Aku Mencintaimu Istri SholehaKu

Aku Mencintaimu Istri SholehaKu
Pulang Kembali


__ADS_3

SEKETIKA Arkana langsung memeluk Azalea dan mencium keningnya.


"nggak sayang, mas nggak akan kecewa, itu tandanya Allah belum mempercayai kita untuk memiliki anak dalam waktu dekat ini, mungkin Allah ingin kita pacaran dulu, bersenang-senang berdua dulu, ya kan sayang? kita percayakan dan serahkan ajah semuanya pada takdir Allah, kita hanya bisa berusaha, do'a dan selalu ikhtiar, insyaallah cepat atau lambat kalau memang sudah waktunya, kita akan mendapatkan nya" jawab Arkana dengan lembut.


Azalea yang mendengar penuturan manis dari suaminya itu pun tersenyum bahagia, suaminya sekarang sudah betul-betul berubah.


"mas, kalau aku masih sakit begini bagaimana kita bisa ber keliling-keliling di sekitaran Puncak untuk menghirup udara segar sebelum balik ke rumah sebentar?" tanya Azalea kepada suaminya.


Arkana pun hampir melupakan hal itu, ia pun cepat-cepat memikirkan cara bagaimana supaya ia bisa membawa istrinya berjalan-jalan di puncak sekitaran villa ini tanpa harus memaksa nya untuk berjalan disaat kondisinya yang masih seperti ini. Setelah mendapat kan ide, Arkana segera pamit kepada Azalea untuk keluar sebentar. Azalea yang melihat tingkah suaminya itu pun kebingungan.


"mas mau kemana?" tanya Azalea kepada Arkana.


"sayang tunggu saja disini, mas mau menyiapkan sesuatu untuk sayang" ucap Arkana kepada Azalea.


Azalea hanya mengangguk mengerti, meskipun ia bingung dan penasaran tentang hal apa lagi yang akan dilakukan oleh suaminya itu untuk nya tapi ia hanya bisa mengangguk menuruti saja.


Arkana pun berjalan keluar, ia segera memanggil seorang pelayan laki-laki yang ada di villa itu untuk menyediakan barang yang ia inginkan, setelah selesai memerintahkan pelayan itu, Arkana langsung masuk kembali ke dalam kamar untuk menemui istrinya.


"sayang, harap menunggu yah, sebentar lagi kita akan keluar berjalan-jalan diluar untuk menikmati pemandangan di sekitaran villa ini" ucap Arkana.


Azalea hanya mengangguk mengerti. Setelah beberapa menit menunggu akhir nya seorang pelayan datang sambil mengetuk pintu kamar mereka, Arkana pun dengan cepat bangun dan membuka pintu kamarnya untuk bertemu dengan pelayan itu, pelayan itu pun memberikan barang yang diminta Arkana, Arkana pun mengambil barang tersebut dan langsung masuk kembali ke kamarnya.


"sayang, lihatlah apa yang aku bawa" ucap Arkana sambil tersenyum lebar ke arah istrinya.


Azalea yang melihat barang yang di bawa Arkana itu pun langsung tersenyum lebar, ya... barang itu adalah kursi roda, ia sengaja membeli itu untuk istrinya agar ia bisa membawanya berjalan-jalan diluar.

__ADS_1


"sekarang mas akan bantu sayang ke kamar mandi untuk membersihkan diri, gak apa-apa kan?" tawar Arkana ingin membatu Azalea namun ia harus meminta persetujuan nya terlebih dahulu.


"iya mas" jawab Azalea sembari tersenyum malu.


Arkana pun langsung dengan cepat mendekati Azalea dan menggendong nya memasuki kamar mandi yang ada dalam kamar tersebut. Azalea pun langsung mencuci mukanya sedikit dan membuang air kecil terlebih dahulu, setelah selesai Azalea pun di gendong kembali oleh Arkana untuk keluar dari kamar mandi tersebut, ia pun menggantikan pakaian dan hijabnya, setelah semua beres, Arkana kembali menggendong Azalea dan mendudukinya di atas kursi roda tersebut, setelah itu ia mulai mendorong kursi roda itu keluar dari dalam villa dan menuju keluar halaman.


