Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
SAH Day 2


__ADS_3

MEREKAPUN berada dalam pikiran masing-masing, Azalea terus memikirkan bagaimana caranya menjalani hari-hari kedepan, bagaimana caranya dia menghindar dari rasa sakit hati.


"intinya aku tidak boleh terlihat lemah" batinnya dalam hati.


Sedangkan di posisi Arkana dia terus memikirkan Lani, dia merasa menjadi laki-laki yang lemah, dia merasakan rindu yang amat besar terhadap wanita itu setelah hampir seminggu tidak bertemu. Ya memang Arkana tidak pernah bertemu dengan Lani dalam seminggu ini, karena ulah Bu Raisa yang selalu mengikuti bahkan memata-matai nya membuat dia tidak bisa bertemu dengan Lani. Tiba-tiba handphone Arkana berdering, ada panggilan dari nama kontak yang tertulis "my love". Azalea sempat melihat panggilan telepon itu, hatinya seketika kembali terasa sakit bahkan lebih sakit dari yang sebelum nya. Arkana pun mengangkat telepon dari orang tersebut.


"Hallo sayang." Ucap Arkana.


"sayang, kamu kemana aja sih, aku rindu." jawab orang di seberang telepon itu yang ternyata adalah Lani.


"sabar yah sayang, besok aku kembali kita bisa mengadakan pertemuan dan melepaskan rasa rindu kita." ucap Arkana yang sengaja di buat-buat agar Azalea merasa sakit hati.


Arkana memang sengaja berbicara seperti itu untuk membuat Azalea merasa sakit hati, dan ternyata memang benar, Azalea ingin menangis sekencang kencangnya tapi ia berusaha menahan nya dengan mengucapkan istighfar, telinganya terasa panas mendengar obrolan Arkana dengan wanita itu, hatinya terasa dibakar, dada nya sesak serasa sulit untuk bernafas, dia terus beristighfar berusaha agar perasaan nya bisa lebih terasa lega. Disaat Arkana sedang asik menelepon tiba-tiba suara adzan isya berkumandang, Azalea segera keluar dari kamar untuk mengambil wudhu, pas keluar dari kamar azalea ber pas-pasan dengan Pak Azwar Ayahnya.


"Za, mana suami kamu nak, apakah dia mau mengikuti ayah untuk sholad isya berjamaah di masjid?" tanya Pak Azwar kepada Azalea.


"sepertinya tidak Pak, mas Kana mau sholad dirumah aja sama-sama Aza" jawab Azalea berbohong.


"owh iyah nak, ayah sama Azam saja yang pergi ke masjid" ucap Pak Azwar lalu pergi bersama Azam ke masjid.


Azalea menghela napas, dan beristighfar meminta ampun kepada Allah karena membohongi ayahnya mengenai Arkana. Azalea hanya tidak mau ayah nya mencurigai sesuatu tentang hubungan nya yang sebenarnya denga Arkana. Selesai melaksanakan wudhu Azalea masuk kembali ke kamar dan mulai untuk sholad isya, sedangkan Arkana masih asik menelepon dengan Lani saling sayang-sayangan. Azalea berusaha untuk tidak memperlihatkan auratnya kepada Arkana meskipun sekarang Arkana adalah suami sahnya, namun ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri sebelum Arkana mencintai dan menerima nya sebagai istrinya, ia tidak akan pernah mau memperlihatkan auratnya kepada Arkana.


Selsai melaksanakan sholad isya, Azalea berdoa dalam hatinya dengan khusyuk hingga tak terasa air mata nya mengalir, ia meminta kekuatan berupa rasa sabar, dan ikhlas untul menjalani hari-harinya kedepan. Selesai berdoa dia memutuskan untuk berdzikir. Sampai selesai Arkana menelpon baru dzikir itu pun usai. Azalea bangun dan membuka kerudung secara perlahan dan langsung memasangkan jilbabnya sebelum Arkana melihatnya tanpa jilbab.


"kamu pilih, kamu yang akan tidur di atas kasur ini dan aku tidur di lantai, atau kamu yang di lantai akau yang di kasur" tanya Arkana tiba. Deg... tiba-tiba Azalea merasakan dada sesak.


"ini sakit yaa Allah." gumamnya dalam hatibahkan untuk tidur sekasur pun Arkana tidak mau.

__ADS_1


"ayo pilih, jangan diam aja kayak patung" ucap Arkana lagi.


"ehh iya Mas maaf, Aza yang tidur di lantai aja, Aza udah biasa tidur di lantai, kalau mas kan sepertinya tidak biasa" jawab Azalea pelan.


