
SEDANGKAN Arkana setelah ia melihat Azalea masuk kembali ke kamarnya, ia pun memutuskan untuk masuk ke kamarnya juga.
"itu belum seberapa Azalea, kita akan lihat nanti apakah kamu memang bisa bertahan atau lebih memilih pergi" gumam Arkana sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.
...----------------...
Azalea bangun pagi seperti biasanya, sholad, mengaji dan membuat sarapan. Selesai membuat sarapan Azalea pergi ke kamar Arkana untuk membangunkan nya.
"assalamualaikum Mas" ucap Azalea.
Namun sepertinya tidak ada jawaban dari dalam kamar itu. Azalea kembali memanggil hingga panggilan ketiga, tanpa da sahutan dari dalam kamar itu, pintu kamar terbuka dan muncul sosok laki-laki masih dengan muka bantal nya.
"ada apa?" tanya Arkana tiba-tiba membuat Azalea kaget.
"astagfirullah Mas, aku kaget" ucap Azalea dengan nada kagetnya.
"owh kamu kaget yah, lalu apa mau mu? dan harus berapa kali ku peringatkan kamu bahwa jangan kamu memunculkan muka mu itu di hadapan ku, menambah kebencian ku saja, atau kamu memang ingin aku bertambah membencimu? kalau memang itu yang kamu inginkan, wahh mantap sekali" ucap Arkana tanpa memberikan Azalea kesempatan untuk bicara.
"sebelumnya aku minta maaf Mas, aku hanya menjalankan peran ku sebagai seorang istri, dimana jika suami lalai beribadah istri mengingat kan, membangunkan suami jika kesiangan, serta menyiapkan makanan dan pakaian suami" ucap Azalea dengan keberanian.
"kamu salah Azalea, aku bahkan sama sekali tidak menganggap mu istri melainkan seperti benalu" ucap Arkana.
Azalea hanya terdiam mendengar ucapan Arkana itu, hati nya terasa sangat sakit, suaminya sendiri menganggap dia adalah benalu bukan istrinya.
"kalau memang kamu ingin membersihkan kamar ini silahkan bersihkan, karena sebentar aku akan mengundang Lani untuk datang ke apartemen ini, dan ingat jangan pernah kamu mengadukan hal ini sama mama dan papa" ucap Arkana kepada Azalea.
Azalea yang mendengar itu pun kembali merasa sesak di dadanya, "ini nggak boleh terjadi, Mas Kana harus tahu batasan" batinnya dalam hati.
"kenapa diam? kalau mau membersihkan ya silahkan bersihkan, kalau tidak segeralah pergi dari hadapan ku, aku betul-betul muak melihat mukamu" ucap Arkana dengan nada yang kasar.
"tapi Mas, Lani bukan muhrim nya Mas, dosa besar Mas ketika Mas membawa nya masuk ke dalam rumah ini apalagi ke dalam kamar, astagfirullah" ucap Azalea menasehati Arkana.
__ADS_1
Arkana yang mendengar itu pun merasa muak dan langsung kembali masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu kamar itu secara kasar bahkan membuat Azalea kaget.
"astagfirullah" ucap Azalea sambil memegang dadanya.
Azalea pun memutuskan untuk membersihkan apartemen, menyapu, mengepel serta merapikan di sebagian sisi apartemen mereka itu.
Setelah semua ia bersihkan, ia pun beristirahat di sofa ruang tamu, tiba-tiba ia Arkana keluar dari kamarnya menggunakan pakaian kantornya. Azalea pun menyapa Arkana.
"Mas nggak mau sarapan dulu? aku sudah bikinin Mas Kana sarapan roti panggang pake selai nanas dan susu Almond" ucap Azalea sembari tersenyum ke arah Arkana.
Sedangkan Arkana dalam hatinya merasa bingung, darimana Azalea tahu makanan sarapan favorit nya, atau mungkin waktu dirumah orang tuanya Azalea diberitahu oleh bik Ina.