Suasana disekitaran villa tersebut sangat sejuk dan tenang, udaranya pun sangat segar, Azalea sangat menikmati nya, begitu juga dengan Arkana. Mereka ber keliling-keliling di halaman tersebut, setelah matahari sudah muncul sangat tinggi, mereka pun memutuskan untuk masuk kembali ke dalam villa.


"mas, gimana? kita pulang sekarang atau nanti selesai sholad dzuhur aja?" tanya Azalea kepada suaminya.


"hemm, sekarang aja yah sayang" jawab Arkana namun tetap meminta persetujuan istrinya.


Azalea pun mengangguk menyetujui, Arkana mulai membereskan semua barang-barang mereka yang hendak mereka bawa pulang kembali di kediaman pak Herlambang. Setelah semuanya sudah beres, Arkana dan Azalea pun berpamitan kepada pelayan-pelayan yang ada di dalam villa tersebut.


Arkana pun menggendong Azalea memasuki mobil nya, setelah itu Arkana langsung melajukan mobilnya meninggalkan Puncak tersebut. Di dalam perjalanan Azalea dan Arkana saling bertukar cerita.


"iya mas nggak apa-apa, kan mas pergi untuk bekerja" jawab Azalea santai sembari tersenyum.


Arkana pun membalas senyum istrinya dan mengangguk.


"tapi mas ingat, jangan lupa sholat yah, makan yang teratur, dan jangan terlalu kelelahan" ucap azalea lagi menasehati suami nya.


"iya sayangku" ucap Arkana.


Azalea hanya tersenyum menanggapi itu.

__ADS_1


"nanti kalau mas sudah dari luar kota, kita jalan-jalan ke kampung untuk ketemu bapak, ibu dan azam yah" ucap Arkana lagi.


"iya mas, janji yah" ucap Azalea dengan senyuman bahagianya, sejujurnya ia sangat rindu dengan kampung halamannya itu.


"iya sayang, mas janji" jawab Arkana.


Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 2 jam, mereka akhirnya tiba di kediaman Pak Herlambang dan Bu Raisaa. Ketika mereka sampai, mereka di sambut oleh bik Ina, Arkana keluar dari mobilnya dan langsung menggendong Azalea dan menaiki tangga menuju kamar mereka.


Bik Ina bingung, kenapa Azalea di gendong oleh Arkana, apakah Azalea sedang tidak sehat? begitu lah kira-kira apa yang sedang ia pikirkan, ia ingin menanyakan hal itu kepada Arkana namun belum sempat ia mengeluarkan pertanyaan nya, Arkana sudah buru-buru menaiki tangga dan masuk ke dalam kamarnya, bik Ina pun akhirnya menunda untuk bertanya hal itu kepada Arkana.


Di dalam kamar, Arkana langsung membaringkan tubuh Azalea di atas spring bed. Belum lama setelah itu, bunyi suara Azan di masjid dekat kediaman pak Herlambang.


"sayang sudah masuk waktu dzuhur, ayok kita bersiap untuk sholad" ucap Azalea kepada suaminya.


Arkana pun mengangguk dan langsung bergegas mengambil air wudhu begitupun dengan Azalea, ia memaksakan dirinya untuk mengambil air wudhu dan melaksanakan sholad dzuhur bersama suami nya. Setelah selesai melaksanakan sholad Dzuhur, Arkana keluar dari dalam kamarnya dan turun ke lantai bawa untuk menemui bik Ina.


"bik, makan siang untuk aku dan Aza sudah siap? aku akan membawanya ke dalam kamar" ucap Arkana kepada bik Ina.


Sedangkan bik Ina ia merasa bahwa ini saat yang tepat untuk menanyakan kondisi Azalea.


"memangnya nak Aza kenapa? apa dia sakit?" tanya bik Ina kepada Arkana, sambil menyiapkan makan siang untuk tuan muda dan istrinya itu.


"dia hanya kelelahan sedikit bik, maklum kita habis berbulab madu di Puncak" jawab Arkana sambil terkekeh kecil.


Dan Bik Ina langsung mengangguk mengerti. Setelah semuanya siap ia memberikan nampan berisi makan siang itu kepada Arkana, Arkana pun langsung membawa nampan tersebut masuk ke dalam kamar nya.

__ADS_1


INGAT! LIKE, KOMEN, VOTE, GITF ATAUPUN HADIAH LAINNYA JANGAN DILUPA YAH READERS.


LOVE.


__ADS_2