
AZALEA langsung menyalami tangan bu Raisa dan Pak Herlambang, disamping itu Azalea belum menyadari kehadiran Arkana karena memang pas masuk restoran tersebut Arkana izin ke toilet sebentar, selesai Azalea menyalami tangan Bu Raisa Azalea mengangkat kepalanya dan tatapannya langsung bertemu dengan tatapan Arkana, Deg... jantung azalea berdegup kencang melihat Arkana, sebelumnya Azalea belum pernah merasakan perasaan yang seperti ini.
"apakah ini yang dinamakan jatuh Cinta pada pandangan pertama? tapi kenapa aku langsung jatuh Cinta padanya? bukan kah dia tidak menginginkan ku? apakah harus aku duluan yang mencintai nya?" batin Azalea dengan penuh pertanyaan untuk hatinya sendiri.
Sedangkan di posisi Arkana dia melihat Azalea dengan persaan yang sulit di artikan.
"Tampangnya memang polos, tetapi obat pencuci merek apa yang sudah dia kasih ke mama sama papa sehingga begitu menginginkan nya menjadi istri ku" batin Arkana.
Bu Raisa dan Pak Herlambang yang melihat Azalea dan Arkana hanya saling tatap menatap dengan pikiran mereka masing-masing pun akhirnya bersuara untuk membangunkan mereka dari lamunan mereka itu.
"ehemm ehemmm... kalau sudah saling jatuh Cinta pada pandangan pertama mendingan kalian berdua berkenalan dulu saja, jangan hanya saling menatap saja seperti itu" goda Bu Raisa sambil tersenyum ke arah Arkana dan Azalea.
Pak Herlambang hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang menggoda anaknya dan calon menantu nya itu.
"hehehe Maaf Pak Bu" ucap Azalea dengan pipi merah merona karena di goda oleh Bu Raisa seperti itu.
"iyaa gak Apa-apa sayang, perkenalkan ini calon suami kamu anak laki-laki satu-satunya ibu dan suami ibu namanya Arkana Abdullah Herlambang" jawab Bu Raisa sambil memperkenalkan Arkana ke Azalea.
"Owh Iyah Bu, Pak... salam Mas Arkana, saya Azalea Anggraini" jawab Azalea sambil mengatup kedua tangannya di dada dan sambil tersenyum ke arah Arkana.
"Owh Iya Azalea" ucap Arkana dengan senyum yang di paksa .
"ayo kita duduk dan memesan makanan" ajak Pak Herlambang.
Mereka pun duduk dan mulai memesan makanan yang ingin mereka makan, sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka mengobrol-mengobrol santai.
__ADS_1
"Jadi Nak Azalea, kapan kami sekeluarga bisa bertemu dengan keluarga Nak Azalea di kampung Halaman?" tanya Pak Herlambang kepada azalea.
"insyaallah minggu depan Pak, Bu... Azalea mau memberitahu terlebih dahulu kepada Ayah sama Ibu di kampung" jawab Azalea.
"owh iya sayang, kami sekeluarga siap menunggu kesiapan dari keluarga Azalea di kampung" ucap Bu Raisa.
Makanan yang di pesan pun datang, mereka pun akhirnya memutuskan untuk makan terlebih dahulu setelah itu baru membahas mengenai konsep pernikahan nanti.
"Ma, Pa aku mau menikah di kampung Azalea saja dan tidak usah ada resepsi pernikahan" ucap Arkana yang menolak jika di adakan resepsi pernikahan.
"loh kenapa Kana? kamu anak satu-satunya mama sama papa, apa kata teman-teman mama dan teman-teman papa kalau anak satu-satunya kita menikah tapi tidak ada acara resepsi nya dan mengundang mereka?" tanya Bu Raisa.
