Amiraa:Di Penghujung Penantian

Amiraa:Di Penghujung Penantian
Chand Namanya.


__ADS_3

"Tapi ini pembunuhan aku tidak bisa begitu saja membantumu" Ucap Amiraa ia sendiripun merasa sedikit bingung bagaimana ia bisa mengubur jasad anak lelaki itu jika membongkarnya secara paksa saja pasti akan menimbulkan keributan.


"Ada yang bisa dibantu?" Ucap seorang wanita yang berada tidak jauh dari posisi Amiraa berdiri.


Amiraa tampak memperhatikan wanita tua yang kian mendekat kearahnya bersamaan pula melihat kearah anak kecil tersebut yang kian perlahan terlihat menghilang.


Amiraa tau ada sangkut pautnya mengenai anak kecil ini dengan wanita tua tersebut lantas Amiraapun segera menjawab


"Saya sedikit ada masalah bu" Jawab Amiraa tampak ragu.


"Masalah apa?coba ceritakan barang kali ibu bisa membantu" Ucap wanita itu dengan ramah.


Melihat gerak gerik Amiraa yang masih terlihat sangat ragu ibu itupun mengajak Amiraa untuk duduk sebuah kursi dipos satpam.


"Katakan saja nak nama saya Hanum" Ucap wanita tersebut dengan sangat ramah.


"Ehh..iya nama saya Amiraa bu" Jawab Amiraa dengan tersenyum.


"Boleh ibu tau mengapa nak Amiraa diam disana bahkan ibu lihat sedang mengobrol akan tetapi ketika ibu sampai disana ibu lihat nak Amiraa hanya sendirian jika ada masalah ditempat ini katakan saja nak ibu yang punya hotel ini" Ucap bu Hanum wanita yang rambutnya kini sudah terlihat beruban tersebut berbicara dengan sangat sopan dan elegan sekali Amiraa yang awalnya hanya menerka mungkin wanita yang ada dihadapannya adalah orang kaya namun nyatanya bukan kaya lagi melainkan seorang konglomerat.


"Emm ini bu sejujurnya maaf saya sedang menginvestigasi sebuah kasus lama jadi yang mana beberapa tahun yang lalu ada sebuah kasus menghilangnya seorang anak lelaki kira kira usianya menginjak 6 tahun" Terang Amiraa kepada bu Hanum yang tampak ekspresinya kian berubah datar bahkan pandangannyapun kini terlihat kosong.


Amiraapun terdiam dalam kebisuannya berfikir sangat keras apakah dia salah dalam berucap bahkan ragu untuk meneruskan pembicaraannya kepada bu Hanum.


"Lalu nak?" Ucap bu Hanum dengan sorot mata yang tidak bisa dijelaskan antara wanita itu tengah penasaran ataupun tidak peduli.


"Firasat saya mengatakan bahwa mungkin saja kejadian menghilangnya anak laki laki tersebut barang kali disekitar sini bu,maaf bukan bermaksud apa apa" Jawab Amiraa sambil menunduk.

__ADS_1


"Bisa kau ceritakan lebih detail nak bagaimana ciri ciri anak kecil yang kau cari tersebut" Tanya bu Hanum seraya meletakkan tangannya pada bahu Amiraa.


"Di..dia tidak terlalu tinggi rambutnya berwarna coklat gelap manik matanya bewarna hazel dan..dan.." Amiraa bersiap untuk melanjutkan namun kali ini ia masih terus berkonsentrasi mengingat bagaimana wujud anak kecil yang kerap kali datang meminta bantuannya.


"Kakak..ada tanda lahir seperti bulan sabit pada dadaku" Ucap seorang anak kecil itu yang rupanya tengah meringkuk dibelakang ibu Hanum sedari tadi yang tampaknya mulai antusias dengan cerita Amiraa.


"Dan juga ada tanda lahir seperti bulan sabit didadanya" Jawab Amiraa.


Seketika suasanapun menjadi hening bu Hanum tak lagi berbicara hanya tampak sebuah kelopak mata yang kini banyak sekali kerutan itu mulai terlihat membendung.


Hembusan angin malam yang entah berasal dari mana kian menerpa kedua wanita yang tengah masih sama sama saling terdiam hingga bu Hanumpun memulai percakapan kembali.


"Kau tau nak mengapa hotel ini bernama Chand?" Ucap bun Hanum dengan jeda yang Amiraa sendiri hanya terdiam.


