
Hari hari sudah berlalu minggu pagi yang sangat cerah Amiraa segera pergi menuju kamar mandi dan juga menyelesaikan sarapannya.Semenjak adanya kehadiran bu Ani,Amiraa sedikit merasa terbantu dalam hal mengurus rumah Rizal.
Pria itu tidak merasa terganggu sama sekali dengan adanya Amiraa dan ibunya bahkan sangat merasa bahagia didalam rumah itu tidak lagi terasa sepi.
"Entah sekarang kamu berada dimana Laras bahkan sesekali saja kau tidak pernah mengunjungi anak kita" Ucap Rizal membatin.
Amiraa yang lebih tau bahwa Rizal sedang melamun akhirnya menegur Rizal.
"Mas jangan melamun begitu gak baik". Ucap Amiraa sambil menyuapi Aska.
"Papa sedih?" Ucap Aska dengan dengan polos.
Seketika Rizal tersadar dan menatap putranya yang tengah duduk dihadapan Amiraa dengan tersenyum manis.
"Tidak kok mana ada papa sedih ingat jadi laki laki itu harus..." Ucap Rizal tersenti.
"Kuatt.." Sambung Aska dengan ceria.
"Anak papa pintar" Ucap Rizal.
"Bu mas Rizal aku mau ijin hari ini keluar ya" Ucap Amiraa sedikit ragu.
"Kamu mau kemana?" Tanya bu Ani wanita paruh baya itu seraya mengambil beberapa piring kosong.
"Jalan jalan sebentar bu Amiraa sedikit bosan" Ucap Amiraa.
"Yasudah jangan pulang malam malam" Jawab bu Ani yang memang memiliki paras sedikit jutek.
"Amiraa hati hati kalau keluar sama pria" Ucap Rizal memberikan peringatan.
Setelah itu tak lama kemudian Rennopun datang kali ini ia datang sesuai permintaan Amiraa agar membawa motor saja dibandingkan dengan mobil.
"Ren kenapa bawa itu sih" Ucap Amiraa sedikit cemberut.
"Lah katanya suruh bawa motor" Jawab Renno dengan polosnya.
"Ya tapi jangan motor gede juga Ren" Ucap Amiraa sambil mengernyitkan dahinya pertanda kurang suka.
"Bu dan mas Rizal saya pamit dahulu sama Amiraa" Ucap Renno dengan sopan.
"Iya nak hati hati jangan pulang larut malam" Jawab bu Ani.
__ADS_1
...****************...
Dijalan..
"Ren kita mau kemana sih?" Tanya Amiraa penasaran karena sejak awal Renno memang merahasiakan tujuan mereka.
"Ya kalau dikasih tau bukan surprise namanya Mir" Jawab Renno sambil tertawa.
"Akkhh aduhh..sakit Miraa jangan dicubit" Ucap Renno kala mendapatkan cubitan maut dipinggangnya.
"Lagian sih iseng banget" Ucap Amiraa dengan kesal namun juga melibatkan rasa bahagia didalam hatinya karena bisa berdua dengan Renno apalagi pria yang selama ini ia kagumi itu diam diam ingin memberikannya sebuah surprise.
"Renn...berhenti berhenti!!!" Ucap Amiraa secara mendadak membuat Renno secara refleks juga mengerem mendadak hingga kini tubuh Amiraa menempel dengan sempurna pada punggung Renno.
"Aduhh...Ren gimana sih?" Ucap Amiraa yang merasa sedikit malu.
"Lah kamunya yang gimana?ada apa sih Miraa bahaya tau kalau kayak gitu?" Ucap Renno sambil melepas helmnya.
"Itu ada cilok" Ucap Amiraa dengan puppy eyes nya yang menambah wajahnya semakin terlihat menggemaskan.
"Kamu mau itu?" Tanya Renno dan Amiraa hanya menjawab dengan beberapa kali anggukan.
"Lain kali jangan begitu lagi ya kan bahaya" Ucap Renno seraya mentoel hidung Amiraa sebelum bergegas membelikan cilok Amiraa.
"Makasihh" Ucap Amiraa dengan nyengir kudanya.
"Udah makan dulu baru kita lanjutkan pinggangku juga sedikit terasa sakit" Ucap renno sambil duduk di trotoar jalan.
"Masih muda udah punya rematik..huuu" Seru Amiraa.
"Habiskan dulu cilok mu itu lihatlah pipimu yang menggembung itu seperti bakpao" Ucap Renno dengan tawa renyahnya.
"Mana ada aku tidak segemuk itu" Jawab Amiraa.
