Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Menetapkan Waktu dan Tempat


__ADS_3

DUA keluarga yang tidak lama akan menjadi satu itu terlihat sangat bahagia, mereka berbicara banyak hal termasuk konsep pernikahan yang akan diadakan nanti.


"Kana, Aza... kalian berdua mau konsep pernikahan yang kayak gimana sayang?" tanya Bu Raisa kepada Arkana dan Azalea.


"Aku ngikut ajah Ma/saya mengikut ajah Bu" jawab Arkana dan Azalea secara bersamaan.


"emang kalau jodoh yah, biar nyampein pendapat bersamaan" goda Pak Herlambang pada Azalea dan Arkana.


Semua orang tertawa mendengar godaan Pak Herlambang itu, terkecuali Arkana yang hanya diam dengan muka datarnya dan Azalea hanya tersenyum mendengar itu.


"jadi konsepnya modern untuk resepsi pernikahan nya, sedangkan untuk akad nikah nya menggunakan konsep biasa aja" ucap Bu Raisa menjelaskan mengenai konsep pernikahan nanti.


"kalau mengenai tempat untuk akad nikahnya Bu, Pak... bisakah saya menentukan nya?" ucap Pak Azwar.


"owh bisa dong Pak, yang menikah kan anak-anak kita jadi kita semua punya hak, jadi Pak Azwar mau nya akad nikah nya nanti dimana?" tanya Pak Herlambang sopan.


"saya ingin akad nikah nya disini saja pak, diadakan secara sederhana, bagaimana?" ucap Pak Azwar menyampaikan niatnya.


"owh iyah Pak, seperti itu juga sebenarnya rencana kami, akad nikah nya disini dan resepsinya di tempat kami" jawab Bu Raisa.


"Alhamdulillah, kalau begitu mengenai lokasinya semua sudah aman" jawab Pak Azwar.


"kalau mengenai waktu pernikahan nya bagaimana Pak Bu?" kali ini Bu Wina yang bersuara.


"karena anak-anak kita sudah menyerahkan kepada kita orang tuanya yang akan mengurus ini maka biar waktu pernikahan nya kita yang akan menentukan, bagaimana kalau dua minggu yang akan datang?" tanya Bu Raisa kepada semua orang yang ada disitu.


Arkana sontak kaget mendengar waktu pernikahan mereka yang sepertinya di buru-buru kan.


"loh, kok cepat amat si Ma?" tanya Arkana dengan nada kagetnya.


"jadi kamu mau Nya kapan sayang, yaudah kamu sama Azalea yang memilih waktu yang tepat untuk melangsungkan pernikahan kalian, tapi jangan lama-lama, gak boleh lewat dari satu bulan yah" jawab bu Raisa.


Bu Raisa sengaja mempercepat waktu pernikahan mereka agar Lani segera melepaskan Arkana, Bu Raisa tidak bisa membayangkan kalau Arkana terus berhubungan dengan Lani, semakin lama mereka berhubungan, perempuan itu akan terus memeras Arkana dan menggunakan uang itu untuk membeli hal-hal yang mahal bahkan menggunakan untuk melakukan hal-hal yang tidak benar, Bu Raisa tahu itu karena dia pernah menyuruh orang kepercayaan nya untuk memata-matai Lani, ia ingin tahu seperti apa sifat wanita yang disukai oleh anak satu-satunya itu, setelah tahu sifat Lani yang sebenarny, semenjak itu juga Bu Raisa tidak merestui hubungan nya dengan Arkana, dia ingin anak satu-satunya itu mendapatkan sosok istri yang sholehah yang mampu mengubah hidup Arkana menjadi lebih baik lagi, dan sosok itu ada pada diri Azalea wanita yang polos, sopan, baik hati, lemah lembut serta sholehah yang selalu melibatkan Allah di setiap tindakan nya.

__ADS_1


Disamping itu Arkana bingung kenapa Mamanya begitu ingin pernikahan ini di percepat, ia hanya bisa pasrah menerima keputusan orang tua nya, percuma dia menolak, karena mereka akan tetap melakukan nya.


"hemm yasudah, dua minggu kedepan" jawab Arkana Pasrah.


"dua minggu kedepan acara akad nikahnya di langsungkan, bagaimana menurut Pak Azwar dan Bu Wina, apa sudah setuju dengan keputusan ini atau Bapak dan Ibu Punya pendapat lain tentang waktu akad nikahnya?" tanya Pak Herlambang kepada Pak Azwar dan Bu wina.


"kita mengikut saja Pak, mungkin lebih cepat lebih baik" jawab Pak Azwar menyetujui keputusan dari pihak keluarga Arkana.


"alhamdulillah, kalau begitu kita semua sepakat bahwa pernikahan anak-anak kita akan di adakan dua minggu lagi disini" ucap Pak Herlambang.


