Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Kecewa Lagi


__ADS_3

ARKANA bertanya seolah-olah tidak mengerti maksud perkataan Lani.


"maksud aku, kamu nggak biasa bentak aku hanya karena masalah sepele kayak begini" jawab Lani.


"hemm, maafin aku yah sayang, aku cuman refleks tadi, nggak sengaja dan nggak ada maksud untuk ngebentak kamu" ucap Arkana membujuk Lani.


"hemm iya-iya aku maafin, tapi ada syaratnya" ucap Lani memaafkan Arkana namun dengan memberikan syarat.


"apa syaratnya?" tanya Arkana pada Lani mengenai syaratnya.


"aku ingin shopping dan kamu harun menemaniku dan membelikan apa saja yang aku mau" ucap Lani memberikan syaratnya.


"hem sayang, aku lagi banyak kerjaan, kamu berbelanja sendiri saja yah, kan semalam aku bilang cuma mau menemani makan siang, kalau makan siang aku bisa, tapi kalau untuk menemani berbelanja aku nggak bisa sayang" ucap Arkana menolak syarat dari Lani.


"lahhh kok gitu sih sayang" ucap Lani dengan memasang ekspresi wajah yang cemberut.


"aku minta maaf sayang, aku nggak bisa banget kali ini untuk menemani kamu berbelanja, kerjaan kantor ku banyak sayang, aku kasi uang, kamu berbelanja sendri yah?" ucap Arkana memberikan alternatif lain pada Lani.


"hemm, yaudah deh, aku mau" ucap Lani lagi, dari awal ia memang sengaja mengajak Arkana berbelanja agar belanjaan nya di bayar oleh Arkana, tapi karena sekarang Arkana menawarinya untuk memberikan nya uang saja, dia lebih bahagia lagi.


Arkana pun memberikan Lani berupa uang tunai sebesar 5 juta, Lani sangat bahagia menerima uang itu lalu menc*um pipi Arkana. Arkana hanya tersenyum melihat tingkah Lani itu.


"sayang, aku makan siangnya di mall aja yah, aku takut ganggui kamu kerja" ucap Lani.


"ohh iya sayang, nggak apa-apa" ucap Arkana.


"yasudah, aku pergi dulu yah, dahh sayang" ucap Lani dan langsung keluar dari ruangan Arkana.


Setelah Lani keluar dari ruangannya, Arkana sempat curiga dengan tingkah Lani.

__ADS_1


"apa benar yah kata mama kalau Lani cuma memanfaatkan uang ku saja?" gumam Arkana pada dirinya sendiri.


"ahhhh, itu tidak mungkin, aku sudah bersamanya kurang lebih 3 tahun, aku tahu memang watak Lani, dia memang suka berbelanja, dan memberikan uang untuk orang yang kita sayangi itu bukanlah hal yang buruk" gumam Arkana lagi.


Arkana pun melanjutkan pekerjaan kantornya.


......................


Di apartemen, sore hari...


Azalea sedang bingung untuk memasak menu makan malam apa, ia memeriksa kulkas masi terdapat cumi-cumi, udang dan ikan bandeng, ia pun memutuskan untuk mengolah cumi-cumi dan ikan bandeng saja untuk makan malamnya bersama Arkana nanti, ia sangat berharap bahwa sebentar Arkana akan mau makan malam bersamanya dan mencicipi bahkan memakan masakan nya.


Azalea pun sibuk memasak di dapur seorang diri, karena ukuran apartemen ini tidak terlalu besar sehingga Azalea tidak terlalu merasa takut untuk tinggal sendirian dalam apartemen ini.


Selesai memasak semua menu makanan untuk makan malam, Azalea pun masuk ke kamarnya dan membersihkan diri untuk melaksanakan sholad maghrib, setelah itu ia membaca Al-qur'an sambil menunggu Arkana pulang dari kantornya. Tak berselang lama, Azalea mendengar suara mobil dan ia yakini itu adalah Arkana, ia pun menyelesaikan bacaan Al-qur'an nya dan bergegas keluar kamar menuju pintu apartemen dan membukakan pintu tersebut untuk Arkana masuk.


"alhamdulillah, mas Kana sudah pulang" ucap Azalea sambil tersenyum pada Arkana.


Azalea ingin meraih tangan Arkana untuk menyalami nya namun ia takut Arkana akan menolak nya.


