
AZALEA hanya diam membisu mendengar ucapan permohonan maaf Arkana, ia bingung harus menjawab nya apa, karena sejujurnya ia samasekali tidak pernah marah atau bahkan benci dan dendam kepada suaminya itu. Sedangkan Arkana yang melihat Azalea hanya terdiam tidak merespon ucapan permintaan maaf nya pun belum berhenti untuk terus meyakinkan Azalea. Ia paham istrinya ini pasti agak sulit untuk menerima apa yang sudah dia lakukan kepadanya dari awal menikah hingga saat ini.
"Za... mas minta maaf sekali lagi sama Aza, mas tahu selama ini mas keterlaluan sama Aza, mas nyakitin hati Aza, mas tahu Aza selalu menangis disaat mas menyakiti hati Aza, dan itu semua yang mas lakuin bukan atas dasar nggak sengaja tapi emang mas sengaja ngelakuin semua itu, mas minta maaf Za, mas janji mas akan berusaha menjadi suami yang baik untuk Aza, berusaha menjadi suami yang sholeh, karena mas tahu istri mas adalah wanita yang sholehah, Aza mau kan memaafkan mas?" ucap Arkana panjang lebar kepada Azalea.
Azalea terharu mendengar ucapan suaminya itu, muncul air mata bening di kelopak matanya yang hendak keluar kapan saja. Air mata di pelupuk matanya itu pun jatuh bersamaan dengan Azalea menganggukkan bahwa ia menerima permintaan maaf Arkana.
Arkana langsung spontan membawa Azalea ke dalam pelukan nya.
"terimakasih istriku, aku mencintaimu istri sholehah ku, sungguh sangat mencintai mu, sekali lagi mas minta maaf yah sayang" ucap Arkana sambil menangis kecil.
Mereka pun akhirnya berpelukan mesra, saling meminta maaf satu sama lain, dan berjanji untuk menjadi pasangan yang saling melengkapi dalam keadaan apapun itu.
Setelah lama berpelukan, Arkana teringat kalau mereka belum melaksanakan sholad isya, Arkana pun mengajak Azalea untuk melaksanakan sholad isya terlebih dahulu.
"kita belum sholad isya, sholad isya dulu yuk" ucap Arkana pada Azalea.
"eh iya mas, ayuk" jawab Azalea.
Mereka pun pergi untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholad isya bersama-sama di apartemen.
Selesai melaksanakan sholad isya berjamaah, mereka berdo'a bersama, dan Arkan membalikkan badannya memberikan Azalea menyalami tangan nya dan ia mencium kening Azalea. Azalea merasa deg degan yang luar biasa, Arkana betul-betul memperlakukan nya dengan baik sekarang, ia sangat merasa bersyukur.
"Allah emang ada, Allah nggak tidur, Allah selalu tahu waktu yang terbaik untuk mengabulkan do'a para hamba-nya, terimakasih ya Allah" batin Azalea dalam hati.
__ADS_1
Sedangkan Arkana, ia tiada henti-hentinya mengucapkan kata maaf kepada Azalea, puas meminta maaf ia mengungkapkan rasa Cinta nya yang begitu besar kepada Azalea, rasa syukurnya menikah dengan Azalea. Azalea tahu bahwa suaminya sekarang betul-betul telah berubah.
Arkana pun kembali menanyakan mengenai tidur malam ini kepada Azalea.
"jadi gimana sayang, mau nggak tidur di kamar sama mas?" tanya Arkana kepada Azalea.
Azalea pun mengangguk malu, menandakan bahwa ia bersedia. Mereka pun merapikan alat sholat mereka masing-masing, dan berjalan menuju kamar utama yang ditempati oleh Arkana. Sesampainya di dalam kamar, Arkana langsung mengambil posisi tidurnya diatas spring bed, sedangkan Azalea ia masih merasa canggung, ia belum berani untuk membuka hijab nya di depan suaminya itu, Arkana yang menyadari akan hal itu pun langsung bangun dari posisi tidurnya dan duduk di samping Azalea sembari memeluk nya.
"sayang nggak usah takut, mas janji, mas nggak akan apa-apain sayang kalau emang sayang belum bisa, mas ngerti kenapa sayang kayak gini" ucap Arkana dengan sayang kepada Azalea.