"tapi Ma... "
Arkana hanya menghela nafas kasar nya sedangkan Azalea hanya tertunduk diam, Azalea tau bahwa Arkana tidak ingin semua orang tau mengenai pernikahan mereka nanti makanya dia menolak untuk mengadakan resepsi pernikahan, Azalea juga tidak menginginkan resepsi atau apalah itu yang penting SAH saja jadi suami istri, hanya dia pun tidak bisa egois mengingat calon mertuanya yang merupakan orang besar pemilik perusahaan ternama di kota ini, memang harus mengadakan resepsi untuk menjaga nama baik keluarga dan perusahaan apalagi Arkana adalah anak satu-satunya mereka. Pembahasan pun selesai mereka akhirnya memutuskan untuk mengakhiri pertemuan itu dan mengajak Azalea untuk pulang bersama.
sesampainya di kamar Kost nya Azalea mulai menghubungi orang tua nya di kampung dan memberi tahu mengenai perjodohan ini, Ibu dan Bapak nya sangat kaget tidak menyangka anak nya akan di lamar secepat itu terlebih lagi yang melamar Azalea adalah anak dari Bos azalea sendiri. Azalea tidak menceritakan kepada mereka mengenai penolakan perjodohan yang di lakukan oleh Arkana, dia tidak ingin membuat orang tua nya khawatir dengan keadaannya jika mereka tahu kalau Azalea menikah dengan laki-laki yang tidak mencintai nya.
Keesokan harinya Azalea langsung memutuskan pulang duluan di kampung halamannya sambil menunggu keluarga Bu Raisa menyusul disana.
......................
Tiba hari dimana keluarga Pak Herlambang berkunjung ke rumah orang tua Azalea di kampung. Orang tua Azalea pun menyambut kedatangan mereka, mereka pun saling ber salam-salaman.
"silahkan masuk Pak, Bu, dan Nak arkana... maaf seperti ini lah rumah kami" ucap Pak Azwar.
__ADS_1
"hehehe tidak apa-apa Pak, rumah ini sangat nyaman sekali" jawab Pak Herlambang sembari memuji kediaman Pak Azwar yang sangat sejuk dan asri.
"Alhamdulillah Pak" jawab Pak azwar.
merekapun masuk ke dalam rumah dan duduk diruang tamu sederhana milik keluarga Azalea. Azalea pun membawa nampan yang berisi cangkir teh dan sedikit kue-kue kering sebagai teman minum teh dua keluarga itu.
"silahkan di minum teh nya, Pak, Bu, Mas Arkana" ucap Azalea.
"terimakasih sayang" jawab Bu Raisa tersenyum ke arah Azalea.
Dua keluarga itu pun akhirnya ber cerita-cerita santai sebagai pembahasan awal, hingga tiba waktunya pak Herlambang menyampaikan niat sebenarnya mereka datang bertemu keluarga Pak Azwar ini.
"begini Pak Azwar dan Bu Wina, tujuan kami sekeluarga datang disini untuk meminang anak Pak Azwar dan Bu Wina yang bernama Azalea Anggraini untuk menjadi istri dari anak laki-laki kami satu-satunya yang bernama Arkana Herlambang, bagaimana Pak Azwar dan Bu Wina? apakah kalian menerima pinangan kami ini?" tanya Pak Herlambang setelah menyampaikan niat baik mereka pada Pak azwar dan Bu Wina.
"alhamdulillah, terimakasih sebelumnya Pak Herlambang dan Bu Raisa, sudi menjadikan kami bagian dari keluarga Bapak dan Ibu, untuk keputusan nya kami serahkan kepada anak kami Azalea Anggraini sendiri yang memutuskan, karena pernikahan ini dia yang akan menjalani nya, kami sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan, yang terpenting Azalea bahagia kami pun ikut bahagia" jawab Pak Azwar bijak.
"jadi bagaimana Nak Azalea, apakah kamu menerima pinangan ini?" tanya Pak Herlambang kepada Azalea.
"Bismillahirrahmanirrahim, Iya Pak. Azalea menerima nya" jawab Azalea dengan mantap.
"alhamdulillah" jawab mereka serempak terkecuali Arkana yang hanya diam saja sedari tadi.
HAY PARA READERS KU TERSAYANG, AUTHOR UP LAGI NIH HARI INI. SEBELUMNYA AUTHOR MEMOHON KEPADA READERS KU SEKALIAN, TOLONG TINGGAL KAN JEJAKNYA SETELAH MEMBACA BIAR AUTHOR TAMBAH BERSEMANGAT UP NYA YAH.
LOVE
__ADS_1