
ARKANA sontak kaget ketika mengetahui bahwa orang yang memeluknya itu adalah Lani mantan kekasihnya, ia pun langsung mendorong Lani dan jatuh ke lantai.
"apa-apaan kamu Lani?" tanya Arkana dengan nada marahnya.
"Kana, aku sangat mencintai mu sayang, maafkan aku" ucap Lani.
"lalu kalau kamu mencintai ku, aku harus apa? hah?" tanya Arkana balik.
"kembali lah kepada ku, karena hanya aku yang pantas memiliki mu bukan istri si*lan kamu itu" ucap Lani lagi.
Arkana yang mendengar istri tercintanya di katai si*lan oleh wanita menji*ikan di depan nya ini langsung tersulut emosi.
"apa kamu bilang? istri si*lan? lalu kamu pantas di sebut apa? wanita apa kamu? jangan buat aku berdosa untuk mema*i diri mu, sekarang cepat pergi dari sini sebelum aku memanggil satpam dan menyeret mu dengan paksa dari sini" jawab Arkana tegas dan hampir tersulut emosi.
"oke, aku akan pergi dari sini, tapi kamu lihat saja nanti akan ku buat kau menyesal karena sudah berlaku kasar kepadaku Arkana, rumah tanggamu akan hancur" jawab Lani dan langsung pergi dari situ.
Setelah Lani pergi Arkana langsung berteriak frustasi, ia langsung masuk ke dalam kamarnya dan bersiap untuk mengistirahatkan badan nya.
......................
Hari ini adalah hari kepulangan Arkana, Azalea terlihat sangat bahagia, ia berusaha membantu bik Ina untuk memasak makanan kesukaan suaminya, namun ketika ia sudah masuk ke dalam dapur, ia tiba-tiba merasa pusing dan ingin mual, bik Ina yang melihat Azalea seperti itu pun seketika langsung khawatir.
"nak Aza kenapa? mukanya pucat banget" ucap bik Ina.
"aku juga nggak tau kenapa Bik, tapi nggak apa-apa kok, aku akan pergi untuk beristirahat saja sebentar" ucap nya.
"iya geulis, cepat pergi istirahat, bibik bikinkan makanan yang angat-angat yah?" ucap bik Ina lagi.
"iya bik, ya udah Aza kekamar dulu yah, Aza minta maaf nggak bisa bantuin bibi masak" ucap Aza dengan wajah bersalah nya.
__ADS_1
"yaa nggak apa-apa nak, Aza kan lagi nggak sehat, ya udah bibik antar atau gimana?" ucap Bik Ina.
"terimakasih bik, nggak usah, Aza bisa sendiri bik, Aza ke kamar sekarang yah" ucapnya dan langsung berlalu menuju kamarnya.
Ia merasa bingung dengan kondisi tubuhnya akhir-akhir ini, yang mudah lelah, pusing, dan suka mual.
"jangan-jangan aku hamil" gumamnya.
"bulan ini aku belum halangan, dan sekarang emang sudah lewat dari tanggal halangan aku, apakah aku hamil? ya Allah semoga saja dugaanku benar" gumamnya sambil tersenyum bahagia.
Ia pun langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur, belum lama ia berbaring terdengar ketukan pintu kamarnya.
"Aza sayang, kamu nggak apa-apa kan nak?" suara bu Raisa dari luar kamar.
Ketika mendengar suara mertuanya itu, ia pun cepat-cepat untuk bangun dari tempat tidurnya dan membukakan pintu kamar nya.
"Aza nggak apa-apa ma" ucapnya sambil tersenyum.
"Aza cuma sedikit pusing aja, kita tunggu mas Kana sampai aja yah ma baru sama-sama ke dokter" ucap Azalea, karena jika benar ia hamil, ia ingin suaminya juga merupakan orang pertama yang akan tau mengenai kehamilan nya.
"ya sudah sayang, kamu istirahat aja yah, nanti bik Ina bawain bubur hangat, nggak lama lagi Kana sampai" ucap bu Raisa sambil mengelus kepala Azalea dan tersenyum tulus.
"iya, terimakasih ma" ucap Azalea.
