
AZALEA kemudian berjalan menuju tempat duduknya bersama dengan Arkana, dari kejauhan Azalea melihat bahwa Arkana sedang duduk bersama seseorang.
"mas Kana lagi duduk sama siapa yah?" tanyanya pada diri sendiri.
Azalea pun mempercepatkan langkah kakinya, sesampai di tempat duduk Azalea langsung menegur Arkana.
"maaf mas Aza lama, Aza dahuluin tadi seorang ibu-ibu yang udah emang kebelet banget" ucapnya meminta maaf dan memberi penjelasan kepada Arkana agar ia tidak salah paham.
Arkana hanya menjawab mengangguk dan tersenyum.
Sementara Rayhan ia langsung membalikkan badannya untuk melihat sosok istrinya Arkana.
Deg.... Rayhan kaget bukan main, jantung nya berdetak hebat.
"ini wanita yang saya cari, iyah dia lah wanita itu" ucapnya dalam hati.
Azalea juga melihat Rayhan, ia merasa sepertinya tidak asing dengan teman Arkana ini, lama ia berfikir akhirnya ia mengenali sosok lelaki ini.
"maaf, bukan kah mas ini yang pernah saya bertemu nggak sengaja di jalan?" tanya Azalea kepada Rayhan.
Rayhan langsung salah tingkah, tidak salah lagi ini betul wanita yang dia tidak sengaja menyerempet kan lumpur ke pakaiannya.
"ya allah, wanita yang saya cari-cari selama ini, yang ku pikir adalah jodohku, ternyata ia adalah istri sahabat ku sendiri" batinnya dalam hati, ia ingin menangis tanpa air mata, hatinya sakit sekali menerima kenyataan ini.
Arkana yang menyadari perubahan ekspresi Rayhan pun langsung menyadari satu hal.
"jangan-jangan wanita yang selama ini Rayhan cari adalah Azalea istriku" ucap Arkana dalam hati. Perasaan Arkana pun tidak enak, wajahnya mulai menggelap, ia tidak mau Rayhan mengambil Azalea dari hidupnya, ia sudah mencintai Azalea, ia ingin memperbaiki hubungan nya dengan Azalea.
Arkana melihat Rayhan yang diam memandangi Azalea dengan raut wajah yang sulit di artikan pun merasa tidak suka, ia pun menegur Rayhan.
"Ray, waktu kita menikah kan loe nggak ada, nih gue perkenalin istri gue, Azalea" ucap Arkana memperkenalkan Azalea sebagai istrinya di depan Rayhan, sekalian ia juga berharap agar Rayhan berhenti memimpi-mimpikan Azalea menjadi istrinya lagi.
"eh iya Kan, salam kenal yah Azalea, aku Rayhan, waktu kita bertemu dulu, kita lupa untuk saling menanyakan nama, dunia begitu sempit yah, ternyata kamu istrinya sahabat aku sendiri, untuk hari itu, sekali lagi aku minta maaf yah" ucapnya sambil tersenyum ke arah Azalea.
__ADS_1
Azalea pun mengangguk dan tersenyum. Tiba-tiba Rania keponakan Rayhan menangis.
"kenapa sayang?" tanya Rayhan kepada Rania.
"aku lapar om" ucapnya dengan jujur.
Mereka semua pun terkekeh. Kebetulan Azalea penyuka anak-anak, ia pun meminta izin kepada Rayhan untuk mengambil alih Rania, Rayhan pun mengizinkan nya.
"sini cantik sama kaka" ucap Azalea kepada Rania sambil tersenyum manis.
Rania pun sekarang berada di pangkuan Azalea, Azalea menyuapi makanan nya kepada Rania, tak berselang lama pelayan membawakan pesanan makanan Rayhan dan Rania. Rayhan pun mengambil alih kembali Rania biar Azalea bisa memakan makanannya dengan tenang.
Mereka pun makan bersama di restoran tersebut tanpa berbicara apapun lagi. Rayhan sering mencuri-curi pandang ke arah Azalea. Arkana menyadari hal itu, muncul kecemburuan besar dalam hati nya. Azaleanya hanya milik nya, seperti itu lah yang ada dalam hati nya.
Selesai makan, Rayhan langsung pamit pulang karena Rania sudah mulai rewel minta di antar pulang, Rayhan pun pamit kepada Arkana dan Azalea.
