
SATU minggu telah berlalu, selama satu minggu itu juga Azalea menghindari Arkana, ia tidak akan keluar dari kamarnya kalau ada Arkana di apartemen. Sedang kan Arkana, ia pun tahu kalau Azalea sedang baik-baik saja, dia hanya menghindari dirinya saja.
Pagi ini setelah melaksanakan sholad subuh, Arkana keluar dari kamarnya, begitupun juga Azalea hari ini ia sudah mulai untuk menampakkan dirinya di depan suami nya itu lagi. Arkana akhirnya melihat Azalea kembali, tidak bisa dipungkiri bahwa ia merindukan sosok wanita itu, dengan kelembutan dan kesabaran nya selama satu minggu ini.
"ehemm" kode Arkana memecahkan keheningan dan kecanggungan.
Azalea dan Arkana sedang berada bersama di dapur. Azalea pun mulai berbicara terlebih dahulu kepada Arkana.
"mas Kana mau di bikin kan sarapan?" tanya Azalea kepada Arkana.
Dan Arkana hanya mengangguk sambil tersenyum ke arah Azalea. Azalea yang mendapati Arkana tersenyum kepadanya pun seketika jantung nya berdetak lebih cepat. Ia cepat-cepat menenangkan perasaan nya dan berbalik untuk membuatkan Arkana sarapan. Sedangkan Arkana, ia kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap ke kantor sambil menunggu sarapan yang di buat kan Azalea jadi.
Selesai Azalea membuatkan sarapan seperti biasa untuk Arkana, ia pun menyajikan makanan sarapan itu di atas meja, tidak lama setelah itu Arkana pun keluar dari kamarnya dengan berpakaian kantor yang rapih. Azalea sempat memuji Arkana di dalam hatinya.
"suamiku tampan sekali" batinnya dalam hati.
Namun dengan cepat ia menunduk kan pandangan nya, ketika Arkana sudah sampai di meja makan, Azalea hendak kembali ke kamarnya untuk membiarkan Arkana sarapan seorang diri, ketika ia hendak pergi, Arkana menahan tangannya.
"kamu mau kemana? temanin aku sarapan!" ucap Arkana kepada Azalea.
Azalea sontak kaget, pipinya merah merona, baru kali ini Arkana menyentuh tangannya dengan sopan diluar dari kejadian malam itu. Ia pun menuruti permintaan nya untuk menemani nya sarapan.
Azalea dan Arkana pun mengambil posisi duduk mereka masing-masing untuk mulai sarapan. Kecanggungan terjadi di meja makan itu, Arkana bingung hendak berbicara apa, sedangkan Azalea sibuk dengan pikiran nya sendiri. Akhirnya hanya ada diam selama mereka sarapan.
__ADS_1
Selesai sarapan Arkana langsung bersiap untuk berangkat ke kantornya, Azalea mengantarnya hingga di depan pintu Apartemen, ketika sampai di depan pintu Arkana berbalik menghadap Azalea dan menyodorkan tangannya untuk di salami oleh Azalea. Azalea yang mengerti itupun langsung menyalami dam mencium punggung tangan Arkana, tangan Azalea sedikit gemetar ketika menyalami tangan suaminya itu, baru kali ini ia merasa menjadi seorang istri 25 persen, membuatkan suaminya sarapan, mengantarnya ke depan pintu ketika pergi bekerja dan menyalami tangan nya.
"masyaallah, alhamdulillah ya allah" ucap syukur Azalea di dalam hati nya.
Arkana masih canggung pada Azalea, selesai Azalea menyalami tangan nya, ia tidak berbicara apapun dan langsung masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan nya menuju kantornya.
Ketika mobil Arkana sudah keluar dari pekarangan apartemen mereka, Azalea masuk kembali ke apartemen dan menutup kembali pintu nya, di dalam apartemen ia tidak henti-hentinya mengucapkan syukur kepada Allah, semoga ini menjadi pertanda baik untuk hubungannya dengan Arkana kedepannya.
......................
Di kantor Arkana...
Arkana tengah sibuk mengerjakan semua tugas kantornya, setelah hampir satu minggu ia kurang bersemangat, hari ini seperti ada semangat baru yang tumbuh di dalam dirinya, ia seperti orang yang barusan merasakan jatuh Cinta.
