
SIANGNYA Rayhan dan bu Rahma pergi ke butiq zara milik bu Raisa, sesampainya di butiq, Rayhan melihat Azalea yang sedang duduk bersama seorang teman nya, matanya tidak berhenti untuk terus menatap Azalea, tidak bisa ia membohongi perasaan nya sendiri bahwa ia masih mencintai Azalea, Rayhan pun menyuruh mamanya untuk bertemu dengan bu Raisa, sedangkan ia memilih untuk keluar dari butiq tersebut dan menunggu di cafe yang ada di sekitaran butiq itu.
Setelah menunggu sekitar 45 menit, akhirnya bu Rahma selesai berurusan dengan bu Raisa.
"loh ini kan ada mobil, terus Rayhan nya kemana?" tanyanya pada diri sendiri.
Bu Rahma pun langsung menghubungi Rayhan untuk menanyakan di mana keberadaan nya.
"assalamualaikum, Ray... kamu dimana nak? mama sudah selesai urusan nya ini" ucap bu Rahma ketika sambungan telepon nya sudah terhubung dengan Rayhan.
"waalaikumsalam ma, owh iya Rayhan kesitu sekarang yah" ucap Rayhan dan langsung menutup panggilan telepon nya bersama bu Rahma.
Setelah menutup panggilan telepon itu, Rayhan segera membayar minuman yang ia pesan dan keluar dari cafe itu dan menuju ke butiq zara kembali. Sesampainya ia melihat mamanya sedang berdiri menunggunya di samping mobil mereka.
"maaf ma, Rayhan tadi mampir ke cafe yamg disana itu" sambil menunjuk kearah cafe yang habis dia datangi.
"owh iya nah, yasudah ayo kita pergi" ucap bu Rahma mengajak.
......................
Sudah 5 hari kepergian Arkana ke luar kota, Azalea betul-betul sudah sangat merindukan suaminya itu, tiba-tiba handphone Azalea berdering, ada tulisan Hubby dengan emoticon love setelah nama itu, menandakan bahwa yang menghubungi nya adalah suaminya tercinta, ia pun segera mengangkat telepon itu.
"halo, Assalamualaikum mas" ucap Azalea.
"wa'alaikumsalam sayang, gimana kabar hari ini?" tanya Arkana kepada istri nya.
"alhamdulillah, Aza baik mas, mas gimana kabar nya? nggak telat makan kan? nggak lupa sholad kan? tidur juga nggak larut-larut malam kan?" tanya Azalea secara beruntun.
Arkana diseberang telepon yang mendengar pertanyaan beruntun dari istrinya itu pun hanya tersenyum gemas, namun sayang ekspresi nya itu tidak bisa dilihat langsung oleh istrinya.
__ADS_1
"mas... kok diam?" tanya Azalea kembali karena pertanyaan sebelum nya belum di respon oleh suaminya.
"hehehe mas bingung sayang mau jawabanya, sayang sih kebanyakan bertanya" jawab Arkana sengaja menggoda Azalea.
"ya udah kalau begitu Aza nggak akan bertanya lagi" jawabanya dengan nada dibuat ngambek.
"ya allah istri ku ngambek, iyaa sayang... kabar mas baik, mas juga nggak telat makan, nggak lupa sholad dan nggak begadang sayang ku" jawab Arkana secara beruntun sesuai pertanyaan dari istri nya.
"alhamdulillah mas" ucapnya.
"sayang, mas mau ngasih tau kamu sesuatu, mas harap kamu sabar yah sayang" ucap nya kepada Azalea.
"emang mas mau ngasih tau Aza apa?" tanya Azalea penasaran.
"sayang, pekerjaan mas disini nggak akan bisa selesai kalau waktunya cuma seminggu, kemungkinan mas berada disini bisa sampai sebulan atau lebih" jawab Arkana memberi tahu.
Azalea terdiam cukup lama mendengar hal itu, baru saja ia ingin mengatakan bahwa ia sangat merindukan suaminya itu, tapi apa gunanya memberi tahu kalau dia rindu namun tidak di segera kan untuk bertemu. Rindu ini berat batinnya dalam hati, namun ia juga tidak ingin menjadi egois, menjadi seorang istri yang menghalangi rezeki sang suami, dengan berat hati ia menerima hal itu.
