Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Rayhan Dan Arkana


__ADS_3

ARKANA yang sedari tadi hanya diam mendengar ucapan Rayhan pun akhirnya bersuara.


"tapi gue mencinta Lani Ray" ucap Arkana lagi.


"meskipun loe mencintai dia, tapi dia bukan jodoh loe Kan, loe sadar nggak sih, hidup kita ini di atur sama Allah, kalau loe kayak begini seakan-akan loe menentang takdirNya" ucap Rayhan kepada Arkana.


Arkana yang mendengar ucapan Rayhan pun hanya diam menunduk, seolah-olah sedang mencerna dengan baik setiap ucapana Rayhan.


"apa sebenarnya yang loe pertahanin sih dari seorang Lani Kan? suatu saat loe bakalan menyesal atas sikap dan tindakan loe sekarang ini, gue emang belum tahu yang mana istri loe, tapi gue yakin dan percaya kalau pilihan tante Raisa san Om Herlambang pasti adalah yang terbaik" ucap Rayhan mengingati Arkana lagi.


Arkana hanya menghela napas panjang mendengar semua ucapan Rayhan.


"terus loe kapan mau nikah Ray? kita seumuran loe beda bulan aja" tanya Arkana kepada Rayhan untuk mengalihkan topik tentang masalah percintaan nya.


"hahaha" Rayhan hanya tertawa mendengar pertanyaan dari Arkana.


Melihat Rayhan hanya merespon dengan tertawa Arkana mengernyit bingung. Sedangkan Rayhan yang melihat ekspresi sahabatnya yang bingung pun akhir nya menjawab pertanyaan dari Arkana.


"gue sebenarnya sudah lama nemu seseorang yang gue yakini dia akan menjadi jodoh gue, sekitar 3 bulan yang lalu pas keberangkatan gue ke luar negeri, sebenarnya pertemuan kita nggak di sengaja sih, tapi jujur gue langsung jatuh Cinta sama dia, dia type cewek idaman gue" ucap Rayhan.


"siapa tuh cewek, gue penasaran seperti apa sih type wanita idaman seorang Rayhan Pratama ini" tanya Arkana dengan nada menggoda.


"hahaha, tapi sayang Kan, gue nggak tahu siapa nama nya, gue nggak punya alamat nya, gue nggak punya nomor handphone nya, waktu itu emang gue lagi buru-buru banget dan sepertinya dia juga lagi buru-buru, kita nggak sempat saling menanyakan nama dan nomor handphone" ucap Rayhan dengan penuh penyesalan.


"hemm, jangan bilang loe alihkan pekerjaan loe diluar negeri hanya untuk pulang kesini mencari cewek itu?" tanya Arkana penuh selidik.


Rayhan yang mendengar pertanyaan Arkana pun tersenyum kecut.

__ADS_1


"iya Kan, selama 3 bulan gue disana gue terus memikirkan nya, gue kesini untuk mencari nya dan melamar nya untuk jadi istri gue, setelah itu gue bawa dia keluar negeri untuk ikut bersama gue" jawab Rayhan.


"Yasudah, kalau begitu semangat yah Ray, kalau emang jodoh pasti kalian akan bertemu kembali" ucap Arkana menyemagati Rayhan.


......................


Di apartemen...


Setelah selesai merapikan semua barang belanjaan nya, Azalea langsung merapikan apartemen nya, ia menyapu dan mengepel, berhubung Azalea tidak mau di bantu oleh Asisten Rumah Tangga, ia menyelesaikan pekerjaan nya sendiri, apalagi dia sudah sangat terbiasa dengan pekerjaan yang seperti ini.


Setelah semuanya tampak rapih dan bersih, Azalea beristirahat sebentar, setelah itu langsung membersihkan diri dan bersiap untuk melaksanakan sholad zuhur.


Sedangkan di kantor Arkana menolak makan siang bersama Lani karena ia ingin makan bersama sahabatnya Rayhan. Sebelum berangkat ke restaurant untuk makan siang, Rayhan mengajak Arkana untuk melaksanakan sholad zuhur terlebih dahulu di musholla kantor Arkana. Ketika Arkana selesai berwudhu dan masuk ke dalam musholla itu tiba-tiba ia merasa sangat sedih.


