
SETELAH semua barang di bawah masuk ke dalam apartemen, Bik Ina dan Azalea sibuk menata isi dalam apartemen.
Azalea pun membawa pakaiannya ke dalam kamar utama, namun ketika ia hendak membawa barang-barang berupa pakaiannya itu ke dalam kamar tersebut, Arkana mencegah dan melarang nya.
"jangan masukin barang-barang kamu itu ke kamar utama, kamar utama adalah kamar yang akan aku tempati, aku tak sudi harus sekamar dengan mu" ucap Arkana menolak Azalea dengan kata-kata yang kasar.
Azalea yang mendengar itu pun langsung merasa sesak di dadanya, ini sakit, sakit sekali.
Azalea hanya diam sambil berusaha menahan air matanya untuk tidak keluar.
"kenapa masih disitu, bawa keluar semua barang-barang mu" ucap Arkana mengusir Azalea dari kamar itu.
"baik Mas, Aza pindah ke kamar yang satunya saja" ucap Azalea dan langsung pergi dari kamar itu sambil membawa barang-barang nya.
Ketika Azalea sedang membawa barang-barang nya ke kamar yang lain, Bik Ina menegurnya.
"loh... kenapa Nak Aza masukin barang-barang Nak Aza ke dalam kamar yang diperuntukkan untuk tamu nanti?" tanya Bik Ina Heran.
"nggak apa-apa kok Bik, Bibik diam aja, jangan beritahu mengenai hal ini sama Mama dan Papa yah" ucap Azalea kepada Bik Ina sambil menahan air mata nya agar tidak keluar.
"yang sabar yah, nak Aza wanita baik, insyaallah setiap kesabaran nak Aza selama ini akan berbuah manis nantinya" ucap Bik Ina menasehati dan menguatkan Aza, Karena Bik Ina tahu apa yang sedang terjadi.
"Iya Bik, terimakasih" ucap Azalea lagi.
"Iya sama-sama, sini Bibik bantuin" tawar Bik Ina untuk membantu Azalea.
"iya Bik".
Azalea yang di temani Bik Ina pun mulai menata kamarnya dan merapihkan semua barang-barang nya. Setelah selesai merapikan kamarnya, Azalea pergi kembali ke kamar utama dimana Arkana berada untuk mengatur barang-barang nya yang masih berhamburan di dalam kamar itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum Mas, Aza masuk yah... mau nge rapiin kamar Mas Kana" ucap Azalea dari luar kamar Arkana.
Arkana yang mendengar suara itu pun mulai membuka pintu kamar nya, namun bukan untuk menyuruh azalea masuk melainkan melarang nya untuk masuk ke dalam kamar itu.
"mau ngapain kamu? nggak usah sok berlagak baik yang di depan ku" ucap Arkana dengan nada yang agak kasar.
"Aza hanya ingin membantu Mas Kana untuk merapikan kamar ini" jawab Azalea sebisanya.
"nggak usah, Biarkan Bik Ina yang membereskan nya, dan untuk kamu mulai saat ini nggak usah terlalu muncul di hadapan ku, karena itu akan menambah kebencian ku saja kepada mu" ucap Arkana lagi.
Azalea hanya diam, dia tidak tahu harus mengatakan apa, hatinya terasa sangat sakit. Suaminya sangat membenci dirinya. Air matanya kali ini benar-benar ingin tumpah, ia sudah tidak bisa menahan untuk tidak menangis. Sebelum air matanya jatuh di depan arkana ia buru-buru pergi dari depan kamar itu menuju kamar yang ia tempati. Ia mengunci kamar itu dan menangis sejadi-jadinya.
"sakit sekali ya Allah, bantu hamba dalam menghadapi cobaan ini, kuatkanlah hamba ya Allah" azalea berdoa sambil menangis tersedu-sedu.
Setelah semua di rapihkan, Bik Ina memutuskan untuk pulang kembali ke kediaman Pak Herlambang dan bu Raisa.
"iya Bik, hati-hati di jalan yah Bik, Pak Iwan jangan ngebut bawa mobilnya" ucap Azalea menasehati Pak Iwan dan Bik Ina.
"Iya nak Aza" jawab Pak Iwan.
Setelah Bik Ina dan Pak Iwan kembali ke kediaman Pak Herlambang, Azalea dan Arkana kembali masuk ke dalam apartemen mereka.
"Mas, mau makan apa nanti malam? Aza masakin yah?" tanya Azalea sembari menawarkan diri untuk memasakkan makanan untuk Arkana.
"nggak usah, aku sudah janjian sama Lani untuk makan diluar, kamu masak saja untuk diri mu sendiri" jawab Arkana dengan nada yang ketus.
Arkana pun terus berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan Azalea. sakit di hati Azalea kian bertambah, baru saja ia selesai menangis, kini air matanya seolah ingin keluar kembali. Azalea hanya bisa beristighfar di dalam hatinya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 17:45, Azalea segera masuk kembali ke kamar nya dan mulai membersihkan diri untuk melaksanakan sholad maghrib. Setelah semuanya ia lakukan ia pun keluar dari kamarnya berniat memasak untuk makan malam. Di saat ia sedang memasak ia melihat Arkana yang sedang berjalan keluar apartemen sambil menerima telepon dari seseorang.
__ADS_1
"iya sayang, aku sudah mau berangkat nih, sabar ya" ucap Arkana kepada orang yang di seberang telepon itu.
Tapi Azalea yang mendengar nya pun tahu bahwa siapa yang menelepon Arkana itu. Rasa sakit itu kembali muncul di hatinya, ia melihat Arkana keluar dari apartemen dan mengendarai mobilnya tanpa menegur.
"Apakah aku berdosa ya allah? karena telah membiarkan suamiku melakukan hal-hal yang di larang oleh agama, ya allah kuatkan aku" ucap Azalea sambil berdoa.
Azalea pun lanjut memasak untuk dirinya sendiri. Setidaknya ia harus makan biar tidak sakit, ia tidak mau menyusahkan suaminya itu kalau dia sakit dan bahkan mungkin dia tidak akan perduli.
Setelah selesai memasak, Azalea pun langsung makan dan membersihkan dapur. Setelah itu ia kembali ke kamar nya dan bersiap untuk melaksanakan sholad isya.
Sudah pukul 22:00 tetapi Arkana juga belum kembali, ia khawatir jangan sampai Arkana kenapa-napa di jalan, ia ingin menghubungi Arkana tapi ia sadar bahwa ia tidak memiliki nomor teleponnya.
"astagfirullah ternyata nggak ada nomor teleponnya Mas Kana sama aku" gumam Azalea dengan perasaan khawatir.
Azalea masih Setia menunggu Arkana di ruang tamu, tidak berapa lama kemudian mobil Arkana memasuki area parkiran mobil apartemen. Arkana pun memarkir kan mobil nya dan masuk ke dalam apartemen, Azalea menyambut nya dan menyapa nya.
"Mas Kana, alhamdulillah sudah pulang, aku khawatir tadi takutnya terjadi sesuatu sama Mas Kana di jalan" ucap Azalea menunjukkan rasa khawatir nya.
"hem" saut Arkana berdehem.
"Mas butuh apa? nanti Aza siapin" ucap Azalea lagi menawarkan untuk menyiapkan sesuatu untuk Arkana
"aku tidak butuh apa-apa, dan kamu kembalilah di dalam kamarmu, aku muak sekali melihat wajahmu" ucap Arkana mengusir Azalea dari hadapannya.
"baik Mas, Aza kembali ke kamar, Mas pergilah juga beristirahat di kamar" ucap Azalea yang masih berusaha menahan sesak di dadanya dan berlalu pergi masuk ke dalam kamarnya meninggalkan Arkana di ruang tamu tersebut.
HAY READERS KU TERSAYANG, KEMUNGKINAN NOVEL INI AKAN BANYAK DI REVISI, BERHUBUNG AUTHOR LAGI BERUSAHA NIH BIAR NOVEL INI DI KONTRAK OLEH NOVEL TOON. DOA'IN AUTHOR YAH.
LOVE
__ADS_1