
Mau mantan lo merasakan yang sama? Seperti saat lo ditinggalin sama dia dulu? Ikutin cara gue, dijamin dia pasti merasakan apa yang lo rasain dulu
****
Hari ini adalah hari sabtu, dan sekolah pun libur. Tyara sangat malas untuk bangun dari pulau kapuk yang sangat dicinta ini, padahal bundanya dan kak Reinald sudah bolak balik ke kamarnya dan membangunkannya. Heran deh, inikan sabtu, dan kenapa dia hanya ingin berdiam diri saja di dalam kamar.
Ketika Tyara berniat untuk bangun dan mandi, ponselnya berbunyi.
"Setengah jam lagi gue kerumah lo."
Begitu isi pesan yang dia terima, kalian tau dari siapa? Siapa lagi kalau bukan Azka Zahfriel, aarghh.. hancur sudah moodnya pagi ini.
What?! Setengah jam lagi?! Tyara segera membereskan tempat tidur dan bergegas untuk mandi.
Setelah dia selesai mandi dan memakai baju putih bertuliskan Gucci serta celana levis selutut, dia bergegas keluar kamar dan menuruni anak tangga dengan gusar, kak Reinald yang melihat itu pun berkata.
"Pelan-pelan de, ntar jatuh."
Setelah sampai di bawah Tyara langsung berlari kearah dapur, membuka laci demi laci mencari sesuatu.
Dapat! Dia menemukan apa yang dicari, Tyara pun segera mengambilnya dan menyiapkan segalanya. Lalu Tyara menyimpan barang yang tadi dia temukan itu di bawah meja tamu, diantara meja dan sofa.
Ting nong..
Bel pintu rumahnya berbunyi tepat setelah dia selesai menyimpan barang itu. Tyara menghembuskan nafas pelan dan segera membuka pintu.
Kalian pasti sudah bisa menebak siapa yang ada di depan pintu rumahnya ini.
"Mau ngapain sih lo kesini"
"Mau bertamu dong" jawabnya sembari menyerahkan plastik yang berisi makanan itu, "boleh masuk gak nih?" Lanjutnya.
Tyara mengangguk dan membuka pintu lebar-lebar, dia menyuruhnya duduk di sofa dan langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman.
Aaargghh..
Di dapur Tyara tersentak kaget karena mendengar teriakan seseorang dari arah ruang tamu, Tyara hanya cekikikan di dapur tanpa berniat untuk melihatnya.
Lalu, dia melihat kak Reinald berjalan ke arah ruang tamu dengan wajah yang panik.
Setelah selesai menyiapkan minuman dia langsung kembali ke ruang tamu, "kenapa lo?" Tanyanya pada Azka.
Azka menunjuk kearah kakinya, Tyara melihat kaki Azka yang memerah itu dan tertawa.
"Azka lagi kesakitan malah lo ketawain." Omel kak Rei.
Tyara langsung menghentikan aksi tertawanya itu dan mengerucutkan bibir.
"Sakit gak?" Tanyanya ke Azka.
Azka mengangguk, "banget, sampe ke relung hati yang paling dalam."
"Itu yang gue rasain dulu." Ucap Tyara dan langsung pergi meninggalkan Azka berniat untuk menyimpan kembali jebakan tikus yang tadi dia gunakan untuk menjebak Azka.
Tyara kembali lagi dengan membawa kompresan yang akan dia pakai untuk mengompres kaki Azka.
"Jadi, itu lo yang naro jebakan tikus itu, de?" Tanya kak Rei padanya yang mulai mengompres kaki Azka itu.
Tyara mengangguk, kak Rei pun hanya menggelengkan kepala dan pergi meninggalkan dirinya dan Azka berdua.
Hening, tidak biasanya si makhluk astral ini diam saja disini. Kalau di sekolah sih cool banget dan cuek tapi kalo sudah di luar sekolah dia tuh benar-benar beda banget. Tapi kok, ini, karena Tyara penasaran dia pun beralih untuk menatap Azka.
__ADS_1
Dan, ketika Tyara melihat ke arah Azka, Azka sedang menatapnya disertai senyuman. What?!
"Ngapa lo" tanya Tyara galak.
"Cantik"
Eh, sumpah, nih anak sudah dikerjain berulang kali masih aja gak kapok, dan sekarang malah bilang Tyara cantik?! Baru sadar kalau Tyara cantik?
"Tapi, sayang.."
Hening
"Sayang kenapa?" Tanya Tyara bingung karena Azka tidak melanjutkan perkataannya.
"Cie, udah mantan masih manggil sayang-sayang."
Tyara membelalakkan matanya, 'jadi dia ngerjain gue?!' Gumamnya dalam hati.
Kali ini Tyara memilih untuk diam dan tidak menjawabnya.
"Serius banget sih, tan, ngompresnya." Lagi-lagi Azka bersuara, "walaupun lo udah ngerjain gue, gue tetep sayang kok sama lo."
Kesal, Tyara pun menekan kaki Azka yang merah itu dengan keras menggunakan kompresan.