"jangan meremehkan ku, kamu yang tidur di kasur, dan aku yang tidur di lantai" ucap Arkana.


"tap.. tapi mass... " ucap Azalea yang belum di selesai kan namun sudah di potong duluan oleh Arkana.


"nggak ada tapi-tapian" potong Arkana.


Azalea pun hanya mengangguk pelan dan memberikan sebuh selimut bantal kepala dan guling satu, dan membentangkan karpet di lantai kamar itu. Arkana pun langsung baring tanpa mengucapkan sepatah katapun kepada Azalea.


"Mas Kana nggak mau makan dulu?" tanya Azalea.


"aku masih kenyang" jawab Arkana singkat.


Azalea pun hanya mengangguk dan berjalan keluar kamar untuk menemui kedua orangtua nya, takutnya ibu, ayah serta adik nya belum makan karena menunggu mereka berdua.


"hemm.. Mas Kana masih kenyang Bu dan dia juga sangat lelah hari ini, selesai sholad isya dia langsung memutuskan untuk tidur, Aza gak tega mau banguninnya" Ucap Azalea sedikit berbohong.


"ohh, begitu yah, yaudah ayok duduk kita makan bersama" ajak Bu Wina kepada Azalea untuk makan bersama.


"iyah Bu" jawab Azalea.


Mereka pun makan bersama, selesai makan Azalea membantu ibunya membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor, setelah itu dia kembali ke kamarnya, ketika ia masuk ke kamar ia melihat Arkana yang sudah tertidur dengan damai nya, nafasnya teratur, wajahnya sangat tanpan ketika tidur, Azalea ingin sekali menyentuh wajah tampan suaminya itu, namun ia tak berani untuk melakukan nya. Azalea pun akhirnya memutuskan untuk tidur juga.


Subuhnya Azalea bangun dan melaksanakan sholad subuh, selesai sholad subuh ia ke dapur membantu ibu nya menyiapkan sarapan. Karena hari ini mereka akan di jemput oleh Pak Herlambang dan Bu Raisa, jadinya agak sibuk, selesai menyiapkan sarapan ia harus membereskan barang-barang nya yang akan di bawah nanti kembali ke kediaman Pak Herlambang.

__ADS_1


Setelah sarapan selesai disiapkan, mereka pun akhirnya sarapan bersama, dan Arkana turut bergabung dalam moment sarapan ini.


Setelah selesai sarapan tiba-tiba suara klakson mobil berbunyi, menandakan bahwa Oak Herlambang dan Bu Raisa sudah datang menjemput mereka. Cepat-cepat Pak Azwar dan Bu Wina berlari keluar rumah untuk menjemput besan nya itu.


"Assalamualaikum" ucapan salam Pak Herlambang dan Bu Raisa bersamaan.


"wa'alaikumsalam, silah kan masuk Pak Bu" jawab Pak Azwar dan Bu Wina.


Mereka pun masuk dan duduk mengobrol di ruang tamu. sedangkan Azalea ke dapur untuk menyiapkan teh dan kue-kue manis untuk kedua mertuanya. Tidak lama kemudian Azalea datang membawa nampan berisi kue-kue dan teh.


"silahkan di minum Pa, Mah..." ucap Azalea.


"terimakasih sayang" jawab Bu Raisa.


Setelah selesai menghabiskan teh yang di sediakan oleh Azalea, mereka pun akhirnya pamit untuk kembali ke kota.


"Pak Azwar, Bu Wina... insyaallah resepsi pernikahan nya akan di adakan bulan depan, kalau sudah menjelang satu minggu hari H Nya, Pak Azwar mengabari kami saja biar di jemput sama sopir pribadi kami" ucap Pak Herlambang sebelum pamit.


"insyaallah Pak" jawab Pak Azwar.


"ayah, ibu... Aza pamit yah" pamit Azalea kepada orang tua nya.


"iya sayang, hati-hati yah... ingat pesan ayah dan Ibu" ucap Bu Wina.


"iyah Bu" jawab azalea.


Azalea pun menyalami tangan ayah dan ibu nya, begitu juga dengan Arkana dia menyalami tangan Ayah dan ibu mertuanya. Merekapun masuk ke dalam mobil dan mulai berangkat kembali ke kota.

__ADS_1


YEAY... AUTHOR UP LAGI NIH HARI INI. TERUS DUKUNG AUTHOR DENGAN CARA LIKE, KOMEN DAN KLIK FAVORIT YAH. SUPAYA AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA.


LOVE


__ADS_2