Merekapun akhirnya berbicara bersenda gurau bersama, tiba-tiba Arkana meminta izin ke depan untuk mengangkat telepon dari seseorang.


"Pak, Bu, Ma, Pa... Kana izin kedepan dulu yah, mau ngangkat telepon dari klien kantor" izin Arkana kepada mereka semua yang ada di situ terkecuali azalea.


"owh iyah, tidak apa-apa nak Kana, ayo cepat diangkat, mungkin itu penting" jawab Pak Azwar.


"jangan lama-lama Kana" ucap Bu Raisa yang sepertinya sudah curiga kalau yang telepon itu bukan klien kantor melainkan si Lani wanita matre itu.


Arkana pun ke luar di halaman depan untuk mengangkat telepon tersebut.


"sayang, kok kamu gak ada kabar seharian ini?" tanya Lani dengan nada di buat-buat ngambek.


"maafkan aku sayang, aku hari ini sibuk mengantar mama sama papa keluar kota, ada sedikit urusan bisnis disini" jawab Arkana bohong kepada Lani.


"jadi sekarang kamu lagi di luar kota? kenapa gak bilang-bilang? paling tidak chat kek atau apa, kok kamu berubah sih?" tanya Lani lagi.


"kan aku gak sempat sayang, aku minta maaf, maafin aku yah sayang?" Arkana bermohon kepada Lani untuk di maafkan.


"aku ngambek, gak mau maafin kamu" ucap Lani mulai bersandiwara kepada Arkana.


"hemm, kamu mau apa? aku akan memberikan asal kamu mau maafin aku sayang" ucap Arkana berusaha membujuk Lani.


"hemm, beneran, kamu mau kasi apa yang aku mau?" tanya Lani lagi untuk meyakinkan kata-kata Arkana.

__ADS_1


"iya sayang, akan aku kabulkan sebisa ku, demi kamu" jawab Arkana meyakinkan Lani.


"yaudah aku mau shopping sayang, bisa kan" ucap Lani dengan senang, dia merasa berhasil bisa memporoti lagi uangnya Arkana, dasar laki-laki b*doh, mau-mau saja aku b*dohi batinnya dalam hati sambil tertawa senang.


"owh oke sayang, nanti aku transfer yah uangnya" jawab Arkana.


"aku maunya sekarang sayang, jangan nanti" jawab Lani berpura-pura merajuk.


"iya sayang iya, aku transfer sekarang, aku matiin yah telepon nya" ucap Arkana.


"okay sayang, makasih yah, bye" (jawab Lani kegirangan sembari memberikan kecupan jauh untuk Arkana)


"sam-sama sayang, bye" (jawab Arkana sembari membalas kecupan jauh Lani)


Setelah mematikan telepon dari Lani, Arkana mulai membuka aplikasi banking nya untuk mentransfer uang ke rekening Lani, namun tanpa Arkana sadari sedari tadi Bu Raisa mendengar percakapan nya dengan Lani, Bu Raisa sangat geram berani-berani nya wanita itu memporoti Arkana lagi, Bu Raisa segera menghampiri Arkana dan menarik handphone nya dari tangan nya.


"Ma... apa-apaan sih? kenapa menarik handphone aku?" tanya Arkana yang kaget handphone nya di ambil begitu saja oleh Bu Raisa.


"apa-apaan kamu bilang? kamu yang apa-apaan kana, kenapa kamu mau saja di poroti oleh wanita m*tre seperti Lani itu? ingat Kana kamu sudah akan mau menikah, berhentilah berhubungan dengan wanita itu, kalau tidak mama akan menarik semua rekening kamu dan memberhentikan kamu dari pekerjaan kamu sekarang" ucap Bu Raisa memperingati Arkana.


"kenapa mama tega sama Kana? apa karena gara-gara wanita sok polos itu? dia telah banyak mencuci otak mama" ucap Arkana tidak terima dengan ucapan dari Bu Raisa.


"mama gak mau tau, kalau kamu gak menyudahi hubungan kamu dengan Lani, kamu lihat saja nanti, mama gak akan main-main dengan ucapan mama sendiri" ucap Bu Raisa mempertegas bicaranya.


Arkana hanya terdiam mendengar ancaman dari mamanya itu, yang ada dalam hatinya dia sangat membenci Azalea, karena menurut nya Azalea lah penyebab semua masalah dalam hidup nya sekarang ini.


"si*lan kamu Azalea" batin Arkana emosi.


"ayo sekarang kita masuk, tidak enak sama orang tua Azalea" ajak Bu Raisa kepada Arkana.


Meraka berdua pun akhirnya masuk kembali ke dalam ruang tamu rumah Azalea.


HAY PARA READERS KU TERSAYANG, AUTHOR UP LAGI NIH. JANGAN LUPA TINGGAL KAN JEJAKNYA YAH SETELAH MEMBACA, AGAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA.

__ADS_1


LOVE


__ADS_2