Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Bertemu Dengan Lani


__ADS_3

AKHIRNYA keluarga Pak Herlambang pamit pulang ke kota di kediaman mereka.


"Ya sudah kalau begitu, Pak Azwar... Bu Wina... kami sekeluarga mohon pamit untuk kembali dulu ke kota sekaligus mempersiapkan keperluan akad nikah nanti" Pamit Pak Herlambang kepada keluarga Pak Azwar.


"Baik Pak, Hati-hati di jalan, dan semoga Allah senantiasa merahmati kalian selama perjalanan sehingga sampai di tempat tujuan dengan selamat" ucap pak Azwar.


"Aamiin, terimakasih Pak Azwar" jawab Pak Herlambang tersenyum.


"Azalea sayang, Ibu sekeluarga pamit pulang dulu yah, kamu jaga diri yah, jangan sampe sakit" ucap Bu Raisa kepada Azalea.


"hehehe iyaa Bu, hati-hati di jalan yah" azalea pun menyalami tangan pak Herlambang dan Bu Raisa disertai pelukan dan cipika-cipiki bersama Bu Raisa.


"Mas Arkana, hati-hati yah bawa mobilnya" Ucap azalea mengingatkan Arkana untuk berhati-hati dalam mengendarai mobil sambil tersenyum dan mengatup kedua tangannya di dada menandakan salam.


"iya... " jawab Arkana singkat dan datar.


Keluarga Pak Herlambang pun akhirnya pulang ke kota ke rumah mereka, di dalam perjalanan Bu Raisa terus mengingat kejadian tadi sewaktu Arkana menelepon dengan Lani, ia sangat merasa geram dengan tingkah Lani yang selalu memporoti uang anaknya itu.


"hemm... sepertinya aku harus lebih tegas lagi kepada Kana" batin Bu Raisa dalam hatinya.


Pak Herlambang yang melihat istrinya seperti sedang memikirkan sesuatu itu pun mulai membuyarkan lamunannya.


"Ma... mama kenapa? ada masalah?" tanya Pak Herlambang kepada Bu Raisa.


"ehh.. enggak Pa... ngga ada apa-apa kok, mama hanya memikirkan ternyata sebentar lagi kita akan punya menantu seorang gadis yang sholehah dan baik hati seperti Azalea" jawab Bu Raisa meyakinkan suaminya dan sengaja berbicara dengam suara yang nyaring biar di dengar oleh Arkana.


Sedangkan di posisi Arkana, dalam hatinya dia sangat jengkel dan membenci Azalea, wanita sok polos itu benar-benar telah meracuni mamanya, dan ada hal yang lebih membuatnya bingung dia harus berbicara seperti apa kepada Lani tentang kebenaran yang sebenarnya, kebenaran tentang dia yang akan menikah dua minggu kedepan, kepalanya terasa mau pecah memikirkan hal ini. Mama dan papanya betul-betul tidak berpihak kepada nya kali ini, apalagi mamanya sampai mengancam nya untuk menarik semua rekening dan memberhentikan dia dari pekerjaannya yang sekarang, arghhhh itu sangat tidak mungkin pikirnya.


Setelah lama melakukan perjalanan mereka akhirnya sampai di kediamannya, Bu Raisa dan Pak Herlambang pun akhirnya memutuskan untuk langsung istirahat karena mereka sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh. Sedangkan Arkana sibuk menghubungi Lani untuk di ajak ketemu. Mereka pun akhirnya memutuskan kan untuk bertemu di keesokan harinya.


Malam itu Arkana tidak bisa tidur, dia terus memikirkan Lani, dia bingung harus menceritakan yang sebenarnya atau mencoba untuk menyembunyikan nya.

__ADS_1


"arghhhh... kenapa semuanya jadi seperti ini? ini semua gara-gara wanita itu, sepertinya dia pembawa si*l dalam hidupku, aku benci kau Azalea, aku benci, lihat saja nanti setelah kau menjadi istri ku akan ku buat kau menyesal karena telah menerima perjodohan ini" ucap Arkana sendirian di dalam kamarnya.


Pagi ini Arkana sengaja berangkat ke kantor pagi-pagi sekali untuk menyelesaikan kerjanya dengan cepat agar dia memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Lani. Arkana memang punya sedikit pekerjaan tambahan yang sepertinya itu sengaja diberikan oleh Pak Herlambang kepada Arkana sehingga dalam waktu 2 minggu menjelang pernikahan nya dengan Azalea, Arkana tidak memiliki waktu luang untuk bertemu dengan wanita mat*e yang bernama Lani itu.


"Ma... Pa... Kana pamit ke kantor dulu yah" pamit Arkana kepada mama, papa nya


"loh... gak mau sarapan dulu?" tanya Bu Raisa.


