Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Mengusir Lani


__ADS_3

ARKANA yang menyadari bahwa dirinya sedang di peluk oleh Lani pun merasa sangat jijik.


"singkirkan tangan kotor mu itu dari tubuh ku Lani" ucap Arkana dengan nada yang kasar.


Lani yang mendengar ucapan Arkana itu pun sontak kaget, ada apa? kenapa? seperti itu lah kira-kira pertanyaan yang muncul di benaknya. Lani pun melepaskan pelukannya.


"ada apa Kana? kenapa kamu membentak ku seperti itu?" tanya Lani dengan nada yang pelan kepada Arkana.


"berhentilah untuk berpura-pura di depanku Lani, aku sudah sangat muak dan ilfeel melihat mu" ucap Arkana dengan nada bicara yang di tekankan.


"aku tidak mengerti apa yang kamu ucap kan sayang" ucap Lani berpura-pura tidak mengerti.


"cepat tinggalkan ruangan saya dan jangan pernah injakan kaki kamu lagi disini" ucap Arkana yang langsung mengusir Lani dari ruangan nya.


"apa sebenarnya yang terjadi dengan mu sayang? kenapa kamu tiba-tiba menjadi kasar seperti ini?" tanya Lani masih berpura-pura tidak mengerti.


Arkana yang sudah sangat emosi karena Lani tetap tidak mau keluar dari ruangan nya pun akhirnya memanggil Lala asistennya untuk masuk dan menyuruh untuk menyeret Lani keluar dari ruangan nya.


"ada yang bisa saya bantu Pak?" tanya Lala ketika sampai di dalam ruangan Arkana.


"seret perempuan mur*han ini keluar dari ruangan saya, dan pastikan mulai sekarang wanita ini tidak boleh menginjakan kakinya di kantor ini, apalagi di ruangan saya!" ucap Arkana tegas.


"baik Pak" jawab Lala asisten Arkana.


Lala pun menyeret Lani keluar dari ruangan Arkana.


"tidak... saya tidak mau, sayang ada apa? kenapa kamu jadi berubah begini? tolong katakan bahwa semua ini hanya lelucon mu saja" ucap Lani histeris seolah-olah tidak menerima perlakuan dari Arkana.


Arkana tidak ingin mendengar semua ucapan Lani, ketika Lani sudah berhasil di seret keluar ruangan nya, Arkana langsung berteriak frustasi.


"Lani, kenapa kamu melakukan hal ini padaku" ucapnya sambil menarik-narik rambutnya.


Arkana sudah sangat tidak fokus melanjutkan pekerjaan nya, ia betul-betul frustasi, memikirkan pengkhianatan Lani, dan memikirkan perlakuan nya yang tidak senonoh tadi malam kepada Azalea. Arkana akhirnya memutuskan untuk keluar sejenak.

__ADS_1


Ia mengendari mobilnya menuju ke suatu tempat yang ia rasa bisa mengobati rasa stress nya. Dalam perjalanan menuju tempat tersebut, Arkana bertemu dengan Rayhan yang kebetulan ban mobilnya bocor, Arkana pun memberhentikan mobilnya dan keluar menyapa Rayhan.


"hey Ray, kenapa mobil loe" tanya Arkana kepada Rayhan.


"eh Kan, syukur alhamdulillah loe datang, ban mobil gue bocor nih Kan, lagi nggak sibuk kan? bantuin yah" ucap Rayhan meminta bantuan Arkana.


"iya"


Arkana pun membantu Rayhan, mencari bengkel mobil terdekat. Mereka pun akhirnya menemukan bengkel mobil yang tidak terlalu jauh dari lokasi bocornya ban mobil Rayhan.


"ya sudah Ray, gue tinggal yah" ucap Arkana pamit kepada Rayhan.


"yoi Kan, terimakasih banyak yah" ucap Rayhan berterima kasih kepada Arkana.


"yoi bro sama-sama" jawab Arkana dan melajukan mobilnya menuju ke tempat tujuannya.