Bu Raisa pun keluar dari kamar tersebut dan langsung menuju ke dapur bertemu dengan bik Ina.
"bik, kalau sudah jadi buburnya langsung di bawain aja ke kamarnya Aza yah dan bikin susu hangat juga, biar dia makan setidak nya sedikit bertenaga, sambil nunggu Arkana tiba dan membawanya ke dokter" ucap bu Raisa kepada bik Ina.
"baik bu" jawab bik Ina.
__ADS_1
Bu Raisa pun kembali ke kamarnya, hari ini ia memutuskan untuk tidak pergi ke butiq, ia cukup khawatir dengan keadaan menantu kesayangan nya itu, sesekali ia masuk ke kamar Azalea hanya sekedar untuk melihat apakah ia butuh sesuatu, apakah sakitnya kambuh, apakah ia ingin di pijit-pijit, tapi tidak, itu yang membuat nya sedikit lega namun tidak sepenuhnya karena muka Azalea masih sangat terlihat pucat. Ia juga tidak ingin menghubungi Arkana untuk memberitahu kondisi Azalea, berhubung Arkana sekarang lagi berada di perjalanan pulang, ia takut memberikan kabar itu dan membuat Arkana menjadi tidak fokus dan terus khawatir.
"semoga kamu cepat sampai yah nak" gumam bu Raisa.
Bik Ina juga sudah membawakan bubur hangat dan susu hangat untuk Azalea, ia pun langsung memakannya, entah kenapa ia tidak terlalu berselera mencium dan makan makanan yang berbumbu, dan bubur hangat ini betul-betul menggugah seleranya, ia pun makan dengan lahap dan meminum susu hangat nya itu hingga habis tak tersisa. Bik Ina yang menyaksikan itu merasa keheranan.
"buburnya enak bik, Aza suka" ucapnya sambil memasang senyuman yang manis meskipun wajahnya masih pucat.
"hehehe alhamdulillah yah nak Aza, ya sudah bibi kembali ke dapur dulu yah, nggak lama lagi den Kana sampai" ucap bik Ina dan di balas senyuman dan anggukan oleh Azalea.
Setelah bik Ina keluar dari kamar tersebut, giliran bu Raisa yang masuk ke kamar itu.
"sayang, gimana perasaan kamu? udah agak baikan?" tanya bu Raisa sambil memegang tangan menantunya itu dan memijit nya pelan.
Azalea sangat bersyukur memiliki mertua sebaik keluarga Herlambang ini, ia ingin menangis terharu namun air matanya berusaha untuk ia tahan.
"alhamdulillah, Aza baik kok ma, hanya sedikit pusing dan perasaan Aza nggak enak saja, mama jangan khawatir, kalau mas Kana datang kita akan ke dokter" ucap Azalea sembari memegang tangan ibu mertuanya itu dengan sayang.
"iya sayang" ucap bu Raisa.
Setelah beberapa jam berlalu, tiba-tiba terdengar suara mobil memasuki halaman keluarga Herlambang, Bu Raisa sudah tahu siapa yang datang ia pun segera masuk ke dalam kamar dan memberitahu Azalea, hanya ia di larang untuk keluar dari kamarnya karena keadaannya yang masih lemah dan pusing itu, ia pun menuruti permintaan mertuanya itu untuk tetap berada di kamar menunggu suaminya masuk ke kamar ini.
Bu Raisa pun keluar dari kamar itu dan langsung menuju ke depan pintu untuk menyambut anak kesayangan nya yang sudah 1 bulan tidak pernah ia lihat.
"assalamualaikum ma" ucap Arkana sambil meraih tangan mamanya dan mencium.
"waalaikumsalam sayang" balas bu Raisa dan langsung memeluk anaknya itu, sejujurnya ia sangat rindu dengan anak laki-laki satu-satunya ini.
HAY HAY, MAAFIN AUTHOR KARENA SEKARANG JARANG UPDATE YAH. AUTHOR SEKARANG PUNYA KESIBUKAN LAIN.
__ADS_1
NOVEL INI TINGGAL BEBERAPA EPISODE LAGI MENUJU TAMAT.
LOVE.