Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Malam Yang Menyakitkan


__ADS_3

Peringatan: Terdapat sedikit adegan dewasa, untuk anak-anak -18th, harap di skip aja.


...----------------...


ACARA makan bersama pun telah selesai, bu Raisa dan pak Herlambang kembali ke kediaman mereka setelah melaksanakan sholad isya berjamaah di apartemen.


Setelah mengantarkan bu Raisa dan pak Herlambang di depan pintu, Azalea dan Arkana langsung kembali ke kamar masing-masing. Hari ini ia betul-betul merasa kelelahan, namun ia juga sangat merasa bersyukur, apa yg ia inginkan terwujud di hari ini, yaitu Arkana mau memakan masakan nya.


Sementara Arkana di kamarnya ia langsung baring di atas spring bed nya yang empuk sambil memainkan ponselnya. Ia terus memikirkan Lani, mengenai ucapan mama nya dan teman-teman nya.


"sepertinya, aku harus mencari cari tahu sendiri" gumamnya.


Ia mulai mencari tahu melalui media sosial terlebih dahulu, mulai dari faceb**k, kemudian twi**er, hingga insta**am nya. Setelah melakukan pencarian sekitar 10 menit, Arkana menemukan foto Lani menggunakan pakaian seksi dan sedang dikelilingi para laki-laki hidung belang. Arkana yang melihat itu seketika berwajah gelap, ia memang tahu Lani menyukai pakaian yang seksi, tetapi ia tidak menyangka kalau Lani selain menjadi model ia juga menjadi wanita penghibur para pria hidung belang.


"argghh" teriak Arkana frustasi dan membanting hp nya di atas spring bed.


"kenapa kamu membohongi ku Lani? kenapa? aku sangat mencintai mu, tapi kenapa kamu melakukan hal-hal kotor yang seperti itu?" ucap Arkana frustasi.


Sedangkan Azalea di kamarnya ia mendengar kan suara teriakan Arkana, ia langsung keluar dari kamarnya menuju kamar Arkana.


"assalamualaikum mas" ucap Azalea dari luar kamar Arkana sambil mengetuk pintu kamarnya.


Karena tidak ada suara sahutan dari dalam kamar, Azalea kembali mengetuk pintu kamarnya.


"mas kana nggak apa-apa kan di dalam? mas tolong buka dulu pintu kamarnya, Aza khawatir" ucap Azalea lagi dari luar kamar Arkana.


Tiba-tiba pintu kamar Arkana terbuka dan Arkana langsung menyeret Azalea ke dalam kamarnya dan membuang tubuhnya di atas spring bed dengan kasar. Azalea sontak kaget dengan perlakukan Arkana itu. Melihat Arkana yang menghampiri nya dengan tatapan yang sulit di artikan, Azalea ketakutan.

__ADS_1


"m... m... ma.. s K.. a.. na ke.. napa?" tanya Azalea dengan suara yang terbata-bata karena ketakutan.


Arkana tidak menjawab pertanyaan dari Azalea ia lalu menerkam kedua bahu Azalea dan langsung membuka hijab nya dan membuangnya ke lantai kamar. Azalea yang di perlakukan seperti itu pun langung kaget dan menangis.


"astagfirullah mas, mas kenapa? mas Kana mau apa? jangan seperti ini mas, mas Kana istighfar, jangan be......"


Ucapan Azalea terpotong karena Arkana langsung menerkam bi*irnya menggunakan bi*ir nya, Arkana mel*mat bi*ir Azalea, Azalea menangis dan berusaha melepaskan diri nya namun tidak bisa, kekuatan Azalea tidak sebanding dengan kekuatan otot Arkana. Arkana melepaskan bi*ir Azalea ketika ia merasa Azalea hendak kehabisan nafasnya.


Azalea terus menangis, dan memohon namun Arkana tidak mendengarkan nya, tangan Arkana mulai menyentuh benda sensitif milik Azalea, Azalea langsung merinding, namun dengan cepat ia kembali sadar, Azalea langsung menampar Arkana pada saat itu juga.


"plak" bunyi suara tamparan Azalea di pipi Arkana yang lumayan keras.