"astagaaa, aku lupa, aku nggak punya nomor handphone nya Aza" gumam Arkana sambil memukul jidatnya.
Ia pun tidak ingin memikirkan hal itu lagi, tidak apa-apa ia akan makan siang di kantor saja, tapi ia berharap bahwa makan malam nanti Aza memaksakan makanan kesukaan nya. Ia pun mulai melanjutkan pekerjaan nya dengan perasaan yang sangat bahagia.
Pekerjaan Arkana sudah hampir rampung, ia melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 15.45, ia memutuskan untuk melaksanakan sholad Ashar di dalam ruangan kantornya, dan melanjutkan pekerjaan nya yang sudah tinggal sedikit selesai. Sebelum ia pulang ke apartemen, ia melihat-lihat jadwal meeting beserta kliennya.
"alhamdulillah, dalam waktu 2 minggu kedepan aku nggak ada meeting, atau perjalanan keluar kota, dalam waktu 2 minggu ini juga akan ku pergunakan dengan baik untuk mengubah diri dan berusaha menjadi suami yang baik untuk Azalea, sebelum aku berangkat keluar kota untuk mengurus proyek tersebut" ucapnya pada diri sendiri sambil tersenyum senang.
"aku sudah jatuh Cinta kepada wanita sholehah itu, semoga ini menjadi awal yang baik untuk rumah tangga ku kedepannya bersamanya" ucapnya lagi.
__ADS_1
Ia pun mulai bergegas untuk pulang ke apartemen, di perjalanan pulang ia singgah membelikan Azalea buah-buahan segar.
Sedangkan di apartemen, karena waktu sudah menunjukkan pukul 17.10 menit, Azalea bergegas ke dapur untuk memasak, namun sesampainya di dapur, dan membuka kulkas, ia melihat persediaan makanan mentah sudah tinggal sedikit, ia bingung harus memasak apa untuk makan malam nanti, akhirnya ia kembali menutup kulkas dan duduk di meja makan sambil memikirkan bagaimana caranya ia memberitahu kepada Arkana bahwa persediaan makanan mentah di apartemen sudah tinggal sedikit, sedangkan selama ini yang selalu menemani nya berbelanja adalah ibu mertuanya Bu Raisa, Arkana juga tidak pernah memberikan nya uang selama ini untuk hanya sekedar membeli sayuran, semua kebutuhan makanan di apartemen yang belanjakan adalah mertuanya, mereka paham kenapa Arkana berperilaku seperti itu kepada Azalea.
Tidak lama kemudian terdengar suara mobil Arkana berbunyi diluar apartemen, Azalea buru-buru membuka kan pintu apartemen nya dan menyambut Arkana pulang. Arkana yang melihat Azalea menyambut nya pulang pun merasa senang luar biasa di dalam hatinya, Azalea langsung meraih tas kantor yang ada di tangan Arkana dan menyalami tangan Arkana.
Mereka pun masuk ke dalam apartemen, kemudian Azalea memberanikan diri untuk memberitahu Arkana mengenai stok persediaan makanan mentah yang sudah mulai habis di dalam kulkas.
"mas, Aza minta maaf, Aza nggak masak untuk makan malam, persediaan makanan di kulkas sudah habis" ucapnya kepada Arkana dengan hati-hati.
Arkana langsung mengutuk dirinya sendiri dalam hati.
"aku adalah seorang boss di anak perusahaan terkenal milik orangtua ku sendiri, tetapi istri ku betul-betul mengalami kesulitan untuk memasak hanya karena persediaan makanan mentah yang sudah habis, seperti orang yang berkekurangan uang" batinnya.
Azalea yang melihat Arkana hanya diam mendengar ucapan nya pun merasa tidak nyaman, ia takut Arkana menganggap dirinya adalah wanita yang boros.
"yasudah kita makan diluar" ucap Arkana kepada Azalea.
HAY HAY, AUTHOR INGATIN LAGI YAH, JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU BAGI YANG BELUM FOLLOW.
LIKE, KOMEN, FAVORIT, HADIAH, VOTE, GIFT DAN YANG LAINNYA JUGA JANGAN LUPA. BIAR AUTHOR TERUS SEMANGAT UNTUK UP NYA.
LOVE.
__ADS_1