
HARI INI tepatnya hari dimana Azalea dan Bu Raisa membuat janji untuk bertemu dengan Pak Herlambang suami Bu Raisa dan Arkana Herlambang anak Bu Raisa. Hari ini perasaan Azalea campur aduk, gelisah dan takut menguasai hati dan pikiran nya, Rani berusaha menenangkan nya.
"Za... kamu jangan takut, insyaallah semua akan baik-baik saja" ucap Rani sambil tersenyum pada Azalea.
"Iya Ran... makasih yah, kamu selalu menguatkan aku dalam keadaan apapun itu" jawab Azalea.
"iya sama-sama" ucap Rani.
Disisi lain di kediaman Pak Herlambang Bu Raisa tengah membujuk Arkana untuk menghadiri pertemuan sebentar dengan calon istri nya yang telah ia pilihkan yaitu Azalea Anggraini.
"Ma... aku gak mau di jodoh-jodohkan, lagian ini sudah jaman modern ma, bukan jaman dulu lagi yang kalau menikah harus di jodoh-jodohkan" ucap Arkana kepada Bu Raisa.
"menjodohkan itu tidak pake sejarah Kana, dan kamu percaya sama pilihan mama ini, insyaAllah dia bisa jadi istri yang baik untuk kamu sayang" ucap Bu Raisa.
"Tapi kan mama tau Kana sudah punya Lani, kenapa sih mama menjodohkan aku lagi? kalau emang mama mau aku menikah, kita bisa pergi ke rumah orangtua Lani dan melamar Lani sekarang" ucap Arkana.
"Arkana.! sampai kapan mama harus memberi tahu sama kamu kalau mama tidak menyukai pacar kamu itu, dan sampai kapan baru kamu akan sadar kalau Lani itu tidak baik untuk kamu, dia hanya memanfaatkan kamu Kana, dan mama tau itu, sedangkan Azalea, Azalea gadis yang baik, sholehah, rajin beribadah dan sederhana, mama yakin dia cocok dan pantas untuk menjadi istrimu" ucap Bu Raisa yg sedikit meninggikan nada bicaranya ketika membahas mengenai Lani pacar Arkana.
"Tapi Ma... Kana mencintai Lani Ma" jawab Arkana dengan nada sedih.
"cintamu kepada wanita yang salah itu yang nantinya akan menghancurkan hidupmu, kamu selama ini sangat jauh dari Allah Arkana sehingga kamu buta mata dan hati melihat keindahan cinta yang sesungguhnya" jawab Bu Raisa sinis.
Tiba-tiba Pak Herlambang datang untuk menengahi perdebatan antara Ibu dan Anak itu.
"kenapa ini? kok sampe ribut?" tanya Pak Herlambang kepada istri dan anak nya.
"Papa tanya saja sama anak mu ini yang keras kepala" jawab Bu Raisa agak ketus.
"Ada apa?" tanya Pak Herlambang sambil melirik ke arah Arkana meminta penjelasan yang sebenarnya dia sudah tau.
__ADS_1
"Pa.. mama mau menjodohkan aku dengan gadis kampung yang aku tidak mengenalinya sama sekali" jawab Arkana dengan nada dibuat sesedih nya agar papanya itu mau membantunya memberi pengertian kepada mamanya.
"loh kenapa kalau Azalea gadis kampung? kalau persoalan kamu gak mengenalinya itu bisa kamu lakukan sebentar di saat kamu bertemu dengannya" Jawab Pak Herlambang santai diluar dari dugaan Arkana dan Arkana kaget ternyata papanya itu tau mengenai perjodohan ini.
"ohhh jadi papa tau mengenai perjodohan ini?" tanya Arkana kaget.
"Iya Papa tau, karena mama kamu tidak akan mengambil suatu kesimpulan tanpa melibatkan Papa" jawab Pak Herlambang.
Arkana seketika terdiam, dia kira Papanya akan menyelamatkan dia dari perjodohan ini ternyata Papanya juga terlibat di dalam mencari jodoh untuk dirinya.
"jadi kamu harus ikut kami sebentar untuk bertemu dengan Azalea" ucap Bu Raisa.
"Tapi Maa.... " belum selesai Arkana bicara sudah di potong oleh Bu Raisa.