Arkana pun malas memikirkan hal itu lagi dan berjalan keluar apartemen tanpa menghiraukan Azalea yang sedari tadi menunggu responnya. Azalea tidak menyerah sampai disitu ketika ia melihat Arkana hampir menaiki mobilnya, Azalea berlari kecil ke arah Arkana untuk mencium punggung tangannya bersalaman, namun di saat Azalea meraih tangan Arkana, buru-buru Arkana menepisnya.
"apa-apaan kamu? nggak ada malu jadi perempuan" ucap Arkana kasar kepada Azalea.
"maafkan aku Mas, aku hanya ingin menyalami Mas Kana sebelum berangkat kerja, aku istri Mas Kana" ucap Azalea sambil menunduk menahan air matanya untuk tidak tumpah di depan Arkana.
Arkana pun pergi ke kantor meninggal kan Azalea di parkiran mobilnya itu dengan perasaan yang sulit di artikan.
Azalea pun berlari masuk ke dalam kamarnya dan menangis sejadi-jadinya.
......................
Bulan baru sudah datang, tidak lama lagi acara resepsi pernikahan Azalea dan Arkana akan di gelar secara mewah di sebuah hotel terkenal milik keluarga Herlambang. Orangtua Azalea pun tadi pagi Pak Iwan sudah pergi menjemput di kediaman mereka di kampung. Azalea dan Arkana pun terpaksa kembali ke kediaman Pak Herlambang untuk tinggal disitu sampai acara resepsi itu selesai di laksanakan.
Dua keluarga itu berkumpul di kediaman Pak Herlambang, mereka sangat bahagia, saling mengobrol dan bertukar kabar.
Tidak lama kemudian, mobil Arkana tiba di garasi rumah orang tuanya itu.
Bu Raisa yang memang sangat tahu dengan suara mobil itu pun langsung tambah bersemangat.
__ADS_1
"anak-anak kita sudah sampai" ucap Bu Raisa memberitahu kepada yang lain.
Pak Azwar dan Bu Wina agak bingung mendengar nya, karena anak-anak yang di maksut Bu Raisa sudah sampai itu belum muncul di dalam rumah ini.
Sedangkan Bu Raisa yang melihat wajah bingung dari kedua orang pasangan suami-istri itu langsung mengatakan bahwa ia mendengar suara mobil Arkana yang memang sudah akrab sekali di telinganya. Baru selesai Bu Raisa mengatakan demikian, sudah ada yang mengucapkan salam di depan pintu dengan suara khas lembut nya.
"Assalamu'alaikum" salam Azalea.
semua orang langsung melihat kearah pintu dan menjawab salam secara serentak.
"wa'alaikumsalam" jawab mereka serentak.
Azalea dan Arkana pun langsung masuk dan menyalami tangan orang tua dan mertuanya, ada juga Azam adik laki-laki satu-satunya Azalea. Mereka pun akhirnya duduk bercerita bersama. Azalea hanya sebentar saja bergabung untuk mendengar kan cerita para orangtua nya, kemudian ia pamit ke dapur untuk menemani Bik Ina memasak untuk makan malam, karena ia berpikir lagi ada penambahan anggota keluarga dalam rumah ini, bik Ina pasti kewalahan memasak sendiri. Bu Raisa pun mengizinkan menantunya itu untuk kembali bergelut di dalam dapur bersama bik Ina.
"Bibik, Aza bantu yah" ucap Azalea kepada Bik Ina.
"ehh nak Aza, emang nggak apa-apa yah nak Aza bantu, nak aza nggak mau duduk-duduk santai dulu bersama keluarga nak Aza yang baru datang dari kampung?" tanya bik Ina kepada Azalea.
"kan masih bisa sebentar bik, lagi banyak anggota keluarga, pasti Bibik kewalahan kan memasak sendiri? tanya Azalea balik.
"iya nak Aza" jawab Bik Ina sambil terkekeh.
"yasudah kalau begitu Aza bantu" ucap Azalea.
Bik Ina dan Azalea pun memasak, mereka memasak banyak menu untuk makan malam, tidak lupa juga Azalea memasak makanan kesukaan suaminya.
BISMILLAH, DO'AIN AUTHOR YAH READERS. SEMOGA NOVEL INI SEGERA DI KONTRAK OLEH NOVEL TOON.
JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS.
LOVE
__ADS_1