
SETELAH melakukan perjalanan kurang lebih 4 jam, akhirnya mereka sampai di kediaman Pak Herlambang yang sangat mewah di kota. Mereka pun turun dari mobil dan di sambut oleh bik Ina asisten rumah tangga keluarga Pak Herlambang yang sudah mengabdi hampir 10 tahun lamanya.
Bik Ina kaget ketika melihat istri dari majikan mudah nya itu.
"masyaAllah cantik sekali istrinya den Arkana yah Bu" ucap Bik Ina kepada Bu Raisa.
"hehehe iya dong" jawab Bu Raisa sambil terkekeh kecil mendengar ucapan dari ART nya itu.
"ayok geulis, bibik Antar ke kamar Den Arkana" ajak bik Ina kepada Azalea.
"iya Bik, terimakasih" jawab Azalea.
Mereka pun masuk ke dalam rumah, dan Azalea langsung di antar ke kamar Arkana. Sedangkan Arkana beristirahat di ruang keluarga sambil baring di sofa ruang keluarga tersebut.
Ketika Azalea sampai di dalam kamar Arkana, ia langsung terpukau melihat dekorasi kamar Arkana yang terlihat elegan nan mewah.
"hehehe ini kamar nya Den Kana selama ini, apa non suka"? tanya Bik ina kepada Azalea karena melihat raut wajah Azalea yang menunjukkan kekaguman pada dekorasi kamar Arkana.
"hehehe iyah Bik, aku suka" jawab Azalea dengan kekehan kecil nya.
"alhamdulillah, kalau non suka" ucap Bik Ina.
"hemm Bik, jangan panggil aku non, panggil Aza ajah" pinta Azalea yang merasa risih di panggil dengan sebutan Non oleh Bik Ina.
"loh kok gitu?" tanya Bik Ina yang bingung.
"aku merasa risih saja Bik kalau di panggil dengan sebutan seperti itu, Bibik Panggil Aku Nak Aza aja yah" ucap Azalea dengan lembut.
"masyaallah, benar kata Ibu waktu itu kalau calon istri Den Arkana adalah seorang wanita yang memiliki hati yang lembut" ucap Bik Ina sambil tersenyum kepada Azalea.
"heheh Bibik Bisa Aja" ucap Azalea dan di balas senyuman oleh Bik Ina.
"semoga kamu bahagia terus Nak Azalea" batin Bik ina dalam hatinya.
__ADS_1
"yaudah Nak Aza, bibik kebawa dulu yah,Nak Aza istirahat aja dulu, pasti capek habis melakukan perjalanan jauh" ucap Bik Ina.
"iya Bik, terimakasih banyak sudah membantu Aza tadi" ucap Azalea lembut.
"sudah menjadi tugas bibik, yaudah bibik turun yah" ucap Bik Ina lagi.
"iya... " jawab Azalea disertai senyuman.
Bik Ina pun turun ke lantai satu rumah Pak Herlambang karena berhubung kamar Arkana letaknya ada di lantai dua rumah, sedangkan Azalea di kamar Arkana ia bingung harus menyusun pakaian nya di lemari pakaian yang mana, ia lupa menanyakan nya tadi pada Bik Ina. Karena Azalea masih belum tahu letak tempat pakaiannya, ia memutuskan untuk mandi dan beristirahat sejenak menanti waktu sholad Ashar tiba.
Disaat Azalea sedang tertidur lelap, Arkana masuk ke kamarnya, namun karena melihat Azalea yang lagi lelap tertidur ia memutuskan untuk keluar dari kamarnya. Ketika ia hendak turun kembali ke lantai bawah rumahnya, tiba-tiba handphone nya berdering ada panggilan masuk dari nomor kontak yang bernama "my love" ia pun langsung mencari tempat yang aman untuk menerima telepon dari orang tersebut yang ternyata adalah Lani kekasihnya. Ia sengaja mencari tempat yang aman karena tidak ingin di tahu oleh kedua orangtua nya kalau dia masih berhubungan dengan Lani. Hal itu dia lakukan bukan karena Azalea yang sekarang menjadi istrinya, namun karena Ancaman Bu Raisa Mamanya itu.
Arkana pun berjalan menuju taman rumahnya untuk mengangkat telepon itu yang tak terasa sudah panggilan kedua nya.
"Hallo sayang" ucap Arkana.
"sayang, kamu kok tega sih nggak pernah ngehubungin aku" ucap Lani diseberang telepon.