Azka berteriak kesakitan karena ulahnya. 'Masa bodo, siapa suruh mancing-mancing emosi gue' omel Tyara lagi dalam hati.
"Pelan-pelan dong, pake cinta."
"Cinta gue udah abis buat lo."
Azka menaikkan alisnya sebelah, "masa, sih?"
"Diem atau gue tinggal?"
Azka menjawabnya hanya menggunakan jari tangannya yang artinya 'oke' sambil mengulum senyum.
Tyara kembali fokus dengan pekerjaan sialan ini. Setelah dia pikir cukup, dia menghentikan acara kompres mengkompres ini dan menyimpannya kembali di dapur.
Sebenarnya setelah dari dapur Tyara berniat untuk ninggalin Azka ke kamar tapi dicegah oleh kak Rei. Menyebalkan
"Lama banget sih, tan."
Tyara menatap Azka tajam, memandangnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tamu mana yang dengan kurang ajarnya rebahan di sofa pemilik rumah sambil mengoyang-goyangkan kakinya dengan asik tanpa ada rasa bersalah dan malu sedikitpun?
"Jalan yuk nanti malem, malming nih."
"Lo ngajak gue kencan?" Tanya Tyara sembari mendudukkan diri di sofa yang lain.
"Ge'er sih"
"Lah, terus?"
"Kan gue ngajak jalan, bukan kencan. Kelamaan jomblo jadi susah bedain mana yang ngajak jalan mana yang ngajak kencan."
Tyara bingung, disini yang **** dia atau Azka sih?
"Ini kan malming, itu artinya lo ngajak gue kencan."
"Terserah," Azka mengibaskan tangannya, "pokoknya gue ngajak lo jalan bukan kencan, gak usah ge'er deh, Tan." Lanjutnya lagi menekan kata Tan.
"Tan nya ini, mantan atau setan?" Tanya Tyara memicingkan mata.
__ADS_1
"Setan" jawab Azka santai.
"Lo yang setan"
"Lo lah, kan mantan itu adalah setan"
"Lo mantan gue, berarti lo juga setan"
"Gue beda, intinya lo yang setan" jawab Azka sembari memainkan ponselnya.
Sekali lagi, Tyara membelalakkan mata. Seharusnya dia dong yang setan, ini kenapa jadi Tyara? Dasar manusia setan, gak mau ngaku kalau dirinya setan. Jelas-jelas dia yang menganggunya terus - menerus.
Entah maksud dan tujuannya apa datang ke rumah Tyara dan sekarang pun dia malah asik dengan ponselnya, tidak mau ambil pusing Tyara pun memilih untuk memainkan ponsel juga.
***
Malam harinya, sekitar jam setengah delapan malam Tyara sudah duduk di teras rumahnya menunggu si makhluk astral yang katanya sedang berada di jalan.
Sambil menunggunya datang Tyara menscroll beranda Instagram guna menghilangkan bosan.
"nih anak kemana si, lama banget, dari rumah dia ke rumah gue sejauh apa sih cuma beda komplek juga'' gerutunya.
Tak lama kemudian orang yang ditunggu pun datang menggunakan mobil.
Dia terdiam sejenak , "ini kenapa pake bawa mobil segala sih."
Dia segera berdiri dan menghampirinya, Azka keluar dan memutari mobilnya untuk membukakan pintu penumpang bagian depan.
Tyara hanya memutar kedua bola matanya malas, sok sosweet.
Tyara pun masuk dan duduk disamping kursi pengemudi. Azka kembali memutar mobil dan masuk ke dalam. Dia duduk di kursi pengemudi kemudian memasang seatbelt nya tak lupa Tyara juga memasang seatbelt nya.
Di sepanjang perjalanan hanya suara radio yang berbunyi, Tyara ingin bertanya kemana Azka akan membawanya tapi sekali lagi gengsi menghalanginya.
"Lo gak ada niatan buat nanya kita akan kemana gitu?" Tanya Azka kemudian tanpa menoleh sedikitpun kearah Tyara.
Tyara yang tadinya sedang asik memandang kearah luar jendela menengok, "gak tuh"
Azka melirik, "kalo ternyata gue nyulik lo gimana?"
"Gak perduli."
"Ciee, yang pengen diculik sama Cogan Nursa" ledeknya sambil menoel-noel pipi Tyara.
Tyara tidak ingin menjawabnya dan lebih memilih memandang kearah jalanan lagi.
15 menit kemudian mereka sampai di sebuah pasar malam. Oh, ternyata dia membawa Tyara kesini. Lah, **** amat ke pasar malam aja segala bawa mobil. Suka-suka Azka dah, pikirnya yang kemudian membuka pintu mobil dan keluar.
"Baru mau gue bukain pintunya"
"Gak usah lebay"
Azka menghendikkan bahu acuh lalu menarik tangan Tyata untuk berjalan masuk ke area pasar malam.
jangan lupa like komen dan vote yaaaa.. tengkyuuu
__ADS_1