"tidak ada tapi-tapian Kana, selama ini mama sama papa selalu menuruti keinginan mu, kali ini tolong kamu turuti keinginan mama sama papa kamu ini, terimalah perjodohan ini, mama mohon sama kamu" ucap Bu Raisa.
"kamu lebih mencintai pacar kamu itu atau Mama?" tanya Bu Raisa kepada Arkana.
"aku mencintai mama karena mama adalah mama aku yang sudah melahirkan ku dan merawat ku sampai sekarang ini, tapi aku juga mencintai Lani Ma" jawab Arkana.
"karena kamu lebih mencintai mama daripada pacar kamu itu, jadi terima perjodohan yang mama buat ini, dan kita akan segera pergi ke tempat dimana mama sudah membuat janji dengan Aza" ucap bu Raisa.
Arkana hanya terdiam, dia bingung bahkan mamanya memanggil wanita itu dengan sebutan AZA yg kedengaran sekali dari nama aslinya Azalea, sebenarnya racun pencuci otak atau pelet merek apa yang wanita itu gunakan untuk mencuci otak mamanya, kenapa mamanya begitu menyukai perempuan yang bernama Azalea itu, Arkana tambah stres memikirkan nya.
"sekarang kamu bersiap-siap tidak lama lagi kita akan berangkat bertemu dengan Aza" ucap bu Raisa kepada Arkana.
Arkana kembali ke kamar tanpa mengucapkan apa-apa, Bu Raisa dan Pak Herlambang juga pergi ke kamar nya untuk bersiap. Sedangkan Arkana dikamarnya dia sangat frustasi dia bingung harus mengatakan apa kepada Lani mengenai perjodohan ini, dia takut Lani pergi darinya, dia sangat mencintai Lani tapi kenapa orangtua nya tega menjodohkan dia dengan wanita lain yang bahkan dia tidak mengenalinya sama sekali.
"pulang dari pertemuan itu aku harus segera bertemu dengan Lani untuk memberitahu masalah ini, aku tidak boleh menyembunyikan ini darinya" batin Arkana sendirian.
__ADS_1
Tiba-tiba pintu kamarnya di ketok dari luar.
"Aden... ini bik Ina, Ibu dan Bapak sudah menunggu aden dibawah" ucap Bik Ina selaku pembantu rumah tangga di kediaman Pak Herlambang.
"Iyah Bik" Jawab Arkana dari dalam kamarnya.
Arkana pun keluar dari kamarnya dan turun menemui papa sama mamanya.
"kamu sudah siap?" tanya Bu Raisa Pada Arkana.
"suda Ma" Jawab Arkana.
"yasudah, ayo kita berangkat" ajak Bu Raisa.
Merekapun masuk ke dalam mobilnya, Arkana yang mengendarai mobil sedangkan Bu Raisa dan Pak Herlambang duduk di tempat duduk mobil yang di tengah. sepanjang jalan hanya ada keheningan.
Sedangkan disisi lain Azalea sudah berada di restoran tempat dimana dia dan Bu Raisa membuat janji untuk bertemu dengan Arkana dan Pak Herlambang, Azalea semakin gugup, dia tahu bahwa perjodohan ini akan di tolak oleh Arkana tetapi yang membuat dia gelisah ketakutan kalau Arkana menolaknya di depan orang banyak yang ada di restoran ini, di dalam hatinya dia terus berdoa menyebut nama Allah, berharap semoga keputusan yang dia ambil ini adalah keputusan yang tepat dan di ridhoi oleh Allah. Ketika dia lagi duduk menunduk tiba-tiba ada suara yang menyapa dan memberi salam untuknya.
"Assalamu'alaikum Nak Aza" salam Bu Raisa kepada Azalea.
Azalea kaget mendengar suara yang sangat dikenalinya itu dan langsung mengangkat kepalanya dan menjawab salam dari Bu Raisa.
"Wa'alaikumsalam Bu, Bapak" jawab Azalea dengan Nada yang sopan dan senyuman.
HAY PARA READERS KU, AUTHOR UP LAGI NIH.
AUTHOR SANGAT MEMBUTUHKAN DUKUNGAN DARI PARA READERS SEKALIAN, JANGAN CUMA DIBACA SAJA YAH, TAPI DI KOMEN DAN DI LIKE JUGA.
LOVE
__ADS_1