"ini musholla yang ada di kantor gue, nggak pernah banget gue menginjakkan kaki kesini kalau bukan Rayhan yang mengajak kesini mungkin gue nggak akan pernah tahu seperti apa bentuk dan model musholla ini" gumam Arkana pelan.


Setelah sampai di restoran itu, mereka pun memesan makanan yang mereka inginkan. Arkana memesan udang saus asam manis, dan kepiting di masak kari beserta nasi dan minuman nya berupa air mineral sedangkan Rayhan ia juga memesan menu makanan yang sama dengan Arkana.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka pun kembali berbincang-bincang. Arkana menanyakan mengenai bisnis Rayhan yang sedang berkembang di luar negeri, mereka pun saling bertukar cerita, mengenai pekerjaan dan lainnya.


"waduh Ray gue hampir lupa, nyokap sama bokap gue rindu banget sama loe" ucap Arkana memberitahu Rayhan mengenai Pak Herlambang dan Bu Raisa yang merindukan Rayhan.


"ohh ya, nanti deh gue jalan-jalan ke rumah" ucap Rayhan.


Arkana hanya menanggapi dengan senyuman dan anggukan.


"loe sama istri loe tinggal dimana? sama-sama om Herlambang dan tante Raisa atau sudah mandiri tinggal sendir?" tanya Rayhan kepada Arkana sambil tersenyum.

__ADS_1


"kita tinggal di apartemen Ray, itupun yang beli bokap gue" jawab Arkana.


"hemm baguslah kalau begitu" ucap Rayhan.


Setelah menunggu hampir 10 menit pesanan mereka datang, mereka pun memilih untuk makan terlebih dahulu baru melanjutkan pembahasan mereka.


Di Apartemen, selesai melaksanakan sholad Zuhur, Azalea keluar kamar untuk makan siang. Ia makan nasi goreng sisah tadi pagi yang dibuat untuk sarapan, sayang kalau hanya di biarkan jadi basi dan di buang.


Selesai makan, ia pergi ke ruangan keluarga yang ada televisi nya untuk menonton, namun tayangan TV di siang hari seperti ini terasa membosankan, ia merasa gabut dan kesepian, ia ingin menghubungi Arkana untuk menanyakan nya kalau sudah makan siang atau belum, namun sayang ia tidak mempunyai nomor handphone Arkana, sudah hampir 2 bulan mereka menikah namun Azalea belum mempunyai nomor handphone Arkana.


"argghh, istri macam apa aku ini, biar nomor handphone suami saja nggak ada" gumam Azalea sendirian.


Setelah itu, Azalea teringat akan sesuatu.


"bukannya kemarin mas Kana menelpon sama wanita itu katanya hari ini mereka akan makan siang bersama" gumam Azalea sendirian, tiba-tiba dadanya kembali terasa sesak.


"yaa allah berarti sekarang Mas Kana lagi makan siang berdua dengan wanita" ucapnya lagi.


Azalea pun kembali menangis, dadanya terasa sesak membayangkan suaminya sedang duduk berdua dengan seorang wanita di sebuah restoran dan makan bersama.


"Dia suami ku, tapi aku adalah istri yang tidak di anggap, harus kah aku membiarkan semua itu terus terjadi? aku nggak mau mas Kana tambah berdosa karena bersama dengan seorang wanita yang bukan muhrimnya, dan aku adalah istri Sahnya" ucapnya lagi. Azalea terus menangis, hingga ia merasa mengantuk dan tertidur di sofa di depan televisi.


HAY READERS, MAAF TELAT LAGI UP NYA. HARI INI MOOD AUTHOR LAGI MENURUN. AUTHOR TIBA-TIBA RINDU KEPADA KEDUA ORANGTUA AUTHOR YANG SUDAH ALMARHUM DAN ALMARHUMAH. AL-FATIHAH.


AUTHOR MAU INGATIN LAGI, JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR TERLEBIH DAHULU.


LIKE LIKE LIKE, KOMEN KOMEN KOMEN, FAVORITKAN, HADIAH DAN VOTE NYA JUGA SERTA DI SHARE.

__ADS_1


LOVE.


__ADS_2