"Artinya bulan dan itu sebuah nama dari putraku yang saat itu menjadi satu satunya penerus dan juga ahli waris dalam keturunan dharmawangsa aku memberikan nama putraku untuk selalu mengenangnya yang beberapa tahun yang yang lalu saat pembangunan gedung ini putraku juga menghilang" Ucap bu Hanum seraya menarik nafasnya secara mendalam.


Yang mana ingatan dari arwah anak kecil itupun kembali seutuhnya tentang rangkain peristiwa beberapa tahun silam.


Amiraa melebarkan pandangannya dengan sempurna rupanya anak laki laki yang ia tolong kali ini merupakan anak dari bu Hanum.


Chand namanya mungkin jika saja dia masih hidup usianya menginjak 25an,dan saat ini isakan demi isakan terdengar dari bu Hanum.


Sementara Chand anak kecil yang terlihat menggemaskan tersebut hanya menatap dalam diam.


"Bu..lalu dimana suami ibu waktu kejadian putra ibu menghilang?" Tanya Amiraa


"Waktu itu suamiku pergi kesebuah minimarket Chand meminta izin kepadaku untuk menyusul papa sambungnya itu aku mengizinkannya lalu setibanya suaimiku aku tak pernah lagi melihat Chand bahkan suamiku mengatakan bahwa tidak bertemu Chand diminimarket tersebut kami sudah berupaya mencarinya selama dua tahun namun semuanya nihil petugas kepolisian juga sudah menutup kasusnya" Jawab Bu Hanum yang terlihat masoh saja menitikan air matanya.

__ADS_1


"Bu maaf sebelumnya jika saya lancang namun ini harus saya katakan" ucap Amiraa yang sebenarnya mendapatkan penolakan dari Chand.


"Arwah putra ibu ada disini bersama kita tepatnya dibelakang ibu" Ucap Amiraa yang membuat bu Hanum seketika berhenti menangis.


"Benarkah?kau sungguh bisa melihat?"Tanya bu Hanum yang tampak mencari cari keberadaan Chand yang mana hanya Amiraalah yang mampu melihat.


"Saya memiliki kelebihan bu,dan sekali lagi maaf harus saya katakan bahwa sebenarnya jasad dari Chand ada dibalik tembok besar itu" Ucap Amiraa seraya menunjuk sebuah tembok yang mana diawal tadi ia berdiri.


Tangis bu Hanum seketika pecah ketika Amiraa menjelaskan semua peristiwa yang telah terjadi di masalalu dan semua rangkaian telah Amiraa ucapkan tanpa adanya kebohongan sedikitpun.


Pada akhirnya bu Hanumpun berterimakasih kepada Amiraa yang telah memecahkan kasus menghilangnya putra pewaris dari keseluruhan harta keluarga Dharmawangsa.


Sebelum itu diakhir pertemuannya dengan bu Hanum Amiraa juga meminjamkan raganya agar Chand bisa berpamit kepada bu Hanum dan segera pergi menuju dunia yang semestinya.


"Ma..Chand harus pergi ikhlaskan Chand ya ma..mana jangan lupa jaga kesehatan ya" Ucap Chand yang kini telah merasuk kedalam raga Amiraa.


Bu Hanum memeluk Amiraa yang sebenarnya adalah roh dari Chand yang disana haru tangis Bu Hanum kian deras dan kasus itupun kembali melibatkan petugas kepolisian.


Berdasarkan dari hasil autopsi memang semua mengarah kepada suami bu Hanum bahkan beberapa bukti seperti balok kayu berada didalam tembok tersebut.


Suami bu Hanum yang tengah penyakitanpun pada akhirnya juga mengakui semua kejahatannya dihadapan pak hakim didalam ruang sidang ia mengaku bahwa saat itu terpaksa membunuh Chand karena anak itu mendengar percakapannya dengan wanita yang tidak lain merupakan selingkuhannya itu sedang berencana mengambil alih kekuasaan serta harta milik keluarga Dharmawangsa.


Tak luput identitas wanita hamil yang kala itu bersama dengan suami bu Hanum tengah dalam pencarian.


Seluruh media kini penuh dengan pemberitaan atas menghilangnya Chand sang pewaris tunggal keluarga kaya raya hingga ditemukannya dalam keadaan tak bernyawa bahkan jasadnya yang terkubur dalam tembokpun masih utuh dan noda noda merah tua yang sebagiannya lebih berwarna coklat tua itupun masih menempel dibeberapa bagian tubuhnya.


BERSAMBUNG..🍇🍇🍇

__ADS_1


__ADS_2