"gak Ma... nanti di kantor saja aku minta tolong sekretaris ku untuk menyiapkan sarapan untuk ku" jawab Arkana.


"loh.. kenapa? lagi banyak kerjaan yah?" tanya Bu Raisa lagi.


"lumayan Ma, yasudah Kana berangkat dulu" pamit Kana.


Arkana pun melajukan mobilnya menuju Kantornya, sesampainya di kantornya ia langsung menuju ke ruangannya dan memanggil sekretaris nya untuk menyiapkan nya sarapan.


"ada yang bisa saya bantu Pak" tanya sekretaris Arkana yang bernama Lala.


"baik Pak" jawab Lala sekretaris Arkana.


Tidak lama kemudian Lala datang kembali ke ruangan Arkana sambil membawa sarapan Kopi susu dan Roti panggang selai nanas.


"ini Pak sarapannya, silahkan dinikmati, aku pamit kembali ke ruangan ku" ucap Lala menyuguhkan sarapan sekaligus pamit kembali ke ruangan nya.


"hemm... " Arkana berdehem mengiyakan.


Tidak terasa hari sudah siang, Arkana sedikit lega karena pekerjaan nya sudah ada beberapa yang selesai dia pun akhirnya menghubungi Lani untuk di ajak ketemu sekalian makan siang, sudah lama Arkana tidak makan berdua dengan kekasihnya itu.


Merekapun akhirnya bertemu di sebuah restoran mewah dan memesan tempat duduk VIP, Arkana sengaja memesan tempat duduk VIP biar kelihatan sedikit mesra disamping itu ketika Lani marah bahkan mengamuk nanti karena mendengar cerita nya orang lain tidak akan tahu, Arkana sudah memikirkan semua itu, karena dia tau bagaimana tempramen nya Lani kalau marah, tapi entah kenapa dia begitu mencintai Lani meskipun sifatnya yang kadang menjengkelkan. Sambil menunggu pesanan mereka datang, mereka pun bercerita sambil bersenda gurau bersama, dan tibalah makanan pesanan mereka datang, Arkana memutuskan untuk mereka makan terlebih dahulu sebelum ia menceritakan apa sebenarnya yang terjadi dan berhubung dia sudah sangat lapar. Setelah selesai makan Arkana mulai membuka percakapan kembali yang serius.


"sayang...!" panggil Arkana kepada Lani dengan nada suara yang lembut.

__ADS_1


"iya sayang, ada apa? kamu mau cerita apa ke aku?" tanya Lani penasaran.


"tapi sebelum aku cerita, aku mau tanya sesuatu dulu sama kamu" ucap Arkana.


"owh.. Ya.. kamu mau tanya aku apa sayang?" tanya Lani lagi.


"kamu sayang kan sama aku? kamu Cinta kan sama aku? dan kamu percaya kan sama aku?" tanya Arkana secara beruntun kepada Lani.


Lani sontak kaget mendengar semua pertanyaan dari Arkana.


"apa Arkana tau yah kalau selama ini aku sebenarnya gak sayang sama dia, sebenarnya aku hanya memanfaatkan dia?" batin Lani kepada dirinya sendiri.


"sayang...? kok malah ngelamun?" tanya Arkana yang membuyarkan lamunan Lani.


"eh... maaf sayang, aku lagi kepikiran aja, apa selama ini caraku memperlakukan kamu tidak menunjukkan kalau aku itu sayanggggg banget sama kamu, makanya kamu merasa bahwa aku gak sayang kamu, aku gak Cinta kamu bahkan kamu berfikir aku gak percaya sama kamu" jawab Lani berusaha meyakinkan Arkana.


"hemm, maaf sayang... kalau begitu kamu harus percaya apa kata ku" ucap Arkana.


"memangnya Ada apa sayang? kok kamu kayak serius gitu mukanya?" tanya Lani.


"iya, karena memang aku lagi mau bicara serius sama kamu" jawab Arkana.


"yaudah, kalau gitu cerita, ada apa? jangan bikin aku penasaran sayang" jawab Rani dengan nada penasaran nya.


"oke, aku akan cerita... sayang aku di jodohkan sama mama dengan wanita lain" jawab Arkana dengan satu tarikan nafas.


HAY GUYS, PASTI KALIAN PENASARAN DENGAN EKPRESI DARI SI LANI GIMANA, YA UDAH IKUTIN SAJA TERUS NOVEL INI. CERITANYA TAMBAH SERUH LOH.


JANGAN LUPA DUKUNG AUTHOR TERUS YAH PARA READERS KU TERSAYANG, LIKE, KOMEN DAN BAGIKAN DEH KE TEMAN-TEMAN KALIAN YANG LAIN JUGA.


LOVE

__ADS_1


__ADS_2