok polos, jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan cintaku" gumam Arkana.
HAY READERS, CERITANYA SEMAKIN SERU NIH. JANGAN LUPA TETAP DUKUNG AUTHOR YAH BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT. YANG BELUM FOLLOW SILAHKAN DI FOLLOW, LIKE, KOMEN DAN SHARE JANGAN LUPA.
HARGAI KARYA AUTHOR DENGAN CARA SEPERTI ITU.
LOVE.
__ADS_1