"aku minta maaf sayang, aku belum lama sampai di rumah, kita ketemu yuk nanti aku jemput kamu" ucap Arkana yang mengajak Lani untuk ketemuan.
Arkana pun mengakhiri panggilan teleponnya dan kembali masuk ke dalam rumah, sedangkan sedari tadi Arkana tidak menyadari kehadiran Bik Ina ketika ia sedang menelpon dengan Lani, Bik Ina mendengar semua percapakan Arkana dengan Lani, Bik Ina merasa sedih ternyata majikan mudah nya itu masih saja berhubungan dengan kekasihnya itu padahal ia sudah memiliki seorang istri yang sangat cantik dan memiliki hati yang lembut.
"Bik Ina, sejak kapan berada disini" tanya Arkana kepada Bik Ina dengan raut wajah yang kaget.
"ehh aden Kana, belum lama kok, Bibik di suruh sama Ibu untuk memanggil aden" ucap Bik Ina hati-hati, Bik Ina tidak mau Arkana tahu kalau dia habis menguping semua pembicaraan nya dengan Lani tadi.
"owh... mama ada dimana?" tanya Arkana, dia pun sedikit lega artinya Bik Ina tidak mendengar apa yang ia bicarakan dengan Lani, kalau tidak bisa gawat.
"Ibu sedang berada di ruang keluarga sama-sama bapak" jawab Bik Ina.
"owh iya" jawab Arkana sambil berjalan menuju ruang keluarga.
Diruang keluarga Bu Raisa dan Pak Herlambang sedang duduk bersama sambil meminum teh yang baru di buatkan oleh Bik Ina. Arkana pun datang dan menyala mereka.
__ADS_1
"Mah.. Pah... ada apa memanggil Kana?" tanya Arkana pada intinya.
"hemm kamu ini, belum duduk sudah langsung to the point saja" tegur Pak Herlambang pada Arkana.
"hehehe maaf Pah" jawab Arkana sambil mengambil posisi duduknya.
"ada yang ingin papa sama mama bicarakan sama kamu" ucap Pak Herlambang.
"ada apa Pah?" tanya Arkana lagi.
"sekarang kamu sudah menikah, mama sama papa kasi kamu pilihan mau tetap tinggal disini bersama kami atau mandiri" ucap Pak Herlambang.
"Maksut Papa?" Tanya Arkana agak bingung.
"Papa sudah dari jauh hari membeli apartemen untuk mu, tetapi Papa belum memberikan nya untuk kemarin, karena niat Papa membelikan mu apartemen yaitu untuk kehidupan mu nanti bersama Istrimu, Papa takut memberikan mu apartemen itu sebelum menikah, karena jangan sampai kamu membawa perempuan itu untuk tinggal bersama dengan mu distu dan melakukan Dosa" Ucap Pak Herlambang lagi.
Arkana sejenak berfikir, ternyata selama ini Papa nya telah membelikannya sebuah apartemen hanya baru sekarang ia mengatakan nya setelah ia menikah, tapu seperti nya ada bagusnya juga kalau ia hanya tinggal berdua dengan Azalea, ia akan lebih gampang untuk menyiksa Azalea dan berhubungan dengan Lani, pikirnya dalam hati.
"Kana... jadi bagaimana kamu mau tinggal bersama kami atau hidup mandiri bersama istrimu di apartemen itu?" tanya Pak Herlambang lagi.
"hemm Kana pingin hidup mandiri Pah bersama Azalea" ucap Arkana mantap namun dalam hatinya sedang bersorak bahagia akhirnya dia punya kesempatan untuk menyiksa Azalea nantinya.
"Yasudah kalau begitu, tinggal lah beberapa hari lagi dulu di sini, baru kalian pindah" ucap Bu Raisa menimpali.
"iya Mah, yasudah Kana Pamit yah, Kana mau keluar sebentar ada urusan kantor mendadak" Pamit Arkana kepada Bu Raisa dan Pak Herlambang.
"jangan lama-lama keluar nya Kana, ingat ada istrimu yang menunggu mu dirumah" ucap Bu Raisa lagi.
"iyah" jawab Arkana sambil berlalu pergi. Ia sudah sangat gelisah, sepertinya Lani sudah menunggu nya lama di kediaman nya.
HAY READERS KU TERSAYANG, AUTHOR UP LAGI NIH.
TETAP DUKUNG AUTHOR TERUS YAH, DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK SETELAH MEMBACA.
__ADS_1
LOVE