"sayang, mas minta maaf, mas tahu pasti sayang rindu kan sama mas, tapi proyek ini penting sayang, mas harap kamu mengerti" ucap nya lagi.
Azalea pun akhirnya tersadar dengan pikiran nya sendiri.
"iya mas, nggak apa-apa kok, Aza tunggu mas dirumah yah, mas jaga diri, jangan lupa sholad, jangan telat makan, dan jangan begadang" jawabannya.
"iya sayang, mas akan ingat semua pesan dari sayang"
"iya mas, ya udah, kita akhiri yah panggilan teleponnya, Aza sudah ngantuk mas, mas juga yah tidur sekarang" ucap Azalea ingin mengakhiri panggilan telepon bersama suaminya.
"iya sayang, tapi mas mau ketemu klien dulu, nggak akan lama kok, setelah itu mas akan kembali ke kamar dan beristirahat juga" ucap Arkana lagi.
__ADS_1
"iya nggak apa-apa, ya udah Aza tutup yah teleponnya" ucapnya.
"tunggu sayang" ucap Arkana ketika Azalea hendak menutup panggilan telepon nya.
"ada apa mas?" tanya Azalea.
"mas sayang banget sama Aza, mas Cinta banget sama Aza, dan mas rindu banget sama Aza" ucap Arkana dan di akhiri dengan kecupan ala pasangan LDR.
Azalea tersenyum bahagia mendengar itu.
"iya mas Aza juga" ucap Azalea dan membalas kecupan jarak jauh dari suaminya itu.
Panggilan telepon pun berakhir, Azalea beranjak untuk tidur karena waktu yang sudah menunjukkan pukul 20:45 malam, sedangkan Arkana langsung merapikan pakaiannya dan berjalan keluar dari kamarnya menuju tempat pertemuan dengan kliennya itu.
......................
Hari-hari berlalu begitu cepat, sudah lebih 3 minggu Arkana berada diluar kota, janji nya minggu depan ia akan kembali, yah masih sangat lama menurut Azalea, ia betul-betul sangat merindukan suaminya itu, apalagi akhir-akhir ini kondisi tubuhnya menurun drastis, ia sering merasa kelelahan dan pusing, ia tidak tau kenapa dengan tubuhnya, namun kondisinya itu ia sembunyikan dari para mertua nya serta suaminya, ia tidak ingin karena kondisinya itu, suaminya akan di paksa pulang segera disaat pekerjaan nya belum selesai hanya karea ia sakit.
Dikamr hotel Arkana...
Arkana sangat merindukan istri nya, baru saja ia melakukan video call bersama istrinya namun wajah Azalea terlihat seperti orang yang tidak sehat, ia terlihat pucat dan lemah, ia terus bertanya namun jawaban yang di berikan oleh Azalea selalu baik, ia selalu mengatakan bahwa ia baik-baik saja.
Hal itu membuat ia semakin tidak nyaman, ia ingin sekali untuk pulang sekarang dan bertemu dengan istrinya itu untuk melepaskan rindu, namun sayang kalau ia meninggal kan pekerjaan yang tinggal sedikit lagi rampung ini, dan itu hanya akan menjadi sia-sia saja, percuma ia berjuang menahan rasa rindunya selama lebih dari 3 minggu ini kalau hasil dari pekerjaan nya ini hanya sia-sia.
Lama ia merenung di sofa yang ada dalam kamar hotel tersebut, tiba-tiba pintu kamar nya di ketuk oleh seseorang, Arkana pun membuka pintu kamar itu dan tiba-tiba muncul sosok wanita yang langsung memeluk nya dengan erat, Arkana kaget, ia tidak punya persiapan untuk itu, setelah bangun dari rasa kagetnya ia akhirnya sadar bahwa wanita yang memeluknya adalah Lani, mantan kekasihnya.
HAY HAY, AUTHOR SANGAT SIBUK DALAM BEBERAPA HARI INI, AUTHOR LAGI BUAT PERSIAPAN UNTUK MENGIKUTI TES CPNN NANTI, JADI TIDAK PUNYA WAKTU UNTUL UP, AUTHOR MINTA MAAF YAH.
JANGAN LUPA UNTUK MEMBERIKAN, LIKE, KOMEN, VOTE, GIFT, ATAU HADIAH APAPUN ITU YAH.
__ADS_1
LOVE.