ALUMNI HATI

ALUMNI HATI
#16


__ADS_3

3 HAL yang bisa membuat murid ngantuk di kelas adalah ;


**1. Semalam begadang,



Suara guru yang teramat sangat lembut,


Karena pelajaran yang sedang berlangsung tidak disukai**.



Opsi pertama adalah hal yang dialami Tyara saat ini, rasanya ia ingin sekali menempatkan tubuhnya itu diatas kasur kesayangannya, matanya sudah tidak kuat lagi untuk dipaksa terbuka.


Angin sepoi-sepoi yang masuk melalui ventilasi jendela yang berada disampingnya seakan berada dipihaknya, mendukungnya untuk segera memejamkan matanya dan terlelap menyelami mimpi yang indah.


Ia memangku dagunya menggunakan telapak tangannya, perlahan namun pasti matanya sudah mulai terpejam.


Tak berapa lama kemudian,


"Ekheem ekhem!"


Terdengar seperti suara orang berdeham, ia berpikir mungkin suara dehaman itu berasal dari dalam mimpinya dan ia pun kembali melanjutkan tidurnya dan mulai mencari posisi yang nyaman.


"Nona Tyara, mari bangun."


Perlahan-lahan ia membuka matanya, Tyara yang tadi amat sangat mengantuk langsung membuka matanya dengan cepat dan memberikan cengiran andalanannya.


"Duh.. tuan putri tidurnya nyenyak banget ya."


Dan Tyara masih dengan cengirannya.


"Kenapa kamu cengar-cengir kaya kambing congek."


"Emang kambing congek kalo nyengir kaya saya bu?" tanyanya polos.


"Terserah kamu lah ibu pusing nanggepin ocehan gak penting kamu, sekarang kamu berdiri di depan kelas."


"Abis berdiri saya ngapain bu?"


"Sstt! Ra, gak usah banyak tanya nanti ditambah lagi hukumannya," ucap Yeni dengan suara berbisik.


Tyara hanya mengerlingkan matanya,


"Sudah, sudah, daripada kamu banyak tanya lebih baik kamu keluar dari jam pelajaran saya saja, pusing saya nanggepin kamu." ucap gurunya kemudian dan langsung kembali duduk di kursinya.


Tyara tersenyum penuh kemenangan, ia segera bergegas keluar kelas sebelum keluar ia berhenti sejenak dan melambai kepada Yeni serta Arva yang sekarang sedang menatapnya seperti seorang anak yang ditinggal ibunya ke pasar.


****


Ketika sedang asyik menyantap batagor, tiba-tiba saja ada yang menepuk pundaknya pelan, "dihukum lagi?" tanya orang itu.


Tyara menengok ke arah sumber suara itu berasal, ia hanya mengangguk dan kembali melanjutkan acara makan memakannya.


Azka duduk disampingnya, "kenapa hobi banget dihukum sih?" ucapnya sembari menatap intens, "kenapa gak mau ikutin aturan guru, sih? kenapa harus selalu ngelanggar?" lanjutnya lagi.


"Peraturan ada untuk dilanggar," jawab Tyara santai.


Azka membuang nafas pelan, "tapi Ra, kalo lo kaya gini terus poin lo bisa dikurangin lagi, nanti kalo gak bisa ikut ujian gimana?"


"Itu urusan gue bukan urusan lo."


"Kok lo jadi bandel gini sih, Ra?"


Tyara menatap Azka sinis, "kok lo jadi banyak omong gini sih, Azka sang ketua osis."


"Gue nanya serius sama lo Tyara Pramestika."

__ADS_1


"Gue juga nanya dengan serius kok Azka," Tyara diam sejenak, "Azka siapa sih, nama lo?" lanjutnya lagi.


Azka menyentil jidat Tyara, "pikun dasar."


"ish.. sakit tau," ucapnya sembari mengusap jidatnya, "eh gue serius, gue lupa nama lo Azka apaan" lanjutnya, Azka hanya diam memandangnya mengacuhkan pertanyaan itu.


"Kenapa lo ngeliatin gue? naksir?" ucapnya sembari kembali menyantap batagornya.


"Iya"


"Uhukk.. Uhukk.." Tyara terbatuk mendengar jawaban Azka, "ekheem, ekhem, duhh gatel nih tenggorokan" ucapnya sembari meminum air minumannya yang belum sempat disentuh.


"Batuk bu haji? minum baygon." ucap Azka tanpa ekspresi.


Tyara melirik Azka, "kalo mau ngelawak tuh seenggaknya ada ekspresinya mas, bukannya datar kaya gitu mukanya."


Azka hanya menghendikkan bahunya acuh, "terus lo gak mau masuk kelas nih?"


Tyara menggeleng,


"Mau disini aja sampe pulang?"


Tyara mengangguk,


"Jam pulang masih 2 jam lagi loh, lama ini mah."


Lagi, Tyara hanya mengangguk.


"Berasa ngomong sama robot gue, anjim." ucap Azka tiba-tiba,


Tyara melotot mendengar kata terakhirnya, "heh! mulutnya."


"Iya, maaf lupa, keceplosan."


Hening.