Sesampainya Arkana di tempat tersebut, ia merasa ragu untuk masuk ke dalam nya, ia memang belum pernah masuk ke tempat ini sama sekali, dan hari ini ia memberanikan dirinya untuk masuk ke tempat seperti ini, sebuah tempat hiburan yang dia anggap bisa menjadi tempat penghilang stress nya. Ketika ia masuk ke dalam, pemandangan yang pertama kali menghiasi matanya adalah ia melihat Lani dengan pakaian seksinya sedang di bawa oleh seorang laki-laki hidung belang yang dapat di perkirakan usianya sekitar 40 tahunan. Arkana yang melihat itu seketika merasa jijik dan langsung ke luar dari tempat hiburan itu dan masuk kembali ke dalam mobilnya.


"arghhh si*alan" ucap Arkana bertambah frustasi.


Setelah selesai melaksanakan sholad zuhur, perasaan nya mulai tenang kembali, ia melajukan mobilnya ke apartemen. Sesampainya di apartemen ia belum juga melihat Azalea keluar dari kamarnya.


"dia nggak apa-apa kan di dalam?" gumam Arkana.


Ia ingin mengetuk pintu kamar Azalea, namun ia belum berani untuk melakukan nya, akhirnya ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar nya.


Sedangkan Azalea di dalam kamarnya, ia sedang menelepon dengan orangtua nya di kampung.


"bagaimana keadaan mu nak?" tanya Bu wina kepada Azalea.


"alhamdulillah bu, Aza baik, bagaimana keadaan ibu, bapak dan dek Azam?" tanya Azalea balik.


"alhamdulillah, kami semua baik nak, gimana kapan ada waktu dan jalan-jalan kesini?" tanya Bu Wina lagi.

__ADS_1


"insyaallah yah bu, nanti kalau mas Kana sudah nggak sibuk di kantornya, Aza jalan-jalan kesitu" jawab Azalea.


"iya sayang, ibu tunggu... yasudah ibu tutup dulu telepon nya yah, jaga diri, assalamualaikum" ucap bu Wina ingin mengakhiri teleponnya.


"iyah Bu, wa'alaikumsalam" ucap Azalea dan mengakhiri panggilan telepon mereka.


"perasaan tadi bunyi suara mobilnya mas Kana, kok tumben hari ini cepat banget pulang kerjanya" gumam Azalea.


Ketika ia sedang menelepon dengam Bu Wina tadi, Azalea mendengar suara mobil Arkana masuk di garasi mobil apartemen mereka, karena Azalea masih marah dan takut bertemu dengan Arkana, sehingga ia tidak keluar untuk menyambutnya.


Sedangkan Arkana di dalam kamar nya, handphone nya terus berdering, ada panggilan dari Lani tapi ia tidak pernah mau menggubris nya. Tiba-tiba handphone Arkana berdering lagi, namun bukan panggilan dari Lani melainkan Papa nya Pak Herlambang.


"Hallo Pa" ucap Arkana.


"Hallo Assalamualaikum Kana, kamu dimana?" ucap Pak Herlambang.


"wa'alaikumsalam, Kana di apartemen Pa, ada apa?" tanya Arkana.


"kok di apartemen? nggak ke kantor yah?" tanya Pak Herlambang.


"ke kantor sih pa tadi, tapi Kana pulang cepet, tiba-tiba nggak enak badan aja pa" jawab Arkana.


"owh gitu yah, ya udah, papa mau minta tolong sama kamu untuk hadiri meeting sama klien papa sebentar selesai sholad Ashar, tapi ya udah nggak usah kalau emang lagi nggak enak badan" ucap Pak Herlambang.


"iyah Pa, Kana minta maaf untuk kali ini" ucapnya lagi.


"iya nggak apa-apa nak, ya udah kamu lanjut istirahat, papa tutup teleponnya, Assalamualaikum" ucap Pak Herlambang mengakhiri telepon nya.


"iya pa, waalaikumsalam" jawab Arkana.


Arkana pun menonaktifkan handphone nya, dan ia pun memilih untuk menenangkan diri dengan tidur siang di kamar nya, berharap setelah bangun tidur emosi nya sedikit mereda dan pikiran nya lebih fresh.


HAY READERS, MINAL AIDZIN WALFAIDZIN, SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA.

__ADS_1


LOVE.


__ADS_2