"mas Aza minta maaf yah atas tingkah laku Aza selama ini sama mas, tapi insyaallah Aza siap kok, Aza yang akan berdosa lagi dan lagi kalau tidak melayani mas layaknya sebagaimana seorang istri melayani suami nya" ucap Azalea sembari tersenyum tulus kepada Arkana.
Arkana yang mendengar jawaban dari Azalea pun merasa sangat bersyukur mempunyai istri yang sama sekali tidak memiliki rasa dendam di hati meskipun disakiti berkali-kali, pantas saja Rayhan begitu menginginkan nya untuk menjadi istrinya padahal mereka hanya sekali bertemu, mengingat soal Rayhan, Arkana bertambah takut, ada rasa marah dan juga bersalah dalam dirinya, ia takut Azalea akan meninggalkan nya disuatu hari nanti karena ia merasa bahwa aku adalah laki-laki yang kejam.
"ma terimakasih karena sudah bersikeras menjodohkan Kana dengan wanita sholehah baik hati ini" batinnya dalam hati mengucapkan terimakasih kepada mamanya.
Nanti ada kesempatan ia akan mengucapkan rasa terimakasih yang besar untuk kedua orang tua nya, terlebih-lebih untuk mamanya yang selalu bersikeras menjodohkan nya dengan Azalea, bahkan selalu membela Azalea, menenangkan Azalea disaat hatinya Azalea terluka oleh perbuatan nya sendiri.
Terlalu lama Arkana berada di dalam pikiran nya sendiri, sampai ia lupa bahwa Azalea yang sedang berada dalam pelukan nya kini tertidur dengan pulas, Arkana pun memandangi wajah damai Azalea ketika tidur, ia masih menggunakan hijabnya ketika tidur, Arkana pun meletakkan Azalea dengan pelan diatas spring bed nya dan membuka hijab nya yang masih di kenakan oleh Azalea. Selesai membuka hijabnya, Arkana terus memandangi wajah Azalea, ia terus ber gumam sendiri, bahwa mulai malam ini dan kedepannya, akan ia usahakan bahagia selalu menyertai kehidupan istrinya itu. Ia pun mengecup kening Azalea dan langsung mengambil posisi tidurnya di samping Azalea sambil memeluk nya.
Dan malam ini menjadi malam bersejarah untuk hubungan Azalea dan Arkana.
......................
__ADS_1
Pukul 4:30 seperti biasa Azalea bangun subuh untuk melaksanakan sholad subuh, ketika ia hendak bangun dari tempat tidur, ia merasa ada yang berat berada di atas perutnya, setelah ia perhatikan ternyata itu adalah tangannya Arkana yang sedang tidur dengan pulas sambil memeluknya, ia pun berbalik badan menghadap suaminya itu, ia membelai wajah suami nya itu dengan sayang.
"terimakasih suami ku, sudah menerima ku yang tidak sempurna ini, semoga rumah tangga kita kelak menjadi rumah tangga yang sakinah mawadah dan warahmah, semoga Allah selalu senantiasa merahmati rumah tangga kita ini, kita bersama-sama hingga di Jannah nya Allah yah suamiku" gumamnya sambil membelai wajah Arkana.
Ia pun membangunkan Arkana secara pelan agar tidak mengagetkan nya.
"mas... mas Kana, bangun yuk kita sholad subuh berjamaah" ucapnya.
Arkana pun terbangun dengan suara seraknya.
"ada apa sayang?" tanya nya dengan suara khas bangun tidurnya.
"sholad subuh mas" ucapnya sambil tersenyum ke arah Arkana.
Arkana yang mendengar itu pun bukan nya bangun dari tempat tidur, melainkan menarik Azalea ke dalam perlukan nya, dan ia pun berbisik ke telinga Azalea.
"Aku MencintaiMu Istri Sholehaku"
HAY HAY, AUTHOR UP LAGI NIH GUYS, JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU YAH BAGI YANG BELUM FOLLOW.
LIKE, KOMEN, FAVORITE, VOTE, HADIAH DAN YANG LAINNYA PUN JANGAN DILUPA.
TETAP JAGA KESEHATAN YAH DI MUSIM PANDEMI KAYAK GINI.
__ADS_1
LOVE.