"tolong mas Kana, mas istighfar, mas Aku tahu aku adalah istri sah mas Kana, tapi aku mohon mas jangan menyentuhku dengan cara seperti ini, dan aku nggak akan pernah memberikan mahkota berharga ku kepada mas Kana, sampai mas Kana betul-betul menganggap aku adalah istri nya mas dan mencintai aku dengan setulus hatinya Mas Kana" ucap Azalea.


Setelah mengucapkan kata-kata itu, Azalea langsung meraih hijab nya yang ada di lantai kamar Arkana dan berlari keluar dari kamar Arkana menuju kamarnya.


"ya Allah, maafkan aku jikalau aku berdosa karena menolak suamiku" ucap Azalea berdo'a memohon ampun sambil menangis sesenggukan.


Sementara Arkana di dalam kamar nya ia langsung masuk ke dalam kamar mandi kamarnya dan duduk di dalam bath tub yang di penuhi air dingin untuk menghilangkan hasrat hawa nafsunya.


"arghhh apa yang baru saja aku lakukan pada nya" ucap Arkana frustasi sambil memukul kepala nya sendiri.


Kata-kata Azalea terus terngiang-ngiang di telinganya, ia merasa sangat bersalah padanya.


Setelah berendam air dingin cukup lama, Arkana kembali ke kamarnya dan memakai pakaiannya.


Sedangkan Azalea di kamarnya, ia terus menangis hingga merasa mengantuk dan tertidur begitu saja.

__ADS_1


Pagi nya, seperti biasa Arkana bangun dan bersiap-siap menuju kantornya, selesai bersiap ia keluar dari kamarnya, berharap ada Azalea didapur dan menawarinya untuk sarapan terlebih dahulu, namun ternyata tidak ada, Azalea sepertinya sangat marah pada nya sehingga ia mengurung dirinya di dalam kamar. Arkana mencoba untuk berfikiran positif untuk masalah ini, sudah lebih 3 bulan ia bersama Azalea, walaupun hampir tidak pernah berinteraksi pada nya, namun Arkana sedikit memahami sifat asli daripada Azalea, ia seorang wanita yang tidak mudah marah dan pendendam.


Arkana pun keluar dari apartemen, masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju kantor nya, selama perjalanan ia terus memikirkan Azalea.


"aku yakin dia akan ke kantor sebentar dan mengantar sarapan untuk ku karena tadi pagi ia tidak sempat menyediakan sarapan untuk ku" gumam Arkana sambil tersenyum.


Sedangkan di Apartemen, ketika Azalea merasa bahwa Arkana sudah berangkat ke kantor nya, ia pun langsung keluar dari kamarnya, menangis semalaman membuat perut nya sangat lapar. Azalea tidak membuatkan sarapan, ia langsung memakan makanan sisah tadi malam yang ia panaskan kembali.


Di kantor Arkana, sedang sibuk bekerja mengurus beberapa dokumen penting kantor nya. Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka dan muncul sosok wanita berpakaian seksi di hadapan Arkana.


Arkana mengira yang datang adalah Azalea untuk mengantarkan nya sarapan, namun ternyata Lani. Ketika melihat Lani datang ia langsung fokus kembali pada pekerjaan nya dan tidak ingin menggubris Lani.


"sayang, kamu apa-apaan sih nggak pernah mau ngehubungin aku, aku chat nggak di balas, telepon di alih kan, kamu kenapa sih? kok tega sama aku?" ucap Lani dengan nada manja nya.


"aku lagi banyak kerjaan, nggak mau di ganggu" ucap Arkana singkat.


"sayang kok kamu gitu sih sama aku, selama ini meskipun sibuk kamu selalu aja ada waktunya untuk aku" ucap Lani.


Melihat Arkana yang tidak merespon nya lagi, ja sedikit kesal, ia langsung berjalan menuju Arkana dan memeluknya dari belakang.


"sayang, aku merindukan mu" ucapnya dengan nada yang sangat manja.


HAY HAY, SEPERTI BIASA AUTHOR MAU MENGINGAT KAN UNTUK FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU YAH, BIAR NGGAK KETINGGALAN INFO NOVEL TERBARU .


JANGAN LUPA, LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE, GIFT, HADIAH DAN YANG LAINNYA, BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA.


LOVE.

__ADS_1


__ADS_2