Hampir satu jam lamanya perjalan yang mereka tempuh jalanan yang membelah bebatuan kapur berwarna putih hingga cream itu dan akhirnya sampailah pada tempat tujuan mereka.
"Woww..keren" Ucap Amiraa berdecak kagum kala hembusan angin menerpa wajahnya membuat rambutnya yang tergerai bergerak kesana kemari.
"Kamu suka!" Tanya Renno seraya menatap manik mata Amiraa.
"Suka sekali Ren sudah lama aku tidak pernah ke pantai dulu pernah sih itu saja ikut mantan majikan ku hehehe" Jawab Amiraa seadanya sembari melepas sepatu yang ia kenakan.
__ADS_1
"Ini adalah tempat yang selalu aku kunjungi disaat aku merindukan almarhum papa Mir" Ucap Renno dengan serius membuat Amiraa mengalihkan pandangannya menatap Renno yang terlihat seolah menahan sesuatu didalam dadanya.
"Papa dinyatakan menghilang ketika pesawat yang ia tumpangi jatuh diperairan ini hingga saat ini tidak pernah lagi ditemukan" Ucap Renno dengan mimik wajah yang sulit diartikan entah bagaimana yang ia rasakan saat ini.
"Kamu yang sabar ya Ren" Ucap Amiraa seraya memeluk Renno.
Deghh..Renno sedikit terkejut dengan apa yang dilakukan oleh Amiraa dan disaat itu pula Renno membalas pelukan Amiraa ada sejuta rasa nyaman yang dirasakan oleh Renno ketika wanita kecil itu memeluknya.
"Sudahlah mari bersantai dan nikmati tempat ini lihatlah pipimu yang gembul itu bukankah seperti bayi" Ucap Renno seraya melepas pelukannya.
"Apa katamu!!" Ucap Amiraa yang sedikit kesal ditambah dengan Renno yang sudah berlari kian menjauh.
"Hhahahaha bayi coba kejar aku" Jawab Renno sambil tertawa terbahak bahak.
Adegan bagaikan kucing dan tikus itupun terjadi sesekali Amiraa berhasil menangkap Renno dan mencubitnya namun Renno juga sangat lihai dalam menghindari setiap langkah Amiraa sehingga pada akhirnya mereka berdua terduduk diatas pasir putih.
"Lihat ini semua pakaianku jadi basah Ren kamu sih gak bilang kalau mau ke pantai tau gitu kan aku bawa baju ganti" Ucap Amiraa seraya membersikan pasir yang menempel pada tubuhnya.
"Gak apa apa nanti beli" Jawab Renno dengan enteng.
"Amiraa" Panggil Renno disela sela Amiraa yang masih bersibuk dengan pasir yang menempel itu.
"Iya" Jawab Amiraa.
Rennopun menggenggam kedua tangan Amiraa membuat wanita itu mengalihkan pandanganya hingga sesaat kemudian tatapan mereka beradu.
"Boleh kukatakan sesuatu?" Ucap Renno yang jari jempol tangannya kini telah mengusap lembut punggung tangan Amiraa.
"Ka..katakan saja" Jawab Amiraa yang merasa sedikit deg degan.
"Entahlah aku memang bukan pria yang manis dan pandai berkata kata romantis aku akan mengungkapkannya secara langsung bahwa aku mencintaimu,entahlah perasaan ini muncul ketika aku bertemu denganmu untuk pertama kalinya dan aku ingin melanjutkan sisa hidupku bersamamu" Ucap Renno dengan kesungguhannya.
Terdiam sesaat Amiraa tidak mampu berucap sepatah katapun kala mendapati tatapan Renno yang memang penuh cinta dan memang selama ini Renno baik padanya adalah hal yang benar benar dilakukannya tanpa adanya niat jahat.
"Ta..tapi aku-"
"Sshhhtt..." Jari telunjuk Rennopun mendarat sempurna dibibir Amiraa ketika melihat Amiraa yang sedikit bergetar.
"Tidak perlu menjawabnya saat ini aku tidak akan memaksamu dan merusak hubungan baik yang selama ini kita jalin katakan jika memang sudah siap aku akan bersabar menunggu" Ucap Renno menyakinkan dan memberikan Amiraa sebuah pilihan.
"Aku akan selalu ada untukmu kapanpun dan dimana pun kamu membutuhkanku Amiraa" Imbuh Renno lagi.
__ADS_1
Amiraa masih saja membisu kali ini hati dan logikanya masih bergelut untuk mendapatkan satu jalan yang sama.
BERSAMBUNG