Arkana pun masuk ke dalam apartemen dan langsung menuju kamarnya, ia langsung membersihkan dirinya, kemudian membaringkan tubuhnya di atas spring bed nya yang empuk, disaat ia hendak menutup matanya dan tertidur, terdengar suara ketukan pintu kamar nya.


"Assalamualaikum Mas, Mas Kana belum tidurkan? ayok turun kita makan malam dulu, Aza sudah memasak makan malam untuk mas Kana" ucap Azalea dari luar pintu kamar.


Arkana yang mendengar Azalea memanggil nya untuk makan malam pun merasa terganggu, dan membukakan pintu kamarnya.


"aku sudah kenyang, aku sudah makan di kantor tadi" ucap Arkana langsung menutup pintu kamarnya.


Azalea yang tidak sempat mengucapkan sepatah katapun langsung pergi dari depan kamar itu dengan perasaan yang kecewa, hidup nya begitu menyedihkan, dibenci dan tidak di akui oleh suami sendiri. Azalea pun berjalan ke tempat meja makan sambil terisak pelan, air matanya keluar tanpa aba-aba, rasanya sakit sekali di acuhkan seperti ini.

__ADS_1


Azalea pun memakan makanan yang ia masak, selera makan nya malam ini berkurang, rasa sakit dan sesak di dadanya membuat ia tidak berselera untuk makan, namun dia harus memaksakan diri untuk makan walaupun sedikit, sayang makanan ini akan mubazir kalau tidak di sentuh sama sekali. Selesai makan, ia pun merapikan meja makan dan mencuci piring nya, setelah itu ia kembali ke kamarnya dan melaksanakan sholad isya, kemudian tidur.


......................


Paginya, seperti biasa Azalea bangun untuk sholad subuh dan ngaji. Kemudian ia ke dapur dan menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Arkana suami nya.


Azalea membuat nasi goreng seafood dan ada juga roti panggang selai nanas beserta susu almond kesukaan suaminya.


pukul 7:30 Arkana keluar dari kamarnya sudah berpakaian rapi untuk berangkat ke kantor.


"mas Kana, sarapan dulu yah, nggak baik kerja dengan perut kosong di pagi hari" ucap Azalea seraya tersenyum tulus ke arah Arkana.


"aku sarapan di kantor" ucap Arkana singkat.


"mas, sarapan lah terlebih dahulu, gak apa-apa kalo cuman sedikit" ucap Azalea lagi berharap Arkana mau mencicipi sedikit masakan nya.


"aku sudah bilang, aku akan sarapan di kantor, kamu nggak mengerti bahasa yah?" ucap Arkana dengan nada yang sangat dingin.


"kalau begitu Aza masukan ke dalam tempat bekal yah, nanti setelah sampai di kantor mas Kana hisa langsung sarapan" ucap Azalea lagi dan langsung berjalan ke dapur untuk mengambil tempat bekal untuk mengisi sarapannya Arkana.


Arkana sama sekali tidak merespon lagi, ia langsung keluar dari apartemen langsung mamasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya keluar dari halaman apartemen menuju ke kantornya, sedangkan Azalea yang mendengar bunyi suara mobil Arkana pun langsung berlari kecil menuju pintu apartemen dan melihat mobil Arkana yang ternyata sudah keluar dari dalam pagar apartemen. Lagi-lagi Azalea merasakan sakit hati yang luar biasa, ia pun menutup pintu apartemen dan berlari menuju kamarnya kemudian menangis.


"kenapa menyakitkan sekali ya Allah" ucapnya sambil terisak.


Disaat ia sedang menangis, terdengar suara pintu apartemen nya diketuk oleh seseorang, Azalea yang mendengar itupun langsung berhenti menangis dan mengelap air matanya, kemudian keluar dari kamarnya dan menuju kedepan untuk membukakan pintu untuk orang tersebut.


HAY READERS KESAYANGAN, JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU, LIKE LIKE LIKE, KOMEN KOMEN KOMEN, FAVORIT KAN BAGI YANG BELUM KLIK FAVORIT, VOTE VOTE VOTE, HADIAH NYA JUGA, DAN JANGAN LUPA DI SHARE.


AUTHOR CAPEK NULIS DAN BERPIKIR, JADI HARGAI YAH DENGAN CARA SEPERTI ITU.

__ADS_1


LOVE.


__ADS_2