Tyara tidak menjawab perkataan Azka lagi, ia melirik kearah Azka yang ternyata sekarang dia sedang fokus pada handphonenya.


"Lagu lo pede cakep kali lo."


Azka terkekeh pelan, "yaudah gue cabut yak, sorry nih gak bisa nemenin lo."


"Gak pengen juga ditemenin sama makhluk astral yang bentukannya kaya lo."


Mendengar perkataan Tyara Azka hanya tersenyum tipis sembari mengacak-acak rambut Tyara pelan dan bergegas untuk pergi entah kemana.


"Ada akhlak lo begitu!" teriak Tyara,


"Enggak, gue gadein buat modal kawin." sahut Azka sebelum ia berbelok ke arah koridor kelas.


Tyara hanya menggelengkan kepalanya, pusing menanggapi manusia yang bentulannya seperti Azka.


***


Tyara menarik selimut tebal yang membungkusnya sedari tadi, hawa dingin terasa begitu menusuk sampai sekujur tubuhnya terasa sangat ngilu.


Ia meraba-raba kasurnya, mencari-cari benda pipih yang seingatnya ia simpan di bawah bantalnya. Ia membuka sedikit matanya, mengintip waktu yang tertera di layar handphonenya, pukul 22.35 malam.


"Hah? udah jam segini? Gak salah nih? Perasaan gue tidur cuma bentaran deh." gerutu Tyara yang sudah membuka matanya dengan sempurna.


Matanya mengerjap beberapa kali lalu dikucek dengan gerakan cepat untuk memastikan bahwa penglihatannya tidak salah lihat. Ia sangat heran mengapa waktu begitu sangat cepat berlalu hari ini.


Tyara membuka notifikasi yang ternyata sangat banyak ini, siapa lagi orang yang masih sangat rajin mengiriminya pesan singkat kalau bukan Azka.


Dia membacanya satu persatu,


Makhluk Astral :

__ADS_1


(1) Malem minggu nih, gak mau jalan apa lo mblo.


(2) Niatnya sih gue pengen ngajak lo ngayap mblo


(3) Gimana? mau gak


(4) Ayolah, kita jalan biar kaya pasangan yang laen.


(5) Eh maap lupa, kan udah putus hehehe


(6) Bales woi! lo kemana sih


(7) Wah molor sih ini mah, fix no debat.


Tyara tersenyum tipis membaca isi pesan random dari Azka, Tyara tidak berniat untuk membalas pesannya Azka dia memilih untuk membuka akun Instagramnya dan melihat-lihat postingan orang-orang yang sedang malam mingguan dengan kekasihnya.


Makhluk Astral :


Udah tidur?


Tyara tercengang melihat pesan masuk yang tiba-tiba itu, ia membaca siapa nama pengirimnya. Setelah membacanya dengan jelas dia langsung menghela nafas kasar.


"Ngapain lo pake nanya-nanya begitu, basi tau gak."


Tyara :


Baru bangun malah gue


Setelah membalasnya dia langsung menyimpan kembali handphonenya ke tempatnya semula.


Ting!


Makhluk Astral :


Baru bangun? Lah pantesan dari tadi chat gue gak di bales-bales, molor ternyata.


'Apa sih, ya lagian lo mau ngapain ***** ngajakin gue jalan mending gue tidur.' batin Tyara sebelum ia membalas pesannya.


***Tyara :


Kalo pun gue bangun juga gue gak bakal mau jalan sama lo**.


Ting*!!


Belum sempat Tyara meletakkan handphonenya kembali Azka sudah membalas pesannya dengan sangat cepat.


Makhluk Astral :


Gue lagi di rumah sakit nih,


'Lah, urusannya sama gue apa bambang?' batinnya.


Tyara :


Terus, urusannya sama gue apa coba?


Tyara sengaja tidak meletakkan handphonenya, dia berpikir pasti nih anak bentar lagi akan membalas pesannya.


Satu menit, lima menit, sampai sepuluh menit lamanya tetap belum ada balasan dari Azka.


"Lah? tumben balesnya lama, biasanya juga gercep." gerutunya


Tyara beranjak turun dari kasur empuknya dan berniat untuk turun ke lantai bawah, dia ingin mencari camilan yang bisa di makan untuk mengisi perutnya yang terasa sangat lapar karena telah melewatkan jam makan malam tadi dan kakaknya, Rei tidak membangunkannya untuk makan malam.


"Rei bener-bener kurang ajar banget dah, gue minta bangunin juga tadi malah dibiarinin aja." gerutusnya sepanjang jalan langkahnya menuju ke arah dapur.


Dia memeriksa isi kulkas berharap dapat menemukan sesuatu yang bisa untuk dimakan, tapi ternyata hasilnya dia tidak menemukan apa-apa selain air dingin saja.

__ADS_1


"Huaaaa... gue kan laper kenapa gak ada makanan sama sekali sih."


Dengan langkah gontai Tyara kembali masuk ke kamarnya dengan membawa segelas air dingin ditangannya, ia pun menyimpannya di atas meja dan kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur. Beberapa menit kemudian ia sudah memejamkan matanya dan tertidur nyenyak.


__ADS_2