"gue duluan yah Kan" pamitnya kepada Arkana.
"iya Ray, loe hati-hati" ucap Arkana yang tetap baik terhadap sahabatnya itu.
"wanita yang selama ini aku abaikan dan aku sakiti, ternyata dicintai oleh sahabat ku sendiri, dan beruntung semua itu ketahuan di saat aku sudah menyadari kesalahan ku sendiri dan sudah mencintai nya, kalau nggak aku akan pasti sangat menyesal" batinnya dalam hati.
Sedangkan Azalea yang melihat Arkana yang memperhatikan nya dengan intens pun merasa tidak nyaman.
"mas, mas Kana, mas Kana nggak apa-apa?" panggil Azalea kepada Arkana.
"eh iya, nggak, aku nggak apa-apa, ayo kita pulang" jawab Arkana.
"iya mas" ucap Azalea sambil tersenyum kepada Arkana.
Arkana pun melakukan transaksi pembayaran makanannya di kasir, setelah itu mereka keluar dari restoran tersebut dan menuju mobilnya.
"mas kita singgah di supermarket terdekat yah" ucap Azalea.
__ADS_1
Arkana hanya menjawab dengan sebuah anggukkan. Mereka pun singgah di supermarket terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan yang sudah habis di apartemen.
Setelah selesai berbelanja mereka pun memutuskan untuk pulang, di dalam mobil Azalea berusaha membuka percakapan.
"mas, kapan mas Kana ada waktu, kita jalan-jalan ke kampung ketemu bapak dan ibu?" Tanya Azalea kepada Arkana.
Arkana hampir lupa akan hal ini, sudah hampir 2 bulan mereka belum mengunjungi bapa dan ibunya Azalea di kampung.
"minggu depan yah" jawab Arkana.
"oh iya mas nggak apa-apa kok kalau sekarang mas Kana masih sibuk" ucap Azalea lagi.
Arkana hanya mengangguk, mereka pun tiba di apartemen, Arkana membantu Azalea membawakan barang belanjaan ke dapur dan mengisi nya kedalam kulkas. Setelah semuanya beres Azalea pamit kepada Arkana untuk masuk ke kamarnya, ia ingin segera beristirahat.
Ketika Azalea hendak melangkah kan kakinya menuju kamarnya, tangan nya di tahan oleh Arkana. Azalea kaget dan balik menghadap Arkana.
"ada apa mas? mas Kana belum mau istirahat?" tanya nya pada Arkana.
"Aza..." ucap Arkana menyebut nama Azalea dengan nada yang lembut. Azalea yang mendengar namanya di panggil begitu lembut oleh Arkana pun langsung merasa deg-degan. Azalea langsung menatap Arkana seolah-olah menyuruh nya untuk berbicara, ada apa? kenapa menahan nya? begitulah kira-kira.
Arkana pun melanjutkan ucapannya.
"Za... kita tidur bareng yah, seperti suami dan istri pada umumnya" ucapnya lagi.
Deg.... seketika Azalea merasa jantungnya akan copot dari tempat nya. Apakah ini hanya mimpi? kalau memang ia sedang bermimpi, tolong bangunkan dia segera, seperti itulah pikirnya.
"tapi mas.... " Azalea ragu, ia takut jikalau ia sudah melayani Arkana seperti istri melayani suami di dalam kamar namun Arkana belum mencintai nya. Ia takut kecewa pada akhirnya. Tapi ia tidak bisa pungkiri bahwa mau tidak mau Arkana adalah suami sah nya, sudah seharusnya ia sebagai istri melayani nya dengan baik.
Sedangakan Arkana, ia tahu bahwa Azalea ragu untuk tidur bersamanya, ia paham dengan hal yang seperti ini. Dia pun menarik Azalea untuk lebih dekat lagi dengan nya.
"Za... Mas minta maaf sama kamu atas apa yang selama ini mas lakuin ke kamu" ucap Arkana dengan raut wajah yang tulus.
HAY HAY, SEPERTI BIASA JANGAN LUPA UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU YAH BAGI YANG BELUM FOLLOW.
__ADS_1
LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE, GIFT DAN HADIAH-HADIAH LAINNYA JUGA JANGAN DILUPA YAH.
LOVE.