Amiraa:Di Penghujung Penantian

Amiraa:Di Penghujung Penantian
Alia Lagi.


__ADS_3

Suasana yang cukup sedikit tegang yang mana didalam ruang tamu yang tidak terlalu luas itu Edward duduk berhadapan dengan ibu Nia dan juga Rizal.


Bukan hal lain lagi yang mereka bahas kali ini melainkan secara berani Edward meminta restu kepada bu Nia untuk menikahi Amiraa secara gamblang.


"Semua keputusan ibu serahkan kepada Amiraa jika dia merasa bahwa dirinya siap ya silahkan" Ucap bu Nia.


Seolah mendapatkan lampu hijau Edward tersenyum puas didalam hatinya sebelum pandangannya bertemu dengan Rizal,kedua pria itupun saling bertatap muka dengan fikiran masing.


"Emm jadi bukankah saat ini seharusnya aku memanggilmu calon kakak ipar begitu" Ucap Edward dengan senyum tipisnya.


"Tentu saja bahkan meski dikantor aku tidak akan memanggilmu sebagai atasanku melainkan adik ipar" Ucap Rizal dengan wajah datarnya.


"Amiraa jika bahagiamu harus bersamanya mas ikhlas" Ucap Rizal membatin seraya melirik kearah Amiraa yang duduk disampingnya.


Semalaman Amiraa kesulitan untuk tidur ia memikirkan ucapan Edward dan juga masa depannya sendiri.


Tentang bagaimana jika nantinya dia hamil reputasinya sebagai seorang gadis yang baik mungkin akan hancur seketika.


Sehingga gadis itu menemukan titik cerah dikala membuka ponselnya dan mendapati sebuah postingan Renno yang tengah merayakan ulang tahun Valena.


"Jadi nak kapan rencananya akan menikahi Amiraa" Ucap bu Ani membuat Amiraa semakin tertunduk fikirannya jelas masih terbayang dimalam saat bersama Edward.


"Tiga hari lagi bu" Jawab Edward dengan mantab.


"Uhukk..uhuukkk.." Seketika Aaron tersedak saat meminum teh hangat yang disuguhkan oleh bu Ani.


Mendapati dirinya ditatap tajam oleh Edward,Aaronpun segera berpamit untuk keluar sebentar.


"Setidaknya briefing dulu lah Ed kau fikir menikah dalam tiga hari segampang mempersiapkan tempat kucing melahirkan" Gerutu Aaron seraya berjalan tak tentu arah disekitar komplek.


"Nak apakah tidak terlalu mepet waktunya kami belum memiliki persiapan apapun" Ucap bu Ani.


"Semua nantinya aku yang mengatur ibu tenang saja dan sekali lagi mohon maaf jika acaranya cukup sederhana mengingat putri saya sedang dirawat dirumah sakit untuk Amiraa selama tiga hari ini kamu cuti saja jangan kemana mana" Jawab Edward.

__ADS_1


"Hey dia calon istrimu apakah nanti setelah kalian menikah dia akan tetap bekerja" Ucap Rizal yang telah mencerna kalimat terakhir yang diucapkan Edward.


"Aku berharapnya dia mau tinggal dirumah saja zal akan tetapi Amiraa menolak" Ucap Edward sedikit mencebikkan bibirnya.


"Gak perlu berlebihan gitu deh" Ucap Amiraa menatap sinis ke arah Edward.


Ditengah percakapan itu berlangsung Aaron tiba secara terburu buru terlihat ia berusaha mengatur nafasnya.


"Dari mana saja kamu Ron dikejar anjing ya" Ucap Edward.


"Ed kita harus pergi kerumah sakit sekarang penting" Ucap Aaron dengan nafas yang masih tersenggal.


"Katakan ada apa" Ucap Amiraa yang ikut merasakan hawatir.


"Tidak ada banyak waktu cepatlah" Ucap Aaron.


Sore itu juga Edward dan Aaron segera bergegas menuju rumah sakit beserta Amiraa yang memaksa untuk ikut.


Bagaikan menemukan sebuah keajaiban Alia dinyatakan sembuh dan kembali sadar,sebuah kabar yang membuat Edward berbinar bahkan tak mampu menahan air mata yang menetes dari pelupuk matanya.


"Ya sayang panggil sekali lagi" Ucap Edward seketika ruangan itupun terasa penuh haru tak terkecuali Amiraa entah mengapa ia sendiri turut merasakan haru bahagia.


"Daddy menangis?" Tanya Alia yang masih berbaring lemah.


"No little princess daddy tidak menangis,daddy menunggumu kembali sadar" Ucap Edward seraya menggenggam tangan mungil yang tertancap jarum infus.


"Daddy aku bertemu dengan mommy dia berkata bahwa aku akan segera memiliki mama lagi jika aku sembuh" Ucap Alia kecil,seisi ruangan itupun terdiam menciptakan keheningan.


"Dimana mama Alia dad?" Ucap Alia dengan polos seketika semua pandangan tertuju kepada Amiraa yang tengah berdiri mematung diambang pintu.


"Kemarilah" Ucap Edward.


"Mama Alia cantik dad seperti mommy" Ucap Alia kecil itu.

__ADS_1


"Kata mommy mama baru Alia sangat baik dan akan menyayangi Alia" Ucap Alia anak kecil itupun tak berhenti bercerita hingga Amiraa mendekatinya dan mengecup dengan lembut kening Alia.


"Mama akan selalu menyayangimu" Ucap Amiraa membuat seorang Edward hanya mampu terdiam.


Aaron memberikan sebuah kode kepada dokter Reyhan agar mereka meninggalkan keluarga baru itu disana.


"Terimakasih Amiraa" Ucap Edward dengan lirih yang hanya mendapati balasan senyum manis dari Amiraa.


"Mama lihatlah mommy sedang tersenyum disana" Ucap Alia seraya menunjuk sebuah kursi yang jika dilihat tidak ada siapapun disana.


"Iya sayang mommymu mungkin akan segera berpamit bukankah disini sudah ada mama" Jawab Amiraa seraya membelai lembut pipi Alia yang terlihat sedikit tirus.


...****************...


Sementara itu didalam sebuah ruangan minimalis seorang pria tengah menengadahkan kedua tangannya matanya terpejam dan hanya ada senyum manis yang menghiasi sudut bibirnya.


"Engkau yang tersenyum lalu mengapa aku yang semakin jatuh cinta,aku tidak akan merebut mu dari tuhanmu lantas dengan alasan apa takdir mempertemukan kita jika aku tidak bisa memilikimu seutuhnya" Ucapnya dengan tulus sebelum menutup kalimatnya dengan sebuah doa.


Dia masih Renno yang memilih mencintai Amiraa dalam diam sebisa mungkin untuk ikhlas melihat Amiraa bersama pria lain.Kabar tentang pernikahan itu membuat Renno semakin menyadari bahwa cinta tidak harus memiliki terlebih keyakinan mereka sudah berbeda hal itu merupakan sebuah tembok pembatas yang amat tinggi bagi Renno untuk mendapatkan Amiraa.


...****************...


Sementara itu dilain tempat seorang wanita dengan warna bibir yang merah merona tengah mengamuk membanting semua benda yang ada disekitarnya.


"Apa kurangnya aku?aku lebih cantik darinya bahkan dari Elaine sekalipun aku tiada banding.Edward jika aku tidak bisa memilikimu maka akan ku pastikan tidak ada wanita manapun yang akan memilikimu" Ucap seorang Athena dengan kemarahan yang menggebu setelah mendengar berita tentang pernikahan pewaris tunggal Addison.


"Nona tenanglah" Ucap seorang bodyguard setianya yaitu Daniel.


"Diam lah aku akan memberimu sebuah misi malam ini" Ucap Athena dengan senyum sringainya.


"Nona tuan besar akan marah" Ucap Daniel pria yang begitu setia disamping Athena dan bahkan selalu bertutur lembut.


"Aku tidak peduli lagi dengan papa yang aku mau hanya Edward bahkan meski harus mempertaruhkan segalanya akan aku lakukan" Ucap Athena.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2