
ARKANA dan Azalea pun akhirnya pulang ke apartemen mereka setelah selesai makan malam bersama Pak Herlambang dan Bu Raisa.
"Kana jangan balap-balap yah bawa mobilnya" ucap Bu Raisa menasehati Arkana.
"iya Ma" jawab Arkana.
"Aza pamit yah Pa, Ma" ucap Azalea sembari menyalami tangan pak Herlambang dan Bu Raisa"
"iya hati-hati nak/sayang" ucap Bu Raisa dan Pak Herlambang bersamaan.
Arkana dan Azalea pun memasuki mobil, dan Arkana mulai menjalankan mobilnya.
Setibanya mereka di apartemen, handphone Arkana berdering, ada panggilan dari seseorang.
"halo sayang" ucap Arkana dengan nada suaranya yang nyaring.
"aku rindu, ketemuan yuk" ucap orang yang berada diseberang telepon itu.
"sama, aku juga rindu sayang, okay besok siang pas jam makan siang yah" ucap Arkana kepada orang itu.
"okay sayang" jawab si penelepon dengan memberikan sebuah kec*pan jarak jauh.
Arkana pun membalas kec*pan jarak jauh itu dan langsung mematikan handphone nya kemudian berjalan ke arah kamarnya tanpa memperdulikan Azalea yang sedari tadi mendengarkan ia berbicara dengan si penelepon itu yang ternyata adalah Lani kekasih nya.
"mas Kana cukup!" ucap Azalea dengan nada yang sedikit tinggi.
Arkana yang mendengar itupun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Azalea.
"apa maksudmu?" tanya Arkana kepada Azalea yang berpura-pura tidak mengerti.
"aku tahu mas, mas Kana nggak pernah menganggap aku istri mas, tapi setidaknya agama dan hukum mengakui hubungan kita sebagai suami istri yang sah, nggak apa-apa mas, kalau memang mas Kana belum bisa menerima aku menjadi istri mas, tapi tolong hargai sedikit saja perasaan ku mas, sedikit saja" ucap Azalea sambil menahan tangis nya.
"apa kamu bilang? hargai perasaan kamu? kamu sadar nggak Azalea, dengan kamu menerima perjodohan ini itu artinya kamu sudah nggak menghargai perasaan aku, aku sakit Azalea harus menerima perjodohan karena paksaan ini, kalau kamu tidak menerima perjodohan ini waktu itu, kita tidak akan seperti ini, tapi sayang kamu terlalu gila dengan harta keluarga ku hingga mau saja menjadi penghalang dalam hubungan ku dengan Lani, setelah aku mengucapkan ijab qabul pada 1 bulan yang lalu, pada saat itu juga aku berjanji pada diriku sendiri dan demi hubungan ku dengan Lani, tidak akan aku berikan kamu kebahagiaan walaupun hanya seujung kuku saja, ingat itu Azalea!" ucap Arkana dengan nada yang di tekan kan dan memasang senyum sinis nya.
Azalea yang mendengar itupun hanya berusaha menahan tangisnya dan berlari masuk ke dalam kamarnya, tanpa membalikkan lagi badannya untuk melihat Arkana. Didalam kamar, Azalea menangis sejadi-jadinya.
__ADS_1
"apakah keputusan ku untuk menerima perjodohan ini salah?" tanya Azalea pada dirinya sendiri.
"ya Allah kuatkan aku" ucap Azalea memohon diberikan kekuatan oleh Allah Swt.
Sedangkan Arkana, dia pergi ke kamarnya.
"itu belum seberapa Azalea, kedepannya akan ada sakit hati yang lebih parah dari ini, dengan kamu menerima perjodohan ini, berarti bersiap-siaplah kamu untuk tidak bahagia." ucapnya seorang diri.
Arkana pun langsung membaringkan badannya di springbed nya yang empuk dan tertidur.
Sedangkan Azalea, selesai ia menangis ia memutuskan untuk melaksanakan sholad isya, karena kebetulan waktu sudah menunjukkan pukul 20:35. Setelah melaksanakan sholad isya, ia pun memilih untuk tidur dan tidak ingin memikirkan hal apapun lagi.
Paginya Arkana berangkat ke kantor, ia tidak melihat Azalea, karena seperti biasanya Azalea akan bangun sholad subuh dan langsung ke dapur membuat kan sarapan, akan tetapi pagi ini tidak. Arkana pun malas memikirkan hal itu, ia langsung keluar apartemen menuju mobil nya yang di parkir, dan melajukan mobilnya ke arah kantornya.
Di kantor Arkana...
Setiba nya Arkana di kantornya, semua karyawan nya menyapanya.
"Selamat pagi Pak Arkana" sapa karyawan A.
Ketika Arkana sudah berlalu dan masuk ke dalam ruangan nya, para karyawan mulai bergosip ria tentang resepsi pernikahannya yang lalu. Sepertinya resepsi pernikahan Arkana dan Azalea masih menjadi topik yang hangat di kalangan karyawan Arkana. Banyak karyawan yang menyukai jika Arkana berjodoh dengan istrinya yang sekarang di bandingkan Lani.
Untuk sosok Lani sendiri di mata karyawan kantor Arkana, ia dinilai sebagai sosok wanita yang tak tahu sopan santun dan sangat sombong serta suka menindas. Bagaimana tidak, setiap kali ia datang ke kantor Arkana ia selalu membuat masalah terlebih dahulu dengan para karyawan Arkana. Hal itulah yang membuat karyawan-karyawan yang ada di kantor itu sangat tidak menyukainya.
Sedangkan Arkana di ruangannya, ia menghubungi Lala asistennya untuk menyiapkannya sarapan seperti biasa.
"Pak Kana mau kopi atau susu almond?" tanya Lala kepada Arkana.
"susu almond saja, dengan roti panggang yang seperti biasa" jawab Arkana.
Lala pun berlalu pergi untuk menyiapkan sarapan untuk boss nya itu. Sedangkan Arkana tiba-tiba saja ia memikirkan Azalea yang tidak biasanya tidak keluar dari kamarnya di saat dia berangkat ke kantor tadi.
"apa terjadi sesuatu kepada wanita itu?" tanya nya pada dirinya sendiri.
Seketika itu ia langsung menghilang kan pemikiran itu.
__ADS_1
"arghhh, apa-apaan aku ini, kenapa harus memikirkan wanita s*al itu sih" ucapnya lagi pada diri sendiri.
Tidak berselang lama, Lala asisten nya datang membawa nampan berisi susu almond dan roti panggang selai nanas.
"ini sarapan nya pak, silahkan di makan" ucap Lala.
"hem" jawab Arkana.
Sedangkan di lantai bawah para karyawan heboh karena istri dari bos mereka yaitu Azalea datang.
"Assalamualaikum, permisi dimana letak ruangan nya Mas Kana yah mbak?" tanya Azalea kepada salah satu karyawan Arkana.
Karyawan yang di tanya itupun seketika diam membeku, dalam hatinya ia berkata "masyaAllah istri Pak Arkana benar-benar cantik dan sholehah, suaranya lembut dan menenangkan di dengar, aku perempuan tapi aku betul-betul terhipnotis dengan kecantikan dan kelembutan nya".
Azalea yang melihat karyawan wanita itu hanya me ngelamun di depannya pun langsung berusaha menyadarkan nya.
"mbak... mbak... mbak nggak apa-apa kan?" tanya Azalea sembari menggoyang pelan tubuh karyawan wanita itu.
"ehh, Bu Boss... maaf, ayok ikut saya, saya akan mengantar bu Boss ke ruangannya Pak Kana" ucap karyawan itu setelah sadar dari lamunannya.
"terimakasih yah" jawab Azalea sambil tersenyum ramah ke arah karyawan itu.
Sebelum melangkah pergi menuju ruangan Arkana, Azalea menyempatkan diri untuk menyapa para karyawan yang ada disitu dan pamit untuk pergi ke ruang suami nya.
"saya pamit yah, bekerjalah dengan semangat" pamit Azalea sambil menyemangati para karyawan itu.
Para karyawan itu pun membalas ucapan Azalea. Azalea pun berjalan menuju tangga lift yang di tuntun oleh karyawan perempuan tadi. Setelah Azalea pergi para karyawan yang tadi langsung bergosip kembali.
"wah istri nya Pak Arkana benar-benar luar biasa yah, cantik sekali sudah itu lembut banget suaranya" ucap karyawan C.
Begitupun untuk karyawan lainnya, mereka terus-menerus memuji Azalea.
HAY READERS, MAAFIN AUTHOR YANG UP NYA TELAT. AUTHOR KEMARIN SIBUK SEKALI JADI NGGAK BISA UP.
SEKALI LAGI AUTHOR INGATIN YAH, NOVEL INI JANGAN HANYA DI BACA, TAPI DI LIKE, KOMEN, FAVORIT DAN DI SHARE JUGA YAH KE YANG LAIN, HARGAI KARYA AUTHOR. DAN JANGAN LUPA FOLLOW AUTHOR